BAHAYA BERTEMAN DENGAN BANGSA JIN

You may also like...

12 Responses

  1. Fong says:

    Assalamualaikum wr.wb
    Ustad saya seorang muslim bawaan lahir ilmu saya tidaklah seberapa tetapi insyaallah saya memiliki akal yang tajam, menurut pendapat saya seseorang menganggap sesuatu benar jika ia tidak melihat seluruh aspek yang ada bahkan 1 titik permasalahan jika ia tidak melihatnya maka beranggapan bahwa ia benar dan menganggap benar,pernyataan ustad tentang dalil dan hadist diatas memanglah benar tetapi apakah ustad yakin bahwa kita tidak boleh berteman dengan sesama muslim seperti jin…suatu hari keluarga saya mempunyai masalah yang ditimbulkan oleh saudara sendiri lalu ia menyakiti ibu saya dengan cara kedukuan dan memberikannya jin yang merusak tubuh ibu…bagaimanakah pengobatan ibu saya Taukah engkau ustad sudah 2 bulan ibu saya sakit berdoa dan berusaha kedokter tetapi belum juga sembuh kami tidak terlalu mempercayai suatu hal seperti perdukunan/ilmu ghaib ( bukan berarti kami tidak mempercayainya )…singkat cerita ibu saya sembuh oleh kakek kami yang memiliki ilmu batin/dan ilmu hati ( bukan ilmu kebal )maksud saya tarekat yang dibawa oleh ajaran syekh Abdul Qodir Jaelani,,,Allah mendengar doa hambanya dan menggerakkan hati seseorang untuk menyembuhkannya yang mempunyai ilmu/karomah seperti kakek saya ( yang juga berteman dengan bangsa jin muslim ),,,ini email saya kita bisa berbincang ustad buanglah postingan ini karena sesuatu hal tidak bisa dianggaplah benar ( berdasarkan pengalaman ustad tidaklah hal yang sama seperti postingan ini karena yang ustad temani ialah jin kafir…..)
    Dan juga tidaklah meminta sesuatu hal kepada jin muslim melainkan hanya silaturahmi dan berbincang bincang untuk mendalami Islam…
    Assalamualaikum wr,wb

    • Fadhil ZA says:

      Wa alaikum salam

      Banyak ayat Qur an yang mengingatkan kita agar berhati hati berhubungan dengan bangsa jin antara lain di surat Al A’Raaf ayat 27 :

      27. Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.

      Dan didala m surat al Ji n ayat 6 :
      6. Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan[1523] kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan

      Berteman dengan manusia yang bisa kita lihat saja kita masih bisa terkecoh , apalagi berteman dengan bangsa jin yang tidak bisa kita lihat. Kita perlu waspada dan hati hati dalam hal ini , Al Qur an sudah mengingatkan hal itu.

  2. Rizqy says:

    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarokatuh.
    Jin dan setan itu tidak sama pak.
    Setan adalah bagian dari bangsa jin, tapi tidak semua jin adalah setan.
    Ayat yg bapak kutip itu adalah ayat yg memerintahkan waspada terhadap setan.
    Intinya sih kalo menurut saya tidak masalah kalo sekedar berteman atau bersilaturahmi dgn jin yg muslim.
    Trus taunya dia muslim atau nggak gimana? Ya sebagaimana halnya kita berteman dgn manusia, kita bisa tau teman kita itu baik atau jahat, muslim atau kafir, adalah dgn cara memperhatikan perkataan dan perbuatannya.
    Dalam hal perbuatan, ok lah misalkan kita tidak bisa melihatnya, tapi kan kita bisa merasakan dampak/efek dari kehadirannya, jika dirasakan kehadiran dia membawa pengaruh buruk, ya berarti mereka itu jin yg jahat. Tapi kalo sebaliknya ya berarti mereka jin yg baik, dan jika ini yg terjadi maka tidak masalah tetap melanjutkan pertemanan dgn jin tsb.
    Wassalam.

  3. Rizqy says:

    Maaf tadi ada yg lupa,
    Al A’râf : 27 itu kan peringatan dari Allah agar jangan sampai kita terperdaya oleh syaithan.
    Dan Al Jinn : 6 itu sekedar pemberitahuan dari Allah bahwa dulu ada kejadian beberapa laki2 dari kalangan jin menyesatkan beberapa laki2 dari kalangan manusia yg meminta pertolongan kpd mereka.
    Ayat itu bisa dipahami sbg suatu peringatan dari Allah agar berhati2 dalam bergaul dgn mereka. Intinya berteman asalkan dgn jin yg benar2 muslim dan baik, maka itu tidaklah salah.
    Note: Saya orang awam, sama sekali tidak memiliki kontak dgn makhluk2 halus, tapi setidaknya saya yakin dan setuju bahwa pertemanan antara jin dan manusia tidak bisa diharamkan ataupun dimakruhkan, karena tidak ada dalil pelarangannya. Intinya cukup bersikap hati2 sebagaimana halnya kita berteman dgn sesama manusia.
    Wassalam.

