TERAPI TADABBUR QUR’AN UNTUK MERAIH SUKSES DAN KEMENANGAN

You may also like...

21 Responses

  1. KEMAL says:

    ASS. WR. WB.

    AMIN..AMIN..YA RABBAL ALAMIN..TERIMALAH DO’A KAMI YA ALLAH..

  2. cpj says:

    Salam bapak…saya mahu bertanya, apa pula pendapat bapak mengenai apa yang perkatakan mutakhir ini iaitu “fikiran super sadar”.Harap Bapak boleh memberi tunjuk ajar…

    • Fadhil Z.A says:

      Ass wr wb

      Wah saya juga baru dengar istilah fikiran super sadar ini. Tapi mungkin saja yang dimaksud adalah kekuatan dari unconsious mind atau subconsious mind yang memang memilki kemampuan luar biasa dibandingkan dengan consious mind.
      Ruang lingkup consious mind sangat terbatas pada hal yang bisa diamati panca indra (12%) sedang unconsious mind meliputi hal yang tidak bisa diraba oleh panca indra (88%).

  3. Aries says:

    Assalamualaikum….Buya, Saya masih merasa kesulitan untuk masuk ke dalam kondisi Alpha. Bagaimanakah cara yang tepat dan efektif untuk kita bisa masuk ke dalam kondisi Alpha tersebut ?
    InsyaAllah saya akan terus mencoba “Tadabbur Quran” seperti yang Buya Nasehatkan.
    Wassalam

  4. Fadhil Z.A says:

    Ass wr wb
    Kondisi alfa adalah kondisi relaks dan santai, Kondisi alfa juga dialami oleh orang yang masuk kedalam kondisi hypnosis (single focus). Ketika itu fikiran bawah sadar sangat peka dan siap menerima berbagai saran dan istruksi, sementara peranan fikiran sadar mulai melemah.
    Pada kondisi hypnosis yang dibuat oleh ahli hypnotis bagi para kientnya biasanya untuk kondisi hypnosisi ada saat start dan finish. Mulai hitungan ketiga anda akan memasuki kondisi..bla..bla dst…….selanjutnya pada hitungan ketiga anda akan bangun dan merasa segar.
    Dalam mengerjakan sholat sebenarnya sebagaian besar orang sudah masuk kondisi hypnosis, dimulai dari saat takbiratul ihram……dan berakhir nanti ketika mengucapkan salam. Kondisi ini ditandai ketika fikiran mulai melayang layang tak tentu arah dengan relak dan baru tersadar ketika mengucapkan salam.
    Hal ini terjadi karena yang bersangkutan tidak mengerti ayat yang dibaca, jika ia mengerti ayat yang dibaca , maka kandungan ayat itu merupakan saran, perintah atau larangan yang harus diikuti oleh fikiran bawah sadar. Karena ia tidak mengerti ayat yang dibaca , maka fikiran bawah sadar akan mencari sendiri informasi atau saran yang dibutuhkan , dengan melayang kemana-mana, hingga adakalanya barang yang hilangpun bisa ketemu waktu mengerjakan sholat itu.
    Setiap hari kita selalu keluar masuk kondisi alfa, misalnya ketika mengantuk dimikrolet, asyik membaca buku novel atau cerpen, asyik mendengar sandiwara radio, asyik memancing, asyik menonton TV, jadi masuk kondisi alfa tidaklah sulit , karena memang setiap hari kita alami dalam kehidupan sehari hari.

  5. Aries says:

    Assalamualaikum…Buya…akhir-akhir ini setiap shalat berjamaah di Masjid, tanpa sadar saya sering bercucuran airmata..apakah ini “kondisi alpha” yang dimaksud..? Padahal sebagai makmum saya tidak mengerti bacaan yg dibaca oleh Imam. Saya hanya mencoba benar-benar menghayati Surat Al-Fatihah saja..atau dikarenakan sang Imam membacakan ayat ayat itu dengan lembut, saya jadi terpengaruh sehingga tanpa sadar saya menangis.?
    Memang saya saat ini mencoba utk khusuk di dalam shalat, mohon pencerahan Buya….terimakasih.

    wassalam.wr.wb

    • Fadhil Z.A says:

      Ass wr wb
      Alhamdulillah….itulah tanda dari kepekaan hati, yang bergetar jika mendengar ayat suci Al-Qur’an. Teruslah belajar menghafal terjemahan dari ayat yang sering dibaca Imam sehingga pesan yang terkandung didalam ayat yang didengar bisa lebih terasa dihati.
      Tentang kondisi alfa, sebenarnya didalam shalat semua orang sudah masuk kondisi alfa yang dimulai dengan takbiratul ihram dan berakhir ketika mengucapkan salam. Coba perhatikan ketika kita sholat, setelah mengucapkan takbiratul ihram fikiran mulai melayang layang melantur kesana kemari itu tandanya kita sudah masuk kondisi alfa. Fikiran melayang mencari saran, informasi, yang seharusnya ada pada bacaan sholat, namun karena tidak mengerti maka saran dan informasi tidak masuk kedalam fikiran bawah sadar. Kondisi alfa ini segera berakhir ketika kita mengucapkan salam. Tiba2 kita sadar kembali dan mulai ingat kegiatan sehari hari yang harus kita selesaikan, selanjutnya dengan tergesa gesa kita akan bangkit dari sholat untuk menyelesaikan tugas kita itu, tanpa sempat berdo’a atau berzikir.

