Archive for June, 2011
MENGENAL PARA WALI ALLAH
Oleh Fadhil ZA
Selama ini kita mengenal Wali Allah sebagai orang yang dikeramatkan, dan mampu melakukan hal hal yang luar biasa. Di Pulau Jawa kita mengenal Wali Songo , sembilan orang Kyai yang menyebarkan agama Islam di Pulau jawa yang dikenal mencapai tingkatan para wali. Masing masing wali mempunyai keistimewaan sendiri sendiri. Seperti Sunan Bonang yang menciptakan buah atap (kolang kaling) menjadi butiran emas dihadapan Raden Mas Said yang hendak merampoknya. Sunan Kalijaga membuat tiang utama Masjid Demak dalam semalam dan lain sebagainya.
Dalam kisah hikmah dari berbagai buku kita menemukan banyak tokoh yang ditenggarai sebagai wali Allah dan mampu melakukan hal yang luar biasa, seperti berjalan melipat bumi atau menempuh jarak yang amat jauh hanya dengan sekejap mata. Berjalan diatas air, mendapat makanan dari langit, berbicara dengan binatang buas, tidak terlihat oleh musuh dan lain sebagainya.
Betulkah para wali mempunyai karomah dan mampu melakukan hal yang luar biasa ? . Masih adakah para wali seperti itu dizaman modern ini? Berikut ini kami sampaikan beberapa artikel tentang Wali Allah yang kami kutip dari situs www.eryevolutions.co.cc mudah mudahan bisa menambah wawasan kita.
1. WALI ALLAH SIAPAKAH MEREKA ?
Mulyadi – Muhammad Ibnu Anwar
“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang- orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (QS. Yunus : 62-63).
Ayat di atas mengandung pengertian bahwa wali Allah (waliyullah) ialah orang yang beriman dan bertakwa.(lihat Tafsir Ibnu Katsir juz 2 hal 422). (Wali-wali Allah) ialah orang yang beriman kepada hal yang gaib, mendirikan salat, menafkahkan sebagian rezeki yang telah Allah anugerahkan kepadanya. Mereka juga beriman kepada yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW (Al-Qur’an) dan yang diturunkan kepada nabi- nabi sebelum Nabi Muhammad SAW, serta mereka meyakini adanya hari akhir. Mereka (wali-wali Allah) itu adalah golongan yang mengikuti Nabi Muhammad SAW (lihat Tafsir Tanwiirul Miqbas, hal 4).
Popularity: unranked [?]
ORANG YANG PALING RUGI HIDUPNYA
Oleh Fadhil ZA
103. Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” 104. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. 105. Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat. 106. Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok. (Al Kahfi 103-106)
Dalam surat Al Kahfi 103-106 Allah menceritakan tentang orang yang paling rugi dalam kehidupannya. Mereka adalah orang yang sia-sia semua amal perbuatannya. Mereka menyangka telah banyak berbuat amal kebaikan padahal diakhirat nanti Allah tidak akan memberikan penilaian pada semua amal kebaikan yang telah mereka lakukan . Mereka akan dilemparkan kedalam neraka jahanam , dan semua amal kebaikan yang telah mereka kerjakan tidak memberi manfaat sedikitpun kepada mereka.
Penyebab utama kondisi ini adalah karena mereka tidak beriman kepada Allah dan ayat ayat-Nya, serta mereka tidak percaya akan adanya kehidupan akhirat. Mereka menjadikan ayat ayat Allah dan rasulNya sebagai bahan ejekan dan olok olok. Iman pada Allah dan yakin akan adanya kehidupan akhirat merupakan syarat utama untuk diterima amalnya oleh Allah. Orang yang tidak beriman pada Allah dan kehidupan akhirat amalnya akan sia sia. Allah menegaskan kembali hal ini dalam surat Al Furqon ayat 23 dan surat an Nur ayat 39.
23. Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan , lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. (Furqon 23)
39. Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya (An Nur 39).
Popularity: unranked [?]
PLURALITAS DAN PLURALISME DALAM ISLAM
Oleh Fadhil ZA
Islam mengakui adanya pluralitas yaitu keaneka ragaman agama dan kepercayaan. Namun tidak mengakui pluralisme yaitu paham yang menganggap bahwa semua agama yang beraneka ragam macamnya itu sama dan benar. Agama yang diridhoi Allah hanyalah Islam , Allah menegaskan hal ini dalam surat Ali Imran ayat 19:

19. Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.(Ali Imran 19)
Allah memberi kebebasan pada manusia untuk memilih agama apa saja yang mereka yakini , namun kelak mereka harus mempertanggung jawabkan pilihan mereka dihadapan Allah. Itu adalah resiko yang harus mereka pikul sebagai konsekwensi dari pilihan mereka. Allah telah memberikan akal, fikiran , hati dan kesempatan yang banyak pada manusia untuk menganalisa, mempelajari dan menetapkan pilihannya. Barang siapa yang memilih agama selain Islam maka mereka termasuk orang yang rugi. Allah menegaskan hal tersebut dalam surat Ali Imran ayat 85.

85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (Ali Imran 85)
Ketika Iblis terusir dari syurga ia mohon pada Allah agar diberi waktu sampai hari kiamat untuk menyesatkan semua anak cucu Adam, kecuali sedikit diantara mereka yaitu hamba Allah yang ikhlas. Allah telah memberi izin dan kesempatan seluas luasnya kepada Iblis dan balatentaranya untuk menyesatkan manusia sampai datangnya hari kiamat nanti. Karena itu bukan hal aneh jika didunia ini muncul berbagai aliran kepercayaan dan agama yang membawa manusia pada perbuatan musyrik dan aliran sesat yang mengatas namakan Islam padahal isinya menyimpang dari Islam yang kaffah. Berbagai agama, aliran kepercayaan dan ajaran sesat tersebut tidak akan pernah lenyap dari muka bumi sampai hari kiamat. Itu merupakan batu ujian bagi keimanan seseorang dan sarana yang dijanjikan Allah bagi Iblis dan balatentaranya.
Popularity: unranked [?]
SEJARAH PENGANGKATAN YESUS SEBAGAI TUHAN
Oleh Fadhil ZA
116. Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?.” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib.” 117. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. (Al Maidah 116-117)
Didalam surat Al Maidah ayat 116 dan 117 dikisahkan bahwa Nabi Isa atau Yesus tidak pernah menyatakan diri atau ibunya sebagai Tuhan yang harus disembah. Bahkan dia menyatakan bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Allah dan dia mengajak para pengikutnya untuk menyembah hanya kepada Allah yang satu. Namun dalam perjalanan sejarah , beberapa ratus tahun kemudian ajaran Nabi Isa telah diubah oleh para pendeta , rahib , ahli kitab dan penguasa dimasa itu . Yesus yang semula sebagai Rasul telah mereka jadikan sebagai bagian dari Allah yang harus disembah. Kesesatan mereka terus berlanjut menjadikan Allah-Putra Allah(Yesus) dan Ruhul qudus sebagai satu kesatuan Tuhan (trinitas).
Pada tahun 325 M kurang lebih 300 tahun setelah Nabi Isa (Yesus) wafat, kaisar Romawi Constantine menghimpun 220 uskup pada konsili di Nicea. Konsili memutuskan mengutuk paham tauhid Arius yang mengesakan Allah dan mengumumkan kredo Arian yang dikenal dengan nama “Creed of Nicea” yang meresmikan Yesus sebagai bagian dari Tuhan Allah yang harus disembah. Yesus dan Allah adalah satu kesatuan. Isi kredo Nicea antara lain:
- Kami percaya akan satu Tuhan, Tuhan Yang Mahakuasa,
pencipta langit dan bumi, yang kelihatan maupun yang
tidak kelihatan.
– Kami percaya akan Yesus Kristus, anak tunggal Allah,
yang diturunkan oleh Allah Bapak, bukan diciptakan,
yang satu dengan Allah Bapak.
– Kami percaya akan Roh Kudus, Tuhan, pemberi kehidupan,
yang diturunkan dari Allah Bapak dan anak.
Yesus dinyatakan sebagai Tuhan dan Putra Allah , atau satu kesatuan dengan Allah dan Ruhul Qudus kurang lebih 300 tahun setelah ia wafat berdasarkan kesepakatan para tokoh gereja dan Raja dimasa itu. Keyakinan trinitas ini tetap hidup dan berjaya sampai sekarang. Al-Qur’an menyatakan orang yang percaya Yesus sebagai Tuhan atau kesatuan dari Allah adalah orang yang kafir sebagaimana disebutkan dalam surat Al Maidah ayat 72:
Popularity: unranked [?]
NASIB MALANG PENYEMBAH BERHALA
Oleh Fadhil ZA
Didalam diri setiap orang sejak lahir sudah ada naluri ketuhanan, yaitu kebutuhan untuk mengabdi dan memohon pertolongan kepada sesuatu yang maha kuat dan dahsyat diluar dirinya. Dalam proses mencari Tuhan nabi Ibrahim pertama menyangka bintang sebagai tuhannya, kemudian beralih pada bulan yang lebih terang, kemudian ketika melihat matahari yang cahayanya mengalahkan bulan ia menyangka itulah tuhannya. Namun tatkala matahari tenggelam ia menyadari bahwa tuhan yang sebenarnya adalah yang maha kuat, abadi dan tidak pernah lenyap yaitu Allah.
Naluri ketuhanan didalam diri setiap orang mendorong mereka untuk mencari Tuhan tempat mereka mengabdi dan mohon pertolongan. Dalam pencarian itu manusia menemukan bermacam macam tuhan yang mereka sembah,ada yang menyembah matahari, bulan, bintang, api, angin,sapi, batu yang dibuat patung berhala, Yesus, Budha, Allah dan lain sebagainya.
Allah memperkenalkan diri-Nya melalui para Nabi , Rasul dan kitab suci yang diturunkannya sebagai Tuhan penguasa alam semesta yang sebenarnya, bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Dia yang satu. Sementara itu sekelompok orang dengan pemikirannya menyodorkan tuhan yang lain selain Allah, ada tuhan Yesus, Budha, Matahari, Bulan, Api, Sapi, Patung dan berbagai berhala. Allah telah memberikan akal, fikiran dan hati kepada manusia untuk memilah mana tuhan yang benar mana yang bathil. Allah juga telah mengirim Nabi , Rasul dan kitab Al-Qur’an untuk menjelaskan tentang ketuhanan-Nya. Manusia bebas memilih, dan mereka akan dituntut pertanggungan jawab atas pilihannya itu diakhirat nanti.
Orang yang menyembah tuhan selain Allah menetapkan pilihannya berdasarkan hasil pemikirannya,ada juga yang karena dipaksa, ikut-ikutan, karena pengaruh lingkungan , teman teman dan lain sebagainya. Mereka yang menyembah tuhan selain Allah kelak akan dijungkirkan kedalam neraka bersama tuhan (berhala) yang mereka sembah itu sebagaimana diceritakan dalam surat Asy syu’araa ayat 91-94 berikut ini:
Popularity: unranked [?]
KULTUM 13-JALAN MENDEKATKAN DIRI PADA ALLAH
Oleh Fadhil ZA

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. (Al Maidah 35)
Ada tiga perintah yang disampaikan Allah kepada orang yang ber-Iman didalam surat Al Maidah ayat 35 tersebut diatas , yaitu :
- Agar bertakwa kepada Allah
- Carilah jalan (wasilah) yang mendekatkan diri pada Allah
- Berjihad dijalan Allah
Allah menjelaskan pada bagian terakhir ayat tersebut bahwa bagi orang yang melaksanakan perintah tersebut insya Allah akan mendapat keberuntungan. Janji Allah adalah benar, Ia tidak pernah mengingkari janji-Nya.
- Pertama Bertakwa pada Allah
Orang yang bertakwa pada Allah adalah orang yang selalu berusaha menjaga batas –batas perintah dan larangan yang telah ditetapkan Allah. Ia selalu berusaha sekuat tenaga untuk menjalankan semua perintah dan anjuran Allah , serta berusaha untuk tetap istiqomah berada pada jalan-Nya yang lurus . Ia juga berusaha sekuat tenaga untuk tidak melanggar batas-batas larangan yang telah ditetapkan Allah.
Orang yang bertakwa adalah orang yang selalu waspada dan awas untuk menempatkan dirinya pada jalan yang diridhoi Allah. Ia selalu memperhatikan apa yang diperintahkan , dianjurkan dan dibolehkan Allah dan apa perbuatan yang dilarang dan diharamkan Allah. Iapun selalu berusaha untuk menjalankan semua perintah atau anjuran Allah, dan berusaha untuk menjaga agar tidak melanggar batas –batas yang telah ditetapkan Allah.
- Kedua mencari Jalan (wasilah) mendekatkan diri pada Allah
Allah memerintahkan kepada orang beriman agar mencari wasilah atau jalan untuk mendekatkan diri pada-Nya. Allah telah menunjuki beberapa jalan yang bisa ditempuh untuk mendekatkan diri padaNya , antara lain dengan berdzikir mengingatNya, mentadabburi Qur’an, mengerjakan sholat, bersedekah, bersyukur, bertaubat, jihad fiisabilillah, berpuasa, ibadah haji dan umrah, berkorban dan lain sebagainya.
Itulah jalan yang telah ditunjukan Allah untuk mendekatkan diri pada-Nya. Dari beberapa jalan yang disebutkan diatas ada tiga jalan utama yang sangat dianjurkan untuk melaksanakannya, insya Allah dengan melalui tiga jalan utama tersebut , jalan lainnya akan terbawa ikut.
Tiga jalan utama mendekatkan diri pada Allah tersebut antara lain :
- a. Dzikir mengingat Allah
Perintah untuk mengingat Allah sangat banyak ditemui dalam Qur’an, dzikir mengingat Allah bisa dilakukan ketika berdiri, duduk dan berbaring, pada waktu pagi ,petang dan malam hari, secara lisan maupun didalam hati, berjamaah maupun seorang diri.
- b. Tadabbur Qur’an
Tadabbur Qur’an adalah suatu usaha untuk menanamkan Qur’an kedalan fikiran bawah sadar dan hati. Al-Qur’an dibaca dengan tartil kemudian dibacakan terjemaahannya secara puitis, dan ditadabburi kandungan ayatnya dengan nada dan tekanan suara tertentu, hinga menyentuh jauh kedalam qolbu setiap pendengarnya. Tadabbur Qur’an sangat penting dilakukan bagi uamat islam yang bahasa ibunya bukan bahasa Arab.
Allah telah menurunkan Al- Qur’an dalam bahasa Arab, bagi orang yang bahasa ibunya adalah bahasa Arab tentu tidak sulit untuk memahami kandungan Al-Qur’an. Namun bagi umat Islam yang bahasa ibunya bukan Arab, seperti bangsa Indonesia, China, India, Amerika , Jepang dan lain lain hal tersebut tidak mudah. Bagi orang ajam (non Arab) Al-Qur’an perlu ditadabburi dengan bahasa ibu masing masing.
Dengan tadabbur Qur’an insya Allah Qur’an akan menghunjam kedalam fikiran bawah sadar (alam bawah sadar) dan hati pendengarnya, insya Allah ini akan membentuk manusia yang berjiwa dan berahlak Qur’aani. Tadabbur Qur’an adalah jalan utama atau jalan tol untuk mendekatkan diri pada Allah.
- c. Sholat khusuk
Sholat khusuk tidak sama dengan sholat yang biasa dikerjakan kebanyakan orang awam. Kebanyakan orang ketika mengerjakan sholat lisan, fikiran dan hatinya tidak fokus pada apa yang dibaca atu diucapkan dalam sholat. Mulutnya membaca A, fikirannya memikirkan B dan hatinya merasakan C. dalam sholat fikirannya melayang kemana-mana. Orang yang khusuk dalam sholatnya , hati dan fikirannya fokus pada apa yang dibaca dalam sholat. Mulutnya membaca A, fikirannya membayangkan A, hatinya merasakan A. seluruh fikiran dan hatinya fokus mengikuti apa yang dibaca atau didengar (ketika menjadi makmum) dalam sholat.
Kondisi khusuk seperti tersebut diatas umum dialami orang diluar sholat, misalnya ketika seseorang sedang asyik berbicara dengan temannya melalui handphone. Apa yang diucapkan , difikirkan dan dirasakan ketika sedang berbicara pasti sama (khusuk). Sayang ketika mengerjakan sholat kondisi khusuk ini tidak didapat, karena kebanyakan orang yang mengerjakan sholat tidak mengerti dan paham ayat ( bacaan) yang diucapkan nya didalam sholat. Untuk mendapatkan sholat khusuk mutlak kita harus mengerti apa yang kita baca dalam sholat. Jika kita tidak mengerti dan paham ayat yang kita baca tentu saja fikiran dan perasaan akan melantur kemana mana.
- Ketiga adalah Jihad fiisabilillah
Perintah ketiga setelah bertakwa dan mencari jalan (wasilah) pada-Nya adalah berjihad dijalan Allah dengan harta dan diri, sebagaimana ditegaskan Allah dalam surat As shaf ayat 10-11

10- Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? 11-(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, 12- niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar. (As shaf 10-11)
Jihad fiisabilillah mempunyai pengertian yang luas, ada sebagian umat Islam yang mengaitkan jihad ini dengan berperang dijalan Allah. Berperang membela kebenaran adalah salah satu dari cabang Jihad fiisabilillah. Jihad fiisabilillah artinya bersungguh-sungguh berjuang untuk menegakkan kebenaran dijalan-Nya. Dalam ayat tersebut daiatas Allah menjelaskan bahwa jihad fiisabilillah itu ada dua macam, yaitu berjihad dengan harta dan berjihad dengan badan diri.
Bagi mereka yang memiliki harta namun tidak mempunyai ilmu , kemampuan atau waktu yang cukup untuk berjuang dengan badannya silahkan berjuang dengan memanfaatkan harta yang diberikan Allah padanya. Bagi mereka yang tidak punya harta cukup namun memiliki ilmu, kemampuan dan waktu cukup , silahkan berjuang dengan badan dirinya. Jika dua kelompok orang tersebut diatas yakni orang yang hanya memiliki harta, dan orang yang hanya memilki ilmu, kemampuan dan waktu cukup ini bersinerji tentu akan menghasilkan kekuatan yang dahsyat dalam menegakan kebenaran dijalan Allah.
Bagi orang yang memiliki semua kemampuan diatas yaitu harta, ilmu, kemampuan dan waktu yang cukup silahkan berjuang dengan semua kemampuan yang telah diberikan Allah padanya. Bagi orang ber-man yang tidak mau menjalankan perintah jihad seperti tersebut diatas , Allah mengancam mereka dengan azab yang pedih. Bagi siapa yang mau menjalankan perintah tersebut diatas Allah menjanjikan baginya keberuntungan yang besar, mengampuni semua dosanya dan memasukan mereka kedalam syurga yang mengalir sungai –sungai dibawahnya.
Popularity: unranked [?]


