ALLAH MEMELIHARA HARTA ORANG MUKMIN
Monday, June 16th, 2008Syaikh Muhammad Taqi yang tinggal di
Tiba2 dari kejauhan ia melihat ada sekeping emas yang tergeletak disela sela orang yang lalu lalang ditengah pasar. Tidak ada satu orangpun yang melihat kepingan emas tersebut.
Syaikh Muhammad bangun dan berjalan menuju kepingan emas tersebut. Sampai ditempat kepingan emas tersebut ternyata bukan emas tapi hanya ingus yang telah kering. Ia merasa kecewa dan kembali ketempat duduknya semula, tanpa ada yang tahu apa yang telah dilakukannya tadi.
Ia duduk kembali memandang ketempat ia melihat kepingan tadi. Ia terkesiap dilihatnya emas tersebut masih pada tempatnya. Ia mencoba memusatkan perhatiannya, ia yakin bahwa itu betul kepingan emas. Ia berdiri lagi dan berjalan kearah kepingan emas tersebut. Ketika ia menjulurkan tangannya untuk mengambil benda itu, ia terkejut ternyata benda itu hanya ingus yang telah kering. Ia segera menarik tangannya kembali. Dan dengan rasa menyesal kembali ketempat duduknya semula. Ia pandangilah tempat ingus tersebut, ia melihat itu adalah kepingan emas yang berkilau. Kali ini ia tidak mau bangkit lagi dari tempat duduknya. Ia hanya memandang kepingan emas itu dengan perasaan penasaran. Ia bingung dengan kejadian itu.
Tak lama kemudian ia melihat seorang ulama yang sudah tua yang berjalan dengan badan gemetar sambil membungkuk dan mencari cari sesuatu. Ia berjalan menuju kepingan emas tersebut, dan terlihat dengan wajah berseri memungut benda tersebut, dan memasukannya kedalam sakunya dan pergi kembali. Syaikh Muhammad segera bangkit menyusul ulama itu, setelah mengucapkan salam ia bertanya tentang kepingan emas yang baru diambilnya itu.
Orang tua itu menjawab: ” Aku dikaruniai Allah seorang anak yang baru lahir. Aku tidak memiliki uang untuk sewa rumah. Aku pergi kepada seseorang untuk meminjam uang, ia meminjami aku kepingan emas itu. Lalu aku pergi kepasar untuk membeli kebutuhan sehari hari. Ketika aku hendak menjual kepingan emas yang dipinjamkan seseorang tadi ternyata kepingan emas itu sudah tidak ada. Aku yakin emas itu terjatuh dijalan. Aku kembali menelusuri jalan yang pernah ku lalui sampai akhirnya aku menemukan kembali kepingan emas yang hilang itu” Syaikh Muhammad tercengang mendengar penuturan orang tua itu. Demikianlah jika Allah menjaga harta orang mukmin tidak ada yang bisa mengambil harta itu darinya. (more…)
Popularity: 15% [?]

