Archive for the ‘’ Category

PERISTIWA KIAMAT MENURUT AL-QUR’AN

Oleh Fadhil ZA

dayaftertomorrow_160311 Semua orang percaya bahwa satu ketika bumi ini beserta seluruh isinya akan hancur dan musnah. Banyak cara dan hal yang memungkinkan hancurnya semua kehidupan dibumi ini. Mulai dari hantaman meteor dan asteroid , gelombang tsunami yang menggunung, badai dan topan yang berhembus dahsyat, petir dan guntur, letusan gunung berapi yang memuntahkan lahar panas, gempa bumi dan lain sebagainya. Dewasa ini sudah banyak film yang dibuat menggambarkan tentang semua peristiwa tersebut seperti film Deep Impact, Armagedon, The day after tomorow, Knowing, 2012, Earth quake dan lain lain.

Sejak dahulu orang selalu bertanya – tanya tentang peristiwa kiamat. Al Qur’an mengatakan saat kiamat itu sudah dekat dan tidak seorangpun yang tahu kapan terjadinya selain Allah. Rasulullah mengatakan bahwa antara kedatangannya sebagai Rasul dan saat kiamat sudah dekat perumpamaannya seperti saat asar dengan maghrib atau seperti kedudukan ibu jari dengan telunjuk. Pada kesempatan yang lain Rasulullah mengambil sepotong kain , kemudian merobeknya hingga tinggal sedikit ujung kain yang masih menyatu kemudian Rasulullah bersabda:” Antara kedatanganku dengan saat kiamat adalah seperti ujung kain yang masih menyatu ini”.

Walaupun sebagian besar manusia percaya bahwa pada satu ketika semua kehidupan dibumi ini akan Hancur dan musnah namun tidak semua orang percaya bahwa sesudah itu akan ada lagi kehidupan yang baru diakhirat nanti. Semua orang percaya bahwa semua kita akan mati, semua orang percaya bahwa kehidupan dibumi ini akan musnah pada hari kiamat, namun tidak semua orang percaya akan adanya kehidupan akhirat. Al Qur’an selalu mengingatkan agar kita selalu mempersiapkan diri untuk kehidupan yang abadi diakhirat kelak.

Terjadinya peristiwa kiamat digambarkan dalam surat Al Infitar ayat 1-3 sebagai berikut ini:

al-infithar-1-31- Apabila langit terbelah2- dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,3- dan apabila lautan dijadikan meluap,

Read the rest of this entry »

TADABBUR QURAN SARANA BERDIALOG DENGAN ALLAH

Oleh Faddhil ZA

quranTadabbur Qur’an yang dilakukan seorang diri maupun berjamaah adalah salah satu cara bagi kita untuk berdialog dan berkomunikasi dengan Allah. Dengan tadabbur Qur’an ayat yang dibaca akan menghunjam kuat kedalam hati tanpa banyak mengalami rintangan dari fikiran yang sering lengah kesana kemari. Selama melakukan tadabbur Qur’an komunikasi antara peserta tadabbur dengan Allah akan terbuka antara 0 sampai dengan 100 %. Mereka yang hatinya terbuka dibawah 10% umumnya tidak merasakan getaran atau efek dari bacaan tadabbur yang dilakukan. Mereka yang hatinya terbuka diatas 75 % dalam melakukan tadabbur ini akan merasakan efek getaran yang dahsyat, dan mereka tidak bisa menyembunyikan efek ini dari penglihatan orang banyak.

Dalam melaksanakan Tadabbur Qur’an secara berjamaah maupun seorang diri peserta tadabbur akan terbagi menjadi 4 kelompok atau level tadabbur.

