KULTUM 13-JALAN MENDEKATKAN DIRI PADA ALLAH

You may also like...

11 Responses

  1. ricky zulwan says:

    afwan g`bisa ikut latihan pernapasan asmaulusna,,,,,
    tapa tolong kasi tw caranya ya
    assalamualikum wr.wb

  2. indrawatidarwis@yahoo.com says:

    ustads fadhil, sy sudah beberapa waktu trakhir ini mempraktekkan tekhnik pernasan dzikir asmaulhusna yg anda kemukakn. ada sdikit pertaxaan yg ingin sy utarakan. bahwa dalam tekhnik pernapasan ini anda menganjurkan dilakukan dengan cara duduk bersila, seperti orang yang sedang bermeditasi, yg sy ketahui bahwa adab berdoa itu slah satux adlah mengangkat kedua tangan, sperti berdoa pada umumnya.

  3. indrawatidarwis@yahoo.com says:

    ustads fadhil, sy sudah beberapa waktu trakhir ini mempraktekkan tekhnik pernasan dzikir asmaulhusna yg anda kemukakn. ada sdikit pertaxaan yg ingin sy utarakan. bahwa dalam tekhnik pernapasan ini anda menganjurkan dilakukan dengan cara duduk bersila, seperti orang yang sedang bermeditasi, yg sy ketahui bahwa adab berdoa itu slah satux adlah mengangkat kedua tangan, sperti berdoa pada umumnya. begitu pak ustads.. mohon petunjukx.. terimakasih baxak….

    • Fadhil ZA says:

      Wa alaikum salam

      Posisi duduk dzikir asmaulhusna bukan hanya duduk bersila, tapi banyak macamnya pilih yang paling disukai. Duduk bersila hanya salah satu sikap duduk. Boleh dilakukan dengan duduk dikursi, duduk seperti duduk iftiras, duduk seperti duduk SN dan lain lain. Prinsipnya pilih sikap duduk yang nyaman dan relaks. Sikap duduk boleh diubah ubah sewaktu waktu untuk mencegah kaki kram atau semutan.

      Mengangkat tangan juga merupakan salah satu sikap ketika memanjatkan doa pada Allah . Namun ketika berdoa tidak mutlak harus menengadahkan tangan. Bisa juga dilakukan dengan diam memusatkan hati dan fikiran. Ketika shalat kita juga biasa berdoa dalam posisi berdiri, sujud dan ketika duduk ifthiras tanpa menengadahkan tangan .

  4. indrawatidarwis@yahoo.com says:

    Alhamdulillah terimakasih baxak ustads… sangat mencerahkan sya… oh iya ustads menyinggung sedikit tentang berdoa ketika sujud, sujud manakah yang di maksud… apakah sujud dalam shalat, sujud terakhir dalam shalat, atau sujud ketika selesai berdoa setelah shalat,sebagai mana yg pernah sy baca di salah satu artikel bapak, bahwa selesai shalat, kta berdoa, kemudian membayangkn doa kta terkabul, kemudia sujud mengucap syukur. jdi pertaxaan sy apa memang doa d waktu sujud dalam shalat fardhu dan shalat sunnah di perbolehkan…???
    terimakasih baxak pak ustads…

    • Fadhil ZA says:

      Wa alaikum salam

      Rasulullah menganjurkan kita berdoa ketika sujud, boleh dilakukan pada setiap sujud bukan hanya sujud terakhir. Doa yang dibaca adalah doa yang diajarkan Rasululah antara lain :

      1. Riwayat Muslim dan Abu Daud :
      Allahummaghfir lii dzambii kullahu (Ya Allah… Ampunilah semua dosaku)
      diqqahu wa jillahu (baik yang kecil dan besar)
      wa awwalahu wa aakhirahu (yang awal dan akhir)
      wa ‘alaaniyyatahu wa sirrahu (yang jelas dan samar).”

      2. Riwayat Imam Ahmad :
      Rabbii a’thi nafsii taqwaahaa (Wahai tuhanku, anugrahilah ketakwaan pada jiwaku)
      zakkihaa anta khairu man zakkaahaa (bersihkanlah ia karena Engkau sebaik-baiknya yang Dzat yang membersihkan)
      anta waliyyuhaa wa maulaahaa (Engkau pembimbingnya dan pemiliknya).

      3. Riwayat Muslim :
      Allahummaj’al fii qalbii nuuran (Yaa Allah… pancarkanlah cahaya[MU] dalam kalbuku)
      wa fii sam’ii nuuran (pancarkanlah cahaya[MU] dalam pendengaranku)
      wa fii basharii nuuran (pancarkanlah cahaya[MU] dalam penglihatanku)
      wa ‘an yamiinii nuuran (pancarkanlah cahaya[MU] di sebelah kananku)
      wa ‘an syimaalii nuuran (pancarkanlah cahaya[MU] di sebelah kiriku)
      wa amaamii nuuran (pancarkanlah cahaya[MU] di depanku)
      wa khalfii nuuran (pancarkanlah cahaya[MU] di belakangku)
      wa fauqii nuuran (pancarkanlah cahaya[MU] di atasku)
      wa tahtii nuuran (pancarkanlah cahaya[MU] di bawahku)
      waj’allnii nuuran (pancarkanlah cahaya[MU] atas diriku).

      Doa diluar shalat boleh menggunakan bahasa kita sendiri seperti yang saya sampaikan dalam salah satu artikel , kita berdoa selesai shalat dalam bahasa indonesia, kita rasakan seolah olah sudah dikabulkan kemudian kita sujud mengucapkan terimakasih pada allah atas perkenan doanya.

  5. zullaihabibi says:

    Subhanallah

  6. indrawatidarwis@yahoo.com says:

    terimakasih baxak ustads… tpi maaf sbelumx krna sy msih ada sdikit pertaxaan yaitu : jadi maksud dri pnjelasan ustads adlah bahwa doa di waktu sujud dalam shalat itu haruslah doa2 yang bapak kemukakan itu, tidak boleh kah kita melafazkan dalam hati doa khusus dlam bahasa kta sndiri, atau bhsa indonesia. makasih sblumx ustads….

    • Fadhil ZA says:

      Wa alaikum salam

      Kalau doa yang dilafazkan dengan lisan , harus dalam bahasa arab terutama sesuai yang dicontohkan Rasulullah atau dari ayat Qur’an. Doa dalam bahasa indonesia hanya boleh dilafazkan didalam hati saja, jangan diucapkan dengan lisan.

  7. indrawatidarwis@yahoo.com says:

    Alhamdulillah… terimakasih baxak ustads Fadhil atas pencerahannya. syang sekali sya tidak bisa ikut latihan yang ustads selenggarakan… sekali lgi terimakasih baxak ustads…. semoga Allah Azza Wa Jalla senantiasa meridhai langkah kita bersama… Amiiin.. ya.. Rabb…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>