CAHAYA ALLAH (NUR ILAHI) YANG MEMANCAR DARI TUBUH ORANG MUKMIN

You may also like...

13 Responses

  1. hairi says:

    as salam ustaz,sy mintak izin amalakan doa nur cahaya moga Allah merahmati ustaz dan seluruh umat islam…ALLAH HU AKHBAR

  2. nurul ardi says:

    sesungguhnya shalat itu mencegah perbuatan keji dan munkar,,,,mana tujuannya itu pak???kutub mana yg di tuju itu pak

  3. Julfirman says:

    Trim’s atas pencerahannya ..
    Begini ustadz, saya sedang mengikuti tarikat , sudah beberapa kali pertemuan. Saya merasa aneh dengan salah satu ritual yang mesti dilakukan oleh murid. Ritual itu adalah seorang murid harus di “pocong ” layaknya orang meninggal, dalihnya untuk membersihkan diri, dan memang sebelum nya saya diberi tau oleh salah seorang yang mengikuti tarikat itu kalau saya mau lkut tarikat syaratnya harus bawa kain kafan ( Orang jawa bilang kain mori) tapi saya tidak tanya untuk apa kala itu. Apakah yang demikian itu tergolong sesat ustadz, dan apakah Rasul sendiri pernah mengajarkan seperti itu ? Mohon pencerahannnya ustadz …

    • Fadhil ZA says:

      Wa alaikum salam

      Rasulullah tidak pernah mencontohkan hal seperti itu. Kalau untuk mensucikan diri Al Qur’an sudah mencontohkannya dengan banyak berdzikir mengagungkan nama Allah, bertasbih, bersedekah, istighfar, mengerjakan shalat dan puasa sunah, membiasakan membaca Qur’an dengan memahami maknanya setiap hari.

      Segalam amalan yang kita lakukan tanpa ada anjuran dan contoh dan Rasulullah diluar tanggung jawab beliau. Baik buruk amalan tersebut jadi tanggung jawab pelakunya masing masing.

  4. yudi says:

    Ass wr wb ..pak Uztad…

    Apa arti dari makna jika seseorang dari telapak tangan kanan dapat memancarkan sinar putih dgn bertuliskan “ALLAH”, dan di-dadanya bersinar putih terang dgn bertuliskan ” ALLAH” ..( bagi yang dapat melihat-nya)

    Mohon penjelasan-nya.

    ” Allah akan memberikan petunjuk-NYA kepada hamba-NYa yang mencari-nya.

    Amien

  5. aii says:

    Seseorang yg dekat dg saya sedang ingin bertaubat atas apa yg dia lakukan d masa lalunya.. dia sering mencari orang yg bisa mengajarkan ngaji kpadanya.. tp banyak yg menolak krena dg teman sendiri merasa canggung untuk mengajarkan…
    Hingga akhirnya dia menemukan seorang teman kuliahnya dahulu.. dia dikenalkan dengan seorang ustadz.. dia pun belajar mengaji setiap hari minggu.. katanya jika terlewati pada hari itu maka harus mengulang lagi atau mengikuti ditempat lain.. mereka menyebutnya bahwa sekarang dia masa dalam pembersihan diri.. untuk membersihkan diri dia harus melupakan masa lalunya dan dia harus meninggalkan semua yg berbau masa lalu entah itu barang2 dari seseorang atau apapun yang mengingatkan dirinya tentang masa lalu..
    Apakah bertaubat harus melakukan itu semua? Serta meninggalkan tanggung jawabnya juga tentang apa yang sudah dilakukannya dimasa lalu?

    • Fadhil ZA says:

      Wa alaikum salam

      Masa lalu itu ada dua macam, yang baik dan yang buruk. Untuk masa lalu yang baik harus sering kita ingat dan syukuri seperti kalimat yang banyak disebutkan didalam qur’an antara lai n di surat Fathir ayat 3

      3. Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kamu dari langit dan bumi ? Tidak ada Tuhan selain Dia; maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)?

      Namun untuk hal yang buruk harus segera kita lupakan, jangan hanya sibuk menyesali masa lalu hingga terjebak hanya memikirkan masa lalu saja. Perbanyak istighfar untuk perbuatan buruk yang pernah kita lakukan.

      Namun demikian saya tidak bisa memberikan penilaian pada metode yang mereka lakukan karena saya tidak mengenal tatacara mereka dengan baik.

  6. Mochamad suhendi says:

    Assallamuallaikum,pak ustadz izin mengamalkan..mudah” di ridho Allah swt…

  7. Alfatih says:

    سبحان الله وبحمده
    Semoga Allah Swt Senantiasa Menuntun, melindungi, Memberikan kekuatan lahir batin kepada Penulis Artikel ini ,.Aamiin…
    Tulisan yg sangat Bermanfaat dan Syarat dengan Ilmu… Trima kasih banyak Ustad.

  8. rizal says:

    assalamualaikum pak ustad,
    pak bayak yg mau saya tanyakan. saat ini saya berumur 39 tahun, pada saat sy umur 7 th sdh hapal surah an nur 35 atau yg pernah saya dengar ayat nur. pertanyaan saya apakah baek sy membaca ini disaat solat fardu? apakah baik mengamal an nur 35 ini? apakah jika saya membaca dan mengamalkan ini merupakan atau menjadi dalam ajaran tarikat atau sufi yg mana sy jg tdk mengerti?
    terimakasih pak ustad,
    wassalamualaikum

    • Fadhil ZA says:

      Wa alaikum salam

      Semua ayat Qur’an boleh dibaca didalam shalat , walaupun hanya satu ayat saja. Tidak ada larangan membaca ayat yang manapun dari al Qur’an untuk dibaca didalam shalat. Surat An Nur ayat 35 tidak ada hubungannya dengan aliran tarekat atau sufi manapun, itu adalah firman Allah. Bacalah dengan memahami dan menghayati maknanya.

  9. Ruang mAh Hamba Allah. says:

    APa ada lagi Ramadan wirid, Izmir dan do a untuk menambah cahaya Allah selain ya ini : Al-Bukhari 11/116 no.6316, dan Muslim 1/526, 529, 530, no. 763) ?. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>