Kelompok 1: Mereka yang hatinya terbuka dibawah 10 %

Mereka mendengar Qur’an dan bacaan tadabbur begitu saja dan tidak merasakan sesuatu yang berbekas didalam hati maupun fikiran mereka. Kadangkala mereka masih bisa tertawa dan bergurau dengan teman dikiri kanan mereka. Mereka inilah kelompok yang ditegur Allah dalam surat An Najm ayat 59-62:

an-najm-59-62

59- Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini? 60- Dan kamu menertawakan dan tidak menangis? 61- Sedang kamu melengahkan (nya)? 62- Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia). (An Njam 59-62)

Kelompok 2: Mereka yang hatinya terbuka diatas 25 %

Mereka mendengarkan bacaan Qur’an dan tadabbur dengan penuh perhatian, namun belum mampu menyentuh dan menggetarkan hati mereka. Al Qur’an dan bacaan tadabbur baru menyentuh fikiran mereka dan belum menghunjam kedalam hati. Mereka inilah yang diingatkan Allah dalam surat Al A’raaf 204 :

204-  Dan apabila dibacakan Al Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.

al-araaf-204

Read the rest of this entry »

ANAK-ANAK AJAIB GAZA

Oleh: EH Ismail

Dari Jalur Gaza , Palestina

anak-gaza-1Delapan remaja berusia 15-18 tahun D sedang duduk melingkar saat saya berkunjung ke Masjid Al Abror di Rafah, wilayah Gaza, Palestina.
Tangan mereka memegang kitab suci Alquran. Ada Alquran yang berukuran kecil, sedang, dan ada pula yang besar.

Sepandangan mata, mereka membaca Alquran yang ada di tangan. Sekejap kemudian, Alquran ditutup dan mulutnya mengulangi ayat-ayat yang baru saja dibaca dengan mata terpejam. Gerakan itu dilakukan berulangulang. Di samping mereka, ada lingkaran anak-anak lain yang melakukan hal sama. Di hadapan para remaja ini, duduk Hasan Ali Al Azajy (47 tahun). Di depan Hasan, ada Alquran besar terbuka. Alquran dalam posisi setengah berdiri di atas meja kecil.

Di sisi lain masjid, sejumlah anak duduk berbaris memanjang berjarak satu meter, seperti antrean. Di hadapan mereka, ada seorang ustaz yang meletakkan Alquran sama seperti yang dilakukan Hasan. Hasan dan juga ustaz lainnya memanggil satu per satu anak itu ke hadapan mereka. Anak-anak pun maju tanpa Alquran lagi di tangan. Di hadapan para ustaz, mulailah mereka membaca ayat-ayat Alquran yang baru saja dihapalnya.

Pemandangan seperti di Masjid Al Abror, saya jumpai setiap hari di sejumlah masjid di Rafah. Kebetulan, saat ini adalah musim liburan sekolah. Kebanyakan anak dan remaja Gaza berkumpul di masjid selepas shalat Subuh sampai waktu Zuhur untuk mengikuti sekolah menghapal Alquran yang diadakan para pengurus masjid. Saya sudah mendengar berita tentang sekolah ini sebelum bertugas ke Gaza.

Read the rest of this entry »

KEUTAMAAN MENGHAFAL DAN MEMBACA QUR’AN

Oleh Fadhil ZA

fathir-291Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,      (Fathir 29)

Al-Qur’an adalah pedoman hidup bagi umat Islam. Al-Qur’an adalah ummul kitab, induk dari seluruh kitab yang ada dibumi ini. Al-Qur’an penuh dengan ilmu hikmah yang menuntun pembacanya untuk meraih kemenangan dan keberuntungan hidup didunia dan akhirat. Orang yang selalu membaca dan mengamalkan Qur’an akan mendapat kemuliaan hidup didunia dan ahirat. Ia tidak akan disentuh kehinaan dan penderitaan berkepanjangan didunia maupun akhirat. Itulah janji Allah bagi para pembaca dan penghafal Qur’an.

Keutamaan menghafal Qur’an

quran3Rasulullah adalah seorang yang ummi (tidak bisa membaca) demikian pula sebagian besar bangsa arab dizaman Rasulullah adalah kaum yang ummi pula. Pada awal turunnya,  ayat  Qur’an disampaikan dari mulut kemulut dihafalkan oleh para pengikut Rasulullah. Mereka yang bisa membaca dan menulis ,  menuliskan ayat- ayat Qur’an tersebut dipelepah kurma, dan kulit kambing. Namun sebagian besar umat Islam ketika itu menghafal ayat Qur’an tersebut dan selalu membacanya dalam kehidupan sehari-hari secara rutin.

