Oleh Fadhil ZA

DOWNLOAD

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan” (Al Jumuah   8   )

 

Datangnya kematian atau ajal adalah sesuatu yang amat ditakuti oleh kebanyakan orang. Karena itu Allah mengingatkan bahwa kematian yang kamu takuti itu pasti akan menemui kamu diamanapun kamu berada. Tidak ada tempat yang aman dimuka bumi ini dari sergapan malaikat maut.

Bagi orang yang beriman pada Allah dan kehidupan akhirat , kematian bukanlah sesuatu yang menakutkan.  Kematian merupakan pintu gerbang kehidupan akhirat, saat dimana kelak kita akan berjumpa dan bertemu dengan  Allah .  Saat dimana kelak kita dapat memandang wajah Allah dengan sepuas puasnya.  Barang siapa yang berharap untuk berjumpa dengan Allah kelak diakhirat maka saat perjumpaan itu pasti akan terjadi sebagaimana diingatkan Allah dalam surat al Ankabut ayat 5 :

Barangsiapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang. Dan Dialah Yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui            (Al Ankabut 5)

Bagi orang yang beriman pada Allah dan kehidupan akhirat, kematian merupakan saat yang selalu mereka nantikan. Itulah saatnya mereka memulai kehidupan baru  kehidupan yang abadi dialam akhirat. Itulah saatnya mereka kembali keharibaan Allah, setelah mengalami berbagai penderitaan dan perjuangan yang berat didunia menghadapi tipu daya dunia dan syetan yang menyesatkan. Mereka ditempatkan Allah dialam barzakh ditempat yang menyenangkan sampai datangnya hari berbangkit kelak, sebagaimana disebutkan Allah dalam surat Ali Imran  ayat 169

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidupdisisi Tuhannya dengan mendapat rezki. (Ali Imran 169)

Mereka yang tidak beriman pada Allah dan kehidupan akhirat serta tidak berharap untuk berjumpa dengan Allah, amatlah takut dengan kematian ini.  Kematian merupakan saat berpisah dengan kehidupan dunia yang amat dicintainya. Harta yang berlimpah, gedung yang mewah dan  indah, taman dan kebun, berbagai bisnis dan perusahaan, kendaraan , istri , anak anak, karib kerabat, jabatan dan berbagai kehormatan serta kemuliaan hidup,  harus mereka tinggalkan untuk selama lamanya. Mereka tidak percaya dan tidak punya harapan dengan kehidupan akhirat, mereka hanya percaya dengan kehidupan dunia. Karena itu kematian merupakan bencana dan musibah besar bagi mereka.

Mereka tidak siap sama sekali untuk menghadapi kehidupan akhirat. Allah menempatkan mereka ditempat yang hina dialam barzakh. Ketika itu mereka baru menyadari semua kekeliruannya , mereka berseru minta dikembalikan hidup kedunia agar mereka bisa berbuat amal kebaikan berbeda dengan apa yang sudah mereka lakukan dahulu.  Namun penyesalan tinggal penyesalan, pintu taubat sudah tertutup, mereka tidak mungkin kembali lagi kedunia antara alam kubur dan kehidupan dunia ada dinding (barzakh) yang tidak mungkin  ditembus , sebagaimana disebutkan dalam surat Al Mukminun ayat 99 – 100

99. (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia). 100. agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan         (Al Mukminun 99-100)

Saat ketika ajal  datang

Datangnya kematian merupakan suatu hal yang pasti , tidak seorangpun dapat menghindar dan lari daripadanya. Allah mengingatkan agar kita selalu mempersiapkan diri untuk menghadapi datangnya kematian itu. Dan Allah juga mengingatkan agar kita mempersiapkan perbekalan kita untuk kehidupan yang abadi di akhirat kelak sebagaimana disebutkan dalam surat  Al Hasyr ayat 18

18. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al Hasyr 18)

