Posts Tagged ‘ISLAM’

PERHITUNGAN MATEMATIS DALAM AL QUR’AN

Oleh : Admin

Akhir akhir ini muncul sekelompok orang yang menggugat ke otentikan Al-Qur’an, mereka menyalahkan Khalifah Ustman ra yang membakar mushaf lain diluar Mushaf Ustman yang telah dihimpun dari berbagai mushaf ketika itu. Khalifah Ustman memerintahkan membakar Mushaf lainnya agar tidak ada kerancuan pada kitab Al-Qur’an yang ada. Mushaf yang diakui ketika itu adalah Mushaf Ustman dan ini terus berlaku sampai sekarang.

Mushaf Al-Qur’an tidak disusun berdasarkan kronologis waktu turunnya , tapi berdasarkan urutan dan pengelompokan ayat dan surat yang disampaikan Jibril kepada Nabi Muhammad saw. Allah langsung menyusun pengelompokan ayat dan surat Qur’an serta memberi nama surat seperti yang kita ketahui sekarang ini . Allah telah menyusun ayat dan surat Qur’an dengan perhitungan yang teliti , yang sangat sulit dilakukan oleh manusia pada zaman sekarang apalagi oleh manusia pada zaman Rasulullah.

Allah telah menjadikan alam semesta dan semua yang ada didalamnya dengan perhitungan yang rumit dan teliti sebagaimana disebutkan dalam surat Al Qomar 49 :

49- Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. (Al Qomar 49)

Demikian pula Allah telah menjadikan Al-Qur’an dan menempatkan ayat dan surat didalamnya dengan perhitungan yang teliti pula. Berikut ini kami sampaikan tentang perhitungan matematis yang rumit dalam penempatan ayat dan surat Qur’an yang ditulis bapak Arifin Mufti di Facebook “Kajian Al-Qur’an-Alkitab & Iptek”

KITAB MULIA AL-QUR’AN BERPASANGAN SEMPURNA. (BAG I)

Oleh : Arifin Mufti

arifin-mufti “ Susunan (mushaf) Kitab Mulia tidak mengikuti urutan wahyu. Mengapa demikian? Karena ia disusun dengan cara yang unik, diluar imaginasi manusia. Kitab Mulia, berpasangan sempurna, terdiri dari 57 surat Homogen dan 57 surat Heterogen, disusun sedemikian rupa berdasarkan kombinasi nomor surat dan jumlah ayat.”

Sulit kita mencari satu kitabpun didunia yang disusun serupa ini, dalam bahasa apapun, maupun cerita apapun. Mungkin tidak ada. Ia unik, diluar imaginasi manusia.

Minggu, 24 Januari 2010.

Klasifikasi: Sedang.

Mari kita mulai dengan sesuatu yang lain. Pertama-tama jika kita bertanya kepada Muslim, berapa jumlah surat (surah) dalam Kitab Mulia – The Koran, maka jawabannya semua sepakat, yaitu 114 surat. Surat pertama adalah The Opening (Al Fatihah), kemudian diikuti The Cow (Al Baqaraah), terus The Familiy of ‘Imran (Ali ‘Imran) hingga surat terakhir, The Men (An Naas). Selesai klarifikasi pertama.

Namun jika kita bertanya berapa jumlah ayat dalam Kitab Mulia, maka jawabannya beragam! Umumnya, mayoritas yang menjawab baik disekolah maupun di majelis di masjid, baik yang dibaca pada buku-buku Islam yang ditulis oleh non Muslim maupun pengarang Muslim – termasuk di Barat, menjawab 6666 ayat. Angka cantik mudah dihapal. Tambahan, jika kita membaca buku agama di tingkat SD di Indonesia, yang disyahkan oleh Departemen Agama tertulis 6666 ayat. Tidak ada yang mempermasalahkan. Tetapi ada yang menjawab lain, misalnya 6242, dan ada lagi yang menjawab – walaupun hanya sejumlah orang, 6236 ayat.

Read the rest of this entry »

REIKI DAN ISLAM SEJALANKAH ?