Selama 23 tahun Al-Qur’an turun secara berangsur-angsur dan dihafalkan oleh para pengikut Rasulullah saat itu. Dimasa hidup Rasulullah Al-Qur’an berada dikepala para penghafal Qur’an. Banyak diantara para sahabat yang hafal Al-Qur’an secara keseluruhan, 30 juz 114 surat. Sampai sekarangpun banyak umat Islam yang hafal Al Qur’an secara keseluruhan 30 juz, 114 surat 6636 ayat tersebut.

Salah satu keajaiban Qur’an adalah mudah dihafal dan diingat. Sampai saat ini   tidak ada satupun pendeta atau pastur yang hafal seluruh kitab injil tanpa salah walaupun hanya satu huruf . Demikian pula  tidak ada  pendeta Hindu yang hafal kitab Weda tanpa salah satu hurufpun demikian juga hal nya dengan  agama lain seperti Budha, Shinto atau Khonghucu .Adakah pendeta yang hafal kitab agamanya  masing-masing  seperti umat Islam menghafal Qur’an?. Al Qur’an adalah kitab suci yang indah dan mudah dihafal, sehingga banyak orang yang mampu menghafalnya tanpa salah satu hurufpun. Allah menegaskan ini dalam surat Al Qomar ayat 17 :

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (Al Qomar 17)

Read the rest of this entry »

JANGAN PISAHKAN UMAT DARI AL-QUR’AN

Oleh Fadhil ZA

al-israak-823Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang lalim selain kerugian.

(Al Israak 82)

Al-Qur’an merupal-quranakan pedoman hidup bagi umat Islam, baik di dunia maupun akhirat. Al-Qur’an merupakan kekuatan yang dahsyat bagi umat Islam. Musuh Islam menyadari betul hal tersebut . Salah satu strategi musuh Islam untuk menghancurkan Islam adalah memisahkan umat Islam dari Al-Qur’an. Belanda menggunakan strategi ini untuk melemahkan perjuangan para pejuang Islam di Nusantara yang berjuang untuk membebaskan Indonesia dari belenggu penjajahan Belanda. Mereka mendatangkan dua orang orientalis Van der Vlas dan Snoughougrogne yang menguasai bahasa Arab dan ilmu keIslaman untuk mempengaruhi tokoh dan umat Islam di Indonesia.

Mereka berhasil menyebarkan ajaran yang memisahkan umat Islam dari Qur’an tanpa disadari oleh tokoh Islam di Indonesia. Al-Qur’an digambarkan sebagai kitab suci yang agung, sakral, tidak sembarang orang bisa menyentuhnya. Qur’an harus dihormati, dimuliakan ditaruh ditempat yang tinggi (diatas lemari) sehingga sampai lupa menaruhnya dan tidak pernah dibaca. Untuk mempelajari Qur’an harus memahami betul tatabahasa Arab, dan belajar dari ulama yang memiliki silsilah yang jelas sampai ke Rasulullah. Jika belum memenuhi persyaratan tersebut dilarang dan haram menyampaikan terjemahan Qur’an didepan umum. Kutbah Jum’at harus disampaikan seperti yang disampaikan Rasulullah yaitu dalam bahasa Arab, tidak syah jika disampaikan dalam bahasa daerah yang bersangkutan. Dan banyak lagi tabu-tabu yang lain yang menyebabkan umat jadi takut dan menjauh dari Qur’an. Mereka cukup mendapat penjelasan tentang Qur’an dari orang tertentu yang telah dianggap memenuhi syarat pada masa itu. Celakanya ajaran yang disampaikan orang tertentu tersebut sering saling bertentangan, sehingga menimbulkan perpecahan dikalangan pengikutnya.

Read the rest of this entry »

SILUNGKANG NEGERI PENGHAPAL QUR’AN

Oleh Fadhil ZA

Pada akhir abad ke XIX Silungkang dikenal sebagai salah satu pusat penyebaran Islam di Sumatra Barat . Masyarakat disekeliling Silungkang yang berasal Kotobaru, Palangki, Talowi, Toruang toruang, Indudu, Koto Anau, Lunto dan sebagainya berdatangan ke Silungkang untuk menimba Ilmu Agama. Mereka belajar dari Syekh Barau seorang ulama besar di Silungkang pada masa itu yang dibantu oleh 9 orang Syekh murid beliau. Orang yang datang belajar agama Islam dari sekitar Silungkang ketika itu menjuluki Silungkang dengan sebutan serambi Mekah.