Mereka yang  masih berusia muda mungkin tidak tertarik membicarakan tentang mati ini, hati dan fikirannya masih fokus pada masalah kehidupan dunia. Mereka tidak tertarik membicarakan tentang hal yang berkaitan dengan masalah akhirat.  Ini hal yang wajar saja. Namun perlu diingat bahwa kematian itu bisa datang pada siapa saja tanpa memandang usia.  Allah memberikan umur pada manusia bermacam macam , ada yang hanya beberapa menit , ada yang beberapa jam, ada yang beberapa hari , ada yang beberapa bulan, ada yang beberapa tahun, ada yang dipanjangkan usianya sampai tua renta dan pikun hingga tidak tahu laigi apa yang pernah diketahui. Bagi mereka yang masih muda sebaiknya sisihkan juga waktu untuk memikirkan kehidupan akhirat disamping memikirkan kehidupan dunia. Karena kematian itu tidak memandang usia, tidak seorangpun tahu kapan datangnya kematian itu.

Bagi mereka yang sudah berusia diatas 50 atau 60 tahun sebaiknya mulailah cenderung mempersiapkan diri untuk memghadapi datangnya ajal. Kurangi kegiatan dunia dan perbanyak kegiatan untuk mendekatkan diri pada Allah.

Husnul khotimah atau Su’ul khotimah

Saat kematian adalah saat yang amat menentukan bagi kehidupan selanjutnya dialam akhirat. Ada orang yang diwafatkan Allah dalam keadaan taat beribadah, banyak mengerjakan amal kebaikan, dan diwafatkan dengan mudah tanpa mengalami kesulitan atau penderitaan. Insya allah mereka termasuk orang yang mendapatkan khusnul khotimah. Insya Allah mereka akan mendapat kenikmatan dan kesenangan selama hidup dialam barzakh, dihari berbangkit, dan dimasukan kedalam taman syurga dihari pembalasan , hidup kekal dan abadi selamanya disana.

Dalam kehidupan sehari hari kita banyak menjumpai orang yang diwafatkan Allah dengan mudah dan tidak mengalami sakit atau penderitaan sedikitpun. Mereka wafat dengan tenang dan damai. Bahkan ada yang sempat mengumpulkan anak cucunya, berwasiat dan memberikan nasihat, kemudian mengucapkan salam perpisahan dan meninggal dengan tenang, seberkas senyum merekah dari bibirnya penuh kebahagiaan. Mereka dilepas dengan ikhlas oleh anak cucu dan sanak familinya dan disambut dengan salam penghormatan oleh para Malaikat di alam barzakh.  Merekalah yang dimaksud Allah dengan firmannya dalam surat an nahl ayat 32

32. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan  dalam keadaan baik[822] oleh para malaikat  dengan mengatakan (kepada mereka): “Salaamun’alaikum[823], masuklah kamu ke dalam syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan.”(An Nahl 32)

  Ada pula orang yang diwafatkan Allah dalam keadaan kufur dan engkar pada Allah, bergelimang dosa dan kemaksiatan, dan diwafatkan dalam keadaan menderita dan penuh kesulitan, mereka itulah orang yang mendapatkan su’ul khotimah. Mereka akan mendapatkan azab dan berbagai penderitaan dialam kubur, dihari berbangkit, dan dimasukan kedalam neraka yang panas membakar, hidup kekal abadi selamanya disana.

