KEMATIAN MENURUT AL-QUR’AN
Oleh Fadhil ZA

10- Sesungguhnya orang-orang yang kafir diserukan kepada mereka (pada hari kiamat): “Sesungguhnya kebencian Allah (kepadamu) lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri karena kamu diseru untuk beriman lalu kamu kafir”
11- Mereka menjawab: “Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?”


Ketika manusia dikumpulkan dipadang Mahsyar pada hari berbangkit kelak dan orang kafir telah melihat dengan jelas akibat perbuatan mereka menentang ayat ayat Allah selama ini, mereka mengeluh : ” Ya Allah Engkau telah mematikan kami dua kali, dan menghidupkan kami dua kali pula, lalu kami mengakui dosa kami, adakah jalan keluar bagi kami dari kesulitan yang dahsyat pada hari ini (neraka jahanam) “. Dialog antara orang kafir dengan Allah ini diabadikan dalam surat Al Mukmin ayat 10 -11, sebagaimana kami kutipkan diawal artikel ini.
Selama hidup didunia ini kita hanya mengerti bahwa mati dan hidup itu hanya sekali saja, namun setelah diakhirat kelak kita baru, mengerti bahwa kita hidup dan mati sebanyak dua kali. Memperhatikan dialog diatas kita jadi bertanya, apakah yang dimaksud dengan kematian itu? Dalam Al Qur’an dikatakan bahwa kita mati dan hidup sebanyak dua kali, padahal yang kita ketahui selama ini kita hidup dan mati hanya satu kali.
Definisi mati menurut Al-Qur’an
Mati menurut pengertian secara umum adalah keluarnya Ruh dari jasad, kalau menurut ilmu kedokteran orang baru dikatakan mati jika jantungnya sudah berhenti berdenyut. Mati menurut Al-Qur’an adalah terpisahnya Ruh dari jasad dan hidup adalah bertemunya Ruh dengan Jasad. Kita mengalami saat terpisahnya Ruh dari jasad sebanyak dua kali dan mengalami pertemuan Ruh dengan jasad sebanyak dua kali pula. Terpisahnya Ruh dari jasad untuk pertama kali adalah ketika kita masih berada dialam Ruh, ini adalah saat mati yang pertama. Seluruh Ruh manusia ketika itu belum memiliki jasad. Allah mengumpulkan mereka dialam Ruh dan berfirman sebagai disebutkan dalam surat Al A’raaf 172:
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”, (Al A’raaf 172)
Selanjutnya Allah menciptakan tubuh manusia berupa janin didalam rahim seorang ibu, ketika usia janin mencapai 120 hari Allah meniupkan Ruh yang tersimpan dialam Ruh itu kedalam Rahim ibu, tiba-tiba janin itu hidup, ditandai dengan mulai berdetaknya jantung janin tersebut. Itulah saat kehidupan manusia yang pertama kali, selanjutnya ia akan lahir kedunia berupa seorang bayi, kemudian tumbuh menjadi anak anak, menjadi remaja, dewasa, dan tua sampai akhirnya datang saat berpisah kembali dengan tubuh tersebut.
Ketika sampai waktu yang ditetapkan, Allah akan mengeluarkan Ruh dari jasad. Itulah saat kematian yang kedua kalinya. Allah menyimpan Ruh dialam barzakh, dan jasad akan hancur dikuburkan didalam tanah. Pada hari berbangkit kelak, Allah akan menciptakan jasad yang baru, kemudia Allah meniupkan Ruh yang ada di alam barzakh, masuk dan menyatu dengan tubuh yang baru sebagaimana disebutkan dalam surat Yasin ayat 51:
51- Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. 52- Mereka berkata: “Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?” Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya). (Yasin 51-52)
Itulah saat kehidupan yang kedua kali, kehidupan yang abadi dan tidak akan adalagi kematian sesudah itu. Pada saat hidup yang kedua kali inilah banyak manusia yang menyesal, karena telah mengabaikan peringatan Allah. Sekarang mereka melihat akibat dari perbuatan mereka selama hidup yang pertama didunia dahulu. Mereka berseru mohon pada Allah agar dizinkan kembali kedunia untuk berbuat amal soleh, berbeda dengan yang telah mereka kerjakan selama ini sebagaimana disebutkan dalam surat As Sajdah ayat 12:
Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin”. (As Sajudah 12)
Itulah proses mati kemudian hidup, selanjutnya mati dan kemudian hidup kembali yang akan dialami oleh semua manusia dalam perjalanan hidupnya yang panjang dan tak terbatas. Proses ini juga disebutkan Allah dalam surat Al Baqaqrah ayat 28:
Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan? (Al Baqarah 28)
Demikianlah definisi mati menurut Al-Qur’an, mati adalah saat terpisahnya Ruh dari Jasad. Kita akan mengalami dua kali kematian dan dua kali hidup. Jasad hanya hidup jika ada Ruh, tanpa Ruh jasad akan mati dan musnah. Berarti yang mengalami kematian dan musnah hanyalah jasad sedangkan Ruh tidak akan pernah mengalami kematian.
Pada saat mati yang pertama, jasad belum ada namun Ruh sudah ada dan hidup dialam Ruh. Pada saat hidup yang pertama Ruh dimasukan kedalam jasad , sehingga jasad tersebut bisa hidup. Pada saat mati yang kedua, Ruh dikeluarkan dari jasad , sehingga jasad tersebut mati, namun Ruh tetap hidup dan disimpan dialam barzakh. Jasad yang telah ditinggalkan oleh Ruh akan mati dan musnah ditelan bumi. Pada saat hidup yang kedua, Allah menciptakan jasad yang baru dihari berbangkit, jasad yang baru itu akan hidup setelah Allah memasukan Ruh yang selama ini disimpan dialam barzak kedalam tubuh tersebut. Kehidupan yang kedua ini adalah kehidupan yang abadi, tidak ada lagi kematian atau perpisahan antara Ruh dengan jasad sesudah itu.
Kalau kita amati proses hidup dan mati diatas ternyata yang mengalami kematian dan musnah hanyalah jasad, sedangkan Ruh tidak pernah mengalami kematian dan musnah. Ruh tetap hidup selamanya, ia hanya berpindah pindah tempat, mulai dari alam Ruh, alam Dunia, alam Barzakh dan terakhir dialam Akhirat. Pada saat datang kematian pada seseorang yang sedang menjalani kehidupan didunia ini, maka yang mengalami kematian hanyalah jasadnya saja, sedangkan Ruhnya tetap hidup dialam barzakh. Allah mengingatkan hal tersebut dalam surat Al Baqarah ayat 154 :
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu h idup, tetapi kamu tidak menyadarinya. (Al Baqarah 154)
Perjalanan panjang tanpa akhir
Kalau kita amati proses perjalan hidup dan mati seperti yang disebutkan diatas , maka yang mengalami kematian hanyalah jasad kita saja, sedangkan Ruh tidak pernah mengalami kematian. Sejak diciptakan pertama kali dan diambil kesaksiannya tentang ke Esaan Allah ketika dikumpulkan dialam Ruh sebagaimana disebutkan dalam surat Al A’raaf 172, mulailah Ruh menempuh perjalanan panjang yang tidak akan pernah berkahir.
Sifat Ruh sama seperti energy, dalam ilmu fisika kita mengenal teori kekekalan Energy. Teori kekalan Energy mengatakan bahwa Energy bersifat kekal, tidak bisa dimusnahkan, dihancurkan ataupun dilenyapkan. Ia hanya mengalami perubahan bentuk. Ruh memiliki sifat seperti Energy ini, ia tidak bisa dimusnahkan, dilenyapkan ataupun dihancurkan, ia kekal selamanya, ia hanya berubah bentuk mulai dialam Ruh, alam Dunia, alam Barzakh dan alam Akhirat kelak.
Kita bisa merasakan selama hidup didunia ini bahwa Ruh kita tidak pernah tidur atau beristirat. Kalau kita tidur pada malam hari, yang tidur adalah jasad atau jasmani kita sedang Ruh kita sendiri, pergi berjalan entah kemana. Ruh tidak bisa hancur, musnah dan lenyap namun ia bisa merasa lemah, sakit dan menderita. Ruh yang kurang mendapat perawatan akan menjadi lemah menderita dan sakit. Penyakit Ruh umumnya akan merembet pada penyakit fisik atau jasmani, penyakit ruh yang umum kita kenal antara lain, gelisah, kecewa, dengki, cemas, takut, sedih, tertekan dan stress berkepanjangan.
Ruh mengalami proses pendewasaan selama hidup didunia. Semua bekal yang dibawa untuk perjalanan hidup dialam barzakh dan akhirat didapat dari alam dunia. Namun sayang selama hidup didunia banyak orang yang tidak memperdulikan kebutuhan Ruhnya untuk menghadapi perjalan panjang yang tak akan pernah berakhir ini. Kebanyakan manusia hanya fokus pada masalah kehidupan dunia, dan tidak perduli dengan masalah kehidupan akhirat yang lebih dahsyat dibandingkan dengan kehidupan dunia.
Mereka baru menyadari kekeliruan mereka tatkala ruh telah sampai ditenggorokan, hingga tatkala mereka telah pindah kelam barzakh mereka mengeluh sebagaimana disebutkan dalam surat Al Mukminun ayat 99-100 :
99- (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia),
100- agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan (Al Mukminun 99-100)
Penyesalan itu memang selalu terlambat datangnya, namun penyesalan yang muncul setelah datangnya kematian hanyalah sesuatu yang sia-sia. Masa lampau tidak akan pernah kembali, kita hanya terus maju menghadang masa yang akan datang, apapun keadaan kita. Orang yang bijaksana akan mengumpulkan bekal sebanyak banyaknya untuk menempuh perjalanan panjang dialam barzakh dan akhirat. Orang yang lalai hanya fokus pada kehidupan dunia, tidak pernah mempersiapkan diri untuk menempuh perjalanan panjang itu. Bahkan terkesan tidak peduli dengan kehidupan akhirat. Sebagian besar manusia didunia termasuk kedalam golongan orang yang lalai ini, sebagaimana disebutkan dalam surat Yunus ayat 92:” …sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” Lebih tegas lagi disebutkan dalam surat al Insan ayat 27 :
Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat). (Al Insan 27)
Mudah2an kita tidak termasuk orang yang lalai, seperti disebutkan dalam ayat Qur’an diatas. Mari kita persiapkan perbekalan kita untuk menempuh perjalanan panjang yang tidak akan pernah berakhir didunia dan akhirat. Penyesalan diakhirat kelak tidak ada gunanya, masa lalu tidak akan pernah kembali, masa yang akan datang pasti terjadi. Bersiaplah menghadap berbagai perubahan yang akan kita alami sepanjang perjalan hidup yang amat panjang dan melelahkan ini. Berbekallah sebaik baik bekal adalah Taqwa.
Popularity: 52% [?]



Sewaktu saya masih SMP, saya pernah melihat ayat2 Quran tentang hukuman akhir jaman ini, dan kesan pertama saya terhadap Islam adalah takut!!! Lalu saya menyadari ada yang aneh dengan Islam, dan melakukan penelitian terhadap Islam sejak saat itu!!! Dan kesimpulan saya adalah Islam adalah agama dengan 2 wajah, di satu sisi mengajarkan kebaikan dan kedamaian. Di satu sisi terus-menerus memberikan ancaman dan menyebarkan rasa takut!!! Pertanyaannya mengapa bisa kontradiksi seperti itu??? Jika Tuhan adalah Maha Pengasih, untuk apa dia menjatuhkan manusia yang tidak percaya kepada-Nya ke neraka abadi?? Jika memang Tuhan itu Maha Pemaaf maka seharusnya apa pun yang dilakukan manusia maka Dia seharusnya Dia memaafkannya bukan?? Mengapa bisa kontradiksi seperti itu????
response untuk LL:
September 29, 2009 at 7:27 pm
Islam tidak menyampaikan kontradiktif :
1) Islam menganjurkan kebaikan dan kedamaian, dan Islam tidak menganjurkan ketakutan karena ancaman hanya untuk orang yang tidak beriman. Lho apa tidak diskriminatif, justru kalau orang beriman dan tidak beriman diperlakukan sama dalam meraih balasan akhir maka rentu tidak adil.
2) Islam mengajarkan Allah Maha Pengampun/Pemaaf/Penerima taubat, yang tidak diampuni/tidak dimaafkan/tidak diterima taubatnya hanyalah yang musyrik dan munafiq, Selain dua dosa ini ya akan diampuni.
YTH LL,
Sekedar sharing, ketika saya masih usia remaja, saya pun sempat meragukan kebenaran Islam. Banyak alasannya, diantaranya karena saya merasa ngeri akan wajah Islam yang seakan sangar, sampai kepada kemunafika orang- orang yang suka berlindung di balik kedok agama (Islam).
Akan tetapi, seiring perjalan waktu dan pengalaman- pengalaman religius yang saya alami, sampailah saya pada kesimpulan bahwa Islam adalah sejatinya suatu agama yang kebenarannya adalah mutlak.
Allah SWT tidak pernah membutuhkan kita, kitalah yang membutuhkan Allah. Adapun segala perintah- perintahnya merupakan panduan bagi manusia agar mendapatkan keselamatan baik di dunia maupun di akhirat. Apabila diperjalanannya, seorang manusia tidak menjalannkan amanah yang diberikan Allah, adzab/ balasan yang ditimpakan adalah balasan dari perbuatannya sendiri.
Semoga bisa menjawab keresahan hati saudara LL. Pencarian adalah suatu proses, saya do’akan LL diberikan hidayah oleh Allah SWT.
yg trhormat saudara LL
kalau begitu hilangkan saja hukum yang ada di dunia ini..hilangkan hukuman bagi org2 jahat yang mencuri, koruptor, pemerkosa, bgmn?
Ass wr wb
Mohonlah bimbingan pada Allah, agar Ia memberi petunjuk pada anda. Allah membiarkan sesat siapa yang dikehendaki-Nya dan menuntun siapa yang dikehendaki-Nya. Allah memaafkan dan mengampuni siapa yang dikehendakinya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya.
Hidayah itu sepenuhnya kewenangan Allah, bahkan nabi Muhammad sendiri tidak bisa menunjuki pamannya Abi Thalib.Nabi Ibrahim juga tidak bisa memberi petunjuk pada ayahnya Azar. Pelajari AlQur’an dan Islam dengan sungguh sungguh sambil mohon bimbingan pada Allah. Belajarlah dari banyak buku dan banyak guru . Gunakan akal sehat , dan hati yang ikhlas…..jangan ujub, sombong, dan merasa paling benar .
Terus belajar…dan jangan lupa selalu mohon bimbingan Allah, hati hati di internet juga banyak ajaran dan paham yang menyesatkan. Semoga Allah memberikan hidayahnya pada anda…..amin
mudah-mudahan semua orang di bumi ini paham betul mengenai apa itu hari kiamat,agar kehidupan di bumi ini menjadi lebih baik untuk selamanya. Aaammmiiiiiinnnn ya robbal allaminn….
untuk renongan LL!
Sememang nya Allah adalah satu satu nya Tuhan di alam semesta yang maha pengasih dan penyayang kepada kesemua makhlok ciptaan nya,terutama maknusia kerana mereka adalah dari keturunan Nabi Adam a.s. sehinggakan Allah memerintahkan semua malaikat malaikatnya dan juga Iblis (setan setan) sujud (tidak bermaksud menyembah,hanya sekadar membongkokan atau menundukan kepala sebagai tanda penghormatan) kepada Nabi Adam a.s. Semua malaikat malaikat a.s. menurut akan perintah dari Allah Taala dan mereka tunduk sebagai menghormati akan Nabi Adam a.s, tetapi Iblis atau setan setan tidak mahu melakukan sedemikian kerana membangkang akan perintah Allah Taala tadi kerana kesombongan mereka.Allah Taala tidak suka akan perbuatan Si Iblis tadi lalu mengusir mereka kerana durhaka atau dalam istilah lain sebagai Kafir.Jika sekiranya Iblis Iblis tadi dengan secara spontan meminta pengamponan dari Allah Taala akan kedurhakaan mereka tadi, sudah pasti Allah Taala akan mengamponi mereka,tetapi sebaliknya, mereka pula yang mengancam Allah Taala kerana sikap bongkak mereka iaitu untuk menyesatkan kesemua keturunan Nabi Adam a.s. untuk turut mendurhakai Allah Taala seperti mereka.Allah Taala telah menjanjikan Neraka Jahanam untuk Iblis tadi dan sesiapa sahaja dari keturunan Nabi Adam a.s. yang terpengaroh dengan ajakan atau tindak tandok sari setan tadi, tetapi Allah Taala akan mengamponi mereka jika sekiranya mereka bertaubat dan tidak menurut lagi akan segala hasutan setan seperti yang telah mereka lakukan sebelumnya dengan mengabdikan diri sepenoh nya kepada Allah Taala kerana takut akan pembalasan buruk yang akan di terimai di akhirat kelak.Walaubagaimanapun, Allah Taala tidak sekali kali mengamponi hamba hamba yang menyembah selain dari Allah semata setelah mereka beriman ia itu orang orang kafir yang telah memelok Islam.
sukron katsir
Assalamualaikum. Afwan sebelumnya. langsung saja sebenarnya tiada maksud lain hanya saja saya hanya ingin bertanya, hari ini dari tadi sore saya terus saja memikirkan kematian saya, bahkan saya merasa bahwa umur saya sudah tidak lama lagi,hingga akhirnya saya membuka halaman ini karena ingin tahu lebih jauh tentang kematian. mohon penjelasannya. Syuqron..
Wa alaikum salam
Kematian adalah awal perjalanan panjang yang tiada akhir. Kematian pasti datang pada setiap orang, namun tidak seorangpun yang tahu kapan terjadinya saat kematian itu. Ia bisa datang tiba tiba , tanpa terduga. Yang penting persiapkan diri selalu menghadapi saat itu. Siapkan perbekalan sebanyak banyaknya untuk menempuh perjalanan panjang sesudah peristiwa kematian itu.
Dunia ini hanya sebagian kecil dari perjalanan hidup kita yang tak ada batas akhirnya. Namun kehidupan dunia ini sangat menentukan bagi kehidupan diakhirat kelak. Jangan korbankan kehidupan akhirat untuk mendapat kesenangan dunia yang hanya sebentar ini.
assalamualaikum … saya ingin bertanya beberapa hal:
1. Seandainya seorang itu, lahir di kutub utara (misal) , suatu tempat yang jauh dari peradaban islam , dan dia tidak terlahir dengan keadaan islam ? bagaimana pendapat anda terkait , kematian nya? Jika semuanya langsung dilempar ke Al-Qur’an , bagaimana nasib si eskimo ini? tidak kah lebih baik , kita berpikir tentang eksistansi kita hidup di dunia ini dulu ? saya yakin , semua orang di dunia ini tanpa Al-Qur’an pun , semuanya percaya adanya Tuhan. Dan sebagai bukti eksistensi itu ,dari zabur sampai injil , sampai yg sudah diamandemen Al-Qur’an. Islam agama yang PALING mulia , sampai saya mati saya percaya ini
2. Apakah (personal) pemeluk islam di jamin masuk surga? Tuhan Maha Adil , kenapa tidak semuanya (belahan negara manapun di dunia ini) dijadikan islam ? bukan kah Semuanya Ini sudah menjadi hak preogatif Tuhan? bagaimana pendapat bapak?
3. Ini pertanyaan yang paling menurut saya agak gak etis , keponakan saya yang masih kecil bertanya pada saya , ” Kalau Orang Gila ( secara harfiah ) , Mati ? masuk surga? atau Neraka?” bagaimana pendapat bapak?
wassalam
Wa alaikum salam
1. Allah telah menjadikan manusia dalam berbagai macam suku bangsa, dalam Al Qur’an Allah mengatakan bahwa tidak ada satu umatpun didunia ini melainkan telah dikirim padanya Rasul yang mengajarkan tentang ketauhidan tentunya dalam bahasa kaum tersebut, sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut ini:
- Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (An Nhal 36)
Tiap-tiap umat mempunyai rasul; maka apabila telah datang rasul mereka, diberikanlah keputusan antara mereka dengan adil dan mereka (sedikit pun) tidak dianiaya. (Yunus 47) –
Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. (Ibrahim 4)
Sesuai keterangan Al-Qur’an diatas tentunya Allah telah mengirim rasul pula kepada bangsa eskimo, aborigin, indian, India, China, Jepang dan lain lain dalam bahasa masing masing kaum atau umat.