  6. Aries says:

    assalamualaikum Buya…
    Buya dalam shalat saja fikiran kita sering melayang-layang tak tentu arah..ini selalu saya alami, padahal saya telah berusaha untuk memahami ayat-ayat yang saya baca dalam upaya mencapai kekhusukan..situasinya jadi tidak berbeda manakala saya melakukan Tadabbur Quran dan Berdzikir..susah sekali untuk konsentrasi..inilah yang saya sebut Saya mengalami “Kondisi Ketidaknyamanan” dan anehnya hal tersebut terbawa-bawa dalam segala hal..terutama dalam melakukan kegiatan sehari-hari, semuanya jadi tidak tenang dan out of focus..ini saya alami sudah 1 tahun belakangan ini..
    Dari referensi yang saya baca, apakah benar saya mengalami kondisi yang dinamakan PSIKOSOMATIS..? Saya tidak mau mengunjungi Psikiater, saya sudah muak dengan obat-obatan..
    Akhirnya saya mencoba seperti yang Buya sarankan..mudah-mudahan dengan bimbingan Buya, Allah segera melepaskan saya dari kesulitan ini…Amin…
    Wassalam

    • Fadhil Z.A says:

      Ass wr wb

      Jika kita mengerti bacaan yang kita baca dalam sholat, kemudian hati dan fikiran fokus pada bacaan tersebut , insya Allah fikiran tidak nakan melantur kemana-mana. Fikiran akan berubah-ubah mengikuti bacaan yang dibaca. Bukankah jika anda sedang berbicara dengan seseorang fikiran juga akan mengikuti apa yang anda ucapkan. Jika anda sedang bicara tentang kemacetan lalu lintas tentu fikiran akan membayangkan jalan yang padat dan macet, jika anda bicara suasana yang sejuk nyaman dipegunungan tentu fikiiran akan membayangkan suasana nyaman dipegunungan itu, demikianlah fikiran selalu berubah-ubah menghikuti apa yang anda ucapkan, demikianlah keadan orang yang khusuk.

      Sangat aneh jika fikiran anda tidak mengikuti apa yang anda ucapkan, misalnya anda bicara tentang suasana pegunungan yang nyaman, sementara fikiran anda membayangkan jalan dikota jakarta yang macet total, nggak nyambung kan? Jadi suasana khusuk adalah sejalan ( menyatu ) antara ucapan , fikiran dan hati.

  7. kemal says:

    ass.wr. wb.

    seseorang berkata kpada sya bahwa sedekah bukan cuma berupa harta, sedekah juga bisa berupa ilmu. untuk itu saya mngucapkan terimakasih kpada bapak atas sedekah yg selama ini bapak berikan. semoga allah swt membalasnya dengan anugrah knikmatan.. amin ya rob..

    saya sudah memperaktekkan taddabbur bacaan sholat dari tulisan bapak. allhamdulillah saya jdi betah berlama-lama sholat. cuma saya agak tersendat di bacaan al-fatiha ayat 3 dan 4, saya sangat sulit membayangkan bagaimana mungkin yg maha pengasih dan maha penyayang harus mengadakan hari pembalasan?kenapa bukan hari pengampunan?. kemudian ayat 5 ”
    Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan” apakah memohon pertolongan kepada orang lain termasuk syirik?, kemudian ayat 5 dan 6 “Tunjukilah kami jalan yang lurus yaitu jalan yg engkau anugrahkn nikmat kepadanya” apakah jika dalam hidup ini kita tidak merasa nikmat brarti kita sedang tidak dijalan yg lurus?

    wass..
    kemal

    • Fadhil Z.A says:

      Ass wr wb

      Sifat Allah yang maha pengasih dan penyayang berlaku untuk semua mahlukNya selama hidup didunia, pengampunan Allah juga ada selama hidup didunia. Diakhirat kelak sifat pengasih dan penyayang hanya dilimpahkan kepada orang yang dimasukan kedalam syurga. Bagi orang yang masuk Neraka sifat kasih sayang itu sudah tidak ada lagi, yang ada hanya adzab yang pedih dan besar.

      Kalimat Iyya kana budu wa kiyya kanastaiin merupakan ikrar bahwa kita hanya menyembah kepada Allah, dan mohon perolongan hanya pada-Nya. Kenyataannya sebagaian besar penduduk bumi (75%) ini tidak menyembah kepada Allah, tapi menyembah tuhan yang lain seperti tuhan Yesus, Budha, para Dewa, bintang, bulan, matahari , api dll. Mereka juga tidak berdo’a atau minta tolong pada Allah, mereka berdoa kepada sesuatu yang mereka anggap sebagai Tuhan. Kalau beribadah dan berdo’a kita harus fokus hanya kepada Allah. Minta tolong kepada orang lain dalam bentuk fisik bukan dalam artian menyembah tidaklah membuat seseorang jadi musyrik, kita hidup didunia bergaul dengan manusia saling membutuhkan.

      Jalan orang yang mendapat nikmat dalam pengertian nikmat batin, insya Allah orang yang berada pada jalan yang lurus dan benar …terbebas dari rasa takut, duka, gelisah, jengkel, kecewa, benci, dendam…dan stress berkepanjangan. Jika kita masih diliputi oleh rasa takut, cemas, gelisah, kecewa dan stress berkepanjangan itu tandanya ada sesuatu yang salah pada diri kita…..bisa jadi kita berada pada jalan yang tidak benar.

  8. kemal says:

    ass.wr. wb.

    bagaimana dengan paham para orang dulu yg masih ada sampai sekrang, seperti minta tolong untuk di mintakan rezki kepada allah swt, karena menurut mereka orang yg meninggal lebih dekat dengan allah swt, sehingga do’a-nya lbih mudah terkabul. apakah ini tergolong syirik?

    wass
    kemal

    • Aries says:

      Assalamualaikum Wr.Wb…Buya menyambung dengan apa yang ditanyakan oleh Sdr.Kemal, saya menanyakan bagaimana halnya dengan bertawassul.? apakah ini dibenarkan dan dibolehkan..?

  9. Fadhil Z.A says:

    ass wr wb

    Itulah paham yang keliru, Rasulullah mengatakan jika mati bani Adam putuslah semua amalnya kecuali 3 perkara yaitu, anak yang soleh yang mendo’akannya, harta jariah dan ilmu yang bermanfaat yang diajarkannya. Orang yang sudah meninggal tidak bisa berbuat apa apa lagi justru mereka mengharapkan do’a dari orang yang masih hidup, karena mereka sudah tidak bisa beramal lagi.

    Kalau orang berdo’a mohon berkah dari kuburan keramat atau orang tertentu jelas itu termasuk perbuatan musyrik, berdo’alah hanya pada Allah jangan kepada yang lain dari-Nya. Sesuai ucapan dalam surat alFatihah : Iyyaka na’budu wa iyyaka nastaiin.

    • kemal says:

      ass. wr. wb.

      mengenai jalan lurus yg dianugrahkan nikmat kepadanya. bagaimana cara agar kita bisa memperoleh jalan tersebut?

  10. Fadhil Z.A says:

    Ass wr wb

    Jika kita Yakin pada Allah, berjuang mendekatkan diri pada-Nya, mengerjakan semua perintah dan menjauhi laranganNya, insya Allah akan mendapatkan jalan Lurus yang dijanjikan-Nya.

  11. Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Saya minta izin ya pak untuk mengambil bacaan di atas dan saya tulis di blog saya, nama dan semua keterangan yang membuat tetap saya cantumkan. Mudah-mudahan bermanfaat juga bagi saya dan pembaca blog saya. Terima Kasih

  12. mulyanto says:

    saya ingin berbagi cerita,..mungkin ini adalah buah dari yang di amalkan dari metode nya buya,..hanya ini dilakukan oleh paman saya yng blm mengetahui metode buya,..certinya dia diusia 40 thn terpuuruk dan jatuh nama baiknya di sangka korupsi sehingga dia sakiit lever,…setelah itu dia setiap malam bangun tahajud jam 2 malam lalu tadabur quran dia baca satu ayat dan dia renungkan maknanya,….dan selama kurun 1 tahun sudah allah rubah namanya jadi baik harum dan prestasi kerjanya ditinggikan derajatnya dimulyakan kl sekarang dia sudah jadi orang ternama di univ.Brawijaya Malang,…artinya metode buya benar dengan metode itu dapat menjadikan mulya sukses dan bahagia,…oleh krn itu saya jadi ingat paman dan smga kita smua dapat menerapkan metode buya,..dan buya di berkahi usianya amiiin,..salam buya

  13. ALI says:

    Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatu.
    Ustad. saya adalah seorngan guru, saya memiliki beberapa siswa yang memiliki perilaku yang lebih. (maaf..? siswa yang nakal, suka membohongi ornag tuanya, dll) adakah cara melalui pendekatan islami (terapi islam) yang bisa untuk meminimalisir perilaku kenalan anak remaja/siswa uastad..? jazakumullah khair

    • Fadhil ZA says:

      Wa alaikum salam

      Ajak mereka untuk memperbaiki mutu shalat mereka, didik mereka untuk mengerti setiap ayat dan kalimat yang mereka baca dalam shalat. Jika mereka sudah melakukan shalat dengan benar dan khusuk insya Allah perilaku mereka akan berubah, karena shalat itu mencegah manusia dari perbuatan keji dan munkar.

      Pelajarai tata cara shalat khusuk pada artikel “Panduan shalat khusuk ” di blog ini

Leave a Reply to kemal Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>