Oleh Fadhil ZA

reiki-hand-and-symbolKata REIKI terdiri dari dua kata, yaitu Rei yang berarti Alam Semesta, dan KI yang berarti Energi atau Chi atau Prana dalam bahasa sanskerta. Jadi Reiki berarti Energi alam semesta dan sering juga disebut Energi Ilahi. REIKI berasal dari tradisi Esoterik Kuno 8 abad sebelum masehi yang berkembang didaerah Asia terutama di TIBET . Energi ini dipergunakan manusia kuno pada jamannya untuk memproteksi tubuh jasmaninya dari serangan penyakit. Ilmu pengetahuan ini kemudian menghilang tanpa diketahui sebabnya, mungkin karena tidak disebarluaskan pengajaran nya, dan hanya diajarkan dikalangan biarawan saja

Pada abad ke 18, REIKI ditemukan kembali oleh seorang Tabib bangsa Jepang, Mikao Usui, lalu dikembangkan ke Hawai oleh cucu murid nya yang bernama Ny.Hawayo Takata, seorang Jepang yang tinggal di Hawai – Amerika Serikat, Nyonya ini telah berhasil disembuhkan dari penyakit Kanker dan komplikasi-nya yang telah di-ultimatum mati oleh dokter nya. Selanjutnya Reiki menyebar ke seluruh Amerika Serikat, Canada, Eropa dan Autralia serta kembali ke Asia.
Di Indonesia, REIKI baru dikenal sekitar pertengahan tahun 90an, dalam kalangan terbatas, yang kemudian dikembang luaskan oleh para Master yang berdedikasi kepada masyarakat di negeri tercinta ini melalui berbagai wadah yang legal maupun non-legal.

Saat ini Reiki terus berkembang luas di Indonesia, digunakan untuk menyembuhkan diri dan orang lain dari berbagai penyakit yang dideritanya. Reiki juga banyak dipelajari oleh umat Islam, karena Reiki diklaim sebagai ilmu universal yang bisa dipelajari oleh siapa saja tanpa memandang agama dan kepercayaannya. Hanya dengan menempelkan kedua telapak tangan kita ke bagian tubuh yang sakit bekerjalah REIKI. Ya, REIKI akhirnya mendunia penyebarannya dan sampai sekarang ini semakin banyak praktisi REIKI yang belajar dan mempraktekkan REIKI untuk mengatasi gangguan penyakit, baik fisik, mental dan emosional. Dengan prinsip santai, pasrah dan senyum kita mengalirkan REIKI ke bagian tubuh yang sakit.

Read the rest of this entry »

SENI PERNAPASAN SATRIA NUSANTARA DAN DZIKIR ASMAULHUSNA

Oleh Fadhil ZA

Sekitar tahun 1988 Seni Pernapasan Satria Nusantara sedang booming diseluruh Nusantara demikian pula dikantor saya PLN . Bersama beberapa teman saya ikut mendaftar menjadi peserta latihan Seni Pernapasan Satria Nusantara. Ayah saya yang sudah berusia 70 tahun dan adik adik saya juga ikut di lingkungannya masing masing. Ketika itu latihan Seni Pernapasan SN sedang menjamur dimana-mana di Jakarta ini. Peragaan tenaga dalam dan pernyataan bahwa SN dapat menyembuhkan berbagai penyakit , banyak menarik minat masyarakat ketika itu.

sn-1

Setelah menyelesaikan latihan pra dasar sebanyak 10 jurus selama kurang lebih 2 minggu, kami dikumpulkan di Cibubur untuk acara diselaraskan energi bio elektiknya (dibuka). Acara langsung dipimpin bapak Drs Maryanto sebagai pendiri Lembaga Seni Pernapasan Satria Nusantara. Sampai beberapa tahun LP SN sangat diminati di mana mana di seluruh Indonesia, beberapa instansi pemerintah dan BUMN menggalakan karyawannya untuk mengikuti Olah Raga seni Pernapasan SN ini. Keinginan untuk tetap sehat, bisa mengobati diri sendiri dan orang lain, memiliki tenaga dalam yang menakjubkan jadi motivasi yang kuat bagi peserta untuk tetap rajin mengikuti latihan.