Namun sayang sekarpic_07871ang sebutan serambi Mekah itu hanya tinggal kenangan. Sejak penjajahan Jepang dan berlanjutkan dengan revolusi fisik tahun 1948 dan pemberontakan PRRI tahun 1958 masyarakat Silungkang terus didera berbagai kesulitan Ekonomi, sehingga banyak orang Silungkang yang mengadu untung di Rantau. Perhatian masyarakat pada Agama semakin berkurang, jumlah surau yang semula sekitar 40 buah terus meyusut, sampai akhir 2006 tinggal 14 buah,  kader ulama sebagai pengganti ulama yang telah wafat juga tidak ada .

Awal tahun 2007 ketika LAZ-PKS (Lembaga Amil Zakat –Persatuan Keluarga Silungkang) Jakarta mengadakan survey di Silungkang surau yang aktif hanya 14 buah itupun hanya digunakan untuk pengajian anak TPA, sholat berjamah kadang ada kadang tidak. Guru yang mengajar di TPA sebagian besar guru sukarela dengan kemampuan ala kadarnya. Jumlah murid TPA ditiap surau cukup banyak antara 20 – 40 orang , namun sayang TPA tersebut tidak ditangani secara profesional. Sebagian besar pengajar merupakan tenaga sukarela dengan latar belakang pendidikan ber-macam macam dari tamatan SD sampai S1. Honor mereka pun tidak jelas kadang ada kadang tidak , bahkan ada yang mengajar dengan biaya dari kantong sendiri.

Read the rest of this entry »

PERHITUNGAN MATEMATIS DALAM AL QUR’AN

Oleh : Admin

Akhir akhir ini muncul sekelompok orang yang menggugat ke otentikan Al-Qur’an, mereka menyalahkan Khalifah Ustman ra yang membakar mushaf lain diluar Mushaf Ustman yang telah dihimpun dari berbagai mushaf ketika itu. Khalifah Ustman memerintahkan membakar Mushaf lainnya agar tidak ada kerancuan pada kitab Al-Qur’an yang ada. Mushaf yang diakui ketika itu adalah Mushaf Ustman dan ini terus berlaku sampai sekarang.

Mushaf Al-Qur’an tidak disusun berdasarkan kronologis waktu turunnya , tapi berdasarkan urutan dan pengelompokan ayat dan surat yang disampaikan Jibril kepada Nabi Muhammad saw. Allah langsung menyusun pengelompokan ayat dan surat Qur’an serta memberi nama surat seperti yang kita ketahui sekarang ini . Allah telah menyusun ayat dan surat Qur’an dengan perhitungan yang teliti , yang sangat sulit dilakukan oleh manusia pada zaman sekarang apalagi oleh manusia pada zaman Rasulullah.

Allah telah menjadikan alam semesta dan semua yang ada didalamnya dengan perhitungan yang rumit dan teliti sebagaimana disebutkan dalam surat Al Qomar 49 :

49- Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. (Al Qomar 49)

Demikian pula Allah telah menjadikan Al-Qur’an dan menempatkan ayat dan surat didalamnya dengan perhitungan yang teliti pula. Berikut ini kami sampaikan tentang perhitungan matematis yang rumit dalam penempatan ayat dan surat Qur’an yang ditulis bapak Arifin Mufti di Facebook “Kajian Al-Qur’an-Alkitab & Iptek”

KITAB MULIA AL-QUR’AN BERPASANGAN SEMPURNA. (BAG I)

Oleh : Arifin Mufti

arifin-mufti “ Susunan (mushaf) Kitab Mulia tidak mengikuti urutan wahyu. Mengapa demikian? Karena ia disusun dengan cara yang unik, diluar imaginasi manusia. Kitab Mulia, berpasangan sempurna, terdiri dari 57 surat Homogen dan 57 surat Heterogen, disusun sedemikian rupa berdasarkan kombinasi nomor surat dan jumlah ayat.”

Sulit kita mencari satu kitabpun didunia yang disusun serupa ini, dalam bahasa apapun, maupun cerita apapun. Mungkin tidak ada. Ia unik, diluar imaginasi manusia.

