Posts Tagged ‘Allah’
MENGENAL KH ARIFIN ILHAM
Si Badung dari Banjarmasin
Begitu lahir, ia sudah bergigi. Ketika kecil, badungnya bukan alang kepalang. Ia nyaris membakar rumah, hanya karena
permintaannya tidak dituruti. Doa kedua orang tuanya di Tanah Suci mengubah perangai Arifin.
Suatu siang di tepi sungai kecil tak bernama di Jalan Sutoyo, Banjarmasin, seorang anak laki-laki berusia dua tahun sedang asyik bermain-main air menemani sang ibu yang sedang sibuk mencuci. Tiba-tiba bocah itu tergelincir dan sekejap kemudian air yang deras sudah menariknya ke tengah sungai.
Menyaksikan anaknya hanyut, tanpa berpikir panjang ibu yang tengah hamil delapan bulan itu langsung terjun ke sungai. Air sungai yang deras dan dalam tidak membuatnya ciut. Ia berenang semampunya agar bisa menggapai kaki anak lelaki satu-satunya itu. Bocah itu sudah tenggelam cukup jauh dan terus meluncur cepat sejalan dengan derasnya air sungai. Sekujur tubuhnya tak terlihat dan hanya sesekali kaki anak itu tampak menjulur ke atas. Sambil terus berenang, wanita muda itu berusaha sekuat tenaga menggapai kaki anak itu. Ia seakan sudah tidak menghiraukan lagi bahwa di perutnya tengah ada jabang bayi yang usianya sudah cukup tua.
Syukurlah, usahanya membuahkan hasil. Setelah berenang sekitar empat meter lebih, ia akhirnya berhasil menangkap kaki putranya. Bocah itu sudah pucat pasi dan tak sadarkan diri. Beruntung, ibu itu masih merasakan ada gerak kehidupan di jantungnya. Dengan sisa-sisa tenaga yang dimilikinya, ibu itu menggendong putranya ke pinggir kali. Setelah itu, sang ibu tak sadarkan diri dan tidak tahu lagi apa yang terjadi selanjutnya.
Perjuangan ibu itu tidak sia-sia. Bocah yang nyaris mati tenggelam itu, kini telah menjadi seorang dai (penceramah agama) yang sangat kondang. Sejak namanya mulai dikenal, hampir setiap hari K.H. Arifin Ilham muncul di layar TV atau media lain. Berbeda dengan dai sejuta umat, K.H. Zainuddin M.Z., dan dai manajemen kalbu, Aa Gym, Arifin Ilham tampil dengan gaya zikirnya yang menyejukkan. Seakan membawa jemaahnya terbang ke langit serta melupakan dunia yang fana.
Popularity: unranked [?]
NIKMATNYA BERJUANG DIJALAN ALLAH
Oleh : Fadhil ZA
Berjuang dijalan Allah, dalam bahasa Al Qur’annya Jihad fiisabilillah adalah suatu kegiatan atau aktifitas mulia yang sangat dianjurkan dalam Al-Qur’an. Sayang pengertian Jihad akhir2 ini sering diselewengkan dengan pengertian yang negatif. Ada istilah laskar Jihad, Komando Jihad dan lain sebagainya yang dikaitkan dengan kegiatan teroris, sehingga ada sekelompok orang yang alergi dengan istilah Jihad fiisabililah. Dasar dan perintah untuk melaksanakan Jihad fiisabilillah dapat kita temui dalam surat As Shaf 10-12 :

10- Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?
11- (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya,
12- niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar.
(As Shaff 10-12)
Allah memerintahkan orang yang ber-Iman untuk berjihad (berjuang) dijalan Allah dengan harta dan diri mereka. Jika tidak mampu dengan harta dan diri, berjuanglah dengan harta saja atau dengan diri (badan) saja. Orang yang mempunyai harta namun tidak punya waktu silahkan berjuang dengan hartanya. Orang yang tidak punya harta namun mempunyai banyak waktu dan keahlian silahkan berjuang dengan badannya sendiri. Orang yang punya harta akan membiayai orang yang tidak punya harta, sementara para ahli dan orang yang memiliki waktu banyak akan menerima pembiayaan dari para hartawan tersebut, itulah sinergi antara orang yang mempunyai harta dengan orang yang tidak memiliki harta dalam jihad fiisabilillah.
Jihad fiisabilillah bukan hanya berperang melawan musuh atau orang yang kafir, jihad fiisabilillah memiliki pengertian yang lebih luas dari itu. Dalam salah satu peperangan para sahabat mengatakan : “Kita baru saja menyelesaikan Jihad yang besar”. Rasulullah membantah: “Tidak, kita baru saja menyelesaikan jihad yang kecil untuk menghadapi Jihad yang lebih besar, yaitu jihadun nafsi (perjuangan menghadapi hawa nafsu)”.
Pada dasarnya semua aktifitas dan usaha yang dilaksanakan dalam rangka mencari Ridho Allah, mensiarkan Agama Allah, menegakan kalimat tauhid, memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah, bisa dimasukan kedalam kegiatan jihad fiisabilillah. Semua usaha yang dilakukan seseorang dalam rangka jihad fiisabilillah adalah untuk kemaslahatan diri mereka sendiri, bukan untuk Allah. Allah maha kaya, dia tidak butuh kepada manusia. Ia tetap sebagai penguasa alam semesta walaupun manusia tidak menyembahNya, ini dinyatakan Allah dalam firmanNya pada surat Al Ankabut ayat 6 :

6- Dan barang siapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (Al Ankabut 6)
Allah akan membebaskan orang yang melakukan jihad dijalan-Nya dari azab yang pedih dan berbagai kesulitan, mengampuni dosa dosanya dan memasukan mereka kedalam taman syurga yang mengalir sungai sungai dibawanya sebagaimana disebutkan dalam surat As-Shaf diatas. Para sahabat dizaman Rasululah sangat mencintai kegiatan Jihad fiisabilillah ini, mereka bersungguh sunguh berjuang dijalan Allah dengan harta dan diri mereka.
Di Negra Indonesia tercinta yang saat ini tidak terlibat peperangan dengan musuh ataupun orang kafir, banyak hal yang bisa kita kerjakan dalam rangka Jihad fiisabilillah. Di mulai dari diri dan keluarga kita masing masing. Usaha untuk membebaskan diri dan keluarga dari jerat kemiskinan, kebodohan, ketakutan, kegelisahan, yang dilakukan karena Allah sudah merupakan jihad fiisabilillah. Bekerja, berniaga, untuk membebaskan diri dari jerat kemiskinan, menuntut ilmu atau mengajar yang dilakukan untuk membebaskan diri dan lingkungan dari kebodohan serta berusaha meraih jabatan atau kekuasaan dalam rangka mengamankan diri dan lingkungan jika dilakukan karena Iman dan mencari ridho Allah juga sudah termasuk dalam kegiatan jihad fiisabilillah. Semua aktifitas sehari hari yang dilakukan dalam rangka mencari karunia dan ridho Allah, yang dilakukan dengan harta saja, badan saja atau dengan harta dan badan merupakan kegiatan jihad fiisabilillah, yang insya Allah akan mendapatkan balasan sesuai dengan janji-Nya dalam surat As Shaf diatas.
Read the rest of this entry »
Popularity: unranked [?]
MENCARI TUHAN YANG HILANG
Oleh : Fadhil ZA
Secara naluri manusia menyadari bahwa mereka lemah dan mempunyai kemampuan yang serba terbatas. Banyak hal yang tidak mampu mereka lakukan sendiri, tanpa bantuan dari kekuatan yang lain. Manusia membutuhkan suatu kekuatan yang lebih dahsyat diluar diri mereka sendiri untuk mendapatkan apa saja yang mereka inginkan, atau melindungi diri mereka dari bahaya yang mengancam. Itulah naluri ketuhanan yang ada didalam diri manusia.
Naluri ketuhanan yang muncul didalam diri setiap orang berasal dari sumpah atau janji yang telah diikrarkan manusia ketika masih berada dialam roh. Sebagaimana disebutkan dalam surat Al A’raaf 172:

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”, (Al A’raaf 172)
Ketika masa kanak-kanak setiap orang sudah merasa bahwa diluar diri mereka ada suatu kekuatan yang dahsyat, yang dapat memenuhi keinginan mereka atau menyelamatkan mereka dari bahaya yang mengancam mereka. Nabi Ibrahim ketika masih kanak kanak juga sudah mulai mencari Tuhan yang diyakini sebagai suatu kekuatan maha dahsyat diluar dirinya yang dapat melindungi dan menyelamatkannya dari berbagai bahaya. Semula ia menduga bintang yang bercahaya terang dipagi hari sebagai Tuhan, namun tatkala cahaya bintang itu kalah oleh bulan ia menduga bulanlah sebagai Tuhan. Ketika datang siang hari ternyata cahaya bulan dikalahkan oleh matahari, kemudian ia menduga matahari sebagai Tuhan. Namun ketika sore hari cahaya matahari lenyap ditelan malam. Akhirnya ia menyimpulkan bahwa Tuhan yang patut disembah adalah Tuhan zat yang kekal abadi, maha kuasa, tidak terjangkau oleh panca indra, dan tidak ada suatu apapun yang menyerupainya.
Sampai saat ini masih banyak manusia yang mencari-cari sesuatu diluar dirinya yang diyakini sebagai Tuhan yang dapat melindungi dan memenuhi semua keinginan mereka. Naluri ketuhanan yang ada didalam diri mereka mendorong mereka untuk mencari, siapakah Tuhan yang dapat melindungi dan memenuhi hajat kebutuhan mereka itu?

Popularity: unranked [?]
GEMPA PADANG-PARIAMAN : UJIANKAH ATAU PERINGATAN ALLAHKAH ?
Oleh: Fadhil ZA


Sudah beberapa tahun ini sejak tahun 2004 bangsa Indonesia terus dirudung musibah yang datang beruntun setiap tahun. Mulai dari bencana Gempa dan Tsunami di Aceh yang menelan korban ratusan ribu jiwa. Bencana kecelakaan alat transportasi, Gempa Bengkulu, Gempa Jogja, lumpur Lapindo, Gempa Jawa Barat, dan terakhir pada tanggal 30 September 2009 Gempa Sumatra Barat yang memporak porandakan kota Padang dan Pariaman.


Menyaksikan kondisi masyarakat yang ditimpa bencana gempa di Padang, Pariaman dan sekitarnya sungguh memilukan hati, rumah dan bangunan hancur, sebagian rata dengan tanah. Dalam keadaan tanpa rumah tempat berteduh, mereka terpaksa tidur beratap langit atau ditenda darurat yang tidak memadai untuk berteduh. Penderitaan mereka ditambah pula dengan hujan yang turun terus menerus, listrik mati, aliran air bersih terputus, persediaan makanan terus menipis. Banyak jenazah korban yang tewas belum bisa diangkat dari puing reruntuhan, hingga bau menyengat muncul dimana mana. Kota Padang dan Pariaman bagaikan kota mati.
Mengapa musibah ini terjadi?? Ujian Allah kah ini…..ataukah ini peringatan dari Allah karena manusia telah banyak berbuat dosa? Ada yang berpendapat bahwa ini adalah ujian Allah kepada umatnya, untuk melihat siapa yang tabah, sabar dan teguh imannya. Ada pula yang berpendapat bahwa ini adalah peringatan dari Allah karena manusia telah banyak melakukan maksiat dan melupakan Allah. Mari kita telaah beberapa ayat Qur’an yang mudah2an dapat memberi pencerahan kepada kita, mengapa semua ini terjadi.
Ujian Allah
Sebagian orang yang berpendapat bahwa ini adalah ujian Allah mengacu pada surat Al-Baqarah ayat 155 – 157
155. Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,
156- (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun”
157- Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Al Baqarah 155-157)
Dalam surat Al Baqarah sebagaimana disebutkan diatas Allah mengingatkan, bahwa selama hidup didunia ini Allah pasti akan menguji kita dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, kematian, kekurangan buah buahan dan makanan. Kondisi inilah yang sekarang sedang dialami oleh sebagian besar masyarakat yang berdomisili di Padang, Pariaman, Painan dan daerah sekitarnya. Dampak dari gempa menimbulkan ketakutan, kecemasan, kematian, rusak dan hilangnya harta benda, kelaparan dan kekurangan makanan. Orang yang ber-iman dan yakin pada Allah dituntun untuk bersabar menghadapi semua ini dan mengucapkan “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun” atas semua kejadian yang menimpa itu. Orang yang sabar, tawakkal dan ikhlas menerima semua cobaan itu adalah orang yang mendapat keberkahan dan rahmat yang sempurna dari Allah. Read the rest of this entry »
Popularity: 2% [?]
JALAN MENDEKATKAN DIRI PADA ALLAH
Oleh Fadhil ZA

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. (Al Maidah 35)

Dalam surat Al Maidah ayat 35 diatas Allah memerintahkan kepada orang yang beriman agar bertakwa pada-Nya dan mencari jalan untuk mendekatkan diri pada-Nya. Menjadi kekasih Allah dan mendapat tempat yang mulia dan terhormat disisi-Nya adalah cita cita setiap orang yang ber-Iman. Betapa tidak… setiap orang didunia ini selalu berlomba lomba untuk merebut simpati dan tempat terhormat disisi pemimpin tertingginya masing masing, apakah itu bapak Direktur, Manager, Kepala divisi, Gubernur, Menteri, Presiden dan lain sebagainya. Mereka berlomba-lomba merebut simpati dan kedudukan dekat pimpinannya masing masing dengan harapan akan mendapat berbagai fasilitas dan kehormatan dari pimpinannya tersebut.
Jika kebanyakan manusia berebut dan berlomba-lomba untuk mendapatkan simpati dan tempat yang mulia disisi pemimpinnya masing masing, maka orang yang ber-Iman berlomba-lomba untuk merebut simpati dan tempat yang mulia disisi Allah penguasa tertinggi dialam semesta ini. Allah telah menetapkan prosedur dan cara tertentu untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Kegiatan sholat, dzikir, mengerjakan amal sholeh, menjauhi larangan-Nya, mencegah diri dan orang lain dari perbuatan maksiat adalah cara yang diridhoi Allah untuk mendapat posisi terhormat disisi-Nya. Orang yang telah mendapat pengakuan dari Allah dan mendapat tempat terhormat disisi-Nya akan mendapat fasilitas dan berbagai kemudahan dari Allah dalam segala hal. Read the rest of this entry »
Popularity: 10% [?]
KULTUM 009 – TANDA KEBESARAN DAN KEKUASAN ALLAH
Oleh Fadhil ZA

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (Al Baqarah 164)


Ada satu anekdot tentang pengikut paham atheis yang tidak percaya dengan keberadaan Tuhan yang mengatur alam semesta. Ketika itu ia sedang menumpang pesawat terbang dalam perjalanan kesuatu tempat, ketika ia melihat ke jendela tiba2 ia melihat salah satu baling baling pesawat tersendat dan kemudian berhenti. Pesawat berjalan oleng tidak stabil, sebagian penumpang panik dan mulai berdo’a. Penumpang yang atheis ini terkesiap, mukanya pucat, ia berseru:” Oh my God !! “.
Nah …itulah manusia, baru ingat Tuhan kalau terjepit dan kepepet. Secara naluri dalam lubuk hati nan dalam sebenarnya semua orang mengakui adanya Tuhan yang berkuasa dialam semesta. Ego, gengsi, dan nafsu nyalah yang membutakan mata hatinya sehingga tidak percaya pada kekuasaan mutlak Tuhan yang kuasa.
Bagi orang yang mau menggunakan akal dan fikirannya sebenarnya pada pergantian siang dan malam, kapal yang berlayar dilaut, hujan yang tercurah dari langit, berbagai tumbuhan dan buah2an yang tumbuh dibumi, berbagai hewan dan binatang ternak, perkisaran awan yang beredar antara langit dan bumi, disana ada ayat tanda kebesaran dan kekuasaan Allah penguasa dan pencipta alam semesta. Read the rest of this entry »
Popularity: 19% [?]
MENGENAL ASMA’ULHUSNA
Oleh Fadhil.ZA

Hanya milik Allah asmaulhusna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaulhusna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (Al A’raaf 180)
Dalam surat al-A’raaf ayat 180 Allah memerintahkan agar kita memohon kepada-Nya dengan menyebut Asma’ulhusna. Disamping sebutan ” ALLAH ” Dia memiliki 99 nama lain yang dengan nama itu kita bisa menyampaikan segala hajat dan permohonan kita.
Dalam Hadist yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Ibnu Hibban, Al-Hakim dan Baihaqy 99 nama Allah itu disebutkan sebagai berikut : ” Sesungguhnya Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Agung memiliki 99 Nama. Barang siapa yang menghafalnya dia masuk syurga, Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia…”
Popularity: 8% [?]
BERKOMUNIKASI DENGAN ALLAH
Dan tidak ada bagi seorang manusia pun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana. (Asy Syura’ 51)
Dalam Surat Asy Syura ayat 51 diatas disebutkan bahwa ada 3 cara Allah berkomunikasi dengan manusia :
- Dengan perantaraan wahyu yang langsung muncul didalam hati dan fikiran manusia
- Dari belakang tabir atau hijab
- Dengan perantaraan utusan ( Malaikat) yang menyampaikan pesan dari Allah
Setiap orang bisa berkomunikasi dengan Allah, asal mau dan mengikuti cara serta prosedur yang telah ditetapkan oleh Allah sendiri. Allah adalah penguasa tertinggi di Alam Jagat Raya, Dia maha tinggi, Maha agung , Maha kuasa , Maha mulia, Maha terpuji……dan maha segala galanya. Kita adalah mahluk ciptaanNya yang sangat kecil dan lemah. Diri kita sangat tidak berarti dan berharga jika dibandingkan dengan alam semesta yang diciptakanNya ini.
Sangat tidak wajar dan tidak patut kalau kita ingin berkomunikasi dengan Allah , menggunakan cara semau kita sendiri. Dia akan menutup pintu jika kita berkomunikasi dengan Nya secara seronok menggunakanj cara kita sendiri. Allah telah menyiapkan perangkat dan prosedur untuk berkomunikasi denganNya. Kita yang butuh padaNya bukan Dia yang butuh pada kita . Ikutilah tata cara dan prosedur yang telah ditetapkanNya . Dia akan menerima kita dengan senang dan penuh perhatian. Nikmatilah berkomunikasi dan bercakap cakap denganNya. Dia siap menerima kita dalam pembicaraan secara khusus seorang diri ataupun secara beramai- ramai (berjama’ah).
Fikiran dan hati adalah alat utama untuk berkomunikasi dengan Allah, kita tidak mungkin bertemu Allah secara fisik . Kita harus melatih kepekaan hati dan fikiran untuk berkomunikasi denganNya. Allah maha tahu tentang keadaan kita, Dia selalu menjawab pertanyaan kita baik yang diucapkan secara lisan maupun dalam hati. Masalahnya hati dan fikiran kita kurang peka sehingga tidak mampu menangkap isyarat atau jawaban dari Allah. Read the rest of this entry »
Popularity: 5% [?]
MENANGIS KARENA ALLAH
MENANGIS KARENA ALLAH
Orang yang beriman itu apabila disebut nama Allah atau dibacakan ayat Qur’an bergetar hatinya ( Al Anfal ayat 2) . Dalam keadaan khusus sampai menangis dan tersungkur seraya bersujud ( Al Israak 107-109). Dalam Hadist Riwayat Bukhari disampaikan bahwa ada 7 golongan orang yang mendapat naungan Allah di hari Kiamat , salah satunya adalah orang yang menitikan airmatanya karena ingat akan kebesaran Allah.
Dikisahkan pada suatu hari Rasulullah sedang duduk bersama para sahabat , kemudian beliau meminta salah seorang sahabat Abdillah bin Mas’ud membaca surat An Nisa, hingga sampai surat an Nisa ayat 41 :
” Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).”
Beliau meminta Abdillah bin Mas’ud menghentikan bacaannya , para sahabat melihat airmata Rasulullah berlinang, beliau menangis. Aisyah ra menceritakan bahwa ia sering melihat Rasulullah menangis ketika mengerjakan sholat malam, beliau menangis sepanjang sholatnya . Mathrab bin Abdillah menceritakan bahwa ayahnya sering mendapati Rasulullah menangis dalam sholat, dari dada beliau terdengar suara bergemuruh bagai air yang mendidih didalam ketel. Read the rest of this entry »
Popularity: 9% [?]