  4. sayyid says:

    Assalamualaikum wr.wb,

    sdra.Rizqy,

    Kita adalah keturunan adam dan hawa dan jin adalah keturunan iblis yaitu nenek moyangnya para jin.
    Allah perintahkan iblis(jin) agar menghormati Adam tetapi iblis enggan.
    Apakah kamu pantas berteman kepada nenek jin yg nota bene nenek moyangnya tidak mau menghormati nenek moyangmu.Allah S.W.T telah memberikan sinyal disini.

    syeitan itu adalah kata sifat dari manusia dan jin yg zholim .
    Tidak ada satu kitabpun yg diturunkan oleh Allah S.W.T untuk kaum jin sebelum Alquran, apa sebab?
    Alquran adalah rahmat yg Allah S.W.T untuk seluruh ciptaanNYA termasuk kaum jin, ini adalah kesempatan bagi mereka untuk menerima rahmat walapun nenek moyang mereka telah membangkang kepada Allah.

    Allah maha pengasih dan maha penyayang, walaupun iblis akan masuk neraka tetapi belum tentu keturunannya juga demikian ,karena ada juga diantara mereka yg sayang Allah S.W.T

    Wassalamualaikum wr.wb,

    ustadz sayyid habib yahya

    • Rizqy says:

      Maaf, bisa sertakan dalilnya bahwa Iblis adalah nenek moyang bangsa jin?
      Yg jelas di Al-Qur’an dikatakan bahwa iblis adalah dari golongan jin. Bukan nenek moyang nya golongan jin.

  5. Rizqy says:

    Maaf, bisa sertakan dalil (ayat Al Qur’an atau hadist shahih) bahwa Iblis adalah nenek moyang bangsa jin?
    Yg jelas di Al Qur’an dikatakan bahwa iblis adalah dari golongan jin. Bukan nenek moyang nya golongan jin.
    wa kaana minal jinni (dan dia adalah dari [golongan] jin).
    Al Kahfi : 50

    • sayyid says:

      Assalamualaikum wr.wb,

      Sdra.Rizqy,
      Anda telah berikan dalilnya :
      (50). وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ ۗأَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ ۚبِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا
      Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zalim.

      Tetapi anda tidak mengerti artinya.

      Arti ayat ini adalah:
      iblis adalah golongan jin dan bukan golongan malaikat.
      malaikat diciptakan banyak karena tidak memiliki nafsu(tidak memiliki keturunan)

      iblis memiliki nafsu oleh sebab itu dia beranak pinak seperti manusia.
      ayat diatas sudah jelas Allah firmankan agar jangan mengambil jin sebagai teman apalagi mengambil mereka sebagai pemimpin selain Allah.

      InshaAllah anda mengerti,

      wassalamualaikum wr.wb,

      ustadz sayyid habib yahya

  6. Rizqy says:

    Maaf tadi saya salah tulis cuplikan ayat.
    Yg benar:
    kaana minal jinni (dia adalah dari [golongan] jin).
    Maklum saya bukan hafizh..

  7. Rizqy says:

    @ustadz sayyid
    Maaf, kalo begitu menurut saya yg tepat adalah apa yg jelas2 dikatakan dalam ayat tsb:
    Iblis DARI golongan jin. Bukan nenek moyang jin.
    ..kaana minal jinni. (..dia adalah dari [golongan] jin.) Al Kahfi : 50.
    Pernyataan dalam Al Qur’an bahwa iblis adalah dari golongan jin.
    Atau dgn kata lain, iblis hanyalah salah satu pribadi dari golongan jin.
    Dan karena iblis itu sendiri hanyalah salah satu pribadi dari golongan jin (tidak mewakili keseluruhan golongan jin), maka jelas berarti ada jin2 lain yg bukan iblis dan keturunannya.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

  8. sayyid says:

    Assalamualaikum wr.wb,
    sdrku Rizqy,

    Allah S.W.T berfirman :
    Kami berfirman, “Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran alas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

    makna turun kamu semuanya adalah: adam.hawa dan iblis

    karena mereka bertiga berbuat zholim di surga dahulu.

    jika ada jin2 yg lain sudah tentu mereka berada di surga saat ini karena mereka tidak berbuat zholim.

    Dengan surat al jin di bawah ini jelaslah sudah bahwa iblis dan keturunannya memang tinggal di bumi:

    `Dan bahawa sesungguhnya kita (sekarang) mengetahui, bahawa kita tidak sekali-kali akan dapat melepaskan diri dari balasan Allah (walau di mana sahaja kita berada) di bumi, dan kita juga tidak sekali-kali akan dapat melarikan diri dari balasanNya (walau ke langit sekalipun).

    sekian dan terima kasih,

    wassalamualaikum wr.wb,

    ustadz sayyid habib yahya

  9. Rizqy says:

    @ustadz sayyid
    apa yg dikatakan dalam ayat Al Kahfi : 50 itu jelas bahwa iblis adalah dari golongan jin. Itu petunjuk yg nyata bahwa iblis adalah berasal dari golongan jin, bukan nenek moyang golongan jin. Allah tidak pernah menyatakan bahwa iblis adalah nenek moyang bangsa jin.
    http://almabrur.net/index.php/artikel/30-ssi

    Dan ayat yg bapak kutip dari surah Al Jinn itu tidak mewakili keseluruhan golongan jin, karena sejak awal surah dijelaskan bahwa yg berkata-kata dalam surah itu adalah sekelompok dari golongan jin. Yakni hanya mewakili sebagian dari golongan jin.

    Wassalamu’alaikum wr. wb.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>