Posts Tagged ‘ISLAM’
MENGENAL KH ARIFIN ILHAM
Si Badung dari Banjarmasin
Begitu lahir, ia sudah bergigi. Ketika kecil, badungnya bukan alang kepalang. Ia nyaris membakar rumah, hanya karena
permintaannya tidak dituruti. Doa kedua orang tuanya di Tanah Suci mengubah perangai Arifin.
Suatu siang di tepi sungai kecil tak bernama di Jalan Sutoyo, Banjarmasin, seorang anak laki-laki berusia dua tahun sedang asyik bermain-main air menemani sang ibu yang sedang sibuk mencuci. Tiba-tiba bocah itu tergelincir dan sekejap kemudian air yang deras sudah menariknya ke tengah sungai.
Menyaksikan anaknya hanyut, tanpa berpikir panjang ibu yang tengah hamil delapan bulan itu langsung terjun ke sungai. Air sungai yang deras dan dalam tidak membuatnya ciut. Ia berenang semampunya agar bisa menggapai kaki anak lelaki satu-satunya itu. Bocah itu sudah tenggelam cukup jauh dan terus meluncur cepat sejalan dengan derasnya air sungai. Sekujur tubuhnya tak terlihat dan hanya sesekali kaki anak itu tampak menjulur ke atas. Sambil terus berenang, wanita muda itu berusaha sekuat tenaga menggapai kaki anak itu. Ia seakan sudah tidak menghiraukan lagi bahwa di perutnya tengah ada jabang bayi yang usianya sudah cukup tua.
Syukurlah, usahanya membuahkan hasil. Setelah berenang sekitar empat meter lebih, ia akhirnya berhasil menangkap kaki putranya. Bocah itu sudah pucat pasi dan tak sadarkan diri. Beruntung, ibu itu masih merasakan ada gerak kehidupan di jantungnya. Dengan sisa-sisa tenaga yang dimilikinya, ibu itu menggendong putranya ke pinggir kali. Setelah itu, sang ibu tak sadarkan diri dan tidak tahu lagi apa yang terjadi selanjutnya.
Perjuangan ibu itu tidak sia-sia. Bocah yang nyaris mati tenggelam itu, kini telah menjadi seorang dai (penceramah agama) yang sangat kondang. Sejak namanya mulai dikenal, hampir setiap hari K.H. Arifin Ilham muncul di layar TV atau media lain. Berbeda dengan dai sejuta umat, K.H. Zainuddin M.Z., dan dai manajemen kalbu, Aa Gym, Arifin Ilham tampil dengan gaya zikirnya yang menyejukkan. Seakan membawa jemaahnya terbang ke langit serta melupakan dunia yang fana.
PENISTAAN AL-QUR’AN ALA DOKTOR UIN YOGYA
Oleh: Dr. Adian Husaini

Pada 5 November 2009, saya mendapat undangan untuk berbicara dalam sebuah seminar di kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Seminar bertema ”Islam dan Tantangan Pemikiran Global” itu diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Pesantren Modern Gontor cabang Lombok. Seminar dibuka oleh Gubernur NTB, Tuan Guru Zainul Majdi. Turut memberikan sambutan adalah pimpinan Pondok Pesantren Gontor KH Abdullah Syukri Zarkasyi dan Tuan Guru Sofwan Hakim, ketua Forum Kerjasama Pesantren se-NTB. Seminar dihadiri sekitar 300 pimpinan dan guru-guru pesantren se- NTB. Tim pembicara dari INSISTS dipimpin oleh Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi.
Tampaknya, bagi para ulama dan tokoh Islam di NTB, isu liberalisasi Islam sudah cukup akrab dengan mereka. Mereka mengakui, sejumlah masalah yang dibahas dalam seminar sudah terjadi juga di daerah mereka, meskipun dalam skala yang belum masif seperti di sejumlah kota di Pulau Jawa. Salah satu masalah yang sudah mulai dilontarkan kaum liberal di NTB adalah soal ”Desakralisasi Al-Quran.” Ada seorang tokoh yang mengaku sempat berdiskusi dengan seorang mahasiswa IAIN Mataram, yang bertanya kepadanya: ”Apakah Al-Quran itu benar-benar suci atau dianggap suci?”
