Archive for the ‘KEKUATAN SHOLAT DAN DZIKIR’ Category
PANDUAN SHALAT KHUSUK
I. DASAR SHOLAT KHUSUK
Sholat adalah ibadah yang diwajibkan Allah bagi umat Islam , minimal dilakukan 5 kali sehari semalam. Sholat yang dilakukan dengan tepat, benar dan khusuk memberikan efek positip bagi jasmani dan rohani seseorang. Sebaliknya sholat yang dilakukan tidak dengan tepat dan benar , tidak akan memberikan efek yang berarti bagi jasmani maupun rohani yang bersangkutan.
Rasulullah mengingatkan dalam salah satu hadist dari Amar bin Yasir ra ia mendengar Rasulullah saw bersabda: ”Sesungguhnya seseorang yang selesai dari sholatnyaia tidak mendapatkan pahala kecuali hanya sepersepuluh, sepersembilan, seperdelapan,sepertujuh, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga dan seperdua shalatnya itu” ((Abu Dawud).
Hadist diatas menggambarkan kondisi sholat kebanyakan orang, mereka mengerjakan sholat tapi tidak mendapat manfaat dari sholatnya itu selain hanya sepersepuluh atau lebih dan kurang dari itu. Hal itu terjadi karena tingkat kekhusukan yang berbeda. Allah menilai sholat seseorang dari kekhusukannya, banyak orang yang mengerjakan sholat namun dilakukan hanya sekedar memenuhi kewajiban dan dilaksanakan tidak dengan khusuk. Allah mengingatkan dalam salah satu hadist Qudsi
. Allah ‘Azza wajalla berfirman (hadits Qudsi): “Tidak semua orang yang shalat itu bershalat. Aku hanya menerima shalatnya orang yang merendahkan diri kepada keagunganKu, menahan syahwatnya dari perbuatan haram laranganKu dan tidak terus-menerus (ngotot) bermaksiat terhadapKu, memberi makan kepada yang lapar dan memberi pakaian orang yang telanjang, mengasihi orang yang terkena musibah dan menampung orang asing. Semua itu dilakukan karena Aku.” “Demi keagungan dan kebesaranKu, sesungguhnya bagiKu cahaya wajahnya lebih bersinar dari matahari dan Aku menjadikan kejahilannya kesabaran (kebijaksanaan) dan menjadikan kegelapan terang, dia berdoa kepada-Ku dan Aku mengabulkannya, dia mohon dan Aku memberikannya dan dia mengikat janji dengan-Ku dan Aku tepati (perkokoh) janjinya. Aku lindungi dia dengan pendekatan kepadanya dan Aku menyuruh para Malaikat menjaganya. BagiKu dia sebagai surga Firdaus yang belum tersentuh buahnya dan tidak berobah keadaannya.” (HR. Ad-Dailami)
Dalam hadist lainya Rasulullah juga mengingatkan :
. Yang pertama-tama diangkat dari umat ini ialah khusyu’ sehingga tidak terlihat seorangpun yang khusyu’. (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)
Sholat yang dilakukan dengan Khusuk dan benar akan memberikan efek positip pada jasmani, rohani dan kehidupan sehari hari yang segera bisa dirasakan didalam sholat maupun setelah selesai sholat antara lain:
MENGATASI GANGGUAN JIN , SIHIR , TENUNG DAN SANTET DENGAN TADABBUR QUR’AN
Oleh Fadhilza.
Gangguan Jin ,sihir , tenung dan santet dalam kehidupan manusia sudah ada jauh sebelum Al-Qur’an diturunkan. Para Nabi dalam berdakwah selalu mendapat perlawanan dan tantangan dari para ahli sihir dan syetan dari golongan Jin. Nabi Musa berhadapan dengan tukang sihir yang dikumpulkan oleh Firaun, namun Nabi Musa bisa mengalahkan kekuatan sihir tersebut dengan Mukjizat tongkat yang diberikan Allah padanya .
Rasulullah sendiri juga pernah mengalami gangguan dari kekuatan sihir yang dikirim orang Yahudi padanya. Aisyah ra menceritakan bahwa Rasulullah sering mengalami seperti mengerjakan sesuatu padahal ia tidak pernah mengerjakan suatu apapun . Ini akibat perbuatan sihir yang dikirimkan oleh seorang Yahudi padanya. Allah memusnahkan kekuatan sihir tersebut dengan menurunkan surat Al Falaq dan surat An Nass pada Rasululah. Pada zaman modern ini ternyata masih banyak orang yang menggunakan kekuatan sihir, dan meminta pertolongan Jin untuk mencelakakan orang yang tidak disukainya secara halus.
Tentang kejahatan dengan menggunakan kekuatan sihir dan tenung ini diceritakan Allah dalam surat Al Baqarah ayat 102.
LATIHAN BERDIALOG DENGAN ALLAH
Oleh Fadhil ZA
Rasulullah mengatakan :” Assholatu mi’rojul mumkminiin…shalat adalah mi’rajnya orang mukmin” Shalat diumpamakan sebagaimana halnya Nabi mi’raj. Seorang hamba diperjalankan untuk datang, mendekat, menemui Tuhannya. Dalam mi’raj itu, Nabi berdialog dengan Allah dan menerima perintah shalat.
Shalat secara bahasa berarti do’a. Doa pada hakikatnya merupakan bentuk dialog antara manusia dengan Allah Swt. Ketika seseorang shalat, hakekatnya ia sedang bertemu dan berdialog dengan Allah Swt.. Oleh karena itu secara hakiki fungsi shalat dan mi’raj sama yaitu bertemu dan berdialog dengan Allah Swt.
Ketika kita bertakbir dan memuji Allah, sesungguhnya Allah menjawab pujian itu. Ketika kita membawa surat Al Fatihah, sesungguhnya Allah meresponnya, sebagaimana dinyatakan dalam satu hadits qudsi dari hadits riwayat Muslim dari Abu Hurairah ra bahwa ,Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Aku membagi shalat (yakni surat Al-Fatihah) menjadi dua bagian, separuh untuk-Ku dan separuh untuk hamba-Ku. Apabila ia membaca: ‘Segala puji bagi Allah’. Maka Allah menjawab : ‘Hamba-Ku telah memuji-Ku’. Apabila ia membaca : ‘Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang’. Maka Allah menjawab: ‘Hamba-Ku telah menyanjung-Ku’. Apabila ia membaca : ‘Penguasa hari pembalasan’. Maka Allah menjawab: ‘Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku’. Apabila ia membaca: ‘Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan’. Maka Allah menjawab : ‘Ini separoh untuk-Ku dan separoh untuk hamba-Ku’. Apabila ia membaca : ‘Tunjukilah kami kepada jalan yang lurus’. Maka Allah menjawab : ‘Ini untuk hamba-Ku, akan Aku kabulkan apa yang ia minta.’”
Didalam shalat sebenarnya telah terjadi dialog antara seorang hamba dengan Tuhannya, namun kebanyakan orang tidak merasakan hal ini. Kebanyakan orang shalat dengan tergesa gesa dan tidak mengerti bacaan yang diucapkan dalam shalat, sehingga suasana dialog yang seharusnya terjadi tidak terlaksana.
Dalam dialog antara kita dengan seseorang terjadi komunikasi dua arah kita menyampaikan hajat dan maksud kita kepada lawan bicara dengan sungguh sungguh . Seluruh fikiran , perasaan dan sel tubuh kita fokus pada apa yang kita sampaikan dengan ucapan kita. Semua ini bisa dirasakan oleh fikiran, perasaan dan getaran tubuh kita.
Selanjutnya kita menerima reaksi, atau tanggapan dari lawan bicara kita yang bisa kita terima dan rasakan dengan fikiran, perasaan maupun getaran tubuh kita. Reaksi yang kita terima bisa berupa hal yang menyenangkan (senyuman, ungkapan kasih, persetujuan dll) atau bisa juga hal yang tidak menyenangkan( makian, umpatan, penolakan,kemarahan dll). Semua raksi itu bisa dirasakan oleh fikiran perasaan dan setiap sel tubuh kita.
Dalam berdialog dengan Allah seharusnya proses seperti diatas juga terjadi , walaupun kita tidak bisa melihat Allah secara fisik. Karena pada kenyataannya dalam pembicaraan dengan seseorang yang tidak bisa kita lihat secara fisik dan dipisahkan oleh jarak yang amat jauh (misalnya di Eropa) melalui telepon (HP) proses seperti diatas tetap bisa juga terjadi.
Apakah anda sudah pernah merasakan berdialog dengan Allah, dan mendapatkan suasana yang akrab dan mesra seperti yang digambarkan diatas??. Jika belum ….latihlah diri anda untuk mendapatkan suasana dialog yang begitu akrab dengan Allah penguasa alam semesta yang maha tinggi. Setiap orang yang punya kemauan insya Allah bisa mendapatkannya.
KEUTAMAAN DZIKIR DAN ANJURAN MENGERJAKANNYA
Dzikir mengingat Allah adalah kegiatan yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan dimana saja ketika berdiri , duduk dan berbaring . Bagi anda yang ingin memotivasi diri agar giat berdzikir mengingat Allah setiap saat , berikut ini kami sampaikan beberapa ayat Qur’an dan Hadist tentang keutamaan dzikir mengingat Allah yang kami kutip dari http://opi.110mb.com Mudah mudahan dapat memotivasi anda untuk giat berdzikir mengingat Allah setiap waktu sepanjang tarikan napas.
Berdzikirlah pada Allah sampai tarikan nafas yang terkahir.