Minggu, 24 Januari 2010.

Klasifikasi: Sedang.

Mari kita mulai dengan sesuatu yang lain. Pertama-tama jika kita bertanya kepada Muslim, berapa jumlah surat (surah) dalam Kitab Mulia – The Koran, maka jawabannya semua sepakat, yaitu 114 surat. Surat pertama adalah The Opening (Al Fatihah), kemudian diikuti The Cow (Al Baqaraah), terus The Familiy of ‘Imran (Ali ‘Imran) hingga surat terakhir, The Men (An Naas). Selesai klarifikasi pertama.

Namun jika kita bertanya berapa jumlah ayat dalam Kitab Mulia, maka jawabannya beragam! Umumnya, mayoritas yang menjawab baik disekolah maupun di majelis di masjid, baik yang dibaca pada buku-buku Islam yang ditulis oleh non Muslim maupun pengarang Muslim – termasuk di Barat, menjawab 6666 ayat. Angka cantik mudah dihapal. Tambahan, jika kita membaca buku agama di tingkat SD di Indonesia, yang disyahkan oleh Departemen Agama tertulis 6666 ayat. Tidak ada yang mempermasalahkan. Tetapi ada yang menjawab lain, misalnya 6242, dan ada lagi yang menjawab – walaupun hanya sejumlah orang, 6236 ayat.

Read the rest of this entry »

PENISTAAN AL-QUR’AN ALA DOKTOR UIN YOGYA

Oleh: Dr. Adian Husaini

Pada 5 November 2009, saya mendapat undangan untuk berbicara dalam sebuah seminar di kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Seminar bertema ”Islam dan Tantangan Pemikiran Global” itu diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Pesantren Modern Gontor cabang Lombok. Seminar dibuka oleh Gubernur NTB, Tuan Guru Zainul Majdi.  Turut memberikan sambutan adalah pimpinan Pondok Pesantren Gontor KH Abdullah Syukri Zarkasyi dan Tuan Guru Sofwan Hakim, ketua Forum Kerjasama Pesantren se-NTB. Seminar dihadiri sekitar 300 pimpinan dan guru-guru pesantren se- NTB.  Tim pembicara dari INSISTS dipimpin oleh Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi.

Tampaknya, bagi para ulama dan tokoh Islam di NTB, isu liberalisasi Islam sudah cukup akrab dengan mereka. Mereka mengakui, sejumlah masalah yang dibahas dalam seminar sudah terjadi juga di daerah mereka, meskipun dalam skala yang belum masif seperti di sejumlah kota di Pulau Jawa.  Salah satu masalah yang sudah mulai dilontarkan kaum liberal di NTB adalah soal ”Desakralisasi Al-Quran.”  Ada seorang tokoh yang mengaku sempat berdiskusi dengan seorang mahasiswa IAIN Mataram, yang bertanya kepadanya: ”Apakah Al-Quran itu benar-benar suci atau dianggap suci?”

Mendengar pertanyaan itu saya menjawab dengan agak bercanda, ”Tanyakan pada si mahasiswa,  apakah dia benar-benar manusia atau dianggap manusia?”

Dalam seminar di NTB, isu ”desakralisasi Al-Quran” memang disinggung juga oleh KH Abdullah Syukri Zarkasyi. Gubernur NTB yang juga kandidat doktor ilmu Tafsir di Universitas al-Azhar Kairo, bahkan menguraikan cukup panjang sejarah serangan kaum orientalis terhadap Islam, termasuk terhadap Al-Quran. Ia menunjukkan sejumlah contoh kesungguhan dan kesabaran para orientalis dalam menyerang Islam. ”Sehingga dalam pertarungan ini, siapa yang lebih sabar yang akan menang,” ujarnya seraya mengajak para peserta seminar untuk meningkatkan kesabaran dalam berjuang.

Proyek ”desakralisasi Al-Quran” memang termasuk  salah satu tema pokok dalam liberalisasi Islam. Mengikuti tradisi kajian Al-Quran model orientalis, sejumlah pemikir liberal tampak berusaha keras meyakinkan kaum Muslim, bahwa Al-Quran bukanlah sebuah kitab suci, tetapi kitab yang dianggap suci. Ada yang berusaha keras menulis artikel untuk membuat kaum Muslimin ragu-ragu terhadap kebenaran dan keotentikan Al-Quran.  Dia mencoba meyakinkan, bahwa Al-Quran adalah kitab biasa-biasa saja, yang juga mengandung kesalahan secara tata bahasa. Tentu saja, pekerjaan semacam ini akan sia-sia saja. Meskipun si penulis mendapatkan imbalan tertentu di dunia.

