Archive for September, 2011
MENGATASI GANGGUAN JIN , SIHIR , TENUNG DAN SANTET DENGAN TADABBUR QUR’AN
Oleh Fadhilza.
Gangguan Jin ,sihir , tenung dan santet dalam kehidupan manusia sudah ada jauh sebelum Al-Qur’an diturunkan. Para Nabi dalam berdakwah selalu mendapat perlawanan dan tantangan dari para ahli sihir dan syetan dari golongan Jin. Nabi Musa berhadapan dengan tukang sihir yang dikumpulkan oleh Firaun, namun Nabi Musa bisa mengalahkan kekuatan sihir tersebut dengan Mukjizat tongkat yang diberikan Allah padanya .
Rasulullah sendiri juga pernah mengalami gangguan dari kekuatan sihir yang dikirim orang Yahudi padanya. Aisyah ra menceritakan bahwa Rasulullah sering mengalami seperti mengerjakan sesuatu padahal ia tidak pernah mengerjakan suatu apapun . Ini akibat perbuatan sihir yang dikirimkan oleh seorang Yahudi padanya. Allah memusnahkan kekuatan sihir tersebut dengan menurunkan surat Al Falaq dan surat An Nass pada Rasululah. Pada zaman modern ini ternyata masih banyak orang yang menggunakan kekuatan sihir, dan meminta pertolongan Jin untuk mencelakakan orang yang tidak disukainya secara halus.
Tentang kejahatan dengan menggunakan kekuatan sihir dan tenung ini diceritakan Allah dalam surat Al Baqarah ayat 102.
Popularity: 39% [?]
JADWAL LATIHAN BULAN OKTOBER
PELATIHAN SHOLAT KHUSUK, TADABBUR QUR’AN
DAN DZIKIR PERNAPASAN ASMAULHUSNA
BERSAMA INI KAMI BERITAHUKAN BAHWA PELATIHAN SHALAT KHUSUK, TADABBUR QUR’AN DAN DZIKIR PERNAPASAN ASMAULHUSNA UNTUK BULAN OKTOBER AKAN KAMI ADAKAN PADA :
HARI : SABTU
TANGGAL : 15 OKTOBER 2011
JAM : 8.00 S/D 15.00
TEMPAT PELATIHAN
PERUMAHAN BINTARA III BLOK D19 RT03 RWO7 KEL BINTARA JAYA- BEKASI BARAT
BAGI YANG BERMINAT SILAHKAN MENDAFTAR PADA KAMI MELALUI HP 0811151412 ATAU EMAIL FADHIL_ZA@YAHOO.CO.ID. SAMPAIKAN NAMA, ALAMAT DAN HP YANG BISA DIHUBUNGI.
BIAYA PELATIHAN Rp 200.000/ORANG AGAR DITRANSFER KEREKENING KAMI NO 123.0097166435 BANK MANDIRI ATAS NAMA FADHIL ZAINAL ABIDIN .
KEPADA PESERTA DIBERIKAN :
I BUAH BUKU PANDUAN SHALAT KHUSUK DAN TADABBUR QUR’AN
1 BUAH BUKU PANDUAN DZIKIR PERNAPASAN ASMAULHUSNA
2 BUAH VCD PELATIHAN TADABBUR QUR’AN DAN SENAM PERNAPASAN DZIKRULLAH
BERIKUT MAKAN SIANG
MATERI PELATIHAN DAN SKET LOKASI SEPERTI BERIKUT DIBAWAH INI
Popularity: unranked [?]
LATIHAN BERDIALOG DENGAN ALLAH
Oleh Fadhil ZA
Rasulullah mengatakan :” Assholatu mi’rojul mumkminiin…shalat adalah mi’rajnya orang mukmin” Shalat diumpamakan sebagaimana halnya Nabi mi’raj. Seorang hamba diperjalankan untuk datang, mendekat, menemui Tuhannya. Dalam mi’raj itu, Nabi berdialog dengan Allah dan menerima perintah shalat.
Shalat secara bahasa berarti do’a. Doa pada hakikatnya merupakan bentuk dialog antara manusia dengan Allah Swt. Ketika seseorang shalat, hakekatnya ia sedang bertemu dan berdialog dengan Allah Swt.. Oleh karena itu secara hakiki fungsi shalat dan mi’raj sama yaitu bertemu dan berdialog dengan Allah Swt.
Ketika kita bertakbir dan memuji Allah, sesungguhnya Allah menjawab pujian itu. Ketika kita membawa surat Al Fatihah, sesungguhnya Allah meresponnya, sebagaimana dinyatakan dalam satu hadits qudsi dari hadits riwayat Muslim dari Abu Hurairah ra bahwa ,Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Aku membagi shalat (yakni surat Al-Fatihah) menjadi dua bagian, separuh untuk-Ku dan separuh untuk hamba-Ku. Apabila ia membaca: ‘Segala puji bagi Allah’. Maka Allah menjawab : ‘Hamba-Ku telah memuji-Ku’. Apabila ia membaca : ‘Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang’. Maka Allah menjawab: ‘Hamba-Ku telah menyanjung-Ku’. Apabila ia membaca : ‘Penguasa hari pembalasan’. Maka Allah menjawab: ‘Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku’. Apabila ia membaca: ‘Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan’. Maka Allah menjawab : ‘Ini separoh untuk-Ku dan separoh untuk hamba-Ku’. Apabila ia membaca : ‘Tunjukilah kami kepada jalan yang lurus’. Maka Allah menjawab : ‘Ini untuk hamba-Ku, akan Aku kabulkan apa yang ia minta.’”
Didalam shalat sebenarnya telah terjadi dialog antara seorang hamba dengan Tuhannya, namun kebanyakan orang tidak merasakan hal ini. Kebanyakan orang shalat dengan tergesa gesa dan tidak mengerti bacaan yang diucapkan dalam shalat, sehingga suasana dialog yang seharusnya terjadi tidak terlaksana.
Dalam dialog antara kita dengan seseorang terjadi komunikasi dua arah kita menyampaikan hajat dan maksud kita kepada lawan bicara dengan sungguh sungguh . Seluruh fikiran , perasaan dan sel tubuh kita fokus pada apa yang kita sampaikan dengan ucapan kita. Semua ini bisa dirasakan oleh fikiran, perasaan dan getaran tubuh kita.
Selanjutnya kita menerima reaksi, atau tanggapan dari lawan bicara kita yang bisa kita terima dan rasakan dengan fikiran, perasaan maupun getaran tubuh kita. Reaksi yang kita terima bisa berupa hal yang menyenangkan (senyuman, ungkapan kasih, persetujuan dll) atau bisa juga hal yang tidak menyenangkan( makian, umpatan, penolakan,kemarahan dll). Semua raksi itu bisa dirasakan oleh fikiran perasaan dan setiap sel tubuh kita.
Dalam berdialog dengan Allah seharusnya proses seperti diatas juga terjadi , walaupun kita tidak bisa melihat Allah secara fisik. Karena pada kenyataannya dalam pembicaraan dengan seseorang yang tidak bisa kita lihat secara fisik dan dipisahkan oleh jarak yang amat jauh (misalnya di Eropa) melalui telepon (HP) proses seperti diatas tetap bisa juga terjadi.
Apakah anda sudah pernah merasakan berdialog dengan Allah, dan mendapatkan suasana yang akrab dan mesra seperti yang digambarkan diatas??. Jika belum ….latihlah diri anda untuk mendapatkan suasana dialog yang begitu akrab dengan Allah penguasa alam semesta yang maha tinggi. Setiap orang yang punya kemauan insya Allah bisa mendapatkannya.
Popularity: unranked [?]