2. Setiap orang yang telah mengucapkan dua kalimah sahadat setelah dihisab dan dibersihkan semua dosanya didalam api neraka tentu pada akhirnya akan masuk syurga juga, sebagaimana disebutkan dalam surat Maryam 71-72: Dan tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. 72- Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang lalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut. (Maryam 71-72).
Kalau Allah mau tentu semua manusia akan beriman tapi Allah tidak menghendaki hal yang demikian, sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut ini : Jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat. (Huud 118)- Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan. (An Nahl 93)
3. Orang gila tidak punya kewajiban menjalankan syariat agama, amalnya akan dihitung sesuai yang dilakukan sebelum ia menjadi gila. Jika ia sudah gila sejak lahir , maka amal perbuatannya tidak diperhitungkan , keadaannya sama seperti mahluk tidak berakal lainnya. Dimana tempatnya nanti itu adalah sepenuhnya kewenangan Allah. Demikianlah penjelasan kami Wallahu alam .
aslm..
Pak, saya ingin bertanya..
spt yg kita ketahui, anak kecil belum memiliki akal spt org dewasa. dan jika dia meninggal di masukkan ke alam Illiyin, kemudian pada hari berbangkit apakah dia masih dalam kondisi anak2, atau pemikirannya sudah dewasa? apakah di surga langsung mendapatkan jodohnya?
Terima kasih
Wa alaikuim salam
Anak anak yang belum balihg masih suci dari dosa, dihari berbangkit ia tidak dihisab. Mereka adalah penghias syurga, bersama para bidadari ditaman syurga. Mereka tidak dijodohkan seperti orang yang sudah dewasa, karena alam fikiran mereka masih dunia anak anak, dan mereka masih suci dari perbuatan dosa
asw,
sebenarnya ada berapa jumlah roh dalm tubuh manusia?
apa benar ada 7?
apa bisa roh manusia yg telah meninggal berkeliaran di bumi dan bisa masuk ke tubuh kita?
saya butuh bantuannya…
Wa alaikum salam
Manusia sebagai pribadi hanya memiliki satu roh (jiwa ) saja. Namun tubuh manusia bisa dipengaruhi atau disusupi oleh mahluk roh lainnya seperti syetan, jin atau malaikat.
Apabila seseorang telah meninggal dunia rohnya ditempatkan disuatu tempat yang disebut alam barzakh, dan dia tidak bisa lagi mendatangi kehidupan dunia seperti disebutkan dalam surat Al Mukminun ayat 99-100:
99. (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia) 100. agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.
Kalau ada orang kesurupan dan mengaku nenek , kakek atau kyai zaman dulu yang sudah lama meninggal, itu adalah bohong. Yang masuk kedalam jasad atau tubuh manusia itu adalah Jin yang mengaku sebagai kakek , nenek atau orang disegani dizaman lalu.
Assalamu’alaikum Pak ustadz
Mohon penjelasaanya pak ustadz. . . .
Jika orang kesurupan itu ( jiwanya atau rohnya ? )kemana yha ??
Terima kasih atas penjelasannya pak ustadz
Wa alaikum salam
Kesurupan adalah fenomena alam dimana tubuh seseorang dimasuki oleh mahluk Jin. Dari pengalaman kami ada dua kondisi kesurupan yang dialamai seseorang. Pertama Jin hanya masuk separuh badan, biasanya masuk dari ubun ubun dan masuk separuh badan sampai rongga dada. Pada kondisi ini orang yang kesurupan tetap sadar, namun ia tidak bisa mengontrol lidah dan tangannya. Ucapan dan gerak tangannya sepenuhnya dikendalikan oleh jin yang merasukinya.
Kondisi kedua , jin masuk keseluruh tubuh, pada kondisi ini orang yang dirasuki berada dalam keadaan tidak sadar diri (sama seperti tidur), ia tidak mengetahui apa yang diucapkan dan dilakukan oleh anggota tubuhnya. Seluruh gerak gerik dan ucapannya sepenuhnya dikendalikan oleh mahluk jin yang merasuki tubuhnya.
Dalam kondisi jin masuk keseluruh tubuh maka jiwa orang yang bersangkutan berada pada tempat yang sama sebagaimana ia dalam keadaan tidur atau pinsan.
Assalamualaikum… Boleh kah saya bergabung…
Saya mau bertanya, apaa benar sejak ruh ditiupkan saat masih didalam rahim usia 40hari sudah ditentukan kapan matinya dengan detail kematian dan prosesnya??
Saya perempuan usia 22tahun,saya mengalami ujian yg amat pedih, ayah saya meninggal tangggal 1 juli 2011 dan tanggal 5 juli 2011 adalah jadwal sidaang skripsi saya, ditambah lagi ayah sedang membangun rumah dan rumahnya blum juga jadi dan menjelang bulan puasa. Kepergian ayah disaat smua tinggal sedikit lagi dan aku adalah anak tunggal. Ayahku dinyatakan stroke, memang sebelumnya ayah sering mengeluh sakit dan kesemutan padda kakinya beberapa bulan yg lalu, lalu beberappa minggu sebelum ayah meninggal pernah stroke kaki tapi hanya beberapa menit. Menuruut ilmu kedokteran hal itu merupakan tanda2 awal akan terkena stroke,dan fatal dampaknya bila tak segera di dilakukan tindakan medis jika terlambat. Informasi itu baru saya dapat kemarin bekal saya browsing…
Yang saya ingin tanyakan, kematian ayahku bukan takdir kan? Ini smua karena kelalaian ku tidak segera membawa ayahku ke rumah sakit disaat dia sudah mengeluh eluhkan sakit pada kakinya. Tapi ayahkuu sudah usaha untuk terapi tp tidak di rs, dan pernah ke klinik dekat rumah tp kata dokter itu kram biasa krena kecapekan kerja.
Sya hingga kini masih menyalahkan diri saya, saya blum ikhlas atah pergi trlalu cepat. Seandainya saya bawa dia ke RS saat mengeluh pertama tentu dia masih bisa menghadiri wisuda saya dan merayakan bulan puasa bersama sama sambil menata kembali rumah yang belum jadi…
Mohon petunjuk dan jawabanyya ya pak… Sukron, wassalamualaiku wr,wb…
K
Wa alaikum salam
Setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian. Namun tidak seorangpun tahu kapan kematian itu akan datang pada kita. Karena itu Rasulullah selalu mengingatkan agar kita selalu siap untuk menghadapi kematian itu, ia bisa datang kapan saja tanpa kita duga sebelum nya. Kematian adalah rahasia Allah.
Banyak orang yang menderita sakit, mengalami kecelakaan, dibunuh , berada dimedan perang dan lain sebagainya namun jika belum ajal tetap saja hidup . Bahkan Khalid bin walid panglima perang Islam dizaman Rasulullah yang sebagian besar hidupnya dihabiskan dimedan perang , hidupnya berakhir justru ditempat tidur, bukan dimedan perang.
Ada orang yang berada ditempat nyaman, karena memang sudah saat ajalnya tetap saja kematian bisa menjangkaunya. Ada seorang ibu yang sedang memasak didapur tewas tertimpa roda pesawat terbang yang jatuh dari angkasa. Ada yang sedang menonton TV tiba2 mengalami serangan jantung dan tewas seketika.
Sakit, kecelakaan, serangan jantung, dan lain sebagainya hanyalah proses bagi kematian yang memang telah ditetapkan Allah saat terjadinya. Seseorang mati bukanlah karena ditembak, sakit, atau kecelakaan , melainkan memang karena sudah tiba saat ajalnya. Karena itu jika ada salah seorang anggota keluarga kita yang meninggal ikhlaskanlah , dia wafat bukan karena kesalahan atau kekeliruan siapa siapa , namun memang karena sudah tiba waktu ajal yang telah ditetapkan Allah. Jika datang saat yang telah ditetapkan Allah tidak ada seorangpun yang bisa menghindar darinya. Sehebat apapun seseorang , jika sudah tiba waktunya dia tidak akan bisa lari dari cengkeraman Malaikat maut.
Ananda Maryam, kematian ayah ananda bukanlah karena kekeliruan ananda , atau siapapun , namun hal itu terjadi karena memang sudah tiba ajal yang ditetapkan Allah. Semua kita akan mengalami hal yang sama , kita pasti menemui ajal kita, namun kita tidak tahu kapan saat ajal itu akan tiba. Bersabarlah, pandang masa depan ananda dengan penuh optimisme. Rasulullah juga mengalami kemataian ayahnya ketika masih 3 bulan dalam kandungan ibunya. Pada usia 6 tahun ibundanya meninggal dunia, namun ia tetap bisa sukses menjadi pemimpin dunia. Kyai Zainudin MZ juga ditinggal wafat ayahnya ketika masih berusia 3 tahun , namun ia tetap bisa sukses menjadi tokoh masyarakat.
Demikianlah semoga bisa jadi pencerahan bagi ananda. Jika ada hal yang belum jelas ananda bisa mengirim email ke Fadhil_za@yahoo.co.id.
Assalamualaikum pak Ustad….
apakah orang yang mendekati ajalnya sudah melihat/merasakan tanda-tanda dalam dirinya tetapi ia tidak bisa mengungkapkan dengan orang sekitarnya(40 hari menjelang kematian), apakah rasa panas di badan,selalu bermimpi bertemu dengan orang2 yang sudah wafat,ataupun perubahan sikap lainnya dan tanpa di sadari oleh keluarga atau sekitarnya. mohon penjelasannya, terimakasih banyak wassalam…..
W a alikum salam
Kapan saat datangnya ajal adalah rahasia Allah, tidak seorangpun tahu secara pasti kapan dan dimana ajal itu akan datang. Namun tanda kedatangan ajal bisa dipahami oleh orang yang diberi ilmu dan arif. Satu tahun sebelu wafat Rasulullah mengucapkan kuthbah wada’ , Abu Bakar menangis terisak isak yang menimbulkan keheranan para sahabat. Ketika ditanya mengapa beliau menangis beliau mengatakan bahwa di dalam pesan Rasulullah ia menangkap isyarat bahwa beliau tidak akan lama lagi hidup didunia ini.
Rambut memutih, penglihatan berkurang, badan melemah pada orang tua sebenarnya juga merupakan isyarat kedatangan ajal yang umum diketahui. Bagi mereka yang belum mencapai usia lanjut , hanya orang tertentu yang dapat menangkap isyarat kedatangan ajal.
Assalamualaikum Wr.Wb
P.Ustdz, sy baru saja mendapat ujan sangat berat. anak saya satu-satunya yang baru berusia 18 bulan pergi meninggalkan kami untuk selama-lamanya.semua itu disebabkan krn kecerobohan saya waktu menjaganya. dia meninggal karena jatuh ke dalam bak air. sempat sy bw k RS tp nyawanya tdk tertolong pak. sy ikhlas dengan kepergiannya tapi saya masih selalu terbayang bagaimana sakitnya anak saya saat tidak bisa bernafas dalam air. sy masih sangat terpukul dengan kejadian ini dan sampai saat inipun saya masih belum bisa memaafkan diri saya sendiri. .
Pak. Ustadz apa benar bayi yang meninggal adalah ahli syurga (mohon hadist atau ayat alqur’an kalau ada)? n sy jg baca bahwa bayi yang meninggal bisa menolong orang tuanya di akhirat sepanjang ortunya beriman (mohon hadist atau ayat alqur’an kalau ada). tapi apakah kelak bayi saya tidak akan menuntut orang tuanya, karena sayalah yang menyebabkan dia terjatuh hingga meninggal. mohon jawabannya ya ustdz.. Syukron..
Wa alaikum salam
Beberapa hadist yang berkaitan dengan kematian anak yang belum balig antara lain sebagai berikut dibawah ini:
638. Anas bin Malik r.a. berkata, “Nabi bersabda, ‘Tidak ada seorang muslim yang ditinggal mati oleh tiga orang anak nya yang belum balig kecuali Allah akan memasukkannya ke surga karena anugerah rahmat Nya kepada mereka.’”
639. Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, ‘Tiada seorang pun dari orang muslim yang ditinggal mati oleh tiga anaknya (yang belum balig)[8] lalu ia masuk ke dalam neraka, kecuali hanya sekadar waktu yang lamanya seperti membebaskan diri dari sumpah.” Abu Abdillah mengatakan dengan mengutip firman Allah, “Tiada seorang pun dari kamu melainkan akan mendatangi neraka itu.”
15. Tiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci (fitrah-Islami). Ayah dan ibunya lah kelak yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi (penyembah api dan berhala). (HR. Bukhari)
23. Seorang ibu yang kematian tiga orang puteranya lalu berserah diri (pasrah) kepada Allah, rela dan ikhlas, maka dia akan masuk surga. (HR. Muslim)
Apa saja musibah yang menimpa kita tidak terjadi dengan begitu saja melainkan sudah tertulis didalam kitab dilauhil mahfuz sebelum terjadinya (Al Hadit 22), bersabarlah dengan ketetapan dan keputusan Allah. Allah tidak akan mengazab seseorang karena kelalain atau kealpaannya jika ia menyadari dan memohon ampun pada Allah atas semua kelalaian dan kekeliruannya ( surat Al Baqarah 286). Mohon ampun lah pada Allah sebagaimana dianjurkan dalam surat Al Baqarah ayat 286 tersebut. Sebaiknya hafalkan ayat tersebut dan baca didalam shalat yang dikerjakan,
Adik ku yang kusayang di panggil Alloh SWT 9 nop 2011,minggu depan saya sekeluarga akan menyongsong 40 hari kematiaannya..Pak Ustad menurut anda apa yang terjadi setelah terjadi kematian di hari ke40 berdasar dalil Islam,apakah adikku bahagia di sisiNYA..?..Doaku tak putus untuknya apakah doaku disampaikan Alloh untuknya pak Ustad….
Wa alaikum salam
Setelah datang kematian ruh orang yang soleh ditempatkan di di Illiyyin tempat yang tinggi dan menyenangkan, sedang ruh orang yang durhaka ditempatkan di Sijjin , tempat yang sempit dan busuk sampai datang hari kebangkitan. Jika adik ananda belum baligh tentu ia akan ditempatkan di Illiyyin. namun jika sudah baligh tentu tergantung amal yang dikerjakan selama hidup.
Doa orang yang hidup kepada orang yang sudah meninggal sangat membantu melapangkan barzakhnya, apalagi jika doa itu dipanjatkan oleh orang terdekat dengan ikhlas insya Allah akan dikabulkanNya.
Kepada Ustadz, tiga bulan lepas saya mengalami perasaan sedih yang berpanjangan, kadang bisa marah Dan menangis tanpa sebab, keadaan saya seperti orang depresi, dalam keadaan itu saya merasa seperti macam hidup saya sudah tidak Lama lagi, Ada apa dengan saya Ustadz, apa sebenarnya yang terjadi terhadap saya?
Wa alaikum salam
Tatkala iblis diusir dari syurga karena membangkang tatkala diperintahkan sujud pada Adam, ia telah bersumpah akan menyesatkan semua anak cucu Adam kecuali sedikit saja. Ia minta diberi waktu sampai hari kiamat untuk melaksanakan dendamnya ini. Allah memperkenankan permintaannya itu dan memberinya waktu sampai hari kiamat untuk menyesatkan anak cucu Adam. Allah mempersilahkan Iblis dan balatentaranya untuk bekerja keras menyesatakan anak cucu Adam, Iblis bersumpah akan datang pada mereka dari depan, belakang . kiri dan kanan. Allah menjamin bahwa ia tidak akan bisa menyesatkan hambaNya yang ikhlas.
Rasa cemas, sedih, jengkel, kecewa yang terus menerus tanpa sebab yang jelas adalah rasa was was yang dibisikan syetan kedalam hati manusia, sebagaimana disebutkan dalam surat An Naas. Karena itu dalam surat An Naas Allah memerintahkan kita agar berlindung pada Allah dari bisikan was was tersebut. Lawan semua perasaan negatif tersebut dengan minta perlindungan pada Allah. Perbanyak dzikir menyebut nama Allah didalam hati. Orang yang selalu berdzikir mengingat Allah akan diberi ketenangan dan ketentraman hati. Sebagaimana disebutkan dalam surat Ar Ra’d ayat 28: “ . (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”
Dzikir mengingat Alllah dengan membaca tasbih, tahmid, tahli atau takbir didalam hati yaitu kalimat subhanallah, alhamdulillah, laa ilaaha illallah, dan allahuakbar adalah salagha satu cara untuk menolak bisikan dan was was yang ditiupkan syetan kedalam hati manusia. Insya Allah hati menjadi nyaman dan tentram.
assalammu alaikum pak ustad, saya mau tanya ni. ada sebagian orang percaya akan ada nasib sial/buruk(naas). apa itu benar2 ada ya pak ustad?
Wa alaikum salam
Tidak akan menimpa seseorang melainkan apayang telah ditetapkan Allah baginya. Nasib baik atau buruk yang menimpa seseoang terjadi hanya dengan izin dan kehendak Allah. Rasulullah mengingatkan bahwa tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali doa, karena itu dalam Al Qur’an Allah memerintahkan kita untuk berdoa memohon kebaikan dan berlindung dari berbagai kejadian buruk yang mungkin saja terjadi.
Semua kejadian buruk yang menimpa kita pasti ada sebabnya. Allah tidak begitu saja mendatangkan musibah pada seseorang. Jika kita berusaha menghindar dari semua itu dan selalu berdoa padaNya tentu Allah akan memelihar kita dari berbagai kejadian buruk tersebut.
Orang yang sembrono , ceroboh dan tidak mempersiapkan diri menghadapi kejadian buruk tentu saja akan sering mengalami bencana dan musibah, itu adalah akibat kesalahannya sendiri. Bukan karena nasib sial yang datang tiba tiba tanpa sebab.
Pak ustad,saya baru saja kehilangan suami
Dia meninggal setelah pulang kerja,mengalami kecelakaan
Yg saya mau tanyakan:
1) Apakah dia bisa dibilang mati syahid?kalo iya,apakah dosa2nya selama hdupnya dihapus?
2) Apakah sebelum 40hri arwahnya msh disekitar rumah?
3) Apakah org yg meninggal masih ingat dengan keluarganya yang ada didunia ini?
4) Kami baru saja menikah,kmudian saya ditinggal mati,apakah kami tidak berjodoh?
Terima kasih pak ustad atas jawabannya
Wa alaikum salam
1. Kita tidak bisa memberi penilaian apakah ia mati syahid atau tidak , dosanya diampuni atau tidak , itu menyangkut amalan batin yang tidak kita ketahui secara fisik dan kasat mata. Jika dia bekerja betul betul semata mata dalam rangka pengabdian pada Allah, dan ia tidak pernah putus dari dzikrullah ketika berdiri, duduk dan berbaring insya Allah ia mati dalam keadaan syahid. Demikian pula masalah dosa dalam surat Al fath ayat 1 Allah menjanjikan akan mengampuni dosa orang yang beriman dan bertakwa, dosa yang telah lalu dan yang akan datang. Jika ia termasuk orang beriman dan bertakwa insya Allah semua dosanya dihapuskan Allah.