Allah Ta’ala berfirman: “Dan sesungguhnya berdzikir kepada Allah itu adalah lebih besar -keutamaannya-.” (al-’Ankabut: 45)
Allah Ta’ala juga berfirman: “Maka berdzikirlah engkau semua kepadaKu, tentu Aku akan ingat padamu semua.” (al-Baqarah: 152)
Allah Ta’ala berfirman pula: “Dan berdzikirlah kepada Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan takut dan bukan dengan suara keras, di waktu pagi dan petang dan janganlah engkau termasuk orang-orang yang lalai” (al-A’raf: 205)
Allah Ta’ala berfirman lagi: “Dan berdzikirlah engkau semua kepada Allah dengan sebanyak-banyaknya, supaya engkau semua berbahagia.” (al-Jumu’ah: 10)
Allah Ta’ala juga berfirman: “Sesungguhnya orang-orang Islam, lelaki dan perempuan,” sampai kepada firman Allah Ta’ala: “Dan orang-orang’yang berdzikir kepada Allah, lelaki dan perempuan dengan sebanyak-banyaknya, maka Allah menyediakan kepada mereka itu pengampunan serta pahala yang besar.” (al-Ahzab: 35)
BERDO’A DENGAN ASMAULHUSNA
Oleh fadhil ZA

180. Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (Al A’raaf 180)
Allah menganjurkan kita untuk berdoa padaNya dengan menyebut asmaulhusna sebagaimana disebutkan dalam surat Al A’raaf 180 diatas. Berdoa dilakukan dengan menyebut Asmaulhusna misalnya ya Rahman, ya Rohim , ya Malik dan seterusnya secara berulang ulang hingga hati dan fikiran betul betul fokus pada kalimat asmaulhusna tersebut. Kemudian ucapkan do’a yang sesuai dengan pengertian kalimat asmaulhusna yang diucapkan
Misalnya asmaulhusna ya Rozak…diikuti dengan do’a mohon rezeki, ya Ghoffar diikuti dengan istighfar, ya Aziz mohon kekuatan dan perlindungan dari Allah ….demikian seterusnya. Berikut ini kami berikan beberapa contoh berdo’a dengan menyebut kalimat Asamaulhusna.
1. Ya Rahman ( Wahai yang Maha Pengasih),
Baca kalimat ya Rahman berulang ulang hingga hati dan fikiran fokus pada sifat Allah yang Maha Pengasih. Selanjutnya baca do’a :” bi Rohmatika ya Ar Raharroohimiin irhamna…irhamna…irhamna …dengan rahmatMu wahai yang maha pengasih dan maha penyayang…kasihi kami (3x). Boleh dilanjutkan dengan do’a dari surat Al Israk ayat 80