Mulanya saya rajin latihan, namun karena kesibukan kerja dan kurangnya motivasi untuk terus berlatih latihan saya sering terputus. Akhirnya Saya bisa juga menyelesaikan sampai Pengendalian 10 setelah lebih 2 tahun. Peserta latihan terus menyusut, akhirnya saya juga tidak pernah ikut latihan lagi. Kadang kadang saya berlatih sendiri dirumah, sekedar untuk olah raga menjaga kebugaran tubuh, namun tidak rutin . Setelah berlalu sekian tahun , karena tidak pernah berlatih akhirnya saya mulai lupa jurus yang pernah saya latih tersebut. Beberapa teman masih ada yang terus berlatih dikantor saya sampai menjelang pensiun, ada yang sudah mengikuti tingkat Gabungan dan Pengendalian keras. Namun jumlah peserta tinggal beberapa orang saja.

Read the rest of this entry »

MENGENAL KH ARIFIN ILHAM

Si Badung dari Banjarmasin

Begitu lahir, ia sudah bergigi. Ketika kecil, badungnya bukan alang kepalang. Ia nyaris membakar rumah, hanya karena 0551532permintaannya tidak dituruti. Doa kedua orang tuanya di Tanah Suci mengubah perangai Arifin.

Suatu siang di tepi sungai kecil tak bernama di Jalan Sutoyo, Banjarmasin, seorang anak laki-laki berusia dua tahun sedang asyik bermain-main air menemani sang ibu yang sedang sibuk mencuci. Tiba-tiba bocah itu tergelincir dan sekejap kemudian air yang deras sudah menariknya ke tengah sungai.

Menyaksikan anaknya hanyut, tanpa berpikir panjang ibu yang tengah hamil delapan bulan itu langsung terjun ke sungai. Air sungai yang deras dan dalam tidak membuatnya ciut. Ia berenang semampunya agar bisa menggapai kaki anak lelaki satu-satunya itu. Bocah itu sudah tenggelam cukup jauh dan terus meluncur cepat sejalan dengan derasnya air sungai. Sekujur tubuhnya tak terlihat dan hanya sesekali kaki anak itu tampak menjulur ke atas. Sambil terus berenang, wanita muda itu berusaha sekuat tenaga menggapai kaki anak itu. Ia seakan sudah tidak menghiraukan lagi bahwa di perutnya tengah ada jabang bayi yang usianya sudah cukup tua.

Syukurlah, usahanya membuahkan hasil. Setelah berenang sekitar empat meter lebih, ia akhirnya berhasil menangkap kaki putranya. Bocah itu sudah pucat pasi dan tak sadarkan diri. Beruntung, ibu itu masih merasakan ada gerak kehidupan di jantungnya. Dengan sisa-sisa tenaga yang dimilikinya, ibu itu menggendong putranya ke pinggir kali. Setelah itu, sang ibu tak sadarkan diri dan tidak tahu lagi apa yang terjadi selanjutnya.

Perjuangan ibu itu tidak sia-sia. Bocah yang nyaris mati tenggelam itu, kini telah menjadi seorang dai (penceramah agama) yang sangat kondang. Sejak namanya mulai dikenal, hampir setiap hari K.H. Arifin Ilham muncul di layar TV atau media lain. Berbeda dengan dai sejuta umat, K.H. Zainuddin M.Z., dan dai manajemen kalbu, Aa Gym, Arifin Ilham tampil dengan gaya zikirnya yang menyejukkan. Seakan membawa jemaahnya terbang ke langit serta melupakan dunia yang fana.

Read the rest of this entry »

PENISTAAN AL-QUR’AN ALA DOKTOR UIN YOGYA

Oleh: Dr. Adian Husaini

Pada 5 November 2009, saya mendapat undangan untuk berbicara dalam sebuah seminar di kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Seminar bertema ”Islam dan Tantangan Pemikiran Global” itu diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Pesantren Modern Gontor cabang Lombok. Seminar dibuka oleh Gubernur NTB, Tuan Guru Zainul Majdi.  Turut memberikan sambutan adalah pimpinan Pondok Pesantren Gontor KH Abdullah Syukri Zarkasyi dan Tuan Guru Sofwan Hakim, ketua Forum Kerjasama Pesantren se-NTB. Seminar dihadiri sekitar 300 pimpinan dan guru-guru pesantren se- NTB.  Tim pembicara dari INSISTS dipimpin oleh Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi.