Dalam kehidupan sehari hari kita juga banyak menemui orang yang diwafatkan Allah dalam keadan tersiksa dan melalui penderitaan yang amat sangat. Sebelum wafat mereka didera rasa sakit dan ketakutan yang amat sangat. Ketika datang kematian mereka menjerit melolong panjang melepaskan nyawanya dengan rasa sakit dan derita yang amat sangat. Merekalah yang dimaksud Allah dalam surat Al anfal ayat 50 :

50. Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar”, (tentulah kamu akan merasa ngeri).      (Al Anfal 50)

 

Persiapan menyambut datangnya ajal

Bagi mereka yang sudah berusia diatas 50 atau 60 tahun sebaiknya mulailah mempersiapkan diri untuk menyambut datangnya ajal. Kita tidak tahu kapan datangnya ajal itu, namun ia pasti akan menemui kita. Tentunya setiap orang yang beriman ingin mendapatkan khusnul khotimah, wafat dengan cara yang baik , dan ditempatkan pada tempat terhormat disisi Allah kelak.

Berdoalah pada Allah agar diwafatkan dengan cara yang baik dan mendapat tempat terhormat disinya.

Bacalah surat al jumuah ayat 8 dengan tartil dan penuh penghayatan

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan” (Al Jumuah  8  )

Bagi anda yang tidak bisa membaca tulisan arabnya dengan baik anda bisa mendengarkan bacaannya dan coba menghafalnya pada tautan Alqur’an Online “berikut ini (silahkan klik)”

Kemudian tadabburi ayat tersebut dan minta 5 hal sebagai  berikut dibawah ini:

“Ya Allah , telah kau ingatkan pada kami dalam qur’anMu yang agung. Bahwa kematian yang kami lari daripadanya pasti akan menemui kami dimanapun kami berada. Kemudian kami akan dikembalikan kepadaMu yang mengetahui yang gaib dan yang nyata. Kemudian Engkau akan mengabarkan kepada kami apa saja yang telah kami kerjakan selama ini.

Ya Allah jika datang saat yang kau janjikan itu, kami mohon padaMu wafatkan kami dalam khusnul khotimah, mudahkan kami menempuh sakratul maut, jadikan kami ikhlas dan ridho meninggalkan kehidupan dunia ini, sambut kami dengan salam penghormatan dariMu dan para malaikatMu dan tempatkan kami pada tempat terhormat disisiMu. YaAllah perkenankanlah permohonan kami ini Engkaulah sebaik baik yang memperkenankan doa. …amin.”

Ada 5 hal yang kita mintakan pada Allah dalam tadabbur tersebut diatas yaitu :

  1. Mohon agar diwafatkan dalam khusnul khotimah, diwafatkan dalam keadaan taat dan patuh pada Allah, jauh dari perbuatan dosa , maksiat  dan perbuatan musyrik.
  2. Mohon pada Allah agar dimudahkan dalam menempuh sakratul maut, diwafatkan dengan mudah tanpa mengalami penderitaan dan rasa sakit yang amat sangat.
  3. Mohon pada Allah agar hati ikhlas dan ridho meninggalkan kehidupan dunia ini, tidak ada beban dunia yang mengelayuti perasaan  seperti hutang piutang, perniagaan dan bisnis, anak dan istri, karib kerabat , pangkat jabatan atau kehormatan , harta benda dan kekayaan lainnya.
  4. Mohon pada Allah agar disambut dengan salam penghormatan dari Allah dan para Malaikatnya ketika memasuki alam barzakh, sebagaimana yang disebutkan Allah dalam surat yasin ayat 51 dan surat Ar Ra’d 22-23.
  5. Mohon pada Allah agar ditempatkan pada tempat terhormat disisiNya bersama para Nabi, Rasul, orang orang saleh dan benar.

Dengan selalu membaca tadabbur dan doa tersebut diatas insya Allah kematian bukanlah merupakan suatu  hal yang menakutkan lagi,  bahkan merupakan saat kebahagiaan yang selalu dinantikan kedatangannya.

Bacalah  tadabbur dan doa  tersebut diatas minimal sekali sehari setiap selesai shalat subuh. Mudah mudahan Allah mengabulkan dan anda diwafatkan dalam khusnul khotimah.

