JAGAD RAYA DAN TATA SURYA

You may also like...

1 Response

  1. sayyid says:

    Assalamualaikum wr.wb,
    pak fadhil zainal abidin,

    Memang tepat sekali bahwa penciptaan langit dan bumi dan segala isinya secara totalitasnya dengan enam(6) masa.
    Pada beberapa ayat, diantaranya di QS. Qaf ayat 38 yang berbunyi, “Dan sungguh, kami telah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan kami tidak merasa letih sedikitpun.”

    fase pertama(1) adalah bersangkutan dengan ayat :
    “Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya…”(Q.S. AlAnbiya [21] :30)

    dengan ayat ini banyak orang menyangka bahwa kejadian alam semesta karena big bang.

    saya berpendapat bahwa ini kurang tepat karena kejadian ini terjadi setelah penciptaan langit dan bumi,padahal langit dan bumi saat itu belum terwujud.
    dengan ayat ini banyak orang/ilmuwan berpendapat bahwa penciptaan alam semesta terjadi karena big bang.(ini adalah pendapat yg salah).

    Ayat yg tepat yg kita gunakan untuk penciptaan langit dan bumi adalah dari surat Hud ayat 7.
    Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah `Arsy-Nya sebelum itu di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati”, niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata”.

    Dengan ayat ini jelas sekali bahwa sebelum penciptaan langit dan bumi ,Arsy Allah berada di atas air.
    Dengan ayat ini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa:

    yg padu itu tidak selalu mengartikan padat.
    langit dan bumi pada mulanya bersal dari unsur yg satu, yaitu air (sesuatu yg cair) kemudian menjadi 2 benda yg berlainan yaitu atom dan asap(dukhan) hidrogen.
    pada awalnya kedua bahan ini ritqun (bersatu padu) kemudian terpecah(fatqun). Dari atom terbentuk bakal bumi dan dari asap(dukhan) hidrogen terbentuk bakal langit.

    tentu kita bertanya mengapa air(sesuatu yg cair) dan bukan sesuatu yg padat?
    sebelum penciptaan langit dan bumi, Allah telah menciptakan malaikat dan jin dahulu dengan suhu yg amat panas.
    “Kabut alam semesta” itu sendiripun terdiri dari segala materi lahiriah-nyata-fisik penyusun seluruh alam semesta ini, dalam bentuk ‘uap’ dari unsur terkecilnya (‘Atom’). Atom juga adalah bentuk setiap materi-benda dalam keadaannya yang paling panasnya. Dan seluruh Atom di alam semesta ini bercampur-baur, bertumbukan dan bergerak dengan amat sangat bebas dan cepat ke segala arah, akibat dari adanya “energi awal alam semesta” yang amat sangat panas tersebut.
    Tentu saja setiap Atom itupun tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, akan tetapi jika telah bercampur dalam jumlah yang amat sangat banyak seperti di atas, maka bentuknya akan berupa ‘kabut atau asap’. Sedang jika dilihat dari dekat, asap atau kabut itupun tetap tidak terlihat mata telanjang. Secara sederhananya, “kabut alam semesta itu adalah kabut dari atom-atom gas hidrogen yang sedang terbakar”.

    Hal inilah yang dimaksud dalam surat Al-Anbiyaa’ ayat 30 di atas, tentang “masih bersatu-padunya langit dan Bumi” pada saat awal penciptaan alam semesta ini, karena Bumi, beserta segala benda langit lainnya (bintang, planet, komet, meteor, dsb) memang masih melebur dan menyatu dalam ‘suatu kabut’ (atau sama-sekali belum berwujud).
    Segala zat ciptaan-Nya di seluruh alam semesta ini (benda mati dan makhluk hidup, nyata dan gaib) pasti berasal dari suatu ketiadaan, lalu diciptakan oleh Allah, Yang Maha pencipta dan Maha kuasa.
    Teori big bang berkesimpulan bahwa langit dan bumi pada mulanya adalah subjek dari status ratq. Keduanya lalu dipisahkan (fataqa) satu sama lain. Menariknya, ketika mengingat kembali tahap-tahap awal peristiwa Big Bang, kita memahami bahwa seluruh materi di alam semesta terkumpul pada satu titik tunggal.

    Dengan kata lain, segala sesuatu, termasuk “langit dan bumi” yang saat itu belum diciptakan, juga masih dalam keadaan menyatu dan tidak terpisah dalam titik tunggal ini. Kemudian, titik ini meledak dahsyat dan menyebabkan materi-materi yang dikandungnya terpisah.Aneh kan.

    Fase kedua(2) dan seterusnya sampai ke enam(6), saya singkatkan saja dengan surat fushilat ayat 9 s/d 12.

    surat fushilat ayat 9/10
    Katakanlah: “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itulah Tuhan semesta alam”.Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni) nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.

    arti ayat ini sbb.
    penciptaan bumi (kadar makanan untuk penguhninya dsb beserta matahari,bulan dan planit-planit disekitar galaksi kita dalam 4 masa).

    Lantas Allah menuju ke penciptaan tujuh langit,
    surat fushilat ayat 11/12
    Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

    setelah pemisahanyg pertama antara galaksii kita(bumi, matahari,bulan dan seluruh planit2) dengan tujuh langit(bima sakti), Allah memerintahkan kepada bumi(galaksi kita) dan tujuh langit(bima sakti) agar mendekat karena Allah bermaksud untuk menghiasi langit pertama dengan bintang-bintang.

    ada dua pengartian langit dalam alquran.

    -yg pertama yaitu 7 lapisan langit pada galaksi kita surat al mulk ayat 3.
    Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?

    lapisan yg ke tujuh dalam galaksi kita (magnetosfir) berjarak kira-kira 30.000km dari bumi.

    -dan yg kedua yaitu tujuh langit (bima sakti) dimana langit yg terdekat dihiasi oleh Allah dengan bintang-bintang.
    surat fushilat ayat11/12.
    Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

    langit yg terdekat dari ke tujuh langit(bima sakti) ini berjarak kira-kira 4.5 tahun cahaya dari bumi.

    sebenarnya Allah sangat jelas dengan firmanNYA.

    wassalamualaikum wr.wb,
    ustad sayyid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>