Tampaknya, bagi para ulama dan tokoh Islam di NTB, isu liberalisasi Islam sudah cukup akrab dengan mereka. Mereka mengakui, sejumlah masalah yang dibahas dalam seminar sudah terjadi juga di daerah mereka, meskipun dalam skala yang belum masif seperti di sejumlah kota di Pulau Jawa.  Salah satu masalah yang sudah mulai dilontarkan kaum liberal di NTB adalah soal ”Desakralisasi Al-Quran.”  Ada seorang tokoh yang mengaku sempat berdiskusi dengan seorang mahasiswa IAIN Mataram, yang bertanya kepadanya: ”Apakah Al-Quran itu benar-benar suci atau dianggap suci?”

Mendengar pertanyaan itu saya menjawab dengan agak bercanda, ”Tanyakan pada si mahasiswa,  apakah dia benar-benar manusia atau dianggap manusia?”

Dalam seminar di NTB, isu ”desakralisasi Al-Quran” memang disinggung juga oleh KH Abdullah Syukri Zarkasyi. Gubernur NTB yang juga kandidat doktor ilmu Tafsir di Universitas al-Azhar Kairo, bahkan menguraikan cukup panjang sejarah serangan kaum orientalis terhadap Islam, termasuk terhadap Al-Quran. Ia menunjukkan sejumlah contoh kesungguhan dan kesabaran para orientalis dalam menyerang Islam. ”Sehingga dalam pertarungan ini, siapa yang lebih sabar yang akan menang,” ujarnya seraya mengajak para peserta seminar untuk meningkatkan kesabaran dalam berjuang.

Proyek ”desakralisasi Al-Quran” memang termasuk  salah satu tema pokok dalam liberalisasi Islam. Mengikuti tradisi kajian Al-Quran model orientalis, sejumlah pemikir liberal tampak berusaha keras meyakinkan kaum Muslim, bahwa Al-Quran bukanlah sebuah kitab suci, tetapi kitab yang dianggap suci. Ada yang berusaha keras menulis artikel untuk membuat kaum Muslimin ragu-ragu terhadap kebenaran dan keotentikan Al-Quran.  Dia mencoba meyakinkan, bahwa Al-Quran adalah kitab biasa-biasa saja, yang juga mengandung kesalahan secara tata bahasa. Tentu saja, pekerjaan semacam ini akan sia-sia saja. Meskipun si penulis mendapatkan imbalan tertentu di dunia.

Pikiran semacam ini tampaknya cukup luas merasuki pemikiran kalangan akademisi di lingkungan Perguruan Tinggi Islam saat ini. Tentu kita masih ingat, bagaimana seorang dosen IAIN Surabaya yang pada 5 Mei 2006, menerangkan posisi Al-Quran sebagai hasil budaya manusia. Dia katakan, “Sebagai budaya, posisi Al-Quran tidak berbeda dengan rumput. Sebagai budaya, Al-Quran tidak sakral. Yang sakral adalah kalamullah secara substantif.”

Sebuah jurnal yang diterbitkan di IAIN Semarang edisi 23 Th. XI/2003, menulis di sampul belakangnya: ”ADAKAH SEBUAH OBJEK KESUCIAN DAN KEBENARAN YANG BERLAKU UNIVERSAL? TIDAK ADA! SEKALI LAGI, TIDAK ADA! TUHAN SEKALIPUN!” Di pengantar redaksinya juga ditegaskan: ”Dan hanya orang yang mensakralkan Qur’anlah yang berhasil terperangkap siasat bangsa Quraisy tersebut.”

Mengapa kaum liberal giat dalam mengkampanyekan tema ”desakralisasi Al-Quran”, bahwa Al-Quran bukanlah kitab suci?  Ternyata, jika kita cermati, tujuan mereka adalah ingin memberikan legitimasi terhadap masuknya berbagai metode penafsiran Al-Quran, di luar ilmu Tafsir Al-Quran. Dengan meletakkan posisi Al-Quran sebagai teks biasa, teks sastra, teks budaya, atau teks sejarah, yang sama dengan  teks-teks lain, maka dimungkinkan masuknya model pemahaman Al-Quran yang baru, seperti hermeneutika.

