MENGENAL PARA WALI ALLAH

You may also like...

23 Responses

  1. priyo says:

    alhamdullillah………
    uraian bapak menambah pengetahuan saya tentang para wali ALLAH
    saya juga pernah membaca tentang wali ALLAH dari situs pondokhabib dimana isi dari artikel tersebut sama dengan yang bapak uraikan diatas. ini benar2 menambah keyakinan saya. ada yang ingin saya tanyakan pada bapak , pertama bisakah seorang manusia biasa seperti saya berjumpa dengan wali ALLAH? yang kedua, apa syarat2 untuk bisa berjumpa dengan wali ALLAH? dan uraian bapak bahwa hanya wali ALLAH saja yang tahu kalau seseorang tsb juga seorang wali? saya mohon penjelasannya….terima kasih.

    • Fadhil ZA says:

      Assalamu alaikum wr wb

      Wali Allah adalah orang yang telah mencapai derajat almuqarrobun dan sangat dekat dengan Allah. seseorag yang telah mencapai derajat ini tidak akan pernah mempermaklumkan kepada orang banyak bahwa ia telah mencapai derajat kewalian, sedapat mungkin ia bersembunyi dari perhatian orang banyak, ia takut menjadi ria dan sombong.

      Ia bisa dikenal dari tanda tandanya dan yang mengenalnya hanyalah orang yang telah mencapai derajat kewalian pula. Kalau ingin berjumpa dengan para kekasih dan wali Allah , berahlaklah sesuai yang dicontohkan Rasulullah. Kerjakan shalat sesuai contoh Rasulullah, shalat wajib, sunah, tahajud puasa sunah, membaca Qur’an , berdzikir dan lain lain, berahlak dan berperilaku mencontoh teladan Rasulullah,.

  2. Jaelyn says:

    Play inrfomtiave for me, Mr. internet writer.

  3. elfane says:

    Dalam Al Quran ada beberapa jabatan yang mulia diberikan Tuhan, Allah SWT kepada makhluk-Nya, seperti antara lain khalifah, rasul, imam dan nabi serta wali. Dari beberapa jabatan atau istilah kedudukan ini, umumnya yang banyak disebut adalah nabi dan rasul. Oleh karena itu, wajarlah jika kita bertanya, apa beda rasul dan nabi ini?. Dalam Kamus Istilah Fiqih karangan M. Abdul Mujieb dkk., pengertian menurut istilah, nabi ialah orang yang menerima wahyu dari Allah SWT untuk dirinya sendiri tanpa berkewajiban menyampaikannya kepada orang lain. Rasul ialah orang yang menerima wahyu Allah SWT dan berkewajiban menyampaikannya kepada umatnya/umat manusia (hal. 238).

    Jika pengertian ini kita pakai, maka bagi seorang ‘nabi’ karena tidaklah dibebani dengan kewajiban menyampaikan wahyu, menimbulkan kesan ‘seolah-olah’ hanya beliau sang nabinya saja yang akan masuk sorga, sementara umatnya tidak perlu. Lalu, apa beda nabi dengan rasul yang kiranya tepat dengan pengertian dan makna di dalam Al Quran itu sendiri.

    Kalau kita lihat dari tugas pokok dan fungsi kenabian dan kerasulan, saya kira tidak ada bedanya karena missi yang diembannya mereka adalah sama, semua tokoh ini adalah ‘menyampaikan’ wahyu dari Allah SWT kepada umat manusia. Untuk ini, kita lihat dari konteks para penyandang jabatan itu sendiri dalam rangka melaksanakan tugasnya.

    Kalau kita teliti dan kaji di dalam Al Quran maka tokoh rasul nampaknya tidak hanya dianugerahkan kepada ‘manusia pilihan’-Nya semata, tetapi juga kepada makhluk-Nya selain manusia, yang utama malaikat dan ada juga jin, bahkan bisa juga makhluk-Nya yang lain seperti hewan. Rasul yang disandang oleh malaikat seperti termuat dalam QS. 22:75; 11:81 dan QS. 6:130). Sementara nabi, tidak ada yang diberikan kepada malaikat dan jin, hanya kepada ‘manusia’ saja, terbukti dalam QS. 33:40 dengan tegas kenabian yang berasal dari manusia ini sudah tertutup dengan kedatangan Nabi Muhammad SAW. Tetapi, jabatan kerasulan dari malaikat tidak tertutup, kan malaikat sampai akhir zaman tetap saja melaksanakan missi-Nya seperti diutus untuk mencabut nyawa ‘anak manusia’, memberi rezeki dll. Jika demikian, ya kalau ada ‘manusia’ ingin mengaku menjadi ‘rasul’, maka dia harus menjadi malaikat atau jin terlebih dahulu. Selanjutnya, tidak juga tepat jika kita katakan bahwa Muhammad SAW adalah rasul dan nabi terakhir, hal ini tidak sesuai dengan QS. 33:40 ini.

    Sementara tentang wali, ya siapa makhluk-Nya yang menyandang kewalian. Dalam Al Quran tidak disebut siapa-siapa tokoh dalam lingkup ‘kewalian’ apakah bisa manusia atau makhluk-Nya yang lain. Tapi, yang pasti kewenangan penganugerahan kewalian itu adalah haknya Tuhan kita, Allah SWT jadi bukan kita manusia yang amat zolim ini yang berhak menentukan seseorang itu sebagai wali Allah.

  4. muhammad rofiq says:

    SYUKRON. MATERINYA BAGUS DAN SANGAT BERMANFAAT
    IZIN COPY YA.

  5. heru says:

    Ass.wr.wb Pak Kyai yang Allah cintai…. bolehkah aya bertanya tentang apa yang saya alami dalam mimpi saya… saya bermimpi bertemu dengan Rasulullah s.a.w berkali2 dan tiap pertemuan kami,beliau memberi nasehat kepada saya sda yang terakhir yang sangat membuat saya terkesan..seperti inilah mimpinya: “dalam mimpi itu ada seseorang memberi buku kepadaku lalu aku buka ternyata adalah jalan hidupku dituliskan disana bahwasanya ujian dan cobaan banyak menerpa tapi alhamdulillah aku bisa melewatinya,meskipun nantinya ada 2 gol yg pro dan kontra kepadaku…lalu aku seperti memanjat sebuah tebing terjal,sekejap kemudian aku berada di sebuah piramid raksasa yang dipuncaknya tidak runcing tapi lapang disertai dengan pilar2 yang menjulang kelangit tiada ujung dan saya berada ditempat itu seperti didalam mesjid,duduk di dpn sebuah pintu..lalu datang kepada saya 2 orang yang memberi salam..setelah saya jawab salamnya dan saya tanya maksud kedatangannya..mereka berkata:”saya malaikat pengurus ahli surga…dan saya malaikat pengurus ahli neraka..kami minta idjin ikut shalat di tempat anda”..lalu saya berdiri dan menyambut mereka dan mengantarkannya ketempat shalat tapi ternyata dlam ruangan tersebut telah penuh oleh para malaikat yg sdng shalat….lalu saya ada di sebuah tempat dimana Rasulullah berada disamping saya..dan beliau bertanya dengan bahasa yang sangat lemah lembut;”heru mau diposisikan dimanakah kamu?”..lalu aku jawab:”Ya Rasulullah,giliran ke-6 pun tidak mengapa,tapi jika saya boleh memohon..lalu saya sujud kepada Allah dan berdoa:”Ya Allah tempatkanlah hamba tepat dibelakangnya beliau Rasulullah yg sangat aku cintai”…lalu saya berada tepat persis dibelakangnya dan tiada makhlukpun yang menghalangi antara saya dan beliau dan didepannya ada sebuah pintu besar yang berwarna keemasan dan memancarkan cahaya…lalu kami kembali ke posisi duduk kami..dan beliau berkata;”Heru itulah posisimu disaat ajal menjemputmu nanti”..dan beliau memberi nasihat kepada saya untuk berhati2 agar tdk tergelincir…pak Kyai..apakah arti dari mimpi saya ini??…saya ingin kiranya mendapat masukan dari pak Kyai…berilah saya NASIHAT…terimakasih sebelumnya…semoga Allah meRidhoi anda…wassalam

    • Fadhil ZA says:

      Wa alaikum salam

      Allah menunjuki siapa yang dikehendakiNya dan membiarkan sesat siapa yang dikehendakiNya. Mudah2an mimpi ananda adalah petunjuk dan hidayah dari Allah Itu merupakan pengalaman rohani ananda yang biasa dialami oleh para sufi atau orang yang selalu berusaha mendekatkan diri pada Allah dan RasulNya. Mimpi itu merupakan peringatan agar ananda tetap istiqomah pada ajaran Rasulullah, kerjakan apa yang diperintahkan Allah dan Rasulu jauhi apa yang dilarangnya.

      Perbanyak amalan sunah yang dianjurkan Rasululah seperti shalat malam, membaca Qur’an setiap hari dengan memahaminya, puasa sunah, jihad fisabilillah dan lain sebagainya . Tambah pemahaman agama dengan banyak belajar kepada para ulama, membaca buku dan lain sebagainya. Namun semua harapan ananda seperti dalam mimpi itu akan sirna jika ananda mengabaikan ajaran Rasulullah.

  6. mang agus says:

    Sungguh indah jiwa yang telah disucikan Tuhan. saya Mang Agus mo bagi-bagi ebook gratis kepada siapa saja baik muslim atau nonmuslim. ebook berjudul MENJADI WALI ALLAH berisi tentang tahapan kewalian seorang hamba menjadi insan kamil. mang agus seneng ketemu sama para pencari dan penempuh. hub 082123677219. makasih

  7. fardan mdm says:

    Wali allah itu bertingkat tingkat : ada Qutub- abdal – autad- nujaba, – nuQoba, whas semuanya ada di bawah sariat nabi muhammad : kerna yang di namakan wali orang yang selalu berturut turut / tidak henti henti melekukan pengabdiannya ato taatnya pada allah siang dan malam bersamaan dengan dhahir dan batin:

  8. FT Suharto,MM.MBA says:

    Terima kasih, bagus sekali paparannya….saya sangat terkesan dengan isi artikel yang anda buat. semoga Allah swt membalasnya

  9. good article, keep writing yo…

  10. TRI WIBOWO says:

    Assalamua’laikum Wr.Wb Mbah Yai???Alkhamdulillah, Jazakallah…saya senang sekali membaca artikel/tulisan-tulisan mbah yai. mohon izin untuk mengkopynya geh mbah yai???tambah wawasan, pangestunipun mugi-mugi saget mbetho manfaat lan barokah amiin.

  11. As. Utomo says:

    Assalamualaikum
    Salam persahabatan dan damai dalam naungan Islam.
    Untuk berbagi wawasan, kunjungi http://asajiutomo99.blogspot.com

  12. islam says:

    salam ..,saya tertarik tentang cerita ini…ingin dekat dengan walisongo

  13. gunadi yusuf says:

    Alhamdulillah saya ketemu juga dengan guru Mursyid yang serupa dengan wali dijaman yang modern sekarang ini

    • agus says:

      ass. wr. wb
      Punten mas gunadi,klo ga keberatan minta dikasih tau Guru Mursyid yg sudah mencapai maqom wali, minta nama dan alamatnya yg lengkap.Smoga ALLAH SWT melimpahkan rahmat kemuliaan atas mas sekeluarga.mohon jawabannya di kirim ke alamat email sy agus_uki@yahoo.com

      Wassalam

      agus

  14. asep rizal al faqir says:

    assalamualaiku warahmatullah wa barakatuh..
    pak kyai saya yg bodoh ini mau bertanya..
    bagaimana agar kita btemu dg wali mursyid kita..
    syukran jazakallahu khairan katsiran

  15. aww,

    mohon ijin turut belajar dan menshare ke saudara, yang belum sembat membaca.
    terima kasih.

    www. kuwat rahmanto

  16. Erwan Yulianto says:

    Ya tarim wa ahlahaa

  17. kholidin says:

    salam, pak,mau tanya wali Allah itu apa butuh pekerjaan yang untuk membahagiakan istrinya dan anaknya, karena dalam setiap cerita wali Allah tidak bercerita tentang keluarganya, hanya yang diceritakan zikir dan ibadah, seolah olah yang lainya diluar pekerjaan wali Allah. terima kasih

    • Fadhil ZA says:

      Wa alaikum salam

      Para wali Allah adalah orang yang dekat dan dicintai oleh Allah, cara hidup mereka mencontoh cara hidup Rasulullah dan mengikuti tuntunan al qur’an. . Mencari nafkah adalah kegiatan yang diperintahkan Allah dalam surat al jumu’ah ayat 10 : Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

      Dzikir dan ibadah para wali Allah itu menyatu dengan kegiatan sehari hari, mereka biasa berdzikir setiap saat baik ketika berdiri , duduk dan berbaring sebagaimana disebutkan Allah dalam surat An Nisa” 103 : Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring

      Mereka tidak memisahkan masalah akhirat dan dunia, kegiatan ibadahnya menyatu dengan aktivitas duniawinya. Cerita tentang wali Allah yang beredar ditengah masyarakat banyak yang disampaikan secara berlebihan dan tidak realistis. jangan sampai tertipu cerita cerita yang tidak jelas dan sudah dibumbui dengan hal yang tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah dan Al qur’an.

  1. July 20, 2012

    [...] MENGENAL PARA WALI ALLAH [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>