27 PENYIMPANGAN ESQ ARY GINANJAR VERSI NAHIMUNKAR.COM

You may also like...

12 Responses

  1. slamet says:

    Alhamdulillahirabbil’Alamin saya dapat pencerahan! meskipun saya blm pernah mengikuti pelatihan ESQ Ary Ginanjar tetapi paling tidak ada 3 buku karangan Ary ginanjar yang saya miliki. saya setuju dengan adanya beberapa kelamahan yang ada di ESQ tetapi saya tidak setuju klau itu dikatakan sebagai sebuah kesesatan! karena apa yang anda sampaikan kesesatan-kesesatan tersebut bukanlah hal baru tetapi perbedaan pandangan ulama’pada zaman dahulu,seperti masalah kesufian, Abu mansyur Alhallaj, Syiah, Bid’ah dll. kita boleh tidak setuju dengan pandangan orang lain tetapi kita tidak boleh memaksakan pandangan kita pada orang lain apalagi menghukumi murtad, halal darahnya dsb!sejarah memberi kita pelajaran bagaimana dulu sesama sahabat nabi saling berperang Ali dengan Muawiyah, Ali dengan Siti Aisyah ,terbunuhnya Cucu Nabi Muhammad SAW(Husain),masihkah kita ingin mengulang sejarah kelam umat Islam! dengan saling menyalahkan menganggap diri paling benar,mari kita hargai pandangan orang lain karena perbedaan itu bukan hal baru dan masing2 pny pengikut, dan punya dasar yang kuat,jika kita diskusikan bersama kita akan saling memahami masing2 pandangan. Amin

  2. amas says:

    wah ga sengaja masuk sini, anyway saya sependapat denagn Mas Slamet. Betul itu kita musti bijak dan engga gampang bilang orang sesat. Mari kita hargai pandangan orang lain. Oyah saya bukan peserta ESQ , cuma tahu aja dan kebetulan ada beberapa orang yang saya tahu pernah ikut pelatihan ESQ. Salam

  3. Assalamu Alikum Warahmatullahi wabarakatuh, Intinya Hanya Allah Yang Benar,sALING me Maafkan kalau ada kata yang hilap, Sebagai Manusia BIASA me Motivasi boleh saja WssalAM

  4. iwang says:

    Bismillah..
    saya kebetulan telah mengikuti training ini,banyak nilai positive yang dapa diambil dari training,tetapi banyak hadits dan Qur’an yang “dicocok2an” dan “dipaksakan” untuk tujuan “kesesuaian” terhadap nilai2 yang dianut oleh ESQ. mungkin saran untuk ESQ (bila membacanya),cobalah untuk mereview kembali dalam pemilihan hadits dan Qur’an,tidak sekedar mencari yang “cocok” tetapi telusurilah lebih dalam untuk mencari yang BENAR

  5. Lamy says:

    Assalmualakum.. saya belum pernah mengikuti Esq Ary Ginanjar bahkan saya tidak pernah mengenal orangnya. adapun perbedaan pandangan anda dengan ary G adalah ary G berbicara secara hakikat sedangkan anda bebicara secar syariat ini tidak akan nyambung sampai kapan pun. awaludin makrifatullah = awal beragama mengenal Allah, man arofa nafahu faqod arofa rabbhu = siapa yang mengenal dirinya maka akan mengenal Tuhan nya. disurat 2 ayat 186 dikatakan bahwa Allah Dekat, di surat 50 ayat 16 dikatakan Allah lebih dekat dari urat leher kamu, di surat 34 ayat 50 diakatakan Allah Maha dekat. di surat 53 ayat 43 Alah yg membuat kamu tertawa dan menangis, di surat 8 ayat 11 Alah yang membuat kamu mengantuk dan banyak lagi yaitu 8.17, 26.80, 58.7, 6.60, 10.31, 57.3&4. Mengapa kita tidak mengakui Allah lah yang menggerakan, memperlihatkan dan memperdengarkan kita semua sehingga kita mengakui betul bahwa tiada daya dan upaya manusia sedikit pun kecuali Allah yang berkehendak. jika kita mengatakan bahwa di alam semesta beserta isinya masih ada selainnya DIA berarti kita telah menyekutukannya surat 41.54. itulah makna manunggaling kawula gusti atau “Dekat tidak bersentuhan jauh tidak berjarak”. Hati-hati untuk mengatakan orang sesat!

  6. Abu zar al-Ghifari says:

    slm…
    wah,,,dari komen di atas semua pada g setuju nich ma ni tulisan. brrti tulisan ne bisa jadi bumerang buat yg nulis. ati2 lw nulis tu,,jgn nyesat-nyesatin orang aje kerja lu di dunia ne. tau gak lu, yg nyesat-nyesatin manusia itu setan loh,,,.