Wa qur robbi adkhilni mudkhola shiddqi wa akhrijjni mukhrojashidqi waj alli milladunka shultoonan nashiiro
80. Dan katakanlah: “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.
Khasiat dan manfaat:
Insya Allah dengan membaca do’a ini secara rutin akan selalu mendapat rahmat dan kasih sayang Allah. Selalu mendapat keberuntungan dan berbagai kemudahan dalam menjalani kehidupan. Dimasukan ketempat yang mulia dan terhormat, keluar dari situ masuk ketempat yang lebih baik lagi. Selalu terhindar dari hal yang dapat mendatangkan berbagai kesulitan seperti orang yang keluar dari mulut singa , masuk mulut buaya selalu dirudung kesulitan dan kesengsaraan dimanapun berada.
LATIHAN DZIKIR PERNAPASAN KONSENTRASI
Oleh Fadhil ZA
Dzikir Pernapasan Konsentrasi lazimnya dilakukan sambil duduk bersila dilantai atau duduk diatas kursi. Pernapasan konsentrasi dilakukan dengan menarik napas perlahan hingga memenuhi ruang paru paru, kemudian menahan napas selama yang bisa dilakukan , selanjutnya menghembuskan napas perlahan hingga paru paru kosong, demikian seterusnya . Pernapasan konsentrasi digunakan untuk menyatukan atau mensinkronkan fikiran dan hati ketika berdo’a atau berdzikir .
Dzikir Pernapasan konsentrasi membuat fikiran dan hati (perasaan) lebih fokus pada kalimat yang dibaca didalam hati (selftalk). Banyak orang yang mengalami kegagalan dalam berdo’a karena fikiran dan hatinya tidak fokus pada kalimat yang dibaca atau diucapkan dalam berdo’a. Allah tidak menerima do’a yang dipanjatkan oleh orang yang hati dan fikirannya tidak fokus atau lalai.
Dzikir pernapasan konsentrasi dilakukan sambil membaca kalimat dzikir dan do’a ketika menarik, menahan dan menghembuskan napas. Ketika menarik napas umumnya dibaca kalimat tahlil, tasbih, tahmid, istighfar, asmaulhusna atau kalimat hasbalah. Ketika menahan napas dibaca kalimat dzikir atau do’a yang umum diajarkan Rasulullah, dari Qur’an atau do’a yang disusun sendiri sesuai kebutuhan. Ketika menghembuskan napas baca beberapa kalimat sebagai berikut :
1. “ Laa ilaaha illallahu wahdahu laasyariikalah lahuu mulku walahulhamdu , yuhyii wayumiitu wahuwa ala kulli syai’inkodir….Tidak ada Tuhan selain Allah yang Esa , tiada sekutu bagiNya, bagiNya kerajaan dan bagiNya pujian, Dia yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia maha kuasa atas segala sesuatu”
2. “Laa haula wala kuwwata illa billahil aliyyil adziim……tiada daya dan kekuatanku melainkan dengan pertolongan Allah “
3. Taqobbal minna du’a aana ya arhamar rohiimin, kay nusabbihaka katsiro wanadzkuroka katsiro innaka kunta bina bashiro……perkenankan do’a kami wahai yang maha pengasih dan penyayang, agar kami tasbih dengan sebanyak banyaknya padaMu, dan agar kami ingat padaMu dengan sebanyak banyaknya, sesungguhnya Engkau maha melihat keadaan kami
LATIHAN DZIKIR PERNAPASAN RELAKSASI
Oleh Fadhil ZA
Dzikir Pernapasan relaksasi bisa dilakukan ketika berdiri, duduk dan berbaring. Pernapasan relaksasi dilakukan dengan menarik napas perlahan hingga memenuhi ruang paru paru kemudian menghembuskan napas perlahan hingga paru paru kosong, demikian seterusnya tanpa melakukan penahanan napas baik ketika paru paru penuh maupun kosong. Pernapasan relaksasi digunakan untuk melatih paru paru melakukan pernapasan sempurna , sehingga paru paru bekerja secara maksimal menghirup dan menyalurkan oxigen dan energi hayati keseluruh tubuh.
Dzikir Pernapasan relaksasi memberikan suasana tenang dan nyaman pada fikiran dan hati (perasaan) . Dzikir Pernapasan relaksasi sangat baik dilakukan untuk mendekatkan diri pada Allah dengan membaca pujian atau ayat Qur’an yang bersifat memantapkan tauhid didalam hati (tidak bersuara).
Dzikir Pernapasan relaksasi berdiri
Latihan didahului dengan peregangan dan dilanjutkan dengan gerakan senam pernapasan , sambil membaca kalimat toyyibah dan dizikir didalam hati. Ketika menarik napas bisa dibaca kalimat istighfar, tasbih, tahmid, tahlil atau asmaulhusna. Ketika menghembuskan napas bisa dibaca ayat tauhid atau do’a dari Al-Qur’an . Bisa juga dibaca salah satu dari kalimat toyyibah sebagai berikut atau kalimat toyyibah lainnya :
“ Laa ilaaha illallahu wahdahu laasyariikalah lahuu mulku walahulhamdu , yuhyii wayumiitu wahuwa ala kulli syai’inkodir….Tidak ada Tuhan selain Allah yang Esa , tiada sekutu bagiNya, bagiNya kerajaan dan bagiNya pujian, Dia yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia maha kuasa atas segala sesuatu”
“Laa haula wala kuwwata illa billahil aliyyil adziim……tiada daya dan kekuatanku melainkan dengan pertolongan Allah “
“Layyusiibana illa maa kataballahulana, huwa maulana , rabbannas, rabbalmalaikatu warruh, wa robbassamawaati wal ardhi……tidak akan menimpa kami kecuali apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami, Dialah penolong kami, Tuhan manusia, Tuhan malaikat dan ruh , Tuhan langit dan bumi. “
Contoh Gerakan senam pernapasan bisa di down load dan dibaca pada artikel tentang peragaan senam pernapasan dzikrullah di blog ini
TASBIH, TAHMID, TAHLIL, TAKBIR DAN ISTIGHFAR DALAM AL-QUR’AN
Oleh Fadhil ZA
Mengucapkan tasbih, tahmid , tahlil, takbir dan istighfar adalah sesuatu yang sangat dianjurkan dan diperintahkan Allah dalam Qur’an. Kalimat toyyibah tersebut dapat meningkatkan iman dan takwa serta mensucikan diri dari berbagai kotoran dan dosa. Banyak membaca kalimat tersebut juga dapat menjaga dan memelihara diri dari jeratan tipu daya syetan yang menyesatkan.
TENTANG TASBIH (Mensucikan Allah)
Ayat ke 1

1- Bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (As Shaaf 1)
Ayat ke 2

130- Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang. (Thaha 130)
PERINTAH DZIKIR DAN DO’A DALAM QUR’AN DAN HADIST
Oleh Fadhil ZA
Allah telah memerintahkan kita untuk banyak berdzikir dan berdo’a didalam Al Qur’an dan hadist yang disampaikan Rasulullah. Sholat adalah salah satu kegiatan Dzikir & Do’a yang diwajibkan bagi umat Islam. Diluar kegiatan sholat Allah juga memerintahkan agar kita memperbanyak dzikir dan do’a baik ketika berdiri , duduk dan berbaring dimanapun kita berada. Dzikir dan do’a dapat membentengi diri dari jeratan tipu daya syetan dan berbagai kejahatan yang selalu mengancam dimanapun kita berada. Praktek dzikir dan do’a juga merupakan investasi berharga bagi kehidupan dunia dan akhirat, ini merupakan usaha atau jalan untuk mendekatkan diri pada Allah swt. Beberapa perintah agar kita berdzikir dan berdo’a didalam Qur’an dan hadist antara lain sebagai berikut dibawah ini :
Kumpulan ayat Qur’an
Ayat ke 1 :

41- Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. 42- Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. (Al Ahzab 41-42)
Ayat ke 2

152- Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) -Ku. (Al Baqarah 152)
BERDZIKIR SETIAP SAAT SAMBIL BERDIRI, DUDUK DAN BERBARING
Oleh Fadhil ZA

103. Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.
(An Nisa 103)
Memperhartikan firman Allah diatas maka berdzikir mengingat Allah merupakan kegiatan utama yang harus dilakukan oleh setiap orang beriman sesudah sholat disamping aktifitas lainya yang dilakukan sehari hari. Dzikir mengingat Allah bisa dilakukan kapan saja, dimana saja sedangkan sholat merupakan salah satu kegiatan dzikir yang harus dilakukan dengan cara dan waktu yang telah ditetapkan.
Allah memerintahkan kita untuk berdzikir mengingat-Nya ketika berdiri, duduk dan berbaring, bagaimana mungkin kita dapat melakukannya? Bukankah kita banyak aktifitas lainnya yang membutuhkan energi pemikiran dan tenaga serta menyita seluruh perhatian kita?.
Paham sekuler selalu berusaha memisahkan kegiatan keagamaan dan ketuhanan dengan masalah duniawi. Ketika bekerja jangan ingat Tuhan, ketika beribadah lakukanlah dengan sungguh sungguh jangan ingat masalah dunia. Memisahkan urusan dunia dengan ibadah adalah ajaran paham sekuler. Islam mengajarkan menyatukan masalah ibadah dengan kegiatan aktifitas duniawi. Seluruh aktifitas duniawi yang dilakukan semata mata karena Allah sudah merupakan kegiatan ibadah bagi seorang Muslim. Allah tidak menjadikan Jin dan manusia semata mata untuk mengabdi dan menyembah padanya sebagaimana disebutkan dalam surat Adz Dzariyat ayat 56.

56. Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi padaKu ( Adz Dzariyat 56)