2. Ruh orang yang telah meninggal ditempatkan dialam barzakh , alam yang lain sama sekali dengan alam dunia ini. Tidak ada dalil Al Qur’an atau hadist yang menyatakan bahwa ia masih berada disekitar rumah nya selama 40 hari. Ketika datang kematian setiap diri disibukan dengan urusannya masing masing , tidak ada kesempatan lagi mengurusi orang yang masih tinggal didunia ini. Hanya saja dia membutuhkan doa dari orang yang masih hidup untuk mensuport kehidupannya dialam barzakh. Jika ia orang yang bertakwa ditempaytkan di Illiyin bersenang senang sampai datangnya hari kiamat. Jika dia orang durhaka ditempatkan di dalam sijjin mendapat azab sampai datangnya hari kiamat.
3. Dalam surat Al Mukmin ayat 100 disebutkan bahwa antara alam orang yang sudah meninggal dengan kehidupan dunia ada dinding (barzakh) yang tidak bisa ditembus. Dia tidak bisa berbuat banyak terhadap orang yang masih hidup, namun orang yang masih hidup bisa menolong dan memberi manfaat padanya dengan doa.
4. Ananda sudah menikah dengannya berarti ananda sudah berjodoh
dengannya, hanya saja pernikahan ananda tidak berlangsung lama, itu adalah takdir yang harus ananda lalui. Sabar dan ikhlaslah dengan ketetapan Allah. Mintalah pada Allah agar diberikan pengganti seorang suami yang lebih baik bagi ananda.
artikel yang dibuat oleh Pak Ustad sangat bagus sekali dan sangat menggugah, dalam rangka syiar Islam, saya mohon izin seandainya diperkenankan saya akan menyebarkan artikel ini dalam dakwah atau dalam khutbah Juma’at.
Terimakasih, semoga Allah selalu memberi kekuatan lahir dan batin kepada Ustad sehingga dapat terus berkarya. Amiin Ya Robbal alamin
Wa alaikum salam
Silahkan disebar luaskan, semoga bermanfaat.
Assalamualaikum pak ustadz…sy ada beberapa pertanyaan mohon pencerahannya….
1.Ada dimanakah sbnrnya alam barzah itu, apakah dekat dgn alam dunia?
2.berdasarkan artikel yg pak ustadz tulis mengenai ruh yg kekal dan tidak bisa dimusnahkan mengingatkan sy akan sifat Allah yg kekal apakah ada hubungannya pak?
Trimakasih pak…
Wa alaikum salam
1. Kalau memperhatikan firman Allah dalam surat Al A’raaf ayat 25 :
Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan. (Al A’raaf 25)
Allah mengatakan bahwa dibumi itu kita hidup, dibumi itu kita mati dan kelak akan dibangkitkan kembali dari bumi itu pula. Maka dapat diperkirakan alam barzakh itu adanya dibumi juga. Dibumi ini Allah menjadikan beberapa dimensi alam pada tempat yang sama. Ditempat dimana kita bediri atau duduk disitu ada dimensi alam ruh, alam malaikat, alam Jin, dan dimensi alam lainnya yang belum kita mengerti.
Semua dimensi itu tidak pernah bercampur satu dengan yang lainnya, seperti frekwensi radio atau televisi pada sebuah antene. Siaran TVRI tidak mungkin bercampur dengan Indosiar, RCTI atau ANTV walaupun kita mengambilnya dari satu antene yang sama, karen ia memiliki frekwensi yang berbeda.
2. Ruh bersifat kekal sebagaimana sifat Allah karena ia berasal dari Allah, sebagaimana firmannya yang populer dan sering kita baca ketika baca ketika ada orang yang meninggal pada surat Al Baqarah 156 : Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun..sesungguhny a kita dari Allah dan akan kembali kepadaNya
Assalamualaikum pak ustadz…ada beberapa hal yg ingin sy ketahui…Ayah saya baru saja meninggal kemarin, mohon bantuannya…
Pak…apakah kita bisa bertemu dengan ruh orang yg sudah meninggal didlm mimpi?
Klo sy boleh tau ruh manusia itu bentuknya seperti jasadnya atau tidak? Apakah kita bisa bertemu lagi nanti dialam barzah?apakah ruh mengetahui kegiatan keluarganya diDunia?Apakah hanya doa yang dapat menolong ayah saya disana dan mengapa?Saya sering bertanya2 sedang apa ayah saya disana…apakah ayah bahagia disana, banyak yg belum sempat saya lakukan buat ayah….terimakasih pak
Wa alaikum salam
Dalam surat Al Mukminun ayat 99-100 disebutkan bahwa apabila seseorang sudah meninggal maka hubungannya dengan kehidupan dunia terputus. Dia tidak bisa lagi kembali atau berhubungan dengan orang yang masih hidup, karena antara alam dunia dan kubur ada dinding yang amat kuat (barzakh). Al Qur’an tidak banyak bercerita tentang kehidupan dialam kubur. Apakah kita bisa berkumpul dengan keluarga dialam barzakh kelak , tidak ada keterangannya dalam Qur’an.
Namun didalam Al Qur’an banyak dijelaskan bahwa dihari berbangkit kelak kita akan berkumpul dan bertemu dengan keluarga kita masing masing. Kirimkan saja doa sebanyak banyaknya bagi orang tua ananda, mohonkan ampun dan agar dilapangkan kuburnya. Didalam hadist memang banyak diceritakan tentang azab kubur, insya Allah doa dari anak yang saleh bisa membebaskan orang tuanya dari azab dan siksa kubur.
Assalam’mualaikum Pak Ustadz. Saya mau tanya apakah ada siksa kubur ? Kalau ada Ruh atau jasad yang disiksa ? Mohon penjelasannya beserta dalilnya Pak Ustadz. Wassalam..
ass wr wb pa ustad anak saya meninggal pd usia 4 bln apakah benar bayi yang meninggal di alam barzahnya menjadi pemuda dan apakah bayi yang sudah meninggal sudah 100 hr akan selalu datang kerumah ibunya kalo malam jumat datang dan akan pulang malam sabtunya?mohon minta jawabannya wasalam
Wa alaikum salam
Semua anak dilahirkan dalam keadaan suci, sebelum baligh belum diperhitungkan semua amal ibadahnya. Anak anak termasuk hiasan ditaman syurga kelak. Mereka yang wafat ketika masih bayi ditempatkan dialam barzakh yang menjadi rahasia Allah. Bagaimana penempatannya itu adalah rahasia Allah . Saya belum menemukan hadist atau ayat Qur,an yang membahas hal tersebut. Demikian pula tentang kedatangannya kerumah orang tuanya setelah 100 hari saya belum menemukan hadiat yang membahas hal tersebut.
Assalamualaikum pak ustad, saya baru kehilangan ibu dan adik kandung pada senin, 9 April 2012 kemarin. Ibu dan adik meninggal karena kecelakaan sehabis mendaftarkan sekolah adik saya, di tabrak truk itupun tabrak lari. Padahal saya sedang penelitian tesis, dan rencananya saya akan menikah pada bulan november itupun kehendak ibu waktu masih hidup. Saya sangat shock dan hampir putus asa. Tetapi ayah selalu menguatkan saya agar jangan larut dalam kesedihan dan berdoalah terus tanpa putus. Pertanyaannya:
1. Apakah ibu dan adik saya mati syahid, karena dalam keadaan menuntut ilmu dan habis keluar dri masjid menunaikan sholat zuhur jamaah berarti masih dlm keadaan wudhu?
2. Apakah ibu saya tahu apa2 yg dilakukan saya di dunia. Jika saya sukses, saya wisuda apakah ibu saya bisa melihat kesuksesan saya? Apakah ibu saya bangga jika saya berhasil?
3. Benarkah pernikahan tidak boleh dilakukan dalam waktu setahun ini karena masih dalam duka sehingga pernikahan saya harus ditunda tahun depan?
Terimakasih Pak Ustad. Wassalam..
Wa alaikum salam
1. Dalam salah satu hadist yang disampaikan Abu Hurairah r.a. Rasulullah bersabda:
“Apa menurut kalian tentang orang yang mati syahid?” Mereka menjawab: “Wahai Rasulullah, mati syahid adalah buat mereka yang dibunuh fisabilillah.” Rasulullah bersabda: “Jika demikian saja, maka syuhada umatku sedikit.” Mereka bertanya: “Lalu, siapa mereka Ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Barangsiapa dibunuh dijalan Allah itulah Syahid, dan barangsiapa mati fisabilillah itulah syahid, yang mati kerana thaun (sejenis penyakit lepra) maka dia syahid, dan siapa yang mati kerana sakit perut dia syahid.” (Hadis Riwayat Muslim(3539))
Mudah mudahan ibu dan adik ananda termasuk kategori syahid seperti yang disebutkan dalam hadist diatas.
2. Orang yang telah wafat ditempatkan dialam barzakh mereka tidak bisa lagi berhubungan dengan orang yang masih hidup, walaupun mereka sangat ingin. Sebagaimana disebutkan dalam surat al Mukminun ayat 99 dan 100. Rasulullah juga mengingatkan jika mati Bani Adam maka terputus semua amalnya kecuali doa dari anak yang soleh yang mendoakan, harta jariah dan ilmu yang bermanfaat yang diajarkannya. Orang yang sudah mati tidak bisa berhubungan dengan orang yang masih hidup, namun ia bisa mendapatkan manfaat dari doa anaknya yg saleh atau amal yang pernah diperbuatnya.
3. Larangan menikah selama setahun setelah kematian ibu, tidak ada dalam ajaran Islam itu hanya adat istiadat masyarakat setempat.
assalamualaikum…
trimakasih sebelumnya ustadz,atas artikel yg insyaAlloh sangat berguna bagi kami yang masih awam dl agama!
maf ustadz,kami mau mempertanyakan beberapa ganjalan pemikiran kami diantaranya:
-bagaimana nasib orang mati yang tidak diketahui jasadnya,seperti tenggelam,terbakar,dimakan binatang atau semisalnya.apakah mereka juga termasuk ahli qubur?dan apakah mendapatkan pertanyaan/siksa qubur?
-pernah dgr juga, katanya orang yg dikubur baru akan ditemui dan dipertanyai malaikat setelah orang terahir yang ikut memakamkan meniggalkan maqbaroh setelah 7 langkah,terus apakah yang tidak dikubur lepas dari itu semua?
assalamualaikum…
trimakasih sebelumnya ustadz,atas artikel yg insyaAlloh sangat berguna bagi kami yang masih awam dl agama!
maf ustadz,kami mau mempertanyakan beberapa ganjalan pemikiran kami diantaranya:
-bagaimana nasib orang mati yang tidak diketahui jasadnya,seperti tenggelam,terbakar,dimakan binatang atau semisalnya.apakah mereka juga termasuk ahli qubur?dan apakah mendapatkan pertanyaan/siksa qubur?
-pernah dgr juga, katanya orang yg dikubur baru akan ditemui dan dipertanyai malaikat setelah orang terahir yang ikut memakamkan meniggalkan maqbaroh setelah 7 langkah,terus apakah yang tidak dikubur lepas dari itu semua?
mungkin itu yg baru bisa kami sampaiakan.syukron
Wa alaikum salam
Ketika kematian mendatangi seseorang maka Ruh dan jasadnya akan berpisah. Ruh ditempatkan dialam barzakh, sedang jasadnya dikembalikan ketanah. Keadaan jasad ini bermacam macam ada yang dikuburkan , ada yang hancur, terbakar, hilang dan lain sebagainya. Keadaan jasad yang bermacam macam tidak berpengaruh pada ruhnya. Keadaan ruh dialam barzakh bergantung amal ibadahnya.
Orang yang baik ditempatkan didalam illiyin tempat yang tinggi, orang yang durhaka ditempatkan didalam sijjin tempat yang rendah dan sempit. Proses tanya jawab didalam kubur tetap dilaksanakan tidak terpengaruh keadaan fisik masing masing. Apakah kematiannya wajar atau tidak.
assalamualaikum…
bagaimana menurut penjelasan alqur’an tentang kiamat yang menyebutkan dunia akan di hancurkan ketika sangkakala di tiup, lalu apakah ketika pada hari berbangkit alloh azza wajalla akan menciptakan kembali alam semesta(dunia)untuk menempatkan manusia/jin(makluk tuhan)antara syurga dan neraka berada,atau syurga dan neraka itu berada di alam lain setelah alloh mengaktifkan akhirat. dan yang kedua bagaimana cara kita nyenyaring penjelasan/ulasan tentang islam yang ada di internet karena kita ketahui bahwa ada beratus2 ataupu beribu2 situs tentang islam, agar kita tidak terjerumus kedalam lingkaran tujuan situs yang kita baca yang mengarah ke jalan sesat, karena kita tahu bahwa maksud jahat juga bisa masuk dari arah yang baik namun sesat pada akhirnya. terimakasih atas penjelasan ustadz wassalamualaikum……
Wa alaikum salam
Tentang alam aklhirat disebutkan dalam surat Ibrahim ayat 48 :
48. (Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan meraka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.
Setelah bumi , matahari bulan dan bintang dihancurkan dan musnah. Allah akan membentuk bumi dan langit lain yang baru, disitulah ada kehidupan lain yang kekal dan abadi. Allah menciptakan tubuh kita masing masing , kemudian Allah meniupkan ruh kita yang ada dialam barzakh masuk kedalam tubuh itu hingga hidup kembali.
Banyak paham dan ajaran kita temukan diinternet, berpeganglah pada Al qur’an insya Allah selamat. Ilmu Al Qur’an itu amat dahsyat, mencakup seluruh ilmu yang ada di bumi ini. Dalam Qur’an surat Luqman ayat 27 disebutkan jika laut menjadi tinta dan seluruh pohon dibumi jadi penanya niscaya tidak akan habis ilmu Allah itu dituliskan walaupun ditambah 7 lautajhn dan 7 bumi pohon lagi.
assalamualaikum wr.wb
trimakasih sblmnya ustd, sy baru saja kehilangan putri sy yg baru saja baligh berusia 12 th karena sakit. Sy sangat merasa kehilangan krn tdk ada tanda2 sblmnya. yg ingin sy tanyakan:
1. Sy prnh mendengar ceramah bhw sakit itu jg termasuk mati syahid dunia. Apakah putri sy jg termasuk mati syahid?
2. pd saat kondisi sakit putri sy sempat tdk sholat krn kondisi yg tdk memungkinkan. Dgn cara apa sy bisa menggantikan hutang sholat putri sy?
3. Apakah msh diperbolehkan sy shodaqoh utk almarhumah putri sy?
4. Jika org meninggal krn sakit, apakah roh nya jg msh sakit? ataukah yg sakit hny jasadnya sj?
5. Apakah setiap org yg meninggal meskipun itu anak2 jg mengalami siksa kubur?
Sekali lg trimakasih utsd. Wassalamualaikum wr.wb
Wa alaikum salam
1. Memang ada beberapa hadist Rasulullah yang mengatakan bahwa siapa yang meninggal karena wabah penyakit disuatu daerah dan dia menghadapinya dengan sabar maka dia termasuk syahid. Mudah mudahan putri ibu juga termasuk mereka yang syahid.
2. Sholat adalah ibadah wajib yang harus dilakukan oleh setiap orang jadi tidak bisa digantikan oleh ibu, ayah atau saudaranya. Doakan saja semoga Allah mengampuni putri ibu dan menerima semua amal ibadahnya.
3. Bersedekah dan berdoalah untuk putri ibu insya Allah semua itu bermanfaat bagi putri ibu di alam barzakh.
4. Difinisi mati menurut Al Qur’an adalah berpisahnya ruh dengan jasad. difinisi hidup adalah bersatunya ruh dengan jasad. Kita mengalami dua kali hidup dan dua kali mati. Mati yang pertama ketika kita masih dialam ruh belum bertemu dengan jasad kita. Hidup yang pertama ketika kita didunia ,Allah mempertemukan ruh kita dengan jasad ketika di rahim ibu. Mati yang kedua ketika datang ajal didunia ini , badan menjadi hancur dan dikuburkan dibumi, ruh disimpan dialam barzakh. Tidak ada hubungan antara ruh dengan jasad. Ruh tidak merasakan apa yang dirasakan jasad. Hidup yang kedua nanti dihari berbangkit, ketika itu ruh dialam barzakh disatukan kembali dengan tubuh yang baru diciptakan Allah. Ketika itu ruh kembali merasakan apa yang dirasakan oleh jasad.
5. Ruh orang yang meninggal ditempatkan pada dua tempat terpisah, Ruh orang yang saleh di Illiyin mereka bersenang senang disana. Ruh orang yang durhaka di sijjin mereka menderita dan merasakan azab berkepanjangan disana, sampai datangnya hari berbangkit. Anank anak yang belum berdosa dikumpulkan bersama orang yang saleh di Illiyyin
Bismillahirrohmanirrohiiim…
Assalamua alaikum wr.wb.
Pak Ustad saya mohon pencerahan hati dari Pak Ustad…
Ayah saya meninggal 12 Mei 2012 kmrn, dg proses yg sangat sangat cepat dikarenakan stroke mendadak. yg ingin saya tanyakan…
1. Apakah benar jika seseorang meninggal dg proses yg cepat/tanpa sakit dahulu berarti bliau mendapat knikmatan dari Alloh SWT, sedang saya pribadi merasa sangat sangat dan sangat menyesal, tidak puas merawat jika beliau sakit lbh dahulu, walaupun disaat sakaratul maut saya dan kakak ada disampingnya. saya merasa blm puas menebus salah saya,karena selama ini banyak menyusahkan Ayahanda. dan ternyata setelah meninggal beliau ternyata saya sangat sangat dan sangat sayang pada Ayahanda. walaupun ibu kandung sayapun telah meninggal 25tahun lalu.
2. Pak Ustad.. saya mohon bimbinganya APA yang harus saya lakukan?? setiap habis sholat saya selalu mendo’akan dan mengirimi Al fatehah buat beliau. Selain itu APALAGI yang baik menurut ajaran Islam yang harus saya lakukan untuk beliau, agar beliau ditempatkan ditempat terindah AMIN… apakah stiap malam jum’at saya menghadiahi baca surat Yasin atau bagaimana??? mohon dengan sangat bimbinganya… karena saya ingin sekali membahagiakan beliau.. karena ternyata Ayahandapun adalah sosok panutan yg bijaksana dilingkungan kerja, tetangga maupun keluarga.. tapi saya baru sadar saat ini… Subhanalloh… saya ingin meneruskan perjuangan ayahanda… membela rakyat, mengakkan kejujuran dan keadilan… AMIN
3. Benarkah/bisakah seseorang yg telah meninggal kita Hajikan??? mohon penjelasanya… karena Ayahanda selama ini berprinsip… tidak mau haji sebelum lingkunganya kondusif.. dlm arti membantu orang2 kurang mampu.. mulai menyekolahkan sampai ada yg dibantu biaya perawatan sakit. NAMUN kami sekeluarga ingiiiiiiiin sekali menhajikan beliau. bisakah? bagaimana menurut Islam…
MAAF panjang sekali… karena saat ini saya baru sadar bahwa Ayahanda benar-benar telah tiada.. bukan mimpi… dan saya ternyata sngat sayang sekali pada beliau… padahal sejak tamat SMA (tahun 2000) sampai saat ini saya tidak serumah dengan Ayahanda.. karena kulaih, kerja, sampai saya menikah… hanya sebulan sekali saya pulang tuk tidur dirumah orang tua. itupun hambar karena saya tetap saja sibuk dengan pekerja’an saya… SAYA sangat menyesal seharusnya waktu tersebut benar2 tuk Ayahanda….
wassalamualaikum wr.wb.
Wa alaikum salam
1. Mudah mudahan saja demikian. Namun semua itu tergantung dari amal beliau selama hidup, semoga beliau mendapatkan husnul khotimah. Amin
2. Kalau ingin memberi manfaat yang banyak bagi orang tua ananda baik ibu maupun bapak , bacalah al Qur’an setiap hari dengan terjemahannya satu atau dua halaman. Baca dari al fatihah sampai surat An Nas (khatam) , mungkin bisa khatam dalam 4 bulan, 6 bulan atau setahun sekali yang penting Qur’an itu dibaca setiap hari. Jadi bukan hanya membaca surat yasintapi seluruh Qur’an . Insya Allah dengan membaca Qur’an itu kedua orang tua ananda dialam barzakh akan dipasangkan mahkota kebesaran di kepalanya. Ia terpelihara dari azab Qubur , bacaan Qur’an ananda akan jadi hiburan bagi beliau berdua.
3. Badal haji bisa dilakukan oleh anaknya yang sudah haji lebih dahulu. Jika ananda ingin menghajikan orang tua ananda , itu bisa dilakukan dengan badal haji yaitu setelah ananda menunaikan haji terlebih dahulu.
assalamualaikum pak ust,
pak, tgl 28 Mei 2012 kmrn ibu saya mendapati kecelakaan hingga meninggal dunia, tabrak lari sepulang membeli obat untuk saya, apakah ibu saya termasuk kategori mati syahid ?
dan keesokan harinya ibu saya selalu dtg pada mimpi tetangga2 saya setempat dan selalu menitipkan saya dan adik saya dan menyuruh saya untuk berhenti menangis, apa benar yang ada dalam mimpi tetangga saya itu ruh nya ibu saya ? mohon penjelasannya
makasih pak ustad…
Wa alaikum salam
Seseorang bisa dikatakan meninggal dalam keadan syahid atau tidak tergantung amal dan niat orang yang bersangkutan. Jika seseorang keluar rumah mencari nafkah, menuntut ilmu atau menghubungkan silahturahmi semata mata karena Allah kemudian mengalami kecelakaan atau menemui ajalnya dalam perjalanan , mudah mudahan ia termasyuk orang yang mati syahid.
Orang yang sudah meninggal tidak bisa berhubungan dan memberi manfaat pada orang yang masih hidup. Ia ditempatkan dialam barzakh yang memisahkannya dengan alam dunia. Mimpi yang dialami para tetangga bisa saja datang dari jin Qorin yang selama ini mengikuti ibu ananda. Jika nasihatnya baik ya ikuti saja.
Assalamualaikum wr.wb
Pak Ustadz, saya ingin bertanya perihal acara di televisi yang sungguh membuat saya bertanya-tanya ingin mencari jawaban, namun tidak menemukan jawaban yang pas hingga detik ini.
Ada acara yang menayangkan seseorang dimasuki (entah) arwah atau apa. Sosok arwah (atau apa itu-Maaf, koreksi bila salah) mengatakan ia dulunya adalah penunggu ini, adalah yang membangun ini dan mengakunya sebagai manusia. Bukannya Arwah setelah itu ada di alam barzakh? Apakh makhluk yang memasuki seseorang itu Jin, atau apa? mohon bimbingannya. Terima kasih, Pak.
Wasslamualaikum wr.wb.
Wa alaikum salam
Semua itu adalah ulah golongan jin yang masuk ketubuh manusia melalui proses kesurupan. Mereka sering mengaku sebagai leluhur, atau orang ternama dimasa lalu, semua itu adalah kebohongan dari bangsa Jin yang ingin menyesatkan manusia. jangan tertipu oleh omongan mereka itu.
Roh manusia yang telah wafat ditempatkan dialam barzakh yang tidak bisa ditembus sehingga mereka tidak bisa lagi berhubungan dengan orang yang masih hidup. Namun demikian orang yang masih hidup bisa memberi manfaat kepada mereka yang dialam barzakh dengan doanya.
Assalamualaikum wr.wb
Pak ustd, blog ini sangat bermanfaat buat saya dalam mendalami agama.
Ustd, sy prnh membaca di buku ttg firman Allah yg berbunyi :
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah DISEBABKAN oleh perbuatan tanganmu sendiri.. (asy-syura:30).
Kebetulan sy baru mendapat musibah, anak sy sakit & akhirnya meninggal dunia, yg ingin sy tanyakan
1. Apakah musibah yg sy alami itu berhubungan dg kesalahan2 yg mgkn prnh sy lakukan?
2. apa benar kalo umur, jodoh, rizqi itu sdh diTAKDIRkan sejak di dlm rahim ibu?
3. sy prnh mendengar ceramah bahwa TAKDIR itu bisa diubah dg doa,jika itu benar, bagaimana hubungannya dg pertanyaan sy yg nmr 2 ?
trimakasih ustd, semoga blog ini sll memberikan pencerahan2 utk sy.
Wassalamualaikum wr.wb
Wa alaikum salam
1. Musibah itu ada yang muncul akibat kesalahan kita seperti yang disebutkan dalam surat Asy-syura diatas ada pula yang muncul sebagai ujian dan cobaan dari Allah seperti yang disebutkan dalam surat Al ankabut ayat 2-3 sebagai konsekwensi dari keimanan kita. Nabi Ayyub mengalami musibah dan bencana berkepanjangan bukanlah karena kesalahannya tapi merupakan ujian dari Allah. Sedangkan Kaum Add , Tsamud dan Nuh dimusnahkan Allah karena kedurhakaan mereka pada Allah
2. Umur, jodoh, rezeki semua ketetapannya ada ditangan Allah’ Dia memberi rezeki berlimpah pada siapa yang dikehendaki dan membatasi bagi siapa yang dikehendaki.
3. Rasulullah mengatakan la yaruuddul qodo’a illad du’a…tidak ada yang bisa menrubah takdir kecuali do’a. Allah telah memberikan amanah kepada langit dan bumi, kemudian langit dan bumi menolaknya, selanjutnya amanah itu dipikul oleh manusia Allah mengatakan bahwa manusia itu dholim dan bodoh (al Ahzab 72). Yang dimaksud amanah disini termasuk nasib manusia itu sendiri. Manusia diberi kebebasan memilih syurga atau neraka. Mau hidup baik atau buruk. Maka masalah jodoh, rezeki dan ajal manusia itu telah diserahkan pada hasil usaha mereka masing masing, dan kebanyakan manusia mendzolimi dirinya sendiri dengan kesempatana yang telah diberikan Allah pada mereka.
Kebanyakan manusia mendzolimi dirinya dengan banyak melanggar larangan dan tidak patuh pada perintahNya, sehingga mereka m engalami kesulitan hifup didunia maupun akhirat.
assallamuallaikum wr.wb
Pa ustad tolong kasih arahan kepada saya…
apa yang harus saya lakukan
nama saya seila,, saya tadi nya beragama budhha,, lama2 saya suka dengan agama islam,, saya ingin masuk islam tpi tidak boleh dengan ortua sya .bahkan saya ingin dijodohkan dgn orang hongkong ,, saya sgt takut,,saya dan pacar saya memutuskan untuk hubungan terlarang shingga saya hamil… dan ortua tau saya hamil ketika memasuki usia 4 bulan , saya mengandung.
sehingga saya dinikahkan secara sirih.. sebelum saya nikah saya diidlamkan dulu oleh penghulu dan ustad. suami saya sebenarnya mau menikah secara hukum tapi tidak boleh dengan kluarga saya,, tujuan tidak boleh adalah agar stlah nikah saya bisa berpisah dari suami saya dan anak saya tidak dikatakan anak haram. keluarga saya tidak suka dengan suami sya karena suami saya orang miskin dan beragama islam
stlah kami menikah,, ortua saya melarang saya bertemu dgn suami saya sndri. mereka hanya mau pertanggung jawaban saja dari suami saya, ketika kandungan saya memasuki usia 7 bulan, saya pergi dari rumah dan tinggal di rumah suami saya karena saya tidak tahan lagi setiap hari saya diomelin.
baru 2 hari dirumah suami saya,, saya melahirkan dan sgt sya sedihkan anak saya diambil oleh Allah. selang beberapa bulan stlah melahirkan,, ortua ingin memisahkan saya dgn suami saya. tapi saya berontak,, dan akhirnya saya diusir dari rumah. sebelum saya diusir ,, ortua menyumpahi saya.
pa ustad salahkah saya yg ingin mempertahankan rumah tangga saya,,
dan apakah sumpahan ortua saya akan manjur walaupun kami berbeda agama???
dan gmana pa ustad jika kami mau meremiskan pernikahan kami secara hukum??
apakah bisa
Wa alaikum salam
Saya ikut prihatin dengan keadaan ananda, hadapilah semua itu denga sabar dan istiqomah. Memang cukup berat tantangan yang dihadapi para mualaf yang pindah agama dai non muslim jadi muslim, itu adalah ujian bagi keimanan mereka apakah mereka memang sungguh sungguh atau tidak dalam keimanannya.
Kita diperintahkan untuk berbuat baik dan patuh pada orang tua, namun jika orang tua menyuruh kita melakukan perbuatan musyrik tinggalkanlah. Sumpah serapahnya tidak perlu ditakuti , berlindunglah pada Allah.
Untuk meresmikan pernikahan ananda secara hukum mintalah pendapat dan pertolongan dari tokoh Islam disekitar ananda.
Asslm…mau bertanya :
1. apakah jodoh kita di dunia sama dengan di akhirat?
2. saya mempunyai sahabat, dan sempat memadu kasih…tp karena tidak berjodo kami berpisah. akhirnya dia menikah dengan orang lain setelah sebelumnya sy menikah dengan orang lain pula.perpisahan kami tidak begitu baik sehingga sy dulu mengucapkan sumpah serapah yang tidak baik.
1 tahun pernikahannya, sy mendengar berita klo rumah tangganya tidak bahagia sampai akhirnya beliau meninggal setelah 1 minggu sebelumnya sy memaafkan semua kesalahannya. beliau sakit dan meninggal….
tp jauh2 hari saya pernah bermimpi melihat almarhum mendapat siksaan penuh kepedihan dan saat itu sy hanya berteriak agar siksaan nya berhenti tp apa daya suara sy tidak terdengar dan seluruh tubuh sy serasa diikat. ingin menolong tp tak bisa. dan mimpi itu menjadi kenyataan ketika sy tau bagaimana almarhum menjalani hidupnya. sy jadi sedih dan merasa bersalah….
pertanyaannya, apakah mimpi bisa menjadi jendela kejadian masa depan.???
karena sy takut sekali dengan mimpi sy…takut semua menjadi kenyataan karena satu demi satu mimpi sy menjadi nyata. takut klo mimpi itu adalah mimpi buruk…trims.mohon pencerahannya.
Wa alaikum salam
1. Jodoh , maut dan rezeki adalah rahasia Allah. Tidak seorangpun tahu dengan pasti siapa yang akan jadi jodohnya selama hidup didunia. Pacaran sekian tahun tidak jadi jaminan bahwa ia akan menjadi suami istri. Banyak orang yang pacaran bertahun tahun tiba tiba putus , dan jadian dengan orang yang baru dikenalnya beberapa hari saja. Kehidupan akhirat tidak sama dengan kehidupan dunia seorang lelaki mempunyai istri dari kalangan bidadari syurga yang jumlahnya lebih dari satu mungkin sampai puluhan, hidup berlimpah tidak ada rasa cemburu dan kebencian.
2. Tidak seorangpun yang tahu apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang, itu adalah rahasia Allah. Kita hanya bisa menduga duga saja. Tetaplah berfikir positip dan berharap pada Allah. Semua fikiran buruk dan negatif yang muncul dalam fikiran adalah was was yang ditiupkan syetan , agar kita selalu berada dalam kecemasan dan ketakutan.Fikiran dan perasaan negatif yang selalu menghantui fikiran memang cenderung untuk menjadi kenyataan. karena itu singkirkan semua itu dari dalam hati dan fikiran.
3. Sempurnakan shalat ananda dengan berusaha mengerti dan paham setiap ayat dan kalimat yang dibaca dalam shalat. Shalat merupakan benteng dan jaminan bagi masa depan kita. Perhatikan dan hayati doa ketika duduk ifthirash disitu ada doa untuk kesejahteraan hidup didunia dan akhirat. Serahkan masa depan ananda sepenuhnya pada Allah, bukan pada mimpi buruk yang ditiupkan syetan kedalam hati dan fikiran ananda
4. Pelajari tata cara sholat khusuk pada artikel dalam kategori “Tuntunan shalat khusuk” di blog ini atau pada ebook yang saya kirim pada email ananda.Sholat yang dilakukan dengan benar dan khusuk akan menyingkirkan berbagai fikiran dan perasaan negatif dari dalam hati dan fikiran ananda.
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Artikel bapak sangat2 berguna tetapi dari beberapa tanya jawab diatas masih ada yg mengganjal dibenak saya. Mohon pencerahannya.
1. Diatas sudah disebutkan bahwa seorang anak yg belum baligh maka ia terbebas dari dosa, yg menjadi pertanyaan saya bagaimana jika bayi tersebut statusnya sudah dibaptis untuk yg nasrani atau ritual sejenisnya untuk agama selain Islam, apakah masih tergolong anak yg tidak berdosa? Apakah mereka tergolong penghuni alam illiyin atau sijjin?
2. Apakah seorang istri dilarang mengantar jasad suaminya dimakamkan ketika suaminya meninggal dan hendak dimakamkan?
3. Baru2 ini ayah saya meninggal dunia, ayah saya tidak meninggalkan pesan2 kpd kami ahli warisnya. Kami tau bahwa almarhum memiliki kewajiban hutang kepada pihak lain dan sudah kami penuhi kewajiban tsb namun bagaimana jika ada kewajiban serupa yg kami tidak ketahui dan almarhum tidak pernah berpesan kepada kami? Apakah akan menjadi sandungan almarhum di alam barzakh? Bagaimana caranya agar kami yg masih hidup memenuhi kewajiban yg ditinggalkan beliau.
4. Apa hukumnya dalam pandangan islam tentang membangun makam dengan bata dan keramik? Sementara pada hadist riwayat Muslim dikatakan Rasullulah telah melarang tuk melakukan itu? Bagaimana dengan makam para muslimin yg telah dibangun dengan bata dan keramik tersebut?
Terimakasih dan mohon sekali penjelasan pa Ustad.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Wa alaikum salam
1. Anak yang belum baligh tidak mengerti apa yang diperbuat orang tuanya terhadap dirinya. Walaupun ia telah dibabtis atau menjalani ritual agama tertentu ia tetap tidak berdosa, karena semua itu diluar kemampuan berfikirnya .
2. Mengantar jenazah kekubur bagi wanita termasuk makruh karena dikuatirkan ia tidak sabar dan menjadi histeris . Jika ia kuat dan sabar yang boleh saja. Tidak ada larangan yang tegas dari Rasulullah.
3. Hutang merupakan kewajiban yang harus dibayar, jika beluam diselesaikan didunia maka nanti harus diselesaikan di pengadilan hari akhirat. Hutang yang tidak diketahui oleh ahli warisnya tentu saja tetap menjadi tanggungan yang bersangkutan. Doa yang dipanjatkan oleh anak yang soleh mudah mudahan bisa meringankan beban orang tuanya kelak.
4. Dalam hadist yang diriwiyatkan oleh Muslim, Abu Dawud dan Tarmizi disebutkan bahwa Rasulullah saw melarang kubur untuk dikapur, diduduk, dan dibangun sesuatu diatasnya. Dikuatirkan kubur yang dibangun secara berlebih lebihan akan menimbulkan kemusyrikan ditengah masyarakat, dan ini sudah menjadi kenyataan dimana mana
mohon diklarifikasi pak ustad..
ada 3 alaman yang dapat menyelamatkan seseorang ketika meninggal..
amal jariah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang Sholeh…..
bukan doa orang-orang yang masih hidup.. karena tidak termasuk dalam kriteria yang disebutkan rasullulah saw..
wa alaikum salam
Dalam Hadist Muslim disebutkan bahwa jika mati bani Adam maka terputus semua amalannya kecuali 3 perkara pertama sedekah yang mengalir (jariah), kedua ilmu yang bermanfaat yang diajarkannya, dan ketiga anak yang soleh yang selalu mendoakannya. Semua itu hanya memberi manfaat ketika anak yang soleh itu masih hidup dan harta jariah serta ilmu yang diajarkan masih memberi manfaat bagi orang banyak.
Doa orang yang masih hidup berlaku secara umum karena dalam kutbah jumat khatib selalu menutup khutbah dengan doa bagi orang beriman yang masih hidup maupun sudah meninggal . Dalam surat Ibrahim ayat 41 Allah mengajarkan kita untuk mendoakan kedua ibu bapak dan orang beriman semuanya . Allah memerintahkan kita untuk saling mendoakan dengan sesama orang beriman. Doa itupun masih bisa disampaikan oleh orang yang masih hidup keoada orang yang sudah meninggal
Namun dihari berbangkit nanti ketika semua manusia sudah berada dialam akhirat (padang mahsyar) seseorang tidak bisa memberi manfaat lagi bagi orang lainnya, masing masing disibukan dengan urusan sendiri sendiri. Setiap manusia bergantung pada amalnya masing masing.
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Malam ust, saya sedang mencari jawaban.
Sahabat saya, kmren ditinggal wafat oleh adik tercintanya,kbetulan adiknya dekat skali dgn sahabat dan teman2nya.
Hanya,kondisi almarhum meninggal dalam keadaan yg belum diketahui penyebabnya. Dalam 1 bln ini, sakit dan kluarga iktiar dgn medis. Hasil lab,radiologi dan pemeriksaan dokter dalam batas normal. Namun tanda dan gejala yg diberikan aneh seperti org yang kena dikirm teluh/sihir.
Sahabat saya menceritakan bahwa kluarga iktiar di alternatif dan banyak ustad yg mmg blg, ada yg kirim teluh ke adeknya namun semuanya menyerah dan tidak mampu krn sudah kronis.
Kami coba mencari lgi orang yang bs membantu mengatasi sihir tsbt, namun belum kami mencoba yang lain, kmren siang sehabat saya ditinggal adiknya.
Yang saya masih bertanya2 hingga hri ini, apakah teluh sebegitu hebatnya hingga membuat meninggal dan apakah itu jg termasuk takdir ?
Jelas bahwa tidak ada yg bisa terjadi di dunia ini tanpa izin Allah SWT. Namun apakah meninggal karena teluh bs dikategorikan meninggal karena izin Allah?
Saya mohon pencerahannya ustad….
Namun dibalik ini,banyak hikmah luar biasa yg saya dapatkan, saya hrus lebih bersyukur atas nikmat sehat, selamat.. Dan banyak lagi..
Sukron khatsiron ustad…
Wasalam
Wa alaikum salam
Sakit, kecelakaan, sihir hanya jalan menuju kematian tapi bukan penyebab utama. Seseorang tidak akan mati melainkan dengan izin dan kehendak Allah. Kalau belum datang waktu ajal yang ditetapkan Allah seseorang tidak akan mengalami kematian .banyak kasus orang yang mengalami kecelakaan hebat namun bisa lolos dari maut karena belum waktu ajalnya.
Sihir atau teluh bisa saja menyebabkan kematian seseorang kalau memang sudah waktu ajalnya atau diizinkan Allah. Sipelaku sihir baik dari golongan manusia dan jin kedua duanya kelak harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dihadapan Allah.
Pelaku sihir bisa lolos dari hukum dunia , namun mereka tidak akan lolos dari hukum Allah baik didunia maupun akhirat.
Assalamualaikum warahmatullah….
Ustadz, sya bru ditinggal kekasih sya….
Wjarkah bila sya brsedih mngingat blum ada ikatan d antara kita ??
Almh slalu brdoa d tiap sholatnya agar brj0d0h dgn sya… Krna dy bgtu mncintai sya,,, dn alhmdulillah kkasih sya trbilang baik akhlaknya (pandangan manusia), dilihat dari rjinnya dy bribadah…
Dpatkah dy mnjadi jd0hku d akhrat kelak ??
Apkah sya bisa mndoakan utk kbaikannya, dan brdoa agar dy mnjadi jd0hku di akhrat kelak ??
Gmana caranya biar qta tau lw dy baik” sja d alam barzakh….
Mohon bimbingannya, ustadz…
Wassalamualaikum
Wa alaikum salam
Rasa sedih dan duka ditinggal seseorang adalah hal yang manusiawi, asalkan jangan larut dalam duka berkepanjangan, karena masih banyak tugas yang harus kita laksanakan didunia ini.