Mendengar pertanyaan itu saya menjawab dengan agak bercanda, ”Tanyakan pada si mahasiswa, apakah dia benar-benar manusia atau dianggap manusia?”
Dalam seminar di NTB, isu ”desakralisasi Al-Quran” memang disinggung juga oleh KH Abdullah Syukri Zarkasyi. Gubernur NTB yang juga kandidat doktor ilmu Tafsir di Universitas al-Azhar Kairo, bahkan menguraikan cukup panjang sejarah serangan kaum orientalis terhadap Islam, termasuk terhadap Al-Quran. Ia menunjukkan sejumlah contoh kesungguhan dan kesabaran para orientalis dalam menyerang Islam. ”Sehingga dalam pertarungan ini, siapa yang lebih sabar yang akan menang,” ujarnya seraya mengajak para peserta seminar untuk meningkatkan kesabaran dalam berjuang.
Proyek ”desakralisasi Al-Quran” memang termasuk salah satu tema pokok dalam liberalisasi Islam. Mengikuti tradisi kajian Al-Quran model orientalis, sejumlah pemikir liberal tampak berusaha keras meyakinkan kaum Muslim, bahwa Al-Quran bukanlah sebuah kitab suci, tetapi kitab yang dianggap suci. Ada yang berusaha keras menulis artikel untuk membuat kaum Muslimin ragu-ragu terhadap kebenaran dan keotentikan Al-Quran. Dia mencoba meyakinkan, bahwa Al-Quran adalah kitab biasa-biasa saja, yang juga mengandung kesalahan secara tata bahasa. Tentu saja, pekerjaan semacam ini akan sia-sia saja. Meskipun si penulis mendapatkan imbalan tertentu di dunia.
Pikiran semacam ini tampaknya cukup luas merasuki pemikiran kalangan akademisi di lingkungan Perguruan Tinggi Islam saat ini. Tentu kita masih ingat, bagaimana seorang dosen IAIN Surabaya yang pada 5 Mei 2006, menerangkan posisi Al-Quran sebagai hasil budaya manusia. Dia katakan, “Sebagai budaya, posisi Al-Quran tidak berbeda dengan rumput. Sebagai budaya, Al-Quran tidak sakral. Yang sakral adalah kalamullah secara substantif.”
Sebuah jurnal yang diterbitkan di IAIN Semarang edisi 23 Th. XI/2003, menulis di sampul belakangnya: ”ADAKAH SEBUAH OBJEK KESUCIAN DAN KEBENARAN YANG BERLAKU UNIVERSAL? TIDAK ADA! SEKALI LAGI, TIDAK ADA! TUHAN SEKALIPUN!” Di pengantar redaksinya juga ditegaskan: ”Dan hanya orang yang mensakralkan Qur’anlah yang berhasil terperangkap siasat bangsa Quraisy tersebut.”
Mengapa kaum liberal giat dalam mengkampanyekan tema ”desakralisasi Al-Quran”, bahwa Al-Quran bukanlah kitab suci? Ternyata, jika kita cermati, tujuan mereka adalah ingin memberikan legitimasi terhadap masuknya berbagai metode penafsiran Al-Quran, di luar ilmu Tafsir Al-Quran. Dengan meletakkan posisi Al-Quran sebagai teks biasa, teks sastra, teks budaya, atau teks sejarah, yang sama dengan teks-teks lain, maka dimungkinkan masuknya model pemahaman Al-Quran yang baru, seperti hermeneutika.