Di NTB itulah, saya lebih berkesempatan membaca sebuah buku berjudul Arah Baru Studi Ulum Al-Quran: Memburu Pesan Tuhan di Balik Fenomena Budaya karya seorang dosen STAIN di Jawa Timur, yang juga doktor lulusan UIN Yogyakarta. Sebut saja inisialnya ”AW”. Tesis master dosen ini juga sudah diterbitkan menjadi sebuah buku dengan judul Menggugat Otentisitas Wahyu Tuhan, yang juga menolak kesucian Al-Quran. Buku Arah Baru Studi Ulum Al-Qur’an, semakin menegaskan, adanya kecenderungan dan gerakan penghancuran ulumul-Quran para ulama Islam, digantikan dengan teori-teori ilmu sosial para ilmuwan Barat.  AW  sangat getol dalam mempromosikan penggunaan hermeneutika untuk – katanya – memahami pesan Tuhan yang terperangkap dalam Mushaf Utsmani. Seperti biasa, para pengguna hermeneutika biasanya melakukan proses desekralisasi teks Al-Quran. Itu pula yang dilakukan dosen STAIN ini.  Simaklah pandangan penulis tentang Al-Quran berikut ini:

”Dalam karya ini, saya membedakan antara wahyu, al-Qur’an, dan Mushaf Usmani. Ketiganya adalah tiga nama yang kendati mengacu pada satu substansi, tetapi kadar muatan ketiganya berbeda. Wahyu sebagai pesan otentiks Tuhan masih memuat keseluruhan pesan Tuhan; al-Qur’an sebagai wujud konkret pesan Tuhan dalam bentuk bahasa Arab oral memuat kira-kira sekitar 50 persen pesan Tuhan; dan Mushaf Usmani sebagai wujud konkret pesan Tuhan dalam bentuk bahasa Arab tulis hanya memuat kira-kira tiga puluh persen pesan Tuhan. Jika selama menjadi wahyu masih memuat keseluruhan pesan Tuhan, tidak demikian halnya ketika telah menjadi Al-Quran dan Mushaf Usmani. Hal itu terjadi, bukan karena Tuhan tidak mampu menjamin keabadian pesan-Nya, melainkan karena keterbatasan Bahasa Arab yang dijadikan wadah pesan Tuhan yang tak terbatas itu.” (hal.vii).

Read the rest of this entry »

PERPECAHAN DIKALANGAN UMAT ISLAM

Perpecahan dalam tubuh umat Islam sudah mulai terjadi beberapa waktu setelah Rasulullah wafat, dimulai dengan terjadinya perang jamal antara pengikut Ali dan Siti Aisah istri Rasulullah, pembunuhan terhadap kalifah Umar bin Khatab, Ustman dan Ali. Perang Siifin antara Khalifah Ali bin Abi Thalib dan Umayyah Gubernur Damaskus yang memberontak terhadap Ali dan terus sampai sekarang. Didalam lingkungan pemeluk Islam terus terjadi saling hujat, serang, bunuh demi mempertahankan atau memaksakan pendapat dan keyakinnya pada kelompok atau orang lain.

Kenapa semua ini terjadi, padahal kalau kita kembali kepada Al-Qur’an sungguh ajarannya sangat menyejukan hati dan memberi kedamaian, jauh dari kekerasan dan paksaan. Kurang legowonya sebagian umat Islam menerima perbedaan pendapat dan keyakinan, menyebabkan mereka jadi beringas dan mudah diprovokasi oleh pihak lain yang menginginkan perpecahan dikalangan umat Islam. Perpecahan Hanya menyebabkan umat Islam menjadi lemah, tidak mampu bersaing ditengah kehidupan dunia yang semakin maju dan modern.

Saat ini ekonomi dunia dan politik masih dikuasai oleh orang non muslim, Negara yang mayoritas muslim masih bergelut dengan kemiskinan dan berbagai perpecahan akibat perbedaan pendapat. Sebagai pemeluk Islam kita perlu introspeksi diri, apakah yang salah dengan kita. Berikut ini saya tampilkan tulisan yang menarik dari saudara Tasa Nugraza Barley yang saya copy dari blognya guebukanmonyet.com.

