KEMATIAN YANG DATANG TIBA TIBA

You may also like...

9 Responses

  1. Ahmad Mahdi says:

    Subhanallah, masyaAllah,sudah lama sekali saya sellau merasa ketakutan dan kuatir bahwa hari ini adalah hari terakhir saya,karenanya saya selalu berhati hati dan waspada dalam bertindak. tetapi konon saya agak berlebihan, tetapi menurut saya, saya harus selalu siap dan berharap khusnul khatimah, sehingga tidak ikut para kolega yang sering refreshing atau hiburan di club2. hal negativnya saya dianggap para kolega kena masalah kejiwaan (pobia). Sementrara usia sudah 50an. Mohon saran dan solusinya pa ustazd, syukron katsir.

    • Fadhil ZA says:

      Wa alaikum salam
      Kematian bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, setiap orang pasti akan mengalaminya. Kematian adalah awal perjalalan panjang yang tiada akhir dialam akhirat. Setiap diri hendaknya mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian ini dengan menyiapkan perbekalan sebanyak mungkin untuk kehidupan sesudah mati.

      Agar hidup tenang dan selalu siapa menghadapi datangnya maut tanpa merasa cemas dan takut, tingkatkanlah mutu shalat bapak dengan berusaha untuk mengerti dan paham setiap ayat dan kalimat yang dibaca dalam shalat. Shalat yang dilakukan dengan benar dan khusuk akan memberi ketenangan dan kekuatan bagi jiwa dalam menghadapi berbagai hal. Bacaan yang dibaca dalam shalat penuh sugesti , nasihat dan motivasi yang dapat membangkitkan kekuatan jiwa dalam menjalani hidup dan menghadapi masa yang akan datang.

      Shalat tidak akan memberi efek apa apa jika dilakukan secara asal asalan dan tidak mengerti ayat atau kalimat yang dibaca dalam shalat. Itulah shalat orang lalai seperti yang disebutkan dalam surat Al Maun :” ….celakalah orang yang shalat yaitu orang yang lalai dalam shalatnya…”

      Pelajari tatacara shalat khusuk pada kumpulan artikel “tuntunan shalat khusuk” diblog ini atau pada ebook yang saya kirim pada email ananda

  2. Ahmad Mahdi says:

    assalamu’alaikum warohmatullah wa barakatuh. Alhamdulilah wa syukrillah, kiriman ustazd sudah saya terima, terima kasih banyak, insyaAllah akan saya pelajari dan amalkan sebaik baiknya. Semoga kita semua dikaruniai kekuatan untuk selalu tha’at dan istiqomah di jalanNYA. mohon doa jua ustazd. Jazakumullahu khairan katsiro.. wassalmualaikum

  3. nonim says:

    mohon copy panduan sholat khusyuk

  4. lia wahdah says:

    assalamualaikum ustadz,
    saya mempunyai seorang bapak,usianya sdh menginjak 53 tahun,namun di usianya yg begitu beliau tdk pernh mengubah tabiatnya seperti pemarah n berkata kasar,melalaikan wktu sholat n tdk prnh pergi ke pengajian.apalagi kalau lg dtg hoby memaancingnya kdg perginya subuh hari n pulang mjelang isya,trus sholatnya yg terlalaikn itu di rapelnya dlm satu waktu.dan yg buat hati saya miris ustaz,beliau msh suka mengkoleksi filem haram di hpnya. Mohon sarannya ustaz,bagaimana caranya menyadarkan tabiat bapak saya n bagaimana cara saya menyampaikan kpd beliau agar beliau tdk marah n tersinggung.jazakallah ustaz mohon jawabannya

    • fadhilza says:

      Wa alaikum salam

      Berdoalah pada Allah semoga dia mendapat hidayah. Karena hidayah dan petunjuk itu sepenuhnya kepunyaan Allah. Dia menunjuki siapa yang dikehendakinya dan membiarkan sesat siapa yang dikehendakinya. Nabi Ibrahimpun tidak sanggup memberi hidayah pada ayahnya yang hoby membuat patung.

      Coba kamu ajak orang tuamu untuk mendengarkan surat Ar Rohman, Al Waqiah dan Al Hadit berikut terjemahannya yang saya kirim pada lampiran email kamu. Mudah mudahan ia mendapat hidayah dari mendengarkan ayat Qur’an tersebut. Hiasi rumah kamu dengan bacaan Al Qur an tersebut , mudah mudahan Allah menurutkan rohamtnya bagi kamu sekeluarga.

  5. Yanto says:

    Assmlkm…
    pak ustadz saya minta nasehatnya saya sedang gundah hati tidak tenang dengan
    dulu saya bercerai dengan istri saya karena hal2 yang memang sudah sulit di satukan karena banyaknya pihak ke-3 dari keluarga istri yang terlalu banyak mengatur rumah tangga kami walau sudah tinggal di rumah sendiri dan kami sudah di karuniai 1 orang putri.
    setelah perceraian (belum secara negara) saya bertemu wanita baru yang mau menerima saya apa adanya….dan kami menjalani hubungan serius menuju jenjang pernikahan. akan tetapi di tengah jalan wanita tersebut urungkan niat nya.
    setelah berpikir dan karena saya sayang ma anak saya, saya mau memberi kesempatan kepada mantan istri saya untuk rujuk demi anak. akan tetapi belum sebulan. rumah tangga saya sudah gonjang ganjing lagi…istri saya masih seneng menimbun harta tanpa mau membantu ekonomi keluarga dan keluarganya kembali mengatur2 rumah tangga saya…yang membuat hati saya tidak tenang. hati saya masih teringat terus pada wanita(kekasih saya yang lalu tersebut)…
    pernikahan yang saya jalani sy rasakan hampa….bukannya tidak bersyukur tapi sungguh saya tidak sampai kapan ini akan terus berlangsung dan saya sabar menjalaninya….minta nasehatnya trims

  6. Nurohman says:

    aslmkm..wr.wb
    pak ustad, langsung saja sy sudah menikah/rujuk kembali dengan istri…hanya saja beberapa bulan terakhir libido saya begitu tinggi,,,untuk urusan hubungan suami istri. dan istri sy tidak bisa memahami kebutuhan saya….
    ada pikiran untuk jajan tapi saya takut dosa…
    mau poligamy belum tentu istri saya mengijinkan…
    minta bimbingannya…jalan yang paling baik bagaimana?
    terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>