  7. Hamba Allah says:

    Islam adalah agama rahmatan lilalamin….
    Metoda ESQ Way 165 justru mempertegas makna yang dikandung dalam Rukum Iman, Rukun Islam dan Ihsan…
    Jikalau ada hal2 yang kurang pas alangkah baiknya diajak diskusi dengan pendirinya dan jangan memberikan statement yang berdampak negatif bagi orang banyak sementara belum dilakukan diskusi kearah perbaikan.
    Mari kita sesama umat islam selalu berjuang bersama menegakkan kalimat tauhid Lailahailallah….dan bergandeng tangan untuk kebaikan..
    Tidak ada manusia yang sempurna….demikian untuk dipahami….Wasalam

  8. Hamba Allah says:

    Islam adalah agama rahmatan lilalamin….
    Metoda ESQ Way 165 justru mempertegas makna yang dikandung dalam Rukun Iman, Rukun Islam dan Ihsan…
    Jikalau ada hal2 yang kurang pas alangkah baiknya diajak diskusi dengan pendirinya dan jangan memberikan statement yang berdampak negatif bagi orang banyak sementara belum dilakukan diskusi kearah perbaikan.
    Mari kita sesama umat islam selalu berjuang bersama menegakkan kalimat tauhid Lailahailallah….dan bergandeng tangan untuk kebaikan..
    Tidak ada manusia yang sempurna….demikian untuk dipahami….Wasalam

  9. poer says:

    dakwahh jamann sekarang yang bagusss ya kaya ary gynanjarrrr iniiii tanya sendiri pesertanya kalw denger ceramahnyaa kyai kyai berjubahhhh samaaa aryginajarrr lebihhhh berkesannn yan g manaaaa??kapan islam jaya kalaw cara dakwahnya saklek gitu ajaaaaa …. dulu sebelum ikut traininggg aryginanjarr jujur aja anee kaya orang gak punya agamaaa,,,, shalat jarangg ,,, kurang prhatian ma orang tuaa tp skrng alhamdulilah insya allah lebh baik dr yang duluuuuuu ….. cara mngkritisinya ni tulisan kaya sok tau bngett siii …i ntropeksi dirii seberapa bnyak orang2 YANG sudah ANDA ajak dan bisa brubah dalam kehidupanya… bagaimana kualitas dakwah anda??

  10. had zia says:

    memang judulnya cukup seram hingga menantang untuk dibaca isinya. setelah dibaca dan dipahami maknanya, makin jelaslah bahwa memahami Islam ini butuh kedalaman, keimanan yang lurus, keilmuan–”Islam” maupun “Umum”–yang memadai. apatah lagi dimensi pengetahuan/peradaban manusia yang kian luas saja… maka saran teman2 di atas memang layak dipertimbabgkan… intinya mah supaya kita lebih MEMAHAMI PERBEDAAN dalam bingkai KEISLAMAN yang lurus tentunya… butuh silaturahmi antara Bpk Ary G yang memahami Islam dalam konteks kekinian (kontekstual) dan para ulama salaf yang lebih matang dalam tekstual keislaman AGAR DIPEROLEH PEMAHAMAN DAN METODE YANG LEBIH PAS… MARI KITA KEMBALI KEPADA ALLAH DAN RASULNYA (JIKA KITA BERSELISIH PENDAPAT)… SATU PRINSIP: JANGAN PERNAH BERPECAH BELAH… INILAH KELEMAHAN TERBESAR UMAT ISLAM KINI HINGGA SULIT UNTUK MAJU DAN MEMBUAT PERADABAN ISLAM YANG BERMARTABAT… INSYA ALLAH..

  11. Kurasaki12 says:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb

    Sependapat dengan had zia. Memang, kalau ada yang tidak sependapat marilah kita musyawarahkan. Rasulullah juga mengajarkan kita untuk bermusyawarah jika ada suatu hal yang tidak sependapat.

    Berbedap pendapat, adalah hal yang lahir dari akal pikiran manusia. Dan Allah menciptakan manusia dengan bermacam-macam. Berarti, wajar jika kita berbeda pendapat.

  12. tahima says:

    Nah anda sendiri untuk memajukan islam ipunya proram apa.. Orang yg dari kecil tidak pernah pesantren cocok sekali ikut esq…visi misi dan nilai. Kehidupan islam yg dicari., tata cara training tidak pernah disuruh ikuti.. Tidak ada kami di suruh beli speaker audio dll.. Simulasi kan boleh..contoh berpikir sejenak seolah olah mati besok apa dilarang..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>