8 thoughts on “MENYAMBUT DATANGNYA KEMATIAN”
  1. assalamuaalaikum ustad.. sy ade.., mo curhat ustad, bbrp hr trkhir ini sy kembali merasakan gngguan asam lambung lg ustad.., sy mrskan ini disebabkan adanya bbrp permslhan yg saya rasakan agak sdkit mnekan saya.., gmn saya harus menyikapinya ustad.. agar sy bs kembali beraktivitas sprti sdiakala..mhn nasehatny ustad.. atas perhatian dan nasehat ustad, sy ucaapkan byk terimakasih.. wassalam.. ade..

    1. Wa alaikum salam

      Menurut penelitian para ahli 70 % penyakit yang diderita manusia berasal dari gangguan kejiwaan yang disebut psykosomatic. Stres berkepanjangan dapat mengakibatkan gangguan pada berbagai sistim didalam tubuh , termasuk meningkatnya jumlah asam lambung secara berlebihan.

      Usahakan agar kamu tidak stres, panik dan tertekan terhadap apa saja yang menimpa kamu. Perbanyak dzikir dan tasbih, baca subhanallah (mahasuci Allah) setiap saat didalam hati dimanapun kamu berada , baik ketika berdiri, duduk majupun berbaring. Dalam surat Ar Ra’d ayat 28 disebutkan bahwa orang yang beriman itu tentram hatinya dengan mengingat Allah.

      Perbanyak sabar dan bertawakkal pada Allah, jangan cemas dan kuatir. Yakinlah bahwa Allah selalu bersama ananda dalam mengatasi berbagai masalah. Yakin lah bahwa berbagai masalah yang datang bisa diatas bersama Allah, karena Allah maha kuat untuk menolong hamba hambaNya.

  2. Assalamualaikum ustadz..bagaimana hukum tentang adanya firasat tentang kematian?
    mohon penjelasannya.apakah ada dalil hukumnya?
    terimakasih.wassalamualaikum wr wb

    1. Wa alaikum salam

      Dalam surat Al baqarah ayat 180 Allah menjelaskan jika datang pada kita tanda tanda bahwa ajal sudah dekat, agar berwasiat :
      180. Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk ibu-bapak dan karib kerabatnya secara ma’ruf(ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa

      Tanda ajal yang jelas adalah rambut mulai memutih, pendengaran dan penglihatan mulai berkurang, badan semakin lemah, yaitu umur tua. Ada pula tanda lewat mimpi atau firasat bagi orang tertentu. Sahabat Abu Bakar sidiq menangkap isyarat bahwa Rasulullah sudah dekat saat ajalnya satu tahun sebelumnya ketika kutbah wada, kata kata yang diucapkan Rasulullah pada saat kutbah mengisyaratkan hal itu. Sehingga Abu Bakar menangis dan sahabat yang lain heran kenapa Abu bakar menangis.

  3. assalamualaikum ustadz..
    apakah benar jika kita merasakan ketakutan akan datang nya kematian, itu berarti waktu kita sudah dekat?
    terimakasih. wassalamualaikum. wr. wb.

    1. Wa alaikum salam

      Itu hanya was was dari syetan. Saat ajal itu adalah rahasia Allah tidak seorangpun tahu kapan dan dimana ia akan menemui ajalnya.

  4. Asalamu alaikum ustad
    Saya ingin bertanya tentang masalah ruh manusia yang sudah meninggal

    Adakah ruh itu akan kembali ke dunia yang mengaku” dia adalah leluhur kita

    1. Wa alaikum salam

      Memperhatikan surat Al Mukminun ayat 99-100 diatas telah disebutkan bahwa ruh orang yang sudah meninggal tidak mungkin kembali lagi kedunia karena sudah berada dialam barzakh yang memiliki dinding kokoh tidak bisa ditembus. Yang sering muncul mengaku sebagai ruh leluhur itu adalah bangsa jin yang menyamar menyerupai nenek atau leluhur seseorang. Banyak orang yang tertipu oleh pengakuan bangsa jin itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *