Posts Tagged ‘mental picture’
TEHNIK MENTAL PICTURE (4)
Satu Ketika saya mampir diblog saudara Awan Dirga Aristo (awandiga.blogspot.com). Saya tertarik dengan tulisannya tentang “Hukum ketertarikan”. Isinya mirip dengan apa yang saya sebut “ Tehnik Mental Picture” istilah yang saya dapat dari bapak Darsyaf Rahman 34 tahun yang lalu. Berikut saya copykan tulisannya :
Wednesday, January 23, 2008
Hukum Ketertarikan?
Sekitar 3 bulan yang lalu… tepatnya setelah akhir bulan Ramadhan tahun lalu, dalam keadaan setengah depresi dan setengah berharap ada mobil yang menabrak saya saat itu, saya main ke toko buku. Waktu itu hari Jum’at, dan setelah sholat Jum’at saya sedang malas pulang. Berlama-lama di Mesjid kemudian juga tidak terlalu nyaman karena ramainya orang berjualan di pelataran Mesjid membuat saya pusing. Alhasil, toko buku di seberang Mesjid menjadi pelarian.
Dalam keadaan kalut seperti itu, apalagi setelah sholat dan menumpahkan apa-apa yang ada dalam pikiran kita, pergi ke toko buku memang menyenangkan. Sedikit banyak, Anda bisa berharap langsung menemukan jawaban yang anda cari dalam doa-doa Anda itu di toko buku. Naif memang. Berharap terlalu banyak? Yaaaaah, bisa saja. Tapi toh tidak ada ruginya kan?
Sebuah kebetulan yang menyenangkan. Di toko buku itu ternyata sedang promosi besar-besaran buku “The Secret” karya Rhonda Byrne. Buku ini sebenarnya sejak lama sudah direkomendasikan oleh seorang teman untuk saya baca. Tapi, sejujurnya, saya tidak terlalu menyenangi buku-buku semacam ini. Maksud saya, buku yang mengatakan kita harus begini begitu, tidak boleh begitu begini, kalau bisa harus begene begono. Read the rest of this entry »
Popularity: 4% [?]
TEHNIK MENTAL PICTURE (3)
Dr Norman V Peale Dalam bukunya “ The positive principle today “ yang disadur kedalam bahasa Indonesia oleh penerbit Gunung Jati dengan judul “ 12 langkah utama prinsip hidup positif” bercerita tentang almarhum Roger Ferger redaktur dan penerbit surat kabar terkenal “ Enquirer” di Cincinati Amerika. Pada suatu hari setelah makan siang bersama tuan Ferger, mereka berhenti didepan gedung penerbitan
Roger Ferger menjawab” Beberapa tahun yang lalu sebagai seorang anak muda saya berdiri didepan gedung ini juga seperti saat ini. Saya menengok kearah jendela dan melihat seseorang sedang duduk didepan meja tulis. Ia adalah redaktur dan penerbit dari
Sekitar tahun 1992 saya pernah mencoba cara yang diceritakan Dr Norman V Peale diatas . Ketika itu saya menjabat sebagai salah satu kepala urusan di PT PLN Distribusi Jaya & Tangerang. Kepala Seksi saya di promosikan menjadi Kepala Cabang di wilayah lain. Jabatannya kosong cukup lama. Setiap pagi saya lihat meja dan kursi kepala seksi saya yang kosong belum ada penggantinya. Saya menginginkan jabatan tersebut. Saya mulai membayangkan diri saya duduk dikursi tersebut sebagai kepala seksi. Kadang kala saya sengaja duduk dikursi itu, dan membayangkan bahwa saya duduk disitu sebagai kepala seksi menggantikan atasan saya yang sudah pindah ke wilayah kerja lain.
Isyu yang beredar ketika itu saya akan dimutasikan ke PLN Cabang Tangerang menjadi kepala Seksi Perencanaan yang ketika itu sedang kosong, karena pejabatnya telah dimutasikan ke kantor Distribusi. Saya juga sempat bertemu teman mantan kepala seksi perencanan di Tangerang itu , ia menyalami saya : “ Kapan ke Tangerang? Kursinya udah kosong tuh! “ Saya hanya senyum kecut, karena saya sangat tidak berminat untuk jabatan itu. Lokasinya terlalu jauh dari rumah saya. Butuh perjuangan berat menempuh perjalan pergi dan pulang dari rumah saya di daerah Bekasi ke Tangerang itu.. Secara mental saya menolak keras jabatan tersebut dan membayangkan diri saya sebagai kepala seksi menggantikan atasan saya yang sudah pindah.
Popularity: 4% [?]
TEHNIK MENTAL PICTURE (2)
Tahun 1982 saya menyelesaikan pendidikan di LPPU-ITB, saya kembali ke
Saya tinggal di perumahan BTN yang saya cicil tiap bulan bersama teman lain dari PLN dan perusahaan lainnya. Dengan penghasilan pas pasan sulit bagi saya merehab rumah seperti tetangga yang lain. Ujud rumah BTN sampai tahun 1988 masih terlihat asli belum ada perubahan. Rumah type 36 dengan dua kamar tidur, kamar mandi dan dapur. Satu kamar untuk saya dan satu kamar lagi dipakai 3 orang anak saya bersama sama
Tetangga lain sudah banyak yang merehab rumahnya , sehinga bentuk asli rumah BTN nya tidak tampak lagi. Istri saya mengeluh , mengapa saya tidak bisa mencari penghasilan tambahan agar bisa merehab rumah seperti yang lainnya. Kasihan anak anak mereka semakin besar tentu tidak mungkin lagi tidur sekamar bertiga. Saya marah pada istri saya saya katakan kita sudah disekolahkan oleh PLN sehingga mendapat kedudukan yang lebih baik, terima saja apa yang diberikan perusahaan kepada kita tiap bulan. Jangan berfikir macam macam, usahakan hidup dengan penghasilan yang ada.
Sampai pada satu ketika di tahun 1988 saya membeli buku ”Petuah ilmu kerezekian” yang disusun oleh Suroso Orakas, saya terkejut membaca buku tersebut. Read the rest of this entry »
Popularity: 12% [?]