Pikiran semacam ini tampaknya cukup luas merasuki pemikiran kalangan akademisi di lingkungan Perguruan Tinggi Islam saat ini. Tentu kita masih ingat, bagaimana seorang dosen IAIN Surabaya yang pada 5 Mei 2006, menerangkan posisi Al-Quran sebagai hasil budaya manusia. Dia katakan, “Sebagai budaya, posisi Al-Quran tidak berbeda dengan rumput. Sebagai budaya, Al-Quran tidak sakral. Yang sakral adalah kalamullah secara substantif.”

Sebuah jurnal yang diterbitkan di IAIN Semarang edisi 23 Th. XI/2003, menulis di sampul belakangnya: ”ADAKAH SEBUAH OBJEK KESUCIAN DAN KEBENARAN YANG BERLAKU UNIVERSAL? TIDAK ADA! SEKALI LAGI, TIDAK ADA! TUHAN SEKALIPUN!” Di pengantar redaksinya juga ditegaskan: ”Dan hanya orang yang mensakralkan Qur’anlah yang berhasil terperangkap siasat bangsa Quraisy tersebut.”

Mengapa kaum liberal giat dalam mengkampanyekan tema ”desakralisasi Al-Quran”, bahwa Al-Quran bukanlah kitab suci?  Ternyata, jika kita cermati, tujuan mereka adalah ingin memberikan legitimasi terhadap masuknya berbagai metode penafsiran Al-Quran, di luar ilmu Tafsir Al-Quran. Dengan meletakkan posisi Al-Quran sebagai teks biasa, teks sastra, teks budaya, atau teks sejarah, yang sama dengan  teks-teks lain, maka dimungkinkan masuknya model pemahaman Al-Quran yang baru, seperti hermeneutika.

Di NTB itulah, saya lebih berkesempatan membaca sebuah buku berjudul Arah Baru Studi Ulum Al-Quran: Memburu Pesan Tuhan di Balik Fenomena Budaya karya seorang dosen STAIN di Jawa Timur, yang juga doktor lulusan UIN Yogyakarta. Sebut saja inisialnya ”AW”. Tesis master dosen ini juga sudah diterbitkan menjadi sebuah buku dengan judul Menggugat Otentisitas Wahyu Tuhan, yang juga menolak kesucian Al-Quran. Buku Arah Baru Studi Ulum Al-Qur’an, semakin menegaskan, adanya kecenderungan dan gerakan penghancuran ulumul-Quran para ulama Islam, digantikan dengan teori-teori ilmu sosial para ilmuwan Barat.  AW  sangat getol dalam mempromosikan penggunaan hermeneutika untuk – katanya – memahami pesan Tuhan yang terperangkap dalam Mushaf Utsmani. Seperti biasa, para pengguna hermeneutika biasanya melakukan proses desekralisasi teks Al-Quran. Itu pula yang dilakukan dosen STAIN ini.  Simaklah pandangan penulis tentang Al-Quran berikut ini:

”Dalam karya ini, saya membedakan antara wahyu, al-Qur’an, dan Mushaf Usmani. Ketiganya adalah tiga nama yang kendati mengacu pada satu substansi, tetapi kadar muatan ketiganya berbeda. Wahyu sebagai pesan otentiks Tuhan masih memuat keseluruhan pesan Tuhan; al-Qur’an sebagai wujud konkret pesan Tuhan dalam bentuk bahasa Arab oral memuat kira-kira sekitar 50 persen pesan Tuhan; dan Mushaf Usmani sebagai wujud konkret pesan Tuhan dalam bentuk bahasa Arab tulis hanya memuat kira-kira tiga puluh persen pesan Tuhan. Jika selama menjadi wahyu masih memuat keseluruhan pesan Tuhan, tidak demikian halnya ketika telah menjadi Al-Quran dan Mushaf Usmani. Hal itu terjadi, bukan karena Tuhan tidak mampu menjamin keabadian pesan-Nya, melainkan karena keterbatasan Bahasa Arab yang dijadikan wadah pesan Tuhan yang tak terbatas itu.” (hal.vii).