Berjodoh atau tidak diakhirat tergantung amalan yang pernah dilakukan didunia. Jika sama sama masuk syurga tentu bisa . Jika yang satu di Syurga yang lainnya di Neraka tentu tidak mungkin.
Kalau sebatas mendoakan dengan sesama orang beriman tentu saja bisa. Namun minta berjodoh diakhirat sangat bergantung pada amalankita . kita tidak bisa memastikan apakah kita bisa masuk syurga atau tidak…itu sangat bergantung pada amal perbuatan kita masing masing.
Diakhirat nanti seseorang tidak bisa menolong temannya yang lain.Setiap orang sibuk dengan urusannya masing masing., tidak sempat memikirkan nasib ibu, bapa, anank, saudra maupun teman temannya yang lain.
ASS….
saya ingin brtanya pak,,,
masyarakat kita sekarang atau pun dulu,masih bnyak yang menganut paham yng bertentangan tentang agama walaupun ia islam” contoh mereka berobat,ketika sakit sering kali,kepeda dukun,maupun sejenis a,yng mana memakai sesajian,bahkan saya sendiri hampir menagis,ketika melihat seseorng yng tengah sekarat,dngan keterbatasan biaya,yng mana telah d fonis terkena kangker akut.dan mereka hnya manpu berobat dngan media kampung(dukun).
dan akhir ea ia harus meninggal dunia???
pertanyaan saya pak???
1 bagai mna keadaan orng ini meninggal menurut islam pak,padahal ia telah berdoa”dan brusaha,dngan semampu a,walaupun ia memakai media yng salah menurut saya”
tp ia yakin dngan berusaha allah tidak akan menyia-yiakan usaha ea???
Wa alaikum salam
Itulah perlunya kita menuntut ilmu, orang yang hidup tanpa ilmu pengetahuan sangat rawan untuk disesatkan oleh syetan. Allah telah memberikan akal, fikiran , hati dan waktu yang cukup bagi kita untuk belajar. Jika kita tidak mau memmanfaatkan semua itu, tentu diakhirat nanti akan jadi orang yang menyesal.
Rasulullah telah melarang kita berobat pada dukun dan paranormal yang kebanyakan menggunakan jasa Jin dalam pengobatannya, yang ditandai denga ritual tertentu seperti adanya sesajen, ayam cemani , pedupaan dan lainsebagainya. Berobatlah secara medis jika tidak mampu silahkan secara holistic , ketabib , shinse atau dengan cara rukyah syar’i dan berdoa sendiri. Jangan gadaikan Iman dengan berobat kepada paranormal atau dukun yang menggunakan ritual dan pemujaan.
Orang yang berubat kepada paranormal yang menggunakan jasa syetan dari golongan jin , ketika proses sakratul maut akan didatangi oleh syetan dari dukun tersebut, yang mengajaknya untuk murtad dan kufur pada Allah. Pada akhirnya jiwanya akan menjadi budak dari syetan dan para lelembut.
Assalamualaikum warahmatulahi wabarekatuh…
Bapak, saya mau bercerita dan bertanya :
1. saya memiliki seorang sahabat, dy(alm.) seorang yang sangat pendiam, bahkan kepada keluarganya,tak terkecuali kepada ibunya, mungkin dy(alm.) lebih dekat kepada ayahnya, ibunya pernah berkata, kalau, dy(alm.) sudah mau sedikit berbicara ketika mengenal saya,
setiap pagi d hari libur, kami seering jogging, dan d saat itu, dy (alm.) sering bercerita, bahwa dy(alm.) sering merasakan sakit perut, dan itu sudah 2tahun lamanya. hingga, tahun 2011 kemarin, tepatnya tanggal 18 ramadahn, dy(alm.) d panggil oleh Allah, tepat sebulan setelah ayahnya meninggal dunia..
kabar terakhir yang ada, dy (alm.) terkena tumor usus…
dy, pernh sempat di operasi, sebulan setelah operasi, ayahnya meninggal, dan sebulan lagi dy (alm.) yg meninggal…
yg saya tanyakan, apa dy (alm.) trmasuk dlam golongan orang yang mati syahid, ya pak?
lalu, apa benar, bahwa, orang yang akan meninggal itu bisa mengajak sanak saudaranya untuk menyusul, setelahnya?
2. saya punya seorang sahabat, yang sudah dari dulu dekat dengan saya (laki2), setiap malam, saya selalu memimpikannya, dan di dalam mimpi itu, selalu, dy selalu membuat saya tersenyum bahagia, namun pada kenyataannya dia adalah seorang yang sangat pendiam dn cuek , padahal dy juga orang yang sholeh,,
hal itu sanpai membuat saya berfikir, apakh dy jodoh saya,
dahulu, kami memang pernah mengutarakan, bahwa kami memang saling menyayangi, tapi hal tiu hanya berlangsung sebentar, ntah karena apa, dy, menjauhi saya,
setiap kali saya bertanya tentang kesalahan apa yang saya perbuat, dy selalu menghindar,,,
dan saat ini, setiap malam, ketika sholat malam, saya selalu berdoa, agar Allah memberikan cinta di antara kami, hanya sebatas sahabt saja, namun jika kami memang di jodohkan oleh – Nya, agar Allah sudi, mendekatkn hati kami…
3. ada sorang kawan saya, yang berkata bahwa dy menyayangi saya, ya saya sangat senang, dan dy sellu berusaha membuktikan bahwa dy benar dengan kata katanya, namun d sisi lain, cara dia melihat dan memperlakukan , saya, seolah dy, hanya menginginkan saya untuk memenuhi hawa nafsu dan ego nya,,
saya sampai berfikir harus menjauhi dy, saya takut semakin ikut terjerumus, dalam kegelapan, saya juga takut jika Allah marah kepada saya,
namun saya juga takut, jika saya menjauhinya, dia akan merasa saakit hati…
toh sebenarnya dy orang ng baik, hnay saja karena kwan kawan barunya, yang selalu mengajaknya untuk berbuat yang tidak baik,
menurut bapak, saya harus bagaimana?
mohon penjelasan nya…..
TERIMAKASIH…
WASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH..
Wa alaikum salam
1. Sahid atau tidak tergantung pada amalan orang yang bersangkutan. Jika seseorang meninggal karena wabah atau suatu penyakit dan ia menghadapi semua itu dengan sabar dan tidak pernah putus dari dzikir mengingat Allah insya Allah dikategorikan kedalam mati sahid. Namun jika ia meghadapi sakit itu dengan berbagai keluhan dan sumpah serapah, serta jauh dari mengingat Allah…ya tidak masuk kategori mati sahid.
2. Bergaulah dengan lawan jenis sesuai batas yang telah ditetapkan agama, jangan kebablasan hingga melanggar larangan Allah. Masalah jodoh serahkan sepenuhnya pada Allah. Kita tidak bisa memastikan apakah seseorang akan menjadi jodoh kita atau tidak, kita hanya bisa menduga duga. Banyak orang yang pacaran sampai beberapa tahun akhirnya putus oleh hal yang sepele dan jadian dengan orang yang beru dikenal hanya beberapa bulan saja.
3. Sesuatu yang kita sangka baik belum tentu baik menurut Allah , demikian pula sesuatu yang kita sangka buruk belum tentu buruk menurut Allah. Serahkan masalah jodoh ananda dengan selalu berdoa padanya. Biasakan membaca tadabbur alfatihah untuk mendapatkan jodoh yang serasi dan membawa kebahagiaan hidup dunia dan akhirat seperti yang saya sampaikan pada email ananda setiap selesai shalat atau minimal sesudah shalat magrib atau subuh.
ass..pak ustadz saya bingung kenapa hati saya selalu condong kepada maki maki Allah…walaupun sebenarnya saya tidak ingin..dan sholat puasa tetp saya jalankan..tetapi kenapa hati saya mengatakan Allah itu seperti…tidak baik saya katakan..apa yang harus saya lakukan pak ustad…saya bingung…saya ingin sekali beriman..kenapa hati saya tidak bisa…apakah Allah sudah tidak memberikan saya hidayah..trims pak ustad
Wa alaikum salam
Itu adalah bisikan syetan dari golongan jin yang ada di diri ananda . Lawan bisikan jin itu dengan berusaha meningkatkan mutu shalat ananda. Perbaiki mutu shalat ananda dengan berusaha untuk paham dan mengerti setiap ayat dan kalimat yang ananda ucapkan dalam shalat. Pelajari tatacara shalat khsusuk pada ebook yang saya kirim melalaui email ananda.
Baca tadabbur alfatihah untuk menghilangkan gangguan syetan dari golongan jin seperti yang saya kirim pada enail ananda setiap selesai shalat maghrib dan subuh. Mudah mudah Allah menolong ananda.
Ass, pak… saya sekarang sudah berusia 32 tahun,kehidupan dari mulai akal balig sampai sekarang sungguh kotor jika di lihat dari sisi ISLAM,,, saya suka berjina dengan istri orang, pelacur, aborsi, berjudi(bahkan hidup saya cukup mapan karena judi)dan akhirnya sayapun mendapatkan istri dari latar belakang PSK dan punya anak. Pak ustad, bagaimanakah pandangan islam menikahi PSK,, apakah itu hukuman dunia yang saya dapatkan dari ALLAH. S.W.T, dan apabila saya berjudi lalu saya keluarkan sedekah menjadi sia-sia?? Mohon bimbing saya pak ustad,
Wa alaikum salam
Jika ananda bertaubat dengan sungguh sungguh dan berusaha meninggalkan semua perbuatan itu kemudian berusaha memperbaiki diri, Insya Allah Dia menerima taubat ananda. Kuburkan dan simpan semua perbuatan jahiliyah dimasa lalu, bertaubatlah dan mulailah hidup dengan cara yang baru (cara yang baik) . Allah akan menuntun ananda jika ananda memang mau.
Jika ananda sudah bertaubat , tidak ada masalah dengan istri ananda yang mantan PSK toh ananda dan istri ananda sudah bertaubat. Yang penting mulailah hidup dengan cara baru yang sesuai dengan tuntunan agama. Jauhi semua perbuatan yang pernah dilakukan dimasa ananda masih jahiliyah dahulu.
Kalau ananda sudah taubat namun masih tetap mengerjakan hal yang dilarang Allah, berarti ananda tidak serius untuk bertaubat. Berarti Ananda mempermainkan Allah maka Diapun akan membalas ananda dengan mempermainkan kehidupan ananda.
assalamu’alaikum wr wb
pak ustad saya mempunyai ayah yang musyrik karena mempercayai omongan dukun dan suka pergi ke dukun, untuk mendapatkan pekerjaan atau hal yang diinginkan, sholat juga jarang. saya takut pak ustad ayah saya masuk neraka setiap sholat saya berdoa untuk kedua orang tua saya agar bisa dijauhkan dari syirik dan agar selalu taat kepada Allah, pak ustad sampai saat ini usaha saya belum berhasil katakan lah progressnya hanya 5% dr 100%, dan sekarang ayah saya berteman dengan tetangga pengangguran yang adik saya pernah lihat orang itu menyembah pohon bambu, ayah sering saya bilangi dan saya tunjukan sikap tidak setuju pada ayah dan temannya itu,tapi temannya itu tetap sering kerumah bahkan sering diberi ayah saya makan, saya sering tidak rela tapi takut di murkai Allah karena tidak mau sedekah, saya harus bagaimana pak ustad. wasalamu’aliakum wr wb
Wa alaikum salam
Kewajiban ananda hanya mengingatkan pada beliau, jika ayah ananda tidak peduli, tetaplah jangan bosan mengingatkannya. Mudah mudahan satunketika nanti Allah memberinya hidayah. Selama ananda tetap istiqomah mengingatkan beliau ananda tidak akan ditimpa mudarat dari perbuatan ayah ananda.
Hidayah itu sepenuhnya kewenangan Allah, kita tidak bisa memberi petunjuk pada orang yang kita cintai, kita hanya sekedar berusaha. Secarahkan putusannya ditangan Allah. Nabi Ibrahim juga mengalamai hal yang sama , ia tidak pernah bosan mengingatkan ayahnya walaupun akhirnya ayahnya memusuhinya dan meninggal tetap dalam kemusyrikannya.
Tetaplah istiqomah mengingatkan , mudah mudahan Allah memberi hidayah pada beliau.
assallamu allaikum
Pa ustadz, apakah artikel tanda tanda kematian yang ada di internet (100hari sblm, 40hr, 20, 7, 3, H-1) apakah benar dan ada dalilnya? setahu saya tidak ada ynag persis mengtahui mengenai hal tsb. banyak sekali artikel seprti itu dan sangat mempengaruhi pembacanya. termasuk saya, menjadi sangat takut dan tidak optimis. bagaimana meurut pa ustadz?
terima kasih, saya mohon pencerahannya
Wa alaikum salam
Tidak seoprangpun yang tahu dengan pasti apa yang akan dilakukannya atau terjadi besok hari. Demikian pula tidak seorangpun tahu kapan dan dimana ia akan menemui ajalnya. Kita hanya bisa menduga duga tapi tidak bisa memastikan.
Tanda tanda datangnya ajal bagi orang berusia lanjut memang biasa diperlihatklan Allah seperti rambut mulai memutih, gigi mulai berguguran , langkah mulai lemah, namun tidak bisa memastikan kapan saatnya.
Tanda atau isyarat kematian bagi orang berusia mudah seperti 100 hari, 40 hari tidak ada dalilnya dan tidak bisa dipertanggung jawabkan. Kita hanya diperintahkan untuk selalu siap menghadapi maut, karena ia bisa datang kapan saja tanpa pemberitahuan lebih dahulu.
aslmkm pak ustat sy dah mengerti skrg
namun sy ingin bertnya 1 aja pak ustat
sy prnah berdoa memohon allah mengajarin sy tentaang jln kebenaran apakah mgkn
sy membaca artikel ini karna doa sy yg di kabul kn allah swt……….
Wa alaikum salam
Memang demikianlah cara Allah menuntun dan membimbing hamba hambaNya. Dalam surat Al Ankabut ayat 69 Allah telah mengingatkan hal ini, bahwa ia akan membimbing orang orang yang berjuang dijalan Allah dan selalu mencari kebenaran :
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (Al Ankabut 69)
Didalam surat alfatihah ayat 6 dan 7 kalau kita mengerti artinya , sebenarnya kita juga selalu berdoa agar ditunjuki jalan yang benar dan lurus. Doa ini minimal kita baca 17 kali sehari semalam. Insya Allah jika kita baca alfatihah dengan sungguh sungguh dan memahami artinya Allah akan selalu membimbing dan menuntun kita pada jalan yang lurus.
asmkm pak ustat
sy mw nanya apa doa yg bagus bwt bpk sy yg udh meninggal
supaya nyampek dn tidak nyasar…..
dan apakah bacaan yasin bagus bwt kirim doa ntk org yg sudah meninggal
Wa alaikum alam
Mintakan ampun bagi beliau setiap selesai shalat, sebagaimana doa yang diajarkan Allah dalam Surat Ibrahim ayat 41:
Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” (Ibrahim 41)
Kalau bisa hafalkan ayat tersebut diatas , baca setiap selesai shalat. Biasakan membaca Qur’an setiap hari bukan hanya surat yasin. Orang yang membiasakan membaca Qur’an setiap hari maka kepada kedua ibu bapaknya yang sudah meninggal akan dipasangkan sebuah mahkota kebesaran di alam barzakh
aslmkm pak ustat
apakah itu iliyin dn jg jilihin……………..
Wa alaikum salam
Illiyyin adalah tempat dikumpulkannya ruh orang yang beriman dan banyak mengerjakan amal soleh. Sedangkan orang durhaka dan kafir serta banyak berbuat maksiat ruhnya disimpan di dalam Sijjin. Kalau jilihin saya baru dengar istilah itu, saya belum menemukannya di Qur’an maupun hadist.
Reply
assallamu allaikum,
Terima kasih pa ustadz, sy skrg sdh lebih tenang, smg Allah SWT senantiasa mencurahkan kasih sayangNya kepada kita semua, dan semoga Allah membalas kebaikan pa ustadz. mhn maaf pa ustadz, sy ingin bertanya 1 hal lagi, jika benar artikel2 mengenai tanda kematian yg ada di internet itu tidak ada dalil dan tidak bisa dipertanggung jawabkan, apakah jika kita terlalu ketakutan dan percaya akan jadi jatuh syirik? Audzubillah. Mhn penjelasannya, terima kasih
Wa alaikum salam
Kematian adalah hal wajar yang harus dialami oleh setiap orang. Hanya saja kita tidak tahu kapan kematian itu akan terjadi pada diri kita. Kita tidak perlu takut dengan kematian, karena itu perkara yang tidak bisa kita hindari. Sebaiknya persiapkanlah perbekalan untuk menghadapi kematian itu, kemanapun kita lari, jika sudah waktunya dia pasti akan menemui kita.
Kita tidak perlu mengharapkan kedatangan mati dan jangan pula takut menghadapinya. Sikapilah kematian itu dengan wajar. Yang penting siapkan segala sesuatu untuk menghadapinya, seperti amal saleh, ibadah serta taat pada Allah dan lain sebagainya, karena kematian itu bisa datang setiap saat dengan mendadak tanpa kita ketahui dan tanpa peringatan lebih dahulu. Kematian adalah awal perjalanan panjang yang tiada akhir, siapkan perbekalan yang cukup untuk mempuh perjalanan itu.
assallamu allaikum,pak ustadz maaf kalau boleh saya minta dzikir atau doa apa supaya bisa menyembuhkan orang yang kesurupan? dan kita’y jg diberi ketenangan ketika menghadapi orang tsb.
Wa alaikum salam
Cukup dengan membaca Al Fatihah, Surat Al Ikhlas, Al falaq, An Nass dan ayat Qursyi. Sebenarnya kekuatan doa itu bukan pada ayat atau suratnya, tapi pada keyakinanorang yang membaca doa tersebut. Dalam membaca doa atau ayat tersebut kita khusuk atau tidak.
Kalau kita membacanya dengan khusuk dan penuh keyakinan kita akan merasakan getaran energi ayat yang kita baca , energi ini akan memancar dari tubuh kita menhyembuhkan orang yang kesurupan. Kalu kita tidak khusuk dan yakin maka energi itu tidak akan muncul, dan bacaan itu hanya berlalu begitu saja tidak ada reaksi dari orang yang kesurupan. Bahkan bisa bisa anda jadi bulan bulanan jin yang masuk kedalam tubuh orang itu.
Coba pelajari cara tadabbur alfatihah pada video dan artikel “Tadabbur alfatihah untuk mengatasi berbagai masalah “ di blog ini
Ass,Wr.Wb. Pak saya mau tanya. bagaimana kalau orang non Islam. tapi mereka beribadah sesuai dengan keyakinannya. dan selalu berbuat baik kepada manusia umumnya. seperti para pendeta tau pastur. atau tokoh2 agama non muslim. apakah mereka tetap kekal di dalam neraka. atau ada ketentuan lain dari Allh.swt. pak ustad mohon di jawab ke email saya karena pertanyaannya kurang baik. terimakasih
Wa alaikum salam
Allah mengampuni semua dosa , kecuali musyrik yaitu orang yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu atau menyembah tuhan yang lain selain Allah. Orang non muslim umumnya menyembah sesuatu selain Allah. Misalnya orang nasrani mereka menjadikan Allah menjadi tiga . Mereka menyamakan Allah dengan Yesus. Didalam surat Al Maidah ayat 73 Allah jelas mengatakan bahwa orang yang mengatakan tuhan tiga sebagai orang yang kafir.
73. Sesungguhnya kafirlah orang orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. (Al Maidah 73)
Dalam surat Kahfi ayat 105 Allah mengatakan bahwa orang yang seperti itu , hapuslah pahala semua amal kebajikannya, Allah tidak memberikan penilaian bagi semua amal baik mereka , walaupun mereka berahlak baik, menolong orang banyak, membantu dan menyantuni orang miskin, dan lain sebagainya. Mereka hanya mendapat penghargaan didunia dan diakhirat dibenamkan didalam neraka jahanam.
105. Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia[896], maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat. (Kahfi 105)
Hal yang sama akan dialami oleh kelompok lainnya yang tidak menyembah Allah, seperti kelompok yang menyembah matahari, api, patung patung , tempat keramat dan lain sebagainya. Memang jumlah mereka jauh lebih banyak dari pada orang yang beriman. Jangan tertarik dengan jumlah yang banyak itu, karena di dalam Qur’an Allah menegaskan bahwa sebagian besar manusia dan jin akan masuk neraka jahanam (Al A’raaf 179). Sebagian besar manusia tidak akan beriman pada Allah sebagaimana disebutkan dalam surat Hud ayat 17 dan Al Mukmin ayat 59. Ini sudah jadi kenyataan dewasa ini dari 7 milyard penduduk bumi nyatanya yang muslim hanya 1,6 milyar. Selebihnya menyembah tuhan yang lain selain Allah.
pak uzstad apa hukum nya jika org terdekat kita,,memisahkan hubungan antara anak dan ibunya walau pun ibu nya seorg pelacur,,,,dan ibu nya tdk rela dunia akhirat kalau anak nya di asuh org
Assalamu’alaikum.p Ustadz ada yg ingin sy tanyakan.
istri sy dh alamarumh sebulan yg lalu.beliau srg menyuruh sy untuk senatiasa infaq&sodaqoh baik lpg maupun sempit.&ingn ank2nya manjadi sholeh/hah.Istri sy bercita2 ingin sekali bangun sebuah masjid untuk singgah para musafir mmg itu cita2 kamu berdua p ustadz.&anak2 kami bermanfaat untuk islam&kaum muslimin.sblm mninggal istri berpesan kepada sy waktu itu sy g tau kalo hri itu hari terakhir istri sy.yaitu untuk selalu Istighfar.ank2 kami 3 smeua msh balita.apakah do’a suami bs sampai kapada sang alm istri di alam barzakh.apakah klo anjurannya sy kerjakan sampai kepada alm istri saya.sy ingin sekali betrtemu beliau nanti diakherat.apakah do’a ank2 kami bs mempertemukan kami nanti diakherat.maaf itu saja pertanyaan saya p ustadz
Wa alaikum salam
Dalam surat Ar Ra’d ayat 22-23 disebutkan ada 4 amalan yang jika dikerjakan dengan istiqomah merupakan jalan bagi seseorang untuk berkumpul bersama keluarganya di syurga kelak. Yaitu (1) tetap istiqomah menghadapkan hati dan fikirannya pada Allah (2) tetap mendirikan shalat (3) tetap menafkakahkan sebagian hartanya dijaan kebaikan secara sembunyi maupun terang terangan (4) membalas kejahatan orang lain dengan kebaikan.
Insya Allah jika ananda sekeluarga tetap melakukan 4 hal diatas Allah menjanjikan akan mengumpulkan ananda sekeluarga dalam taman syurga sebagaimana disebutkannya dalam surat Ar Ra’d ayat 22-23 berikut dibawah ini:
22. Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), 23. (yaitu) syurga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (Ar Ra’d 22-23)
Assalamualaikum pak,
Saya mau tanya , saya baru saja kehilangan ibu saya yang saya cintai , ibu saya meninggal karena kecelakaan motor
Di depan gang rumah saya , karena ibu saya meninggal kecelakaan motor karena gara gara mau ambil kue buat dagang
Gara gara itu ibu saya meninggal , sya bener sangat menyesal sekali setelah mamah saya meninggal saya baru sadat kalau mamah saya sangat menyayangi saya dan ingin melihat saya bahagia,ibu saya ingin melihat saya menikah,gendong cucunya
Tapi itu semua gak bisa di rasakan ibu saya dan saya karena ibu saya meninggal pak , saya merasa diri saya tidak berbakti dengan ibu saya, karena semasa ibu saya masih hidup, saya selalu menghindar karena saya ingin mandiri,,dan sayapun jarang pulang ke rumah , karena saya sibuk dengan pekerjaan saya,sehingga saya khilaf dgn ibu saya,
Dan saya benar-benar sangat menyesal skali, penyesalan seumur hidup saya yang gak ada abis-abisnya, setelah itu semua terjadi , dan sampai sekarang saya putus asa sekali dalam menjalankan kehidupan saya sehati hari,
Apakah di atas cerita saya ibu saya meninggal mati sahid dan apakah memeng sudah takdirnya ibu saya harus meninggalnya seperti itu ?? Mohon balasannya yak pak saya mohin ? Terimakasih
Wa alaikum salam
Dalam surat Al Anbiya ayat 35 Allah mengingatkan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan menemui ajalnya, dan Dia akan menguji setiap orang dengan kejadian yang baik dan buruk, dan kita semua akan kembali padanya.
Kematian orang tua ananda adalah ketetap Allah yang tidak bisa ditawar, jika datang ajal seseorang tidak bisa dimajukan atau diundur. Proses kematian seseorang bermacam macam ada yang karena sakit, kecelakaan, dan lain sebagainya. Umur kematian juga bermacam macam ada yang masih bayi, kanak kanak, remaja ,dewasa dan ada yang sudah berusia lanjut. Kita tidak pernah tahu kapan ajal kita, itu sepenuhnya rahasia Allah.
Semua kejadian itu merupakan ujian bagi ananda. Allah menguji manusia dengan kejadian yang baik dan buruk. Orang beriman jika diuji dengan kejadian yang buruk dia bersabar dan berserah diri pada Allah, jika diuji dengan yang baik ia bersyukur. Orang kafir apabila diuji denga yang baik ia menjadi sombong, ria dan takabur, jika diuji dengan kejadian yang buruk ia mencaci maki, sumpah serapah dan berputus asa.
Tabahkan hati ananda menghadapi ujian ini, doakan ibu ananda dalam setiap shalat agar dilapangkan kuburnya, diterima semua amal ibadahnya, diampuni dosanya.Itu lebih bermanfaat bagi ibu ananda dari pada ananda hanya bersedih dan menyesali keadaan . Untuk itu tingkatkan mutu shalat ananda dengan berusaha untuk mengerti dan paham setiap ayat dan kalimat yang dibaca dalam shalat. Jika ananda shalat dengan benar dan khusuk insya Allah semua kegelisahan ananda akan hilang. Setiap ayat dan kalimat yang dibaca dalam shalat berisi nasehat dan obat bagi hati ananda. Pelajari tata cara shalat khusuk pada ebook yang saya kirim pada email ananda ini.
Assalamualaikum pak
saya mau bertanya, dan pertanyaan saya ini mungkin agak melenceng dari topik diatas, pertanyaan saya adalah :
1. Benarkah ada Al hadis atau al sunnah yang mengatur masalah tahlilan untuk memperingati hari kematian seperti tradisi 3, 7, 40, 100, 1000 ?
2. saya pernah meminta jawaban ini kepada ustad yang ada di kampung saya, katanya ada dalil nya masalah penetapan peringatan hari kematian tersebut (3,7,40,100,100) katanya dalilnya adalah dalam kitab NURUL DHOLAM, apakah benar itu pak ?
Terus terang, saya sebagai orang awam sangat binggung akan hal tersebut, karena saya pernah mendengar bahwa tradisi tersebut berasal dari agama selain agama islam. mohon pencerahan dari bapak, karna hal ini menurut saya sangat penting untuk saya ketahui. terimakasih
wassalamualaikum…..
Assalamu’alaikum
Kalau boleh saya bertanya tentang Allah telah memberi tanda kematian seorang muslim sejak 100 hari, 40 hari, 7 hari, 3 hari dan 1 hari menjelang
kematian. Ada tidak dalil (nash) Al Qur’an atau Hadist atau juga kira2 rujukan ini mengarah ke buku apa yah? disebut2 juga ada hubungan dgn Imam ghazali, syukron pak.
Wa alaikum salam
Saya belum pernah menemukan dalil hadist tentang tahlilan memperingati hari kematian 3,7,40 hari dst. Setahu saya itu hanya ada ditanah jawa, Kemungkinan itu merupakan peninggalan wali songo dalam berdakwah mengajak umat hindu untuk masuk Islam. Para wali itu memang banyak mengadopsi kegiatan orang hindu dalam berdakwa, agar lebih mudah dimengerti oleh umat dimasa itu, dan nyatanya Islam cepat diterima oleh rakyat dimasa itu. Kegiatan ini tidak ditemui di daerah lain contohnyadi sumatra barat atau aceh yang juga membpunyai tradisi islam yang cukup kuat
Wa alaikum salam
Tanda kematian 100hari, 40 hari, 7 hari sebelum datang saat kematian , tidak da dalilnya dalam Qur’an maupun hadis . Mati itu rahasia Allah tidak ada seorang pun yang tahu kapan terjadinya. Karena itu kita diperintahkan agar selalu siap setiap saat menghadapi kedatangannya yang bisa terjadi secara tak terduga.
Assalamu’alaikum..
Pak Ustad sy mau tanya:
- Apakah ada Nabi yang diutus dari golongan Jin mengingat tugas utama Jin adalah beribadah kepada Allah, sama halnya dengan manusia.
- Apakah Al-Qur’an dan kitab2 lainnya jg telah sampai kepada bangsa Jin dan siapa menyampaikannya..?
Wa alaikum salam
Allah telah menjadikan manusia sebagai khalifah (pemimpin) dimuka bumi. Allah telah memerintahkan semua malaikat untuk sujud pada Adam, kemudian mereka semua sujud kecuali iblis dia enggan dan merasa lebih baik dari Adam.
Allah menciptakan manusia dengan derajat yang lebih tinggi dari golongan Jin. Para nabi dan Rasul dijadikan dari golongan manusia. Jin belajar tentang tauhid dari manusia. Dikalangan mereka juga ada mubalig dan da’i yang belajar dari manusia , kemudian menyebarkan agama islam dikalangan jin.
Diantara jin ada juga yang belajar agama selain islam seperti kristen, Budha , Hindu dan lain lain kemudian mereka mengajarkan ilmu yang didapat ditengah kaumnya. Diantara jin juga ada yang kafir dan atheis. Mereka hidup berkelompok kelompok dan bersuku suku seperti manusia juga. Mereka punya kewajiban dan akan dihisab dihari kiamat sama seperti manusia juga.
saya hanya ingin sedikit bertanya, apakah ruh ini bisa dihancurkan? karena toh pada akhirnya ruh ini hanyalah ciptaan, sama seperti ciptaan lainnya, dan saya mohon bantuan dalil dari ini, itu saja terima kasih
Wa alaikum salam
Dalam teori fisika modern Einstein mengatakan bahwa energi itu kekal, energi tidak bisa dihancurkan atau dimusnahkan, ia hanya berubah bentuk. Ruh termasuk kelompok energi ia kekal dan abadi, tidak bisa dihancurkan atau dimusnahkan. Ia hanya mengalami berbagai perubahan selama perjalanan hidupnya.
Mulai sejak diciptakan Allah dialam ruh sebagaimana disebutkan dalam surat al a’raaf 172. Kemudian ditiupkan kedalam janin yang ada dirahim ibu, lahir kedunia sebagai seorang bayi, tumbuh menjadi anak anak, dewasa, tua dan mati. Kemudian ruh itu melanjutkan kehidupannya dialam barzakh. Pada hari berbangkit kelak ruh tersebut di masukan kedalam tubuh yang baru diciptakan Allah di padang mahsyar. Selanjutnya dihisab semua amalnya, dan terakhir dimasukan ke syurga atau neraka , hidup kekal selamanya disana. ( dalil qur’an yang menceritakan proses tersebut diatas amat banyak)
Ruh itu kekal selamanya, yang mengalami kematian itu hanya jasad.
Assalamualaikum
Pak ustadz,ini cerita nyata.suami saya 7bulan yg lalu sakit,dan alhamdulilah semenjak itu dia berubah drastis ibadahnya benar”gak pernah ketinggalan,shalat selalu dimasjid,ngaji,dan sering mencari tau tentang agama islam lebih mendalam.sebelumnya masa lalu dy,shalatnya gak 5 waktu.semenjak sakit sampai sembuh dia tak pernah tinggalin shalat,bersedekah,dan berperilaku baik.tgl 3 oktober kemarin baru saja suami saya dipanggil rahmatullah..yang saya tanyakan,apakah itu termasuk ke taubatan nasuha?sebelum meninggal ,suami saya sempat koma dan mendatangi tetangga kalau dy ingin dirumah bikin pengajian anak yatim piatu.dan CERITA dy saat wudhu ada cahaya terang selalu mendekatinya.
Wa alaikum salam
Dalam surat Al An Aam ayat 125 Allah mengingatkan bahwa siapa yang Allah kehendaki untuk mendapat petunjuk, akan dilapangkan Allah dadanya untuk menerima dan mendalami islam secara tulus. Alhamdulillah Allah telah melapangkan dada suamin ibu untuk lebih mendalami Islam diakhir hayatnya. Itu adalah karunia Allah. Insya Allah itu adalah ciri ciri dari husnul khotimah , semoga Allah menerima taubat dan amal ibadah suami ibu. amin
assalamu alaikum pak ustadz
apakah mahluk ghaib itu dapat bekerja sama dgn manusia? untuk menyakiti manusia lainnya dgn mengirimkan suatu penyakit misalnya jika benar mohon jelaskn bagaimana cara mnghindarinya…thanks
Wa alaikum salam
Jin yang bekerja sama dengan manusia atau tukang sihir sebagaimana disebutkan dalam surat jin ayat 6, memang dapat mendatangkan penyakit pada orang yang jadi sasarannya. Seperti apa yang dialami Supiati di bantul yang terdapat ratusan paku di dalam kakinya.
Namun berbagai kekuatan sihir itu tidak akan bisa mengenai atau menyakiti orang yang beriman dan bertawakkal pada Allah, sebagaimana disebutkan dalam surat an nahl ayat 99. Sihir hanya bisa mengenai orang yang kurang keimanannya dan memiliki rasa takut pada jin atau syetan.
Untuk membentengi diri dari berbagai kejahatan sihir lakukanlah shalat dengan benar dan khusuk yaitu dengan mengerti dan paham setiap kalimat dan ayat yang dibaca dalam shalat. Perbanyak dzikir dan tasbih serta membaca qur’an dengan memahami setiap ayat yang dibaca.Membiasakan membaca surat al ikhlas, al falaq dan annas dengan memahami artinya dalam shalat. Insya Allah akan dilindungi Allah dari berbagai kejahatan sihir dan kejahatan orang yang dengki.
Semoga Allah memberikan aku petunjuk-Nya dan membimbing aku di jalannya sampai akhir nafasku……!!!
Assalamualaikum Ustadz.
Blog ustadz sangat memberi pencerahan bagi saya.
terima kasih ustadz.
Assalamualaikum ustadz..
Mohon pencerahan nya..
Saya ada sedikit pertanyaan..
tanggal 14 november kemaren,adik saya dipanggil oleh Allah S.W.T dengan proses sakit leukimia akut (kanker darah).
Almarhumah berumur 23 tahun.
Tanggal 23 november ini,dia seharus nya wisuda S.sos nya.
Org tua saya sangat terguncang.
Terutama ayah saya.
Ayah sering menangis saat membaca Al-Qur’an.
Bahkan kadang saat sholat.
Kami sekeluarga sudah memberikan support kpd ayah untuk mengikhlaskan adik kami.
Bahkan udh di nasehati sama ustadz yg sering berjemaah di mesjid dekat rumah.
Tp,masih sering merenung,melamun,menangis.
Saya kuatir dgn kesehatan ayah dan ummi saya jadi nya.
Semasa almarhumah hidup,mmg ayah sering adu argumen dngan almarhumah.
Sampai sering bentak2an.
Tp kehidupan dia dluar sangat hebat.
Dia mengikuti organisasi Himpunan Mahasiswa Islam.
Dan memiliki bnyk teman.
Alhamdulillah,saat sholat jenazah,sangat ramai yg menyolatkan nya.
Jemaah mesjid nya penuh.
Kurang lebih 120 org.
Almarhumah org yg sholeh(menurut yg saya lihat dari sholat 5 waktu nya dan sering mengaji)
-Apakah almarhumah tergolong syahid?
-Kira-kira,cara apa yg harus saya lakukan utk memulihkan semangat ayah dan ummi saya??
Kalau bisa beserta ayat-ayat suci Al-Qur’an agar dia lbh merasa mantab dgn alasan yg tepat.
-Apakah doa org tua kandung,abang,adik bisa lgsung untuk Almarhumah?
-doa apakah yg paling tepat untuk Almarhumah?
Sebelum dan sesudah nya,saya mengucapkan terima kasih ya ustadz..
Syukron,Assalamualaikum
Wa alaikum salam
Kematian adalah hal yang harus dialami oleh setiap orang, jika datang waktu yang telah ditetapkan Allah maka tidak bisa diundur maupun dimajukan. Tidak seorangpun dapat lari dari kematian yang telah ditetapkan Allah sebagaimana disebutkan allah dalam surat Al Jumuah ayat 8 :
8. Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Al Jumuah
Ingatkan pada ayah ananda agar sabar dan ikhlas atas apa yang telah ditetapkan Allah padaNya. Dalam surat at thur ayat 48 Allah telah mengingatkan agar kita bersabar atas berbagai keputusan dan ketetapan Allah yang berlaku natas diri kita:
48. Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri (At Thur 48)
Perbanyaklah membaca kalimat tasbih subhanallah didalam hati agar hati menjadi tenang ikhlas dan ridho atas semua ketetapannya itu. Ingatkan ayah ananda agar jangan bersedih atas kematian putrinya itu, ia seorang wanita solehah, yang mati hanya jasadnya saja jiwanya tetap hidup disisi Allah sebagaimana disebutkan dalam surat al baqarah ayat 154
154. Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya. (Al Baqarah 154).
Ia sudah berbahagia disisi Allah , mengapa kita harus bersedih? Sampaikan semua ini pada ayah ananda semoga bisa jadi pencerahan bagi hatinya . Doakan saja dia setiap selesai shalat agar diampuni semua dosanya dan diterima amal ibadahnya dan mendapat tempat terhormat disisi Allah. Doa ibu, bapak dan semua saudaranya insya Allah sampai dan diterima oleh Allah.
Assalamualaikum, ustads saya seorg ibu dari 3 org anak yg baru ditinggal meninggal suami saya.
1. Semasa hidup ber RT saya pernah melakukan hal yg dosa besar karna keadaan dikantor sepengetahuan suami. Kemudian unt berjaga diri saya diberi jarum dikaki saya yg sy sendiri tdk tau bgm memaukannya karna lampu dimatikan hanya terasa dikaki ada yg ditujuk, namun setelh itu saya dikejar2 rasa bersalah dan saya akhirnya minta unt dikeluarkan jarum tsb, namun saat dikeluarkan jarumnya jadi kecil2 dan saya bertanya kenp bisa begt kata orangnya karna saya menolak. Setlh itu saya terus dikejar perasaan bersalah dan takut jg tanda tanya benarkah jarum itu sudah keluar dari kaki saya walaupun yg memasukan jarum itu bilang benar2 sudah dikeluarkan dan jarum2 yg dikeluarkan itu diberikan kesaya. Yg membuat saya takut saat itu tiba tiba saya ingat mati. Sampai sekarang saya masi merasa bersalah…
Apakah kiranya taubat saya titerima Allah SWT
2. Suami saya meninggal karena sakit, semasa hidup emang sulit unt saya ajak dia sholat, dulu juga pernah koma tapi setelah sakitnya yg kedua inilah menjelang akhir hidupnya begitu banyak perubahan, dia mau saya suruh sholat n berdoa, intinya dia bertobat setelah sakitnya yg kedua. Menjelang meninggalnya dia jiga mau saya bimbing membaca sahadat, istigfar, sholawat. Di keadaannya yg sempat membaik dia punya keinginan unt belajar agama dari guru dan niat berhaji.KAmi sepakat unt menjalankan hidup hanya berdasarkan agama.
Sekarang saya berusaha menjalankan hidup sesuai dg agama saja, saya mengarahkan anak anak menjalankan hidup sesuai agama saja.
Harap Ustads berkenan menjawab,
Assalamualaikum, ustads saya seorg ibu dari 3 org anak yg baru ditinggal meninggal suami saya.
1. Semasa hidup ber RT saya pernah melakukan hal yg dosa besar karna keadaan dikantor sepengetahuan suami. Kemudian unt berjaga diri saya diberi jarum dikaki saya yg sy sendiri tdk tau bgm memaukannya karna lampu dimatikan hanya terasa dikaki ada yg ditujuk, namun setelh itu saya dikejar2 rasa bersalah dan saya akhirnya minta unt dikeluarkan jarum tsb, namun saat dikeluarkan jarumnya jadi kecil2 dan saya bertanya kenp bisa begt kata orangnya karna saya menolak. Setlh itu saya terus dikejar perasaan bersalah dan takut jg tanda tanya benarkah jarum itu sudah keluar dari kaki saya walaupun yg memasukan jarum itu bilang benar2 sudah dikeluarkan dan jarum2 yg dikeluarkan itu diberikan kesaya. Yg membuat saya takut saat itu tiba tiba saya ingat mati. Sampai sekarang saya masi merasa bersalah…
Apakah kiranya taubat saya titerima Allah SWT
2. Suami saya meninggal karena sakit, semasa hidup emang sulit unt saya ajak dia sholat, dulu juga pernah koma tapi setelah sakitnya yg kedua inilah menjelang akhir hidupnya begitu banyak perubahan, dia mau saya suruh sholat n berdoa, intinya dia bertobat setelah sakitnya yg kedua. Menjelang meninggalnya dia jiga mau saya bimbing membaca sahadat, istigfar, sholawat. Di keadaannya yg sempat membaik dia punya keinginan unt belajar agama dari guru dan niat berhaji.KAmi sepakat unt menjalankan hidup hanya berdasarkan agama.
Sekarang saya berusaha menjalankan hidup sesuai dg agama saja, saya mengarahkan anak anak menjalankan hidup sesuai agama saja.
Harap Ustads berkenan menjawab,
Wa alaikum salam
Setiap orang tentu punya sisi gelap dalam kehidupannya, orang yang pernah mengalami masa gelap dan jahiliyah kemudian dia bertaubat dengan sungguh sungguh dan tidak mengulangi lagi perbuatanya itu , insya Allah diampuni semua dosanya. Umar bin khatabpun ketika masih dalam masa jahiliyah pernah mengubur hidup hidup putrinya. Setelah dia masuk islam dan betrtaubat semua dosanya itu dihapuskan Allah.
Minta ampunlah pada Allah dengan sungguh sungguh , jangan berputus asa dari rahmatNya , Dia maha mengampuni hamba hambaNya . Allah mengingatkan ini dalam surat Az zumar ayat 53
53. Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Az zumar 53)
Perbanyak membaca istighfar setiap selesai shalat, kemudian mulailah hidup sesuai dengan tuntunan agama, tingkatkan mutu shalat ibu sekeluarga dengan berusaha untuk memahami setiap ayat daan kalimat yang dibaca dalam shalat. Pelajari tata cara shalat khusuk pada ebook yang saya kirim pada lampiran email ibu. Insya Allah rahmat Allah menaungi ibu sekeluarga.
asalamu’alikum….
saya mau tanya ustadh,, apabila ada orang yang meninggal sebelum ia menikah, apakah ada jodohnya di dunia ini,,,,????? kalaupun ada apakah nantinya jdohnya itu akan ikut mati jga dengan tanpa menikah,,?????
karna saya jga pernah mendengar bahwasanya orang sperti itu tidak berjodoh di dunia melainkan berjodoh diakhirat….
apakah benar itu ustadh,,?
mohon penjelasannya,,,(disertai firman Allah dan hadist rosululloh)
syuqron katsir,,,
wassalamu’alikum….
Wa alaikum salam
Kehidupan dunia tidak sama dengan kehidupan akhirat. Kehidupan dunia amat kecil dibandingkan dengan kehidupan akhirat. Kehidupan dunia hanya sementara waktu, sedangkan akhirat kekal selama lamanya. Rasulullah mengumpamakannya seperti orang yang mencelupkan telunjuknya kedalam laut, maka air yang melekat ditelunjuknya itu diumpamakan dengan kehidupan dunia, sedang air yang masih tinggal dilautan itu diumpamakan seperti kehidupan akhirat.
Berjodoh didunia belum tentu berjodoh diakhirat, tergantung pada amalnya masing masing. Firaun dan istrinya Aisyah berjodoh didunia, namun tidaki berjodoh diakhirat. Firaun ditempatkan dalam neraka jahanam sedang istrinya aisyah didalam taman syurga. Nabi Luth dan istrinya berjodoh didunia namun tidak berjodoh diakhirat. Nabi Luth masuk syurga , istrinya masuk neraka karena durhaka pada Allah dan suaminya.
Seseoarang berjodoh atau tidak sampai kehidupan akhirat tergantung pada amalnya masing masing. Jika sama sama saleh tentu berjodoh sampai masuk syurga. Jika sama sama durhaka tentu berjodoh sampai ke dalam neraka . Jika berbeda tentu kedudukannya juga berbeda kelak di akhrat.
aswr. mohon penceraannya,, ada buku sejarah para bembesar islam… didalamnya terdapat khowarik. maqbarohnya pun ada 9. karena 9x meninggal di Surabaya deket sunan ampel. Trimakasih ustd..
Syukron ustadz
Satu lagi pertanyaan saya.
Saya pernah mendengar,jika orang yg solat jenazah lbh dari 40 orang,maka dihapuskan siksa kubur nya.
Adakah ada firman Allah SWT atau hadist shahih yg menyatakan pernyataan itu?
Mohon pencerahan nya.
Assalamualaikum
Wa alaikum salam
Hadist riwayat Muslim hanya menyatakan bahwa Allah akan memperkenankan doa (syafaat) orang yang menyolatkan itu, bukan membebaskannya dari azab kubur , sebagaimana disebutkan dibawah ini :
Dari Kuraib, ia berkata,
“Anak ‘Abdullah bin ‘Abbas di Qudaid atau di ‘Usfan meninggal dunia. Ibnu ‘Abbas lantas berkata, “Wahai Kuraib (bekas budak Ibnu ‘Abbas), lihat berapa banyak manusia yang menyolati jenazahnya.” Kuraib berkata, “Aku keluar, ternyata orang-orang sudah berkumpul dan aku mengabarkan pada mereka pertanyaan Ibnu ‘Abbas tadi. Lantas mereka menjawab, “Ada 40 orang”. Kuraib berkata, “Baik kalau begitu.” Ibnu ‘Abbas lantas berkata, “Keluarkan mayit tersebut. Karena aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang muslim meninggal dunia lantas dishalatkan (shalat jenazah) oleh 40 orang yang tidak berbuat syirik kepada Allah sedikit pun melainkan Allah akan memperkenankan syafa’at (do’a) mereka untuknya.” (HR. Muslim no. 948)
Aslmkm pak ustad, saya mau bertanya, dlu saya dan pcar saya melakukanan hbgn terlarang. Dan smpai akhrny saya hamil, dan umur ke 5bulan khamilan saya, saya dan pcar saya menggurkannya Namun setelah itu,,kami msh melakukan hubungan terlarang, sampai akhrnya saya pun hamil lg. Namun kali ini saya tdk menggurkanyea, dan kamipun padi akhrny menikah dalam keadaan saya hamil 7 bulan. Sebelum melangsungkan pernikahan, saya melakukan solat taubat terlebih dahulu, atas anjuran orantua saya. dan saya menyuruh pa2ar saya itu solat taubat jg (tapi sya tdk tau apakah dia banar2 melakukanya atau tidak. Yang mau saya tanyakan, apakah pernikahn kami sah? Bgaimana nasib nasab anak saya, karna dia perempuan.
Selang beberapa waktu, pacar yg telah menjadi suami saya itu meninggal dunia. Apakah ini mmerupakan ujian teguran dari Allah atas perbuatan saya yang terdahulu? Karena,saya merasa,bhwa sya sdg berada disuasana bhgia,krn ada anggota bru dalam keluarga kecil kami, tp tibaa suami sya tesbut dipanggil ke rahmatullah. Saya ckup terguncang saat itu. Apa yg sebaiknz saya lakukan?bgaimana nasib ptri saya pak? Apakah memang saya dan dia 8dk berjdoh?krn mengingat sangat sbnts skali umur pernikahan kita? Apbila saya menikah lagi, apakah itu menunjukkan suami saya tsb emang bukan jdoh saya? Karena kami menikah karena keadaan yg terdesak saat itu.mhon penjelasaoya pak. Trima kash. Wslmvkn.
Aslmkm pak ustad, saya mau bertanya, dlu saya dan pcar saya melakukanan hbgn terlarang. Dan smpai akhrny saya hamil, dan umur ke 5bulan khamilan saya, saya dan pcar saya menggurkannya Namun setelah itu,,kami msh melakukan hubungan terlarang, sampai akhrnya saya pun hamil lg. Namun kali ini saya tdk menggurkanyea, dan kamipun padi akhrny menikah dalam keadaan saya hamil 7 bulan. Sebelum melangsungkan pernikahan, saya melakukan solat taubat terlebih dahulu, atas anjuran orantua saya. dan saya menyuruh pacar saya itu solat taubat jg (tapi sya tdk tau apakah dia banar2 melakukanya atau tidak. Yang mau saya tanyakan, apakah pernikahn kami sah? Bgaimana nasib nasab anak saya, karna dia perempuan.
Selang beberapa waktu, pacar yg telah menjadi suami saya itu meninggal dunia. Apakah ini mmerupakan ujian teguran dari Allah atas perbuatan saya yang terdahulu? Karena,saya merasa,bhwa sya sdg berada disuasana bhgia,krn ada anggota bru dalam keluarga kecil kami, tp tibaa suami sya tesbut dipanggil ke rahmatullah. Saya ckup terguncang saat itu. Apa yg sebaikny yg sya lakukan?bgaimana nasib ptri saya pak? Apakah memang saya dan dia tdk berjdoh?krn mengingat sangat sbntar skali umur pernikahan kita? Apbila saya menikah lagi, apakah itu menunjukkan suami saya tsb emang bukan jdoh saya? Karena kami menikah karena keadaan yg terdesak saat itu.mhon penjelasaoya pak. Trima kash. Wslmvkn.
Wa alaikum salam
Masalah pernikahan sesudah hamil terdapat perbedaan pendapat dikalangan ulama, namun yang terkuat mengatakan tidak sah berdasarkan surat albaqarah ayat 235 dan at thalaq ayat 4. Pernikahan baru boleh dilakukan setelah melahirkan dan habis iddahnya.
Masalah kematian suami ananda adalah semata mata takdir dan kehendak Allah yang berlaku, jika datang ajal seseorang tidak bisa dimajukan atau diundurkan kejadiannya.
Yang penting sekarang bertaubatlah dengan sungguh sungguh, jangan ulangi lagi perbuatan yang keliru itu. Perbaiki mutu ibadah dan shalat ananda dengan berusaha untuk mengerti dan paham setiap ayat dan kalimat yang ananda baca dalam shalat. Pelajari tatacara shalat khusuk pada ebook yang saya kirim pada email ananda. Siapkan masa depan yang lebih baik bagi ananda dan putri ananda. Jika masih ingin berumah tangga lagi carilah suami yang membawa rahmat dan berkah bagi ananda. Mintalah jodoh yang serasi bagi ananda dengan membaca tadabbur alfatihah untuk mendapatkan jodoh seperti yang saya sampaikan pada email ananda setiap selesai shalat subuh.
assalamualaikum wrb.
Ada hal yang ingin saya tanyakan ke pada pa ustad. sudah hampir satu bulan ini tanggal 10 November 2012 bapa dipanggil Allah swt. Rasa sakit dan sedih masih menyelimuti keluarga kami pa ustad.Bapa meninggal dengan tiba-tiba saat sedang berjalan-jalan menggunakan sepeda motor. Dan dugaan kami menurut keterangan warga sekitar kemungkinan besar bapa terkena serangan jantung yang memang sudah di derita nya dari tahun 1997. Sedih memang sedih bapa meninggal tidak di pelukan kami sekeluarga. Disaat bapa meregangkan nyawanya kami tidak berada disana untuk membisikan ayat-ayat suci Allah swt. Tapi insya Allah apapun proses nya saya harus ikhlas dengan kepergian bapa. Bapa meninggal di umurnya yg ke 66 tahun pada 4 november kemarin. Namun sepeninggalnya bapa, sekarang muncul berita jika bapa meninggal karena di korbankan oleh seseorang yang musyrik yang menyembah selain Allah swt. Yang memang sudah menjadi rahasia umum di komplek pemukiman kami. Wallahualam.. Yang ingin saya tanyakan kepada pa ustad, seandainya memang benar berita tersebut apa yang harus saya perbuat. Karena sangat sulit membuktikan nya, saya takut ini hanya akan menjadi fitnah. Namun saya dan keluarga pun tidak rela seandainya bapa memang di korbankan. Saya sangat ingin bertanya kepada orang yang memiliki kemampuan supranatural apakah berita ini memang benar adanya. Tapi saya takut perbuatan saya tersebut menjadikan saya seseorang yang musyrik yang meminta pertolongan kepada mahluk selain Allah swt. Mohon maaf pengetahuan saya masih sangat dangkal mengenai agama, mohon petunjuknya pa ustad. Terima kasih.
Wa alaikum salam
Jangan percaya dengan isu dan berita yang tidak jelas, itu termasuk was was yang dibisikan syetan al khannas dari golongan jin dan manusia seperti yang disebutkan dalam surat an naas. Setiap orang memiliki ajalnya masing masing, jika sudah datang saatnya tidak bisa diundur maupun dimajukan. Kematian itu rahasia Allah, tidak seorangpun yang tahu kapan dan dimana ia akan menemui ajalnya. Ajal itu hanya terjadi dengan izin dan kehendak Allah, bukan karena penyakit, kecelakaan atau sebab lain. Penyakit, kecelakaan, dan lain sebagainya hanyalah jalan atau sebab menuju kematian.
Doakan saja ayah ananda setiap selesai shalat agar diampuni semua dosanya, diterima semua amal ibadahnya dan ditempatkan pada tempat yang mulia dan terhormat disisiNya. Doa anak pada ayah dan ibunya langsung di ijabah Allah. Sekalai lagi jangan percaya pada isu isu yang tidak bwertanggung jawab itu. Kematian itu yang menentukan Allah, bukan penyakit, kecelakaan ataupun kekuatan sihir.
Assalamualaikum,
Saya mau bertanya
Apakah kematian seseorang yang tragis adalah karena dosa2 nya di dunia
atau kematian tersebut adalah pelajaran bagi orang2 disekitarnya yg masih hidup?
Teman saya meninggal dengan sangat tragis dimana dia tertabrak motor, dan kepalanya pecah terinjak angkot
kalau dilihat oleh mata manusia, kita melihatnya dia meninggal setragis itu karena amal perbuatannya di dunia yang sangat buruk
tapi apakah hal tersebut benar? apakah ada diungkapkan oleh Alquran?
Kemudian buat manusia yang masih hidup adakah doa yang bisa kita panjatkan ke Allah SWT untuk meninggal dengan jalan yg tidak tragis? (saya pernah dengar doa itu ada namun saya lupa surat apa)
mohon penjelasannya
Terima kasih
Walaikum salam warohmatulloohi wabarokatu
Wa alaikum salam
Kematian tragis sebagai azab atau perbuatan durhaka pada Allah memang banyak contohnya dalam Qur’an, misalnhya umat nabi Nuh, Luth, kaum Aad , Tsamud dan lain sebagainya. Namun orang beriman juga banyak yang meninggal secara tragis itu merupakan ujian dan cobaan bagi keyakinan dan keimanan mereka, seperti ashabul ughdud orang satu kampung yang dibakar oleh raja zolim karena tidak mau menyembah berhala, dan kisahnya diabadikan dalam surat Al buruj. Masithah tukang sisir anak Firaun dimasukan kedalam penggorengan yang mendidih karena tidak mau menhyembah Firaun dan lain sebagainya. Semua mereka gugur sebagai suhada (mati syahid).
Kalau ingin diwafatkan secara baik baik mintalah pada Allah, doanya ada pada artikel “ Menyambut datangnya kemagtian” di blog ini. Kematian tragis bisa dialami oleh orang durhaka bisa juga oleh orang yang soleh. Kita tidak bisa menuding jika ada orang yang mengalamin kematian yang tragis itu karena dosa dosanya.
assalamu’alikum,,,
ustadz saya mau bertanya,,
saya mahasiswi di stikes. saya punya pacar ustadz, dan hubungan kami berjalan kurang lebih msih 6 bulan tapi meskipun begitu kami insyaallah sama-sama yakin bisa membawa hubungan ini ke jenjang selnjutnya sampai-sampai pacar saya rela menunggu 5 thun kuliah saya. hubungan kami pun jga sampai pada keluarga,, nah, masalahnya gini ustadz,, beberapa minggu kebelakang ini banyak ujia yang kami terima terutama tetangga kiri kanan saya merasa iri dengan hubungan kami sehingga banyak isu/gosip tentang kami yang sangat menjatuhkan nama baik saya dan pacar saya. awalya saya sangat depresi mendengar berita tersebut, namun dengan banyaknya masukan dan dukungan semnagat dari orang2 terdekat saya, kini saya bisa bangkit lagi mencoba rilex menjalani ujian ini meskipun telinga panas mendengarnya…
yang saya tanyakan,, bagaimana solusi dari permasalahan sya itu dan apakah saya harus terjun langsung ke masyarakat bahwasanya semua yang mereka ucapkan itu tidak benar ustadz,,,???
mohon bantuan penjelasannya,,! trimakasih
wassalamu’alaikum,,,,
Wa alaikum salam
Jangan terlalu terpengaruh omongan tetangga yang menyakitkan, yang penting jagalah hubungan ananda dalam batas yang diizinkan agama. Hindari hal yang dapat menimbulkan fitnah. Bersabarlah terhadap ucapan mereka sebagaimana diingatkan Allah dalam surat Al Muzzammil ayat 10 :
“. Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik. (Al Muzzammil 10)
Untuk melindungai diri dari kejahatan fitnah orang yang dengki bacalah tadabbur surat alfalaq setiap selesai shalat subuh dan menjelang tidur seperti yang dicontohkan dalam artikel “Khasiat dan manfaat surat al falaq” di blog ini.
assalamualaikum….
pak ustadz saya ingin bertanya,,
1. Jika anak berbuat dosa / maksiat apa yang dirasakan orangtua dialam kubur, apakah disiksa?
2. Apa yang harus dilakukan seorang anak terhadap orangtuanya yg sudah meninggal agar di alam kubur bisa bahagia & tidak mendapatkan siksa.
mohon penjelasaannya, terimakasih.. wassalamualaikum,,
Alhamdullillah
Mohon Maaf P.Kyai, disini Zyabur ingin bertanya tentang Ayat2 dibawah ini
=>
AL-MAIDAH (05) Ayat 69
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالصَّابِئُونَ وَالنَّصَارَى مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحا ً فَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ
Sesungguhnya
1.Orang-orang mukmin
2.Orang-orang Yahudi
3.Shabiin
4.Dan orang-orang Nasrani
Siapa saja, (diantara mereka) yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
=>
AL-HAJJ (22) Ayat 38 sd 41
إِنَّ اللَّهَ يُدَافِعُ عَنِ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ اللَّهَ لاَ يُحِبُّ كُلَّ خَوَّان ٍ كَفُور ٍ أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِير ٌ الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ حَقّ ٍ إِلاَّ أَنْ يَقُولُوا رَبُّنَا اللَّهُ وَلَوْلاَ دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْض ٍ لَهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَع ٌ وَصَلَوَات ٌ وَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللَّهِ كَثِيرا ً وَلَيَنصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنصُرُهُ~ُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيز ٌ الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلاَةَ وَآتَوْا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الأُمُورِ
Sesungguhnya Allah
1.MEMBELA ORANG-ORANG YANG TELAH BERIMAN
2.Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi
mengingkari nikmat.
3.Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi
4.Karena sesungguhnya mereka telah dianiaya
5.Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu (yaitu)
orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang
benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah”
6.Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian
yang lain
7.tentulah telah dirobohkan
-Biara-biara Nasrani
-Gereja-gereja
-Rumah-rumah ibadah orang Yahudi
-Dan mesjid-mesjid =================>(MASJID JG IKUT DIROBOHKAN)
Yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) -Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa
8.(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi,
niscaya mereka
-Mendirikan sembahyang
-Menunaikan zakat
-Menyuruh berbuat yang makruf
-Dan mencegah dari perbuatan yang mungkar
-Dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.
=>
AL-BAQARAH (02) Ayat 62
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِينَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحا ً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ
Sesungguhnya
1.Orang-orang mukmin
2.Orang-orang Yahudi
3.Orang-orang Nasrani
4.Dan orang-orang Shabiin
Siapa saja diantara mereka
- Yang benar-benar beriman kepada Allah
- Hari kemudian
- Dan beramal saleh
Mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
ALI-IMRAN (03) Ayat 83
أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ~ُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ طَوْعا ً وَكَرْها ً وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ
Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allah lah mereka dikembalikan
MAHA BENAR ALLAH DENGAN SEGALA FIRMAN-NYA , DAN TIDAK PERNAH DAN TIDAK AKAN PERNAH MENGINGKARI JANJI JANJI-NYA
=
=
=
MAKHLUK TUHAN YANG RAHMATAN LIL’ALAMIN
( INDAHNYA BERTOLERANSI SESAMA MAKHLUK TUHAN)
ISLAM
“ISLAM” adalah kata bahasa arab yaitu “SAILAMA” yang dimasdarkan menjadi “ISLAMAN” yang berarti DAMAI.
RAHMATAN
Kata ‘RAHMATAN” kata bahasa Arab yaitu “ROHIMA” yang dimasdarkan menjadi “RAHMATAN’ yang artinya “KASIH SAYANG”
LIL ALAMIN
“AL-ALAMIN” adalah kata bahasa Arab yaitu “ALAM” yang dijama’kan menjadi “ALAMIN” yang artinya ALAM SEMESTA yang mencakup bumi beserta isinya.
MANUSIA RAHMATAN LIL’ALAMIN adalah manusia yang kehadirannya ditengah kehidupan masyarakat mampu mewujudkan kedamaian dan kasih sayang bagi manusia maupun alam.
ALLAH MENCIPTAKAN DAN MENGUTUS MANUSIA MENJADI KHALIFAH (PENGUASA) DIBUMI INI ADALAH UNTUK MENJADI RAHMATAN LIL ALAMIN
AL-ANBIYA (21) Ayat 105 sd 107
وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ إِنَّ فِي هَذَا لَبَلاَغا ً لِقَوْمٍ عَابِدِينَ وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ رَحْمَة ً لِلْعَالَمِينَ
Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh
1. BAHWASANYA BUMI INI DIPUSAKAI HAMBA-HAMBAKU YANG SALEH
Sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (surat) ini, benar-benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah Allah)
2. DAN TIADALAH KAMI MENGUTUS KAMU, MELAINKAN UNTUK (MENJADI) RAHMAT BAGI SEMESTA ALAM
RAHMAT adalah karunia yang dalam ajaran agama terbagi dua
1. Rahmat dalam konteks Rahman
2. Rahmat dalam konteks Rahim
1. Rahmat dalam konteks rahman adalah bersifat amma kulla syai’ meliputi segala hal, sehingga orang-orang Kafirpun mempunyai hak kerahmanan
AL-BAQARAH (02) Ayat 126
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدا ً آمِنا ً وَارْزُقْ أَهْلَه ُُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ قَالَ وَمَنْ كَفَرَ فَأُمَتِّعُه ُُ قَلِيلا ً ثُمَّ أَضْطَرُّهُ~ُ إِلَى عَذَابِ النَّارِ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian”. Allah berfirman: “DAN KEPADA ORANG YANG KAFIR PUN AKU BERI KESENANGAN SEMENTARA, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”
LUQMAN (31) Ayat 23 dan 24
وَمَنْ كَفَرَ فَلاَ يَحْزُنْكَ كُفْرُهُ~ُ إِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ فَنُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوا إِنَّ اللَّهَ عَلِيم ٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ نُمَتِّعُهُمْ قَلِيلا ً ثُمَّ نَضْطَرُّهُمْ إِلَى عَذَابٍ غَلِيظ ٍ
DAN BARANG SIAPA KAFIR maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu. Hanya kepada Kami-lah mereka kembali, lalu Kami beritakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.Kami BIARKAN MEREKA BERSENANG-SENANG SEBENTAR, KEMUDIAN KAMI PAKSA MEREKA (MASUK) KE DALAM SIKSA YANG KERAS
2. Rahmat dalam konteks Rahim
Rahim adalah kerahmatan Allah yang hanya diberikan kepada orang orang yang ber Iman. Jadi rahim itu adalah Khoshshun lil Amanu. Apabila dilakukan secara benar, rahman dan rahim allah akan turun semuanya
.
Dengan demikian berlaku hukum Sunnatullah. Baik Orang orang yang Ber Iman maupun Orang orang yang Kafir kalau mereka melakukan hal-hal yang diperlukan kerahmanan, maka mereka akan mendapatkan hasilnya. Kendati mereka Orang orang ber Iman tetapi mereka tidak melakukan ikhtiar kerahmanan, maka mereka tidak akan mendapatkan hasilnya. Dengan kata lain, karunia rahman itu berlaku hukum kompetitif. Misalnya orang orang yang Ber Iman tidak melakukan kegiatan belajar maka tidak bisa dan tidak akan menjadi pintar. Sementara orang yang melakukan ikhtiar kerahmanan meski orang Kafir mereka akan mendapatkan pengetahuan
AL-MAIDAH (05) Ayat 69
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالصَّابِئُونَ وَالنَّصَارَى مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحا ً فَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ
Sesungguhnya
1.Orang-orang mukmin
2.Orang-orang Yahudi
3.Shabiin
4.Dan orang-orang Nasrani
Siapa saja, (diantara mereka) yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
AL-HAJJ (22) Ayat 38 sd 41
إِنَّ اللَّهَ يُدَافِعُ عَنِ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ اللَّهَ لاَ يُحِبُّ كُلَّ خَوَّان ٍ كَفُور ٍ أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِير ٌ الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ حَقّ ٍ إِلاَّ أَنْ يَقُولُوا رَبُّنَا اللَّهُ وَلَوْلاَ دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْض ٍ لَهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَع ٌ وَصَلَوَات ٌ وَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللَّهِ كَثِيرا ً وَلَيَنصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنصُرُهُ~ُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيز ٌ الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلاَةَ وَآتَوْا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الأُمُورِ
Sesungguhnya Allah
1. MEMBELA ORANG-ORANG YANG TELAH BERIMAN
2. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat.
3. Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi
4. Karena sesungguhnya mereka telah dianiaya
5. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah”
6. Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain
7. tentulah telah dirobohkan
- Biara-biara Nasrani
- Gereja-gereja
- Rumah-rumah ibadah orang Yahudi
- Dan mesjid-mesjid
Yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) -Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa
8. (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka
- Mendirikan sembahyang
- Menunaikan zakat
- Menyuruh berbuat yang makruf
- Dan mencegah dari perbuatan yang mungkar
- Dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.
AL-BAQARAH (02) Ayat 62
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِينَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحا ً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ
Sesungguhnya
1.Orang-orang mukmin
2.Orang-orang Yahudi
3.Orang-orang Nasrani
4.Dan orang-orang Shabiin
Siapa saja diantara mereka
- Yang benar-benar beriman kepada Allah
- Hari kemudian
- Dan beramal saleh
Mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
ALI-IMRAN (03) Ayat 83
أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ~ُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ طَوْعا ً وَكَرْها ً وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ
Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allah lah mereka dikembalikan
MAHA BENAR ALLAH DENGAN SEGALA FIRMAN-NYA , DAN TIDAK PERNAH DAN TIDAK AKAN PERNAH MENGINGKARI JANJI JANJI-NYA
Rahmat adalah karunia dan bagi orang orang yang Ber Iman Rahmat dalam konteks rahman dan rahmat dalam konteks rahim. Rahmat dalam konteks rahman adalah bersifat ammakulla syai’, meliputi segala hal, sehingga orang-orang Kafirpun pun mempunyai hak kerahmanan. Rahim adalah kerahmatan Allah yang hanya diberikan kepada orang orang yang Ber Iman. Jadi rahim itu adalah khoshshun lil Amanu. Apabila dilakukan secara benar, rahman dan rahim Allah akan turun semuanya.
Dengan demikian berlaku hukum sunnatullah; baik bagi orang orang yang Ber Iman maupun orang orang Kafir kalau mereka melakukan hal-hal yang diperlukan oleh kerahmanan, maka mereka akan mendapatnya. Kendati orang orang yang Ber Iman, tetapi jika tidak melakukan ikhtiar kerahmanan, maka mereka tidak akan mendapatkan hasilnya. Dengan kata lain, karunia rahman ini berlaku hukum kompetitif Misalnya orang orang yang Ber Iman tidak melakukan kegiatan ekonomi, maka tidak bisa dan tak akan menjadi makmur. Sementara orang yang melakukan ikhtiar kerahmanan, meski dia orang orang Kafir, mereka akan mendapatkan kemakmuran secara ekonomi. Karena dalam hal ini mereka mendapat sifat kerahmanan Allah yang berlaku universal (amnia kulla syai’). Adapun hak atas surga ada pads sifat rahimnya Allah SWT, maka yang mendapat kerahiman ini adalah orang orang yang Ber Iman
Dengan demikian, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa rahmatan lil’alamin adalah bersatunya-karunia Allah yang terlingkup di alam kerahiman dan kerahmanan Allah.
Dalam konteks Islam rahmatan lil’alamin, Islam telah mengatur atas hubungan menyangkut aspek teologis, ritual, sosial, dan humanitas.
Dalam segi teologis, Islam memberi rumusan tegas yang harus diyakini oleh setiap pemeluknya, tetapi hal ini tidak dapat dijadikan alasan untuk memaksa orang orang kafir supaya Ber Iman
YUNUS (10) Ayat 99
وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَآمَنَ مَنْ فِي الأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعا ً أَفَأَنْتَ تُكْرِهُ النَّاسَ حَتَّى يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ
Dan jika Tuhanmu menghendaki, TENTULAH BERIMAN SEMUA ORANG YANG DI MUKA BUMI SELURUHNYA. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?
AN-NAHL (16) Ayat 106
مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِهِ~ِ إِلاَّ مَنْ أُكْرِه ََ وَقَلْبُه ُُ مُطْمَئِنّ ٌ بِالإِيمَانِ وَلَكِنْ مَنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرا ً فَعَلَيْهِمْ غَضَب ٌ مِنَ اللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيم ٌ
Barang siapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar
AL-BAQARAH (02) Ayat 256
لاَ إِكْرَاه ََ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لاَ انفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيم ٌ
TIDAK ADA PAKSAAN UNTUK (MEMASUKI) AGAMA (ISLAM); SESUNGGUHNYA TELAH JELAS JALAN YANG BENAR DARIPADA JALAN YANG SESAT. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui
AL-KAFIRUN (109) Ayat 01 sd 06
قُلْ يَاأَيُّهَا الْكَافِرُونَ لاَ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ وَلاَ أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ وَلاَ أَنَا عَابِد ٌ مَا عَبَدتُّمْ وَلاَ أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
Katakanlah: “Hai orang-orang yang kafir
aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah
Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah
Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.
Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku”.
Begitu halnya dalam tataran ritual yang memang sudah ditentukan operasionalnya dalam Alquran dan Hadits. Namun, dalam konteks sosial, Islam sesungguhnya hanya berbicara mengenai ketentuan-ketentuan dasar atau pilar-pilamya yang pener emahan operasionalnya secara detail dan komprehensif tergantung pada kesepakatan dan pemahaman masing-masing komunitas, yang tentu memiliki keunikan berdasarkan keberagaman lokalitas nilai dan sejarah yang dimilikinya.
Entitas Islam sebagai rahmat lil’alamin mengakui eksistensi pluralitas karena Islam memandang pluralitas sebagai sunnatullah, yaitu fungsi pengujian Allah pada manusia, fakta sosial, dan rekayasa sosial (social engineering) kemajuan umat manusia
AZ ZUMAR (39) Ayat 18
الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ~ُ أُوْلَائِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ وَأُوْلَائِكَ هُمْ أُوْلُوا الأَلْبَابِ
YANG MENDENGARKAN PERKATAAN LALU MENGIKUTI APA YANG PALING BAIK DI ANTARANYA. MEREKA ITULAH ORANG-ORANG YANG TELAH DIBERI ALLAH PETUNJUK dan mereka ITULAH ORANG-ORANG YANG MEMPUNYAI AKAL
AL-JASIYAH (45) Ayat 06
تِلْكَ آيَاتُ اللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّ فَبِأَيِّ حَدِيث ٍ بَعْدَ اللَّهِ وَآيَاتِه ِِ يُؤْمِنُونَ
ITULAH AYAT-AYAT Allah yang Kami MEMBACAKANNYA KEPADAMU DENGAN SEBENARNYA; MAKA DENGAN PERKATAAN MANAKAH LAGI mereka AKAN BERIMAN SESUDAH (kalam) Allah dan keterangan-keterangan-Nya
AN-NISA (04) Ayat 166
لَكِنِ اللَّهُ يَشْهَدُ بِمَا أَنزَلَ إِلَيْكَ أَنزَلَه ُُ بِعِلْمِه ِِ وَالْمَلاَئِكَةُ يَشْهَدُونَ وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيدا ً
(MEREKA TIDAK MAU MENGAKUI YANG DITURUNKAN KEPADAMU ITU), tetapi Allah MENGAKUI AL QUR’AN YANG DITURUNKAN-Nya KEPADAMU. Allah menurunkannya DENGAN ILMU-Nya; dan MALAIKAT-MALAIKAT pun MENJADI SAKSI (pula). CUKUPLAH ALLAH YANG MENGAKUINYA.
AL-AHZAB (33) Ayat 70,71
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا ً سَدِيدا ً يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَه ُُ فَقَدْ فَازَ فَوْزا ً عَظِيما ً
HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, BERTAKWALAH kamu kepada Allah dan KATAKANLAH PERKATAAN YANG BENAR, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar
AL-AN’AM (06) Ayat 108
وَلاَ تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوا ً بِغَيْرِ عِلْم ٍ كَذَلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ مَرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.
Dan apabila ada sahabat sahabat dan saudara saudara kita kurang sependapat dengan uraian tersebut diatas, maka akan lebih baik semuanya kita kembalikan kepada :
AN-NISA (04) Ayat 59
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْء ٍ فَرُدُّوهُ~ُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْر ٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا ً
Hai orang-orang yang beriman,
1.Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya)
2.Dan ulil amri di antara kamu
3.Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia
– Kepada Allah (Al Qur’an)
– Rasul (sunahnya)
jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya
Mohon Maaf P.Kyai tadi Zyabur belum memberikan salam
SALAMUN ALAIKUM
Qs 16 ayat 32
saya mau tanya…
mengapa ketika kita sudah meninggal dunia, kita dikubur? dan adakah cara lain selain dikubur, misalnya dibuang ke air, buang ke angin atau dibakar? makasih…
Wa alaikum salam
Tubuh kita berasal dari tanah maka setelah meninggal tubuh tersebut dikembalikan keasalnya yaitu tanah.
assalamu’alaikum ustadz, saya ingin bertanya. apa benar apabila orang tua kita sudah meninggal dan kita sebagai anak-anaknya melakukan kesalahan di dunia ini mereka akan di tambah siksanya di alam barzah? (seperti pacaran, zina, maling,membicarakan org dsb)
lalu bagaimana bila orang tua tersebut punya anak tidak hanya satu, jadi ada yg berzina dan ada juga yang sedang berdo’a. kalau begitu bagaimana dengan orangtua yg sudah meninggal tersebut ustadz, akan diangakat derajat’a krna anak yg sholeh atau mendapat siksa karna anak yg buruk akhlak’a ??
mohon penjelasan’a ustadz, terimakasih . wassalam
Wa alaikum salam
Dalam surat Al Baqarah ayat 286 Allah menjelaskan :
286. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya
Bahwa sertiap orang akan mendapat pahala atau siksa sesuai yang dikerjakannya. Seseorang akan mendapat siksa atau pahala dari anaknya karena usahanya mendidik anak itu. Jika ia tidak mendidik anak itu dengan baik kemudian anaknya berperilaku buruk maka ia akan mendapat keburukan dari anaknya itu. Demikian pula jika ia mendidik anaknya dengan baik kemudian anaknya mengerjakan amal soleh yang banyak maka iapun akan mendapat pahala dari perbuatan kebaikan anaknya itu.
Jika ia sudah berusaha mendidik anaknya dengan baik namun anaknya tetap berperilaku buruk maka perilaku buruk anaknya tidak akan sampai pada orang tuanya , itu adalah tanggung jawab anak itu sendiri.
Bismillah, ustadz saya mau bertanya juga. menurut ustadz, apakah mati menurut medis dapat dikatakan mati pula menurut islam? begitupun sebaliknya. thank’s before
Wa alaikum salam
Yang dimaksud manti menurut Islam adalah berhentinya seluruh kegiatan dan aktifitas fisik tubuh kita , jantung tidak lagi berdenyut, darah tidak lagi megalir, nafaspun sudah berhenti, tidak ada denyut kehidupan didalam tubuh. Ruh sudah pergi meninggalkan jasad tersebut. Kematiah menurut medis juga seperti itu. Jadi kematian menurut Islam dan medis pada prinsipnya adalah sama.
assallamu allaikum wr wb,
pa ustadz, saya ingin bertanya mengenai tanda kematian, ada ustadz yg terkenal di televisi berceramah mengenai hal itu. katanya ada 3 hal utama.
1. jika kulit masih bergemerisik tandanya masih lama
2. air mata sudah tidak asin
3. langit mulut tidak geli
apakah hal tersebut ada hadist dan apakah itu shahih dan bagaimana menurut tanggapan pa ustadz? karena ada bbrp teman yg ketika akan melakukan hal kurang terpuji mereka gosok kulitnya dan apabila gemerisik maka kematian masih lama sehingga tidak takut untuk melakukan maksiat.
Mohon pencerahannya.
Wa alaikum salam
Saya belum pernah dengar hadistnya, itu tanda tanda yang diragukan . Namun tanda kematian memang ada , tanda yang jelas menurut al Qur’an adalah ketika rambut telah memutih, pendengaran mulai berkurang, kulit sudah keriput, gigi telah berguguran, penglihatan sudah berkurang, langkahpun sudah lemah.
Diluar tanda itu tidak seorangpun yang tahu, saat kematian itu adalah rahasia Allah, jika datang waktunya tidak bisa dimajukan dan tidak pula bisa diundur. Karena itu dalam Qur’an kita diperintahkakn untuk selalu siap menghadapi datangnya kematian. Ia bisa datang kapan saja tanpa bisa diduga sebelumnya.
Bismillah, ustadz. kok yg saya gak dijawab? hehe
Assalamu’alaikum wr. wb
Bpk Ustadz mohon bimbingannya..
1. saya pernah dengar, apabila tidak shalat jum’at 3x, maka orang tersebut akan keluar dari agama islam (murtad). apakah itu benar ??
apabila benar, saya dulu pernah shalat jum’at tidak serius/pada saat shalat jum’at selalu bermain dengan teman samping saya (dulu ketika masih anak-anak tapi sudah baligh) dan di lakukan lebih dari 