Archive for January, 2010
SENI PERNAPASAN SATRIA NUSANTARA DAN DZIKIR ASMAULHUSNA
Oleh Fadhil ZA
Sekitar tahun 1988 Seni Pernapasan Satria Nusantara sedang booming diseluruh Nusantara demikian pula dikantor saya PLN . Bersama beberapa teman saya ikut mendaftar menjadi peserta latihan Seni Pernapasan Satria Nusantara. Ayah saya yang sudah berusia 70 tahun dan adik adik saya juga ikut di lingkungannya masing masing. Ketika itu latihan Seni Pernapasan SN sedang menjamur dimana-mana di Jakarta ini. Peragaan tenaga dalam dan pernyataan bahwa SN dapat menyembuhkan berbagai penyakit , banyak menarik minat masyarakat ketika itu.

Setelah menyelesaikan latihan pra dasar sebanyak 10 jurus selama kurang lebih 2 minggu, kami dikumpulkan di Cibubur untuk acara diselaraskan energi bio elektiknya (dibuka). Acara langsung dipimpin bapak Drs Maryanto sebagai pendiri Lembaga Seni Pernapasan Satria Nusantara. Sampai beberapa tahun LP SN sangat diminati di mana mana di seluruh Indonesia, beberapa instansi pemerintah dan BUMN menggalakan karyawannya untuk mengikuti Olah Raga seni Pernapasan SN ini. Keinginan untuk tetap sehat, bisa mengobati diri sendiri dan orang lain, memiliki tenaga dalam yang menakjubkan jadi motivasi yang kuat bagi peserta untuk tetap rajin mengikuti latihan.
Mulanya saya rajin latihan, namun karena kesibukan kerja dan kurangnya motivasi untuk terus berlatih latihan saya sering terputus. Akhirnya Saya bisa juga menyelesaikan sampai Pengendalian 10 setelah lebih 2 tahun. Peserta latihan terus menyusut, akhirnya saya juga tidak pernah ikut latihan lagi. Kadang kadang saya berlatih sendiri dirumah, sekedar untuk olah raga menjaga kebugaran tubuh, namun tidak rutin . Setelah berlalu sekian tahun , karena tidak pernah berlatih akhirnya saya mulai lupa jurus yang pernah saya latih tersebut. Beberapa teman masih ada yang terus berlatih dikantor saya sampai menjelang pensiun, ada yang sudah mengikuti tingkat Gabungan dan Pengendalian keras. Namun jumlah peserta tinggal beberapa orang saja.
MENGENAL KH ARIFIN ILHAM
Si Badung dari Banjarmasin
Begitu lahir, ia sudah bergigi. Ketika kecil, badungnya bukan alang kepalang. Ia nyaris membakar rumah, hanya karena
permintaannya tidak dituruti. Doa kedua orang tuanya di Tanah Suci mengubah perangai Arifin.
Suatu siang di tepi sungai kecil tak bernama di Jalan Sutoyo, Banjarmasin, seorang anak laki-laki berusia dua tahun sedang asyik bermain-main air menemani sang ibu yang sedang sibuk mencuci. Tiba-tiba bocah itu tergelincir dan sekejap kemudian air yang deras sudah menariknya ke tengah sungai.
Menyaksikan anaknya hanyut, tanpa berpikir panjang ibu yang tengah hamil delapan bulan itu langsung terjun ke sungai. Air sungai yang deras dan dalam tidak membuatnya ciut. Ia berenang semampunya agar bisa menggapai kaki anak lelaki satu-satunya itu. Bocah itu sudah tenggelam cukup jauh dan terus meluncur cepat sejalan dengan derasnya air sungai. Sekujur tubuhnya tak terlihat dan hanya sesekali kaki anak itu tampak menjulur ke atas. Sambil terus berenang, wanita muda itu berusaha sekuat tenaga menggapai kaki anak itu. Ia seakan sudah tidak menghiraukan lagi bahwa di perutnya tengah ada jabang bayi yang usianya sudah cukup tua.
Syukurlah, usahanya membuahkan hasil. Setelah berenang sekitar empat meter lebih, ia akhirnya berhasil menangkap kaki putranya. Bocah itu sudah pucat pasi dan tak sadarkan diri. Beruntung, ibu itu masih merasakan ada gerak kehidupan di jantungnya. Dengan sisa-sisa tenaga yang dimilikinya, ibu itu menggendong putranya ke pinggir kali. Setelah itu, sang ibu tak sadarkan diri dan tidak tahu lagi apa yang terjadi selanjutnya.
Perjuangan ibu itu tidak sia-sia. Bocah yang nyaris mati tenggelam itu, kini telah menjadi seorang dai (penceramah agama) yang sangat kondang. Sejak namanya mulai dikenal, hampir setiap hari K.H. Arifin Ilham muncul di layar TV atau media lain. Berbeda dengan dai sejuta umat, K.H. Zainuddin M.Z., dan dai manajemen kalbu, Aa Gym, Arifin Ilham tampil dengan gaya zikirnya yang menyejukkan. Seakan membawa jemaahnya terbang ke langit serta melupakan dunia yang fana.
MENSIKAPI SITUS YANG MENGHINA ISLAM
Oleh : Fadhil ZA
Usaha sekelompok orang menghujat dan menghina Islam, Nabi Muhammad saw , Qur’an dan Allah selalu muncul sejak zaman Rasululah sampai sekarang. Berbagai macam cara mereka lakukan untuk memadamkan cahaya Allah. Akhir-akhir ini umat Islam Indonesia kembali dikejutkan dengan munculnya situs di Wordpress yang menghujat Allah, Qur’an dan Nabi Muhammad saw. Di Facebook muncul himbauan kepada komunitas umat Islam untuk mengajukan permintaan kepada Wordpress agar menutup situs tersebut.
Situs “Beritamuslim.wordpress.com” yang menghebohkan itu sebenarnya masih merupakan kepanjangan tangan dari situs “Faithfreedom.com” yang sudah lama eksis didunia maya. Umat Islam tidak perlu terpancing dan menanggapi situs tersebut secara berlebih-lebihan. Tujuan mereka sebenarnya memang hanya ingin memancing emosi dan kemarahan umat Islam untuk berbuat anarkis dan melakukan tindakan membabi buta. Kita harus mensikapi ini dengan kepala dingin, mereka hanyalah sekelompok orang yang tidak sadar bahwa mereka saat ini hanya menumpang dibumi Allah. Mereka tidak akan bisa melenyapkan Islam dari muka bumi ini, Islam akan terus berjaya, sedang mereka pasti akan lenyap dari bumi ini mengalami kematian , dan kelak harus mempertanggung jawabkan semua perbuatannya dihadapan Allah. Ingat firman Allah dalam surat As Shaff 8 :
8- Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci.(As-Shaff
BELI TIKET PESAWAT DENGAN SHOLAT TAHAJUD
oleh M. Arif As-Salman

Wajahnya tampakberseri, hatinya diliputi kebahagiaan. Apa yang selama ini ia harapkan kini telah tercapai. Tak terhingga rasa syukurnya pada Allah ta`ala, yang telah mengabulkan doa-doa yang ia panjatkan di keheningan malam, di saat manusia terlelap tidur.
Ia bertambah yakin pada janji-janji Allah. Ia semakin mantap dalam keimanannya. Amal solehnya bertambah giat dan doa-doanya semakin panjang dan khusyuk.
Sudah sekian tahun ia hidup di negeri para Nabi ini, dalam pengembaraannya mencari ilmu. Berbagai manis-asam garam kehidupan telah ia rasakan. Pahit dan getirnya telah ia lalui. Namun ia selalu tampak tabah dan gagah. Tak tergores kegundahan di wajahnya dan tak berbekas kegelisahan di sinar matanya.
Saya acap kali bertemu dengannya dalam beberapa kesempatan. Setiap kali berjumpa, wajahnya seakan tak pernah jemu tersenyum pada semua orang. Semangat hidupnya seolah tak pernah padam. Saya salut dengan Ust. Abu Anshar-nama samaran- yang telah dikarunia dua orang anak laki-laki ini.
NIKMATNYA BERJUANG DIJALAN ALLAH
Oleh : Fadhil ZA
Berjuang dijalan Allah, dalam bahasa Al Qur’annya Jihad fiisabilillah adalah suatu kegiatan atau aktifitas mulia yang sangat dianjurkan dalam Al-Qur’an. Sayang pengertian Jihad akhir2 ini sering diselewengkan dengan pengertian yang negatif. Ada istilah laskar Jihad, Komando Jihad dan lain sebagainya yang dikaitkan dengan kegiatan teroris, sehingga ada sekelompok orang yang alergi dengan istilah Jihad fiisabililah. Dasar dan perintah untuk melaksanakan Jihad fiisabilillah dapat kita temui dalam surat As Shaf 10-12 :

10- Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?
11- (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya,
12- niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar.
(As Shaff 10-12)
Allah memerintahkan orang yang ber-Iman untuk berjihad (berjuang) dijalan Allah dengan harta dan diri mereka. Jika tidak mampu dengan harta dan diri, berjuanglah dengan harta saja atau dengan diri (badan) saja. Orang yang mempunyai harta namun tidak punya waktu silahkan berjuang dengan hartanya. Orang yang tidak punya harta namun mempunyai banyak waktu dan keahlian silahkan berjuang dengan badannya sendiri. Orang yang punya harta akan membiayai orang yang tidak punya harta, sementara para ahli dan orang yang memiliki waktu banyak akan menerima pembiayaan dari para hartawan tersebut, itulah sinergi antara orang yang mempunyai harta dengan orang yang tidak memiliki harta dalam jihad fiisabilillah.
Jihad fiisabilillah bukan hanya berperang melawan musuh atau orang yang kafir, jihad fiisabilillah memiliki pengertian yang lebih luas dari itu. Dalam salah satu peperangan para sahabat mengatakan : “Kita baru saja menyelesaikan Jihad yang besar”. Rasulullah membantah: “Tidak, kita baru saja menyelesaikan jihad yang kecil untuk menghadapi Jihad yang lebih besar, yaitu jihadun nafsi (perjuangan menghadapi hawa nafsu)”.
Pada dasarnya semua aktifitas dan usaha yang dilaksanakan dalam rangka mencari Ridho Allah, mensiarkan Agama Allah, menegakan kalimat tauhid, memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah, bisa dimasukan kedalam kegiatan jihad fiisabilillah. Semua usaha yang dilakukan seseorang dalam rangka jihad fiisabilillah adalah untuk kemaslahatan diri mereka sendiri, bukan untuk Allah. Allah maha kaya, dia tidak butuh kepada manusia. Ia tetap sebagai penguasa alam semesta walaupun manusia tidak menyembahNya, ini dinyatakan Allah dalam firmanNya pada surat Al Ankabut ayat 6 :

6- Dan barang siapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (Al Ankabut 6)
Allah akan membebaskan orang yang melakukan jihad dijalan-Nya dari azab yang pedih dan berbagai kesulitan, mengampuni dosa dosanya dan memasukan mereka kedalam taman syurga yang mengalir sungai sungai dibawanya sebagaimana disebutkan dalam surat As-Shaf diatas. Para sahabat dizaman Rasululah sangat mencintai kegiatan Jihad fiisabilillah ini, mereka bersungguh sunguh berjuang dijalan Allah dengan harta dan diri mereka.
Di Negra Indonesia tercinta yang saat ini tidak terlibat peperangan dengan musuh ataupun orang kafir, banyak hal yang bisa kita kerjakan dalam rangka Jihad fiisabilillah. Di mulai dari diri dan keluarga kita masing masing. Usaha untuk membebaskan diri dan keluarga dari jerat kemiskinan, kebodohan, ketakutan, kegelisahan, yang dilakukan karena Allah sudah merupakan jihad fiisabilillah. Bekerja, berniaga, untuk membebaskan diri dari jerat kemiskinan, menuntut ilmu atau mengajar yang dilakukan untuk membebaskan diri dan lingkungan dari kebodohan serta berusaha meraih jabatan atau kekuasaan dalam rangka mengamankan diri dan lingkungan jika dilakukan karena Iman dan mencari ridho Allah juga sudah termasuk dalam kegiatan jihad fiisabilillah. Semua aktifitas sehari hari yang dilakukan dalam rangka mencari karunia dan ridho Allah, yang dilakukan dengan harta saja, badan saja atau dengan harta dan badan merupakan kegiatan jihad fiisabilillah, yang insya Allah akan mendapatkan balasan sesuai dengan janji-Nya dalam surat As Shaf diatas.
Read the rest of this entry »


