KEKUATAN BERTAWAKAL PADA ALLAH

You may also like...

5 Responses

  1. Andini says:

    Assalamualaikum Wr. Wb, Pak Fadhil. Saya mohon bantuannya untuk menasehati saya mengenai kegundahan hati saya saat ini. Saya bersaudara 8 orang dan saya anak paling tua dan kami sudah berkeluarga semua. Setiap 1 minggu sekali kami pasti bertemu di rumah ibu kami(ayah sdh meninggal)untuk sholat berjamaah dan membaca yasin. Masalahnya saat ini saya baru menyadari bahwa sikap saudara-saudara saya tidak sesuai dgn tujuan semula. Saya merasakan bahwa mereka hanya bergaul dengan sesama level secara materi walaupun dibelakang kadang2 saya mendengar mereka membicarakan sesama mereka. Saya yang secara materi dibawah mereka hanya dipandang sebelah mata bahkan untuk menjawab salam atau tanya saya mereka enggan.Dan juga sikap mereka terlihat egois dalam tindakan. Saya merasa kecewa berat karena saya merasa selama ini saya sungguh2 dari hati bersikap terhadap mereka dan selalu menjaga perasaan mereka. Padahal saat ini saya berkeinginan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT baik dlm ibadah termasuk silaturahmi mengingat umur saya sudah 50 tahun.Saya tidak sanggup untuk terus datang berkumpul kalau hanya menyakiti perasaan saya dan keluarga saya. Dan saya merasa berdosa kepada Allah karena sering mengeluhkan hal ini kepada suami. Sebaiknya apa yang harus saya lakukan atau bersikap. Dan saya mohon pula dapat diemailkan amalan Al-Fatihan atau yang lain untuk dapat meningkatkan keimanan saya dan kesejahteraan hidup kami. Atas bantuannya saya ucapkan terima kasih banyak.

  2. Alhamdulillah…bisa membaca artikel ini. Sungguh, berTawakkal pada Allah SWT adalah suatu hal yang sering dilupakan orang. Terima kasih pak.

  3. ade luqman says:

    الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيّنْ

  4. Toni says:

    Assalamu’alaikum … mau tanya ustadz… saya memiliki hutang yang sangat besar…. saya sudah berusaha untuk meminjam kepada bank dan sanak saudara, dengan memberikan jaminan atas pinjaman tersebut, namun tidak satupun yang berhasil saya pinjam.

    Alhamdulillah kalau untuk shalat saya tidak pernah meninggalkan… zikir.. shalat Dhuha… hanya tahajjud yang belum rutin saya lakukan… Dalam doa saya juga memohon agar Allah swt dapat memberikan jalan keluar atas masalah ini.. namun hinggal kini belum berjawab. Ustadz.. Apakah perbuatan saya untuk berusaha meminjam ke sana kemari ini adalah salah satu bentuk tawakkal ? saya takut apakah hal ini merupakan bentuk menyandarkan diri pada makhluk Allah. Terima kasih atas jawaban ustadz.. Mohon pencerahan dari Ustadz. Wassalamualaikum Wr Wb.

  5. andreanbaskoro says:

    Assalamualaikum wr wb.
    salam persahabatan
    Perkenalkan, nama saya Andrean Baskoro, saya tinggal di jawa tengah, Indonesia. Sedikit berbagi kisah hidup saya, semoga dapat menjadi inspirasi bagi rekan-rekan yang sedang terjerat masalah utang terutama riba.
    3 tahun yang lalu saya pernah rugi dalam bisnis properti dan kotraktor sampai akhirnya terjerat utang sampai dengan hampir Milyaran. Dari mulai mobil operasi s / d mobil pribadi raib. Dari merumahkan karyawan sampai akhirnya saya yang merumahkan diri ..
    Ada banyak ikhtiar yang sempat saya lakukan hanya demi kembali bangkit. Dengan sisa modal yang tidak seberapa, iseng ikut MMM. terdampar. Mencoba peruntungan melalui paranormal, malah tambah susah … ya pernah. Coba beli nomor togel (modal nanya-nanya ke dukun), alih-alih nomor yang diharapkan keluar, malah-malah nomor dukunnya yang tidak dapat dihubungi lagi (judulnya kena tipu lagi). Mencoba mencari pinjaman online, malah disuruh transfer biaya administrasi.
    Pada diri saya terpatri: Lebih baik berusaha dan gagal daripada mengumbar aib diri dengan cara meminta orang untuk memahami kesulitan yang sedang saya hadapi. Apapun kesempatan yang datang, saya follow up. Tidak masuk akal? Mungkin. Hanya saja, saya berkeyakinan bahwa orang baik pasti akan diketemukan dengan orang baik. Seiring berjalannya waktu, Allah bukakan jalannya juga. Di suatu sore saya dipertemukan dengan sebuah dompet. Melalui dompet itulah Allah turunkan cobaan sekaligus jalan yang merubah nasib saya. Saya katakan cobaan, karena saat itu saya tidak pegang uang sama sekali. Sedangkan dalam dompet tersebut selain identitas dan sim pemiliknya, ia juga mengandung 4 Atm dari Bank yg berbeda sekaligus ada sehelai kertas kecil yang diselipkan berisi 6 digit angka.
    Saya hanya menduga-duga saja bahwa angka tersebut adalah pin dari salah 1 Atm di dompet. Belum lagi ada uang 2,4 jt rupiah dalam lembaran 100ribuan. Kan wow banget godaannya? Sejujurnya dalam lapar dan dalam desakan tagihan, ada godaan untuk memiliki isi dompet tersebut. Hingga akhirnya saya putuskan utk mendatangi alamat yang tertera di dalam KTP. Sempat tanya sana-sini. Ketika tiba di alamat yg tertera, saya tidak menyangka bahwa menurut warga sekitar, si pemilik dompet tersebut adalah pejabat disalah satu kantor daerah. Dan kebetulan lagi, beliau tergolong sebagai dermawan di kotanya. Bahkan katanya, dia tidak segan utk membantu orang yg benar-benar sedang kesulitan. Apakah dengan memberikan pinjaman, atau memberikan modal usaha. Setelah ngobrol panjang lebar dan akan meminta diri, saya tidak menyangka sama sekali bahwa saya diajak untuk bergabung dalam bisnis yg dia kelola.
    Singkat cerita, melalui peluang dari beliaulah saya dapat memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Mengenai utang saya? Ketika saya menulis kisah hidup saya ini, utang saya telah mendekati lunas hanya kurang sekitar dari 20jt saja. Jika saudara ingin turut bersilaturahmi dengan beliau, dgn tujuan untuk menyediakan investasi modal pada usaha yang saudara kelola, atau ingin mencoba peruntungan agar masalah utang Anda diberikan solusi, saya siap utk mengantarkan saudara pada beliau.
    Tenang saja, tanpa biaya apa-apa kok. Atau sekadar bermaksud utk berbagi tips tentang bagaimana cara penyelesaian utang pada kartu kredit, KTA atau solusi hutang pada rentenir, saudara dapat menghubungi saya via e-mail di :. Utk nomor telfon / bbm by request yaa.
    . Semoga saudara sekalian diberikan fasilitas dan kesabaran. Tetap semangat untuk berikhtiar. Karena Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga kaum tersebut merubahnya. salam. Andreanbaskoro31@gmail.com oh iya, saran saja sih .. Kalau ada yg mengaku bisa tidak meminta transfer sejumlah uang, sebaiknya tidak perlu ditanggapi. Tentunya Anda tidak ingin bagai membeli kucing dalam karung kan? Karena kalau pengakuannya memang benar, seharusnya orang tersebut berani untuk bertemu secara langsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>