LATIHAN SINKRONISASI LISAN, FIKIRAN DAN HATI DALAM SHOLAT

You may also like...

13 Responses

  1. Terimakasih, Insya Allah bermanfaat..

  2. dimi headfield says:

    Assalamualaikum, Pak Ustadz. :)
    saya baru belajar sholat, dan ingin bertanya:
    Saya sholat melafadzkan bacaan kemudian menyebut terjemahannya dalam hati (membathin) , misalnya ketika membaca doa Iftitah: “Allahu Akbar Kabiro..”, baru kemudian menyebut dalam hati terjemahannya: “Allah Maha Besar, Lagi Sempurna KebesaranNya..” dst.
    Pertanyaan saya: 1. Bagaimanakah caranya yang benar, apakah ketika saya melafadzkan “Allahu Akbar Kabiro” hati saya berbarengan mengucapkan terjemahan ” Allah Maha Besar Lagi Sempurna KebesaranNya”?
    *Saya agak kesulitan jika harus melafadzkan dan membathin terjemahannya berbarengan, karena terjemahannya yang lebih panjang dari lafadznya.
    2. Bagaimana caranya agar bisa melafadzkan sekaligus sinkron maknanya? sedangkan saya baru bisa mengetahui maknanya setelah membathin. jika tidak mengetahui (membathin) terjemahannya, maka saya kesulitan memahami maknanya.

    Alhamdulillah… Semenjak saya sholat dengan membathin terjemahan, durasi sholat jadi lebih lama, tanpa terasa sholat 4 rakaat bisa tembus 30 menit.
    Terima Kasih atas ilmu-ilmu Pak Ustadz, Semoga Allah membalas dengan kesuksesan dunia Akhirat.

    • fadhilza says:

      Wa alaikum salam

      Pada tahap awal silahkan terjemahkan didalam hati, insya Allah jika sudah biasa tidak perlu diterjemahkan seperti itu. Hti dan fikiran otomatis memahaminya ketika kita membaca ayat atau bacaan shalat

      kalau orang belajar bahasa inggris pada tahap awal juga seperti itu, dia mengucapkan “Open the door , please” dia menterjemahkannya didalam hati. Namun kalau sudah mahir ia tidak perlu menterjemahkan lagi .

  3. dimi headfield says:

    Nanya lagi nih Pak Ustadz.
    1. Apakah membaca “Bismillahirrohmannirrohhim” diawal Surah Al Fatiha dilafadzkan secara sirr, lalu menJahr “Alhamdullilahirrobilalamin” hingga “Amiiin” ,ataukah sama saja?
    2. Apakah ketika duduk tahiyah awal dan akhir mata saya tetap memandang tempat sujud, ataukah mata saya memandang telunjuk saya yang berisyarat?
    3. kapankah saya memulai berisyarat telunjuk? sejak awal membaca tahiyah, ataukah ketika saya menyebut syahadat?
    4. Bacaan ruku’ dan sujud apakah kata “…Wabihamdih” dibelakang tidak perlu saya sebut? Temen saya bilang, kata itu cuma dibuat-buat ulama?
    5. Saat sholat sendirian, sebaiknya saya melafadz doa dan dzikir secara sirr, atau jahr? Apakah membaca surah harus dengan dilagukan?
    Maaf saya banyak nanya, ngerepotin. :) Terima Kasih Banyak.

    • fadhilza says:

      1. Membaca Bismillahirahmanirrohim diawal alfatihah boleh sir boleh juga dijaharkan keduanya ada contohnya dari Rasulullah.

      2. Ketika duduk tahiyat awal dan akhir mata tetap tertuju pada tempat sujud.

      3. mengangkat telunjuk dimulai saat membaca syahadat

      4. Kata wabihamdi boleh dibaca boleh tidak

      5. Ketika shalat bacaan qur’an hanya dijaharkan pada rakaat satu dan dua ketika shalat magrib, isya dan subuh. bacalah dengan tartil sesuai hukum tajwid yang benar. Membaca doa sesudah shalat boleh siir boleh dijaharkan. Jika dimasjid sebaiknya sir agar tidak mengganggu jamaah yang lain.

  4. dimi headfield says:

    1. jika pada rokaat 1 dan 2 membaca dengan jahar, apakah rakaat sisanya (membaca Al Fatiha) dengan sirr tanpa tartil, atau sirr dengan tartil ?
    2. Saya agak kesulitan duduk dalam sholat. Bagaimana cara mengatur posisi badan, pinggang, tangan, kaki kanan dan kaki kiri ketika duduk dalam sholat? Terutama duduk tahiyat akhir, saya tidak bisa menegakkan kaki kanan.
    3. Mengucap Takbir dalam sholat apakah dipanjangkan, atau biasa saja? Misalnya takbir dari posisi berdiri ke sujud atau dari sujud kembali berdiri?
    4. Ketika membaca Itidal (robanna lakalhamdu..dst) , posisi tangan saya sebaiknya bersedekap, atau lepas saja?
    Mohon bimbingan Pak Ustadz. Terima Kasih Banyak.
    *maaf, saya bawel. :)

    • Fadhil ZA says:

      Wa alaikum salam

      1. Walaupun dibaca secara siir tetap harus tartil, jangan tergesas gesa.

      2. Lakukan sesuai kemampuan, kalau tidak bisa menegakkan kaki kanan tidak mengapa tidak ditegakkan

      3. Takbir boleh dipanjangkan boleh dipendekan silahkan mana yang terasa nyaman.

      4. Ketika membaca itidal tangan dilepas dikiri kanan badan.

  5. dimi headfield says:

    Alhamdullilah. Terima Kasih Banyak atas bimbingannya Pak Ustad. Semoga Allah membalas dengan Sebaik-baik balasan, dunia dan akhirat. Kapan kapan saya akan nanya nanya lagi di sini, maklum newbie… :)
    Wassalammualaikum.

  6. dimi headfield says:

    Assalamualaikum Pak Ustadz.
    Saya pernah beberapa kali ketika sholat diganggu kucing-kucing piaraan saya, ketika berdiri kaki saya dijilat, lalu saya sepak itu kucing dan terus fokus melanjutkan sholat,..eh ketika sujud, itu kucing balik lagi dan menjilat kuping saya, yah.. Saya hampir tertawa (abisnya geli2 gimana gitu) , lalu sambil kening tetap sujud tangan saya mengambil dan melemparkan kucing tadi… Dan kembali fokus melanjutkan sholat.
    Pertanyaan saya: apakah sholat saya batal karena ulah kucing-kucing tadi? Apakah saya berdosa karena melakukan gerakan yang bukan gerakan sholat?
    Mohon pencerahan. Terima Kasih

  7. dimi headfield says:

    Assalamualaikum Pak Ustadz.
    Saya lagi bingung mau nanya:
    1. sebelum wudhu saya membaca doa: Allahummagfirlii dzanbii, wa wassi’ lii fidhari, wa barik lii firizqi. Nah, apakah doa ini pernah diajarkan Nabi Muhammad?
    2. Saya baru tau manfaat kesehatan berIstinsyaq ketika wudhu. Sebelumnya saya pernah mencoba, tapi kepala saya jadi agak pusing sampai batuk-batuk. Nah,bagaimana cara menghirup air lewat hidung yang benar dan aman?
    Mohon bimbingannya Pak Ustadz. Terima Kasih.

  8. rahmat says:

    assalamualaikum ustad saya kalau wudhu tangan kiri sy ga bisa kena air jari@ny pi siku ny bisa pakah itu sah wudhunya,tks

  9. Rofik says:

    Saaya mencoba memaksa shilat sambil menerjemahkan dalam hati dan pikiran tapi pusing pak gemana caranya yg mudah

    • Fadhil ZA says:

      Wa alaikum salam

      Baru baru memang tidak mudah, namun kalau sudah biasa tidak akan sulit. Sama seperti orang yang belajar menge,mudi mobil baru baru amat sulit tapi kalau sudah biasa jadi mudah. Anggap saja seprrti kita kalau bicara pakai bahasa inggris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>