Di NTB itulah, saya lebih berkesempatan membaca sebuah buku berjudul Arah Baru Studi Ulum Al-Quran: Memburu Pesan Tuhan di Balik Fenomena Budaya karya seorang dosen STAIN di Jawa Timur, yang juga doktor lulusan UIN Yogyakarta. Sebut saja inisialnya ”AW”. Tesis master dosen ini juga sudah diterbitkan menjadi sebuah buku dengan judul Menggugat Otentisitas Wahyu Tuhan, yang juga menolak kesucian Al-Quran. Buku Arah Baru Studi Ulum Al-Qur’an, semakin menegaskan, adanya kecenderungan dan gerakan penghancuran ulumul-Quran para ulama Islam, digantikan dengan teori-teori ilmu sosial para ilmuwan Barat. AW sangat getol dalam mempromosikan penggunaan hermeneutika untuk – katanya – memahami pesan Tuhan yang terperangkap dalam Mushaf Utsmani. Seperti biasa, para pengguna hermeneutika biasanya melakukan proses desekralisasi teks Al-Quran. Itu pula yang dilakukan dosen STAIN ini. Simaklah pandangan penulis tentang Al-Quran berikut ini:
”Dalam karya ini, saya membedakan antara wahyu, al-Qur’an, dan Mushaf Usmani. Ketiganya adalah tiga nama yang kendati mengacu pada satu substansi, tetapi kadar muatan ketiganya berbeda. Wahyu sebagai pesan otentiks Tuhan masih memuat keseluruhan pesan Tuhan; al-Qur’an sebagai wujud konkret pesan Tuhan dalam bentuk bahasa Arab oral memuat kira-kira sekitar 50 persen pesan Tuhan; dan Mushaf Usmani sebagai wujud konkret pesan Tuhan dalam bentuk bahasa Arab tulis hanya memuat kira-kira tiga puluh persen pesan Tuhan. Jika selama menjadi wahyu masih memuat keseluruhan pesan Tuhan, tidak demikian halnya ketika telah menjadi Al-Quran dan Mushaf Usmani. Hal itu terjadi, bukan karena Tuhan tidak mampu menjamin keabadian pesan-Nya, melainkan karena keterbatasan Bahasa Arab yang dijadikan wadah pesan Tuhan yang tak terbatas itu.” (hal.vii).
PERPECAHAN DIKALANGAN UMAT ISLAM
Perpecahan dalam tubuh umat Islam sudah mulai terjadi beberapa waktu setelah Rasulullah wafat, dimulai dengan terjadinya perang jamal antara pengikut Ali dan Siti Aisah istri Rasulullah, pembunuhan terhadap kalifah Umar bin Khatab, Ustman dan Ali. Perang Siifin antara Khalifah Ali bin Abi Thalib dan Umayyah Gubernur Damaskus yang memberontak terhadap Ali dan terus sampai sekarang. Didalam lingkungan pemeluk Islam terus terjadi saling hujat, serang, bunuh demi mempertahankan atau memaksakan pendapat dan keyakinnya pada kelompok atau orang lain.
Kenapa semua ini terjadi, padahal kalau kita kembali kepada Al-Qur’an sungguh ajarannya sangat menyejukan hati dan memberi kedamaian, jauh dari kekerasan dan paksaan. Kurang legowonya sebagian umat Islam menerima perbedaan pendapat dan keyakinan, menyebabkan mereka jadi beringas dan mudah diprovokasi oleh pihak lain yang menginginkan perpecahan dikalangan umat Islam. Perpecahan Hanya menyebabkan umat Islam menjadi lemah, tidak mampu bersaing ditengah kehidupan dunia yang semakin maju dan modern.

Saat ini ekonomi dunia dan politik masih dikuasai oleh orang non muslim, Negara yang mayoritas muslim masih bergelut dengan kemiskinan dan berbagai perpecahan akibat perbedaan pendapat. Sebagai pemeluk Islam kita perlu introspeksi diri, apakah yang salah dengan kita. Berikut ini saya tampilkan tulisan yang menarik dari saudara Tasa Nugraza Barley yang saya copy dari blognya guebukanmonyet.com.
NASEHAT KEPADA TERORIS
Oleh Al-Ustadz Sofyan Ruray
(Disertai Peringatan: Cadar, Celana Ngatung dan Janggut Bukan Ciri-ciri Teroris)
Hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kita mengadukan segala fitnah dan ujian yang mendera, akibat ulah sekolompok anak muda yang hanya bermodalkan semangat belaka dalam beragama namun tanpa disertai kajian ilmu syar’i yang mendalam dari al-Qur’an dan as-Sunnah serta bimbingan para Ulama, kini ummat Islam secara umum dan Ahlus Sunnah (orang-orang yang komitmen dengan Sunnah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam) secara khusus harus menanggung akibatnya berupa celaan dan citra negatif sebagai pendukung terorisme.
Aksi-aksi terorisme yang sejatinya sangat ditentang oleh syari’at Islam yang mulia ini justru dianggap sebagai bagian dari jihad di jalan Allah, sehingga pelakunya digelari sebagai mujahid, apabila ia mati menjadi syahid, pengantin surga dan calon suami bidadari…

Demi Allah, akal dan agama mana yang mengajarkan terorisme itu jihad…?! Akal dan agama mana yang mengajarkan buang bom di sembarang tempat itu amal saleh…?!