Read the rest of this entry »

NASEHAT KEPADA TERORIS

Oleh Al-Ustadz Sofyan Ruray

(Disertai Peringatan: Cadar, Celana Ngatung dan Janggut Bukan Ciri-ciri Teroris)

Hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kita mengadukan segala fitnah dan ujian yang mendera, akibat ulah sekolompok anak muda yang hanya bermodalkan semangat belaka dalam beragama namun tanpa disertai kajian ilmu syar’i yang mendalam dari al-Qur’an dan as-Sunnah serta bimbingan para Ulama, kini ummat Islam secara umum dan Ahlus Sunnah (orang-orang yang komitmen dengan Sunnah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam) secara khusus harus menanggung akibatnya berupa celaan dan citra negatif sebagai pendukung terorisme.
Aksi-aksi terorisme yang sejatinya sangat ditentang oleh syari’at Islam yang mulia ini justru dianggap sebagai bagian dari jihad di jalan Allah, sehingga pelakunya digelari sebagai mujahid, apabila ia mati menjadi syahid, pengantin surga dan calon suami bidadari…



Demi Allah, akal dan agama mana yang mengajarkan terorisme itu jihad…?! Akal dan agama mana yang mengajarkan buang bom di sembarang tempat itu amal saleh…?!
Maka berikut ini kami akan menunjukkan beberapa penyimpangan terorisme dari Syari’at Islam dan menjelaskan beberapa hukum jihad syar’i yang diselisihi para Teroris, berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah serta keterangan para Ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah para pengikut generasi Salaf (generasi Sahabat Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam). Read the rest of this entry »

MENYIKAPI AKSI-AKSI TERORIS KHAWARIJ

Oleh Al-Ustadz Qomar ZA, Lc

Seperti kita ketahui bersama, dalam kurun enam tahun belakangan ini, negeri kita diguncang sejumlah aksi teroris. Yang paling akhir (semoga memang yang terakhir), adalah bom di Hotel JW Mariott dan Ritz Carlton beberapa waktu lalu, disusul dengan peristiwa-peristiwa yang membuntutinya. Peristiwa-peristiwa itu menyisakan banyak efek negatif yang menyedihkan bagi kaum muslimin. Betapa tidak. Kaum muslimin yang merupakan umat yang cinta damai kemudian tercitrakan menjadi kaum yang suka melakukan kekerasan.


Kondisi ini diperparah dengan munculnya narasumber-narasumber dadakan. Di antara mereka ada yang membenarkan “aksi heroik” para teroris ini. Sedangkan yang lain beranggapan bahwa semua orang yang berpenampilan mengikuti sunnah sebagai orang yang sekomplotan dengan para teroris tersebut. Tak ayal, sebagian orang yang bercelana di atas mata kaki pun jadi sasaran kecurigaan, ditambah dengan cambangnya yang lebat dan istrinya yang bercadar. Padahal, bisa jadi hati kecil orang yang berpenampilan mengikuti sunnah tersebut mengutuk perbuatan para teroris yang biadab itu dengan dasar dalil-dalil yang telah sahih dalam syariat.

Oleh karena itu, kami terpanggil untuk sedikit memberikan penjelasan seputar masalah ini, mengingat betapa jeleknya akibat dari aksi-aksi teror tersebut. Di mana aksi-aksi tersebut telah memakan banyak korban, baik jiwa maupun harta benda, sesuatu yang tak tersamarkan bagi kita semua.

Nah, darimanakah teror fisik ini muncul, sehingga berakibat sesuatu yang begitu kejam dan selalu mengancam? Tak lain teror fisik ini hanyalah buah dari sebuah teror pemikiran yang senantiasa bercokol pada otak para aktor teror tersebut, yang akan terus membuahkan kegiatan selama teror pemikiran tersebut belum hilang.

Apa yang dimaksud dengan teror pemikiran? Tidak lain, keyakinan bahwa sebagian kaum muslimin telah murtad dan menjadi kafir, khususnya para penguasa. Bahkan di antara penganut keyakinan ini ada yang memperluas radius pengkafiran itu tidak semata pada para penguasa, baik pengkafiran itu dengan alasan ‘tidak berhukum dengan hukum Allah’ atau dengan alasan ‘telah berloyal kepada orang kafir’, atau dalih yang lain. Demikian mengerikan pemikiran dan keyakinan ini sehingga pantaslah disebut sebagai teror pemikiran. Keyakinan semacam ini di masa lalu dijunjung tinggi oleh kelompok sempalan yang disebut dengan Khawarij. Read the rest of this entry »

ISLAM TIDAK MENGAJARKAN TINDAKAN TERORIS

Oleh Fadhil ZA

Hari Jum’at tanggal 17 Juli 2009 pagi, Jakarta kembali diguncang ledakan Bom yang menewaskan beberapa orang dan melukai puluhan orang tidak berdosa. Hotel JW Mariot dan Ritz Carlton kembali menjadi sasaran bom yang dilakukan oleh orang yang melakukan aksi bom bunuh diri. Siapa, dan dari kelompok mana yang berani melakukan tindakan nekat seperti itu ?? Seperti kejadian yang sudah-sudah, aksi bom bunuh diri ini kembali dikaitkan dengan gerakan Islam ekstrim. Di media cetak dan elektronik kembali muncul spekulasi kemungkinan aksi ini dilakukan oleh kelompok Islam tertentu.


Benarkan Islam mengajarkan tindakan teror seperti itu dalam mengembangkan agama, atau untuk mencapai tujuan perjuanganya….?? Naudzubillah mindzalik (kami berlindung kepada Allah dari melakukan tindakan seperti itu). Al–Qur’an adalah pedoman hidup bagi umat Islam dan orang yang ber-Iman kepada Allah dan kehidupan Akhirat. Al-Qur’an tidak pernah menganjurkan atau mengajarkan melakukan tindakan teror seperti itu. Tindakan teror justru bertentangan dengan ajaran Qur’an dan ajaran Rasulullah.

Dalam keseharian Rasulullah mengajarkan kasih sayang dan ahlak mulia dalam kehidupan bertetangga dan bergaul dengan umat lain. Bahkan Rasululah mengatakan belum berimanlah seseorang jika para tetangga merasa tidak aman dengan keberadaannya dilingkungannya. Kedengkian, kebencian, kemarahan dan dendam bukanlah ahlak yang diajarkan Rasulullah kepada para pengikutnya. Rasulullah mengajarkan cinta kasih dengan sesama, walaupun dengan orang yang tidak seiman. Banyak kisah hidup Rasulullah yang mengkisahkan sifat ahlaknya yang mulia. Read the rest of this entry »

KULTUM 009 - TANDA KEBESARAN DAN KEKUASAN ALLAH

Oleh Fadhil ZA


Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (Al Baqarah 164)


Ada satu anekdot tentang pengikut paham atheis yang tidak percaya dengan keberadaan Tuhan yang mengatur alam semesta. Ketika itu ia sedang menumpang pesawat terbang dalam perjalanan kesuatu tempat, ketika ia melihat ke jendela tiba2 ia melihat salah satu baling baling pesawat tersendat dan kemudian berhenti. Pesawat berjalan oleng tidak stabil, sebagian penumpang panik dan mulai berdo’a. Penumpang yang atheis ini terkesiap, mukanya pucat, ia berseru:” Oh my God !! “.

Nah …itulah manusia, baru ingat Tuhan kalau terjepit dan kepepet. Secara naluri dalam lubuk hati nan dalam sebenarnya semua orang mengakui adanya Tuhan yang berkuasa dialam semesta. Ego, gengsi, dan nafsu nyalah yang membutakan mata hatinya sehingga tidak percaya pada kekuasaan mutlak Tuhan yang kuasa.

Bagi orang yang mau menggunakan akal dan fikirannya sebenarnya pada pergantian siang dan malam, kapal yang berlayar dilaut, hujan yang tercurah dari langit, berbagai tumbuhan dan buah2an yang tumbuh dibumi, berbagai hewan dan binatang ternak, perkisaran awan yang beredar antara langit dan bumi, disana ada ayat tanda kebesaran dan kekuasaan Allah penguasa dan pencipta alam semesta. Read the rest of this entry »

Translate This Page
Pondok Tadabbur
Infak, Sodaqoh Anda untuk Pondok Tadabbur bisa disampaikan melalui :

Rek Bank Mandiri
123.0097166435
a/n Fadhil Zainal Abidin.
Sejak 20 Feb 2008
ShoutBox

ShoutMix chat widget
Live Feed