Read the rest of this entry »

KITAB AL-QUR’AN YANG AJAIB

Oleh : Fadhil ZA

1-    Alif Laam Miim

2-    Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang  bertakwa,

3- (yaitu) mereka yang  beriman kepada  yang gaib, yang mendirikan  salat dan menafkahkan sebahagian  rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka,

4- dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan  Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka  yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

5- Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah  orang-orang yang beruntung.

Al-Qur’an adalah pedoman hidup bagi umat Islam, tidak ada keraguan padanya dan merupakan petunjuk bagi orang yang bertakwa. Namun sayang sekali dalam kenyataan sehari hari sedikit sekali umat Islam yang rajin membaca, mempelajari dan berusaha memahami Al-Qur’an secara rutin setiap hari. Sebagian umat Islam lebih mengutamakan pemikiran dan pendapat Ulama, atau ahli fikir yang mereka kagumi. Ketika para Ulama dan ahli pikir yang mereka kagumi mengeluarkan pendapat yang saling betentangan, terjadilah perpecahan dikalangan pengagum dan pengikutnya.

Membaca dan mempelajari Al-Qur’an adalah kewajiban dan hak setiap umat Islam, yang sudah baligh dan berakal. Zaman dahulu ketika ilmu masih banyak tersembunyi, yang mempelajari dan menguasai Al-Qur’an hanya sekelompok orang tertentu yang disebut kiyai, ulama atau ajengan. Orang awam seolah olah tabu membaca, mengkaji dan berpendapat tentang ayat Qur’an. Orang awam hanya sekedar mengikuti pendapat, guru,kiyai atau ajengan, yang kadang kadang berbeda pendapat satu dengan lainnya. Perbedaan pendapat diantara para guru, kiyai dan ajengan menimbulkan pertentangan diantara para pengikutnya masing masing, yang kadangkala diakhiri dengan pertumpahan darah. Read the rest of this entry »

TADABBUR AL-FATIHAH

Al Fatihah adalah surat yang wajib dibaca dalam sholat. Tidak sah sholat tanpa membaca surat al Fatihah. Namun sayang sebagian besar umat islam yang mengerjakan sholat tidak mengerti apa arti dari surat al Fatihah yang dibacanya itu. Mereka membaca Al Fatihah sementara fikirannya melayang layang keberbagai urusan yang sedang dikerjakannya.

Untuk memahami kandungan yang terdapat pada surat al Fatihah mari kita coba mentadabburi Surat Al Fatihah tersebut, kita mulai dengan membaca ta’awudz. Perhatikan bacaan tadabbur dibawah ini dengan mengikuti petunjuk sebagai berikut :

 

Ayat 1 :

Rasakan betapa besar kasih sayang Allah kepada kita semua, bayangkan semua nikmat yang telah kita terima dariNya. Nikmat udara yang kita hirup, nikmat penglihatan, nikmat pendengaran, nikmat sehat. Apakah kita sudah berterima kasih padaNya??. Rasakan kasih sayang dan sifatnya yang maha pengasih serta pemurah. Rasakan getaran dihati anda, hingga timbul dorongan untuk menangis. Silahkan menangis jika dorongan itu memang kuat. Jangan tahan tangisan anda.

Read the rest of this entry »

Translate This Page
PELATIHAN

Pelatihan Shalat Khusuk , Tadabbur Qur'an dan Dzikir pernapasan Asmaulhusna

Klik disini

Pondok Tadabbur
Infak, Sodaqoh Anda untuk Pondok Tadabbur bisa disampaikan melalui :

Rek Bank Mandiri
123.0097166435
a/n Fadhil Zainal Abidin.
0811151412 - fadhil_za@yahoo.co.id
PELATIHAN

Jadwal Pelatihan Shalat Khusuk dan Tadabbur Qur'an wilayah Jabodetabek dan Sekitarnya.

Klik disini untuk keterangan lebih lanjut

HP : 0811151412

Sejak 20 Feb 2008
Live Feed