Maka berikut ini kami akan menunjukkan beberapa penyimpangan terorisme dari Syari’at Islam dan menjelaskan beberapa hukum jihad syar’i yang diselisihi para Teroris, berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah serta keterangan para Ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah para pengikut generasi Salaf (generasi Sahabat Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam). Read the rest of this entry »
MENYIKAPI AKSI-AKSI TERORIS KHAWARIJ
Oleh Al-Ustadz Qomar ZA, Lc
Seperti kita ketahui bersama, dalam kurun enam tahun belakangan ini, negeri kita diguncang sejumlah aksi teroris. Yang paling akhir (semoga memang yang terakhir), adalah bom di Hotel JW Mariott dan Ritz Carlton beberapa waktu lalu, disusul dengan peristiwa-peristiwa yang membuntutinya. Peristiwa-peristiwa itu menyisakan banyak efek negatif yang menyedihkan bagi kaum muslimin. Betapa tidak. Kaum muslimin yang merupakan umat yang cinta damai kemudian tercitrakan menjadi kaum yang suka melakukan kekerasan.

Kondisi ini diperparah dengan munculnya narasumber-narasumber dadakan. Di antara mereka ada yang membenarkan “aksi heroik” para teroris ini. Sedangkan yang lain beranggapan bahwa semua orang yang berpenampilan mengikuti sunnah sebagai orang yang sekomplotan dengan para teroris tersebut. Tak ayal, sebagian orang yang bercelana di atas mata kaki pun jadi sasaran kecurigaan, ditambah dengan cambangnya yang lebat dan istrinya yang bercadar. Padahal, bisa jadi hati kecil orang yang berpenampilan mengikuti sunnah tersebut mengutuk perbuatan para teroris yang biadab itu dengan dasar dalil-dalil yang telah sahih dalam syariat.
Oleh karena itu, kami terpanggil untuk sedikit memberikan penjelasan seputar masalah ini, mengingat betapa jeleknya akibat dari aksi-aksi teror tersebut. Di mana aksi-aksi tersebut telah memakan banyak korban, baik jiwa maupun harta benda, sesuatu yang tak tersamarkan bagi kita semua.
Nah, darimanakah teror fisik ini muncul, sehingga berakibat sesuatu yang begitu kejam dan selalu mengancam? Tak lain teror fisik ini hanyalah buah dari sebuah teror pemikiran yang senantiasa bercokol pada otak para aktor teror tersebut, yang akan terus membuahkan kegiatan selama teror pemikiran tersebut belum hilang.
Apa yang dimaksud dengan teror pemikiran? Tidak lain, keyakinan bahwa sebagian kaum muslimin telah murtad dan menjadi kafir, khususnya para penguasa. Bahkan di antara penganut keyakinan ini ada yang memperluas radius pengkafiran itu tidak semata pada para penguasa, baik pengkafiran itu dengan alasan ‘tidak berhukum dengan hukum Allah’ atau dengan alasan ‘telah berloyal kepada orang kafir’, atau dalih yang lain. Demikian mengerikan pemikiran dan keyakinan ini sehingga pantaslah disebut sebagai teror pemikiran. Keyakinan semacam ini di masa lalu dijunjung tinggi oleh kelompok sempalan yang disebut dengan Khawarij. Read the rest of this entry »
ISLAM TIDAK MENGAJARKAN TINDAKAN TERORIS
Oleh Fadhil ZA
Hari Jum’at tanggal 17 Juli 2009 pagi, Jakarta kembali diguncang ledakan Bom yang menewaskan beberapa orang dan melukai puluhan orang tidak berdosa. Hotel JW Mariot dan Ritz Carlton kembali menjadi sasaran bom yang dilakukan oleh orang yang melakukan aksi bom bunuh diri. Siapa, dan dari kelompok mana yang berani melakukan tindakan nekat seperti itu ?? Seperti kejadian yang sudah-sudah, aksi bom bunuh diri ini kembali dikaitkan dengan gerakan Islam ekstrim. Di media cetak dan elektronik kembali muncul spekulasi kemungkinan aksi ini dilakukan oleh kelompok Islam tertentu.


Benarkan Islam mengajarkan tindakan teror seperti itu dalam mengembangkan agama, atau untuk mencapai tujuan perjuanganya….?? Naudzubillah mindzalik (kami berlindung kepada Allah dari melakukan tindakan seperti itu). Al–Qur’an adalah pedoman hidup bagi umat Islam dan orang yang ber-Iman kepada Allah dan kehidupan Akhirat. Al-Qur’an tidak pernah menganjurkan atau mengajarkan melakukan tindakan teror seperti itu. Tindakan teror justru bertentangan dengan ajaran Qur’an dan ajaran Rasulullah.
Dalam keseharian Rasulullah mengajarkan kasih sayang dan ahlak mulia dalam kehidupan bertetangga dan bergaul dengan umat lain. Bahkan Rasululah mengatakan belum berimanlah seseorang jika para tetangga merasa tidak aman dengan keberadaannya dilingkungannya. Kedengkian, kebencian, kemarahan dan dendam bukanlah ahlak yang diajarkan Rasulullah kepada para pengikutnya. Rasulullah mengajarkan cinta kasih dengan sesama, walaupun dengan orang yang tidak seiman. Banyak kisah hidup Rasulullah yang mengkisahkan sifat ahlaknya yang mulia. Read the rest of this entry »
KULTUM 009 - TANDA KEBESARAN DAN KEKUASAN ALLAH
Oleh Fadhil ZA

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (Al Baqarah 164)


Ada satu anekdot tentang pengikut paham atheis yang tidak percaya dengan keberadaan Tuhan yang mengatur alam semesta. Ketika itu ia sedang menumpang pesawat terbang dalam perjalanan kesuatu tempat, ketika ia melihat ke jendela tiba2 ia melihat salah satu baling baling pesawat tersendat dan kemudian berhenti. Pesawat berjalan oleng tidak stabil, sebagian penumpang panik dan mulai berdo’a. Penumpang yang atheis ini terkesiap, mukanya pucat, ia berseru:” Oh my God !! “.
Nah …itulah manusia, baru ingat Tuhan kalau terjepit dan kepepet. Secara naluri dalam lubuk hati nan dalam sebenarnya semua orang mengakui adanya Tuhan yang berkuasa dialam semesta. Ego, gengsi, dan nafsu nyalah yang membutakan mata hatinya sehingga tidak percaya pada kekuasaan mutlak Tuhan yang kuasa.
Bagi orang yang mau menggunakan akal dan fikirannya sebenarnya pada pergantian siang dan malam, kapal yang berlayar dilaut, hujan yang tercurah dari langit, berbagai tumbuhan dan buah2an yang tumbuh dibumi, berbagai hewan dan binatang ternak, perkisaran awan yang beredar antara langit dan bumi, disana ada ayat tanda kebesaran dan kekuasaan Allah penguasa dan pencipta alam semesta. Read the rest of this entry »
PERPECAHAN YANG TAK KUNJUNG SELESAI
Perbedaan pendapat adalah hal yang alami, tidak bisa dicegah. Setiap orang akan mempunyai pandangan dan pendapat yang berbeda terhadap satu masalah yang sama. Ketika melihat seekor tikus melintas dihadapannya, si A mungkin akan menjerit ketakutan, namun si B tersenyum dan merasa senang dengan tikus tersebut. Ini adalah hal yang wajar. Si A tidak bisa memaksa si B untuk ikut takut melihat tikus tersebut, demikian pula B tidak pula bisa memaksa si A agar tersenyum dan senang melihat tikus itu.
Saling hujat dan dan serang dengan sesama Muslim sampai sekarang masih mewarnai kehidupan kaum muslimin diseluruh dunia. Pertikaian antara pengikut Islam Sunni dan Syi’ah telah banyak meminta korban. Perang antara Irak dan Iran yang sesama Negara Muslim juga telah menelan korban nyawa dan harta yang tidak sedikit. Perbedaan pendapat diantara sesama umat Islam dalam menjalankan syariat juga cukup melelahkan. Sebagian besar umat Islam belum legowo untuk berbeda pendapat sehingga mengkafirkan atau menganggap mereka yang tidak sepaham dengannya sebagai murtad dan harus dibunuh.
Dipelosok daerah dinegara kita ini juga terjadi perpecahan diantara umat Islam dalam berbagai paham. Sholat subuh pakai Qunut atau tidak, shalat taraweh 11 atau 23 rakaat, yasinan, tahlilan, jum’atan dengan azan sekali atau dua kali, Islam yang liberal, sekuler, fundamentalis…. dan lain lain, semua ini cukup melelahkan, membuat umat Islam tidak sempat memikirkan masalah ekonomi, pendidikan, politik dan teknologi.
Dimasa lalu perbedaan pendapat yang diikuti dengan perasaan dengki, tamak, ingin berkuasa sendiri, telah mengoyak persatuan umat Islam, dan menimbulkan korban nyawa dan harta yang tidak sedikit dikalangan kaum muslimin. Tulisan saudara Mgs Armansyah S.Kom tentang perpecahan yang timbul diantara kaum Muslimin sepeninggal Rasulullah cukup menarik untuk kita simak. Mari kita ambil pelajaran dari kejadian tersebut, untuk membangun masyarakat Islam yang bersatu dan cukup legowo untuk menerima perbedaan pendapat diantara kita, karena perbedaan pendapat adalah suatu hal alami yang tidak bisa kita cegah. Read the rest of this entry »
ISLAM DENGAN SERIBU WAJAH
Oleh : Fadhil ZA
Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.
(Ali Imran 19)
Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.
(Ali Imran 85)
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (Ali IMran 102)

Saya terlahir dari keluarga muslim, sejak kecil saya sudah memeluk Islam. Setelah dewasa saya mulai mempelajari Islam lebih dalam lagi. Ketika saya pelajari kelompok yang berkembang di Masyarakat dan browsing di Internet untuk menambah pengetahuan tentang Islam saya jadi pusing. Islam tampil dengan seribu wajah. Ada Islam Liberal, Islam konservatif, Islam fundamentalis, Islam tradisional, Islam Abangan, Islam sekuler, Islam Sunni, Islam Syi’ah, Islam Muhammadiyah, Islam NU, Islam Persis, Islam Jama’ah….… dan banyak lagi. Anehnya diantara masing masing paham yang menyatakan dirinya sebagai Islam tersebut, ada yang menyatakan kelompoknyalah yang benar, diluar itu adalah sesat… Masya Allah… Saya jadi bingung Islam mana yang harus saya ikuti. Padahal agama yang di Ridhoi Allah hanya Islam. Read the rest of this entry »
ISLAM DI AMERIKA SETELAH TRAGEDI 11 SEPTEMBER 2001
Islam selalu dihujat, difitnah, dituding sebagai teroris demikianlah musuh Islam selalu berusaha memojokan dan mendiskriditkan Islam agar ditolak diseluruh dunia. Namun para musuh Islam terperangah, Islam tetap tumbuh dengan pesat, usaha mereka sia –sia. Terlebih lagi setelah tragedi 11 September 2001, Amerika menuduh teroris Islam sebagai pelakunya. Dunia terkejut, apa betul Islam demikian buruk, mengajarkan umatnya melakukan tindakan teroris yang brutal. Masyarakat Amerika heran apa betul Islam demikian brutal? Mereka ingin tahu, mereka mulai memburu Al-Qur’an dan buku-buku tentang Islam. Alih-alih membenci Islam, sebaliknya setelah mempelajari Al-Qur’an dan Islam mereka justru menemukan ajaran kedamaian. Mereka menemukan kesejukan dalam Islam dan al-Qur’an. Akibatnya banyak masyarakat Amerika yang tertarik untuk masuk Islam… sungguh menakjubkan. Benarlah firman Allah dalam surat As-Shaf ayat 8:
Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci. ( As-Shaf 8 )


Usaha musuh Islam untuk memojokan Islam dengan menuduh sebagai pelaku teroris yang menghancurkan gedung WTC tidak mampu memojokan Islam, sebaliknya peristiwa tersebut malah menambah simpati terhadap Islam. Jumlah pemeluk Islam di Amerika meningkat pesat setelah tragedi WTC. Berikut ini kami sampaikan beberapa tulisan tentang perkembangan Islam di Amerika setelah tragedi 11 September 2001 yang kami kutip dari berbagai sumber, mudah mudahan bisa menambah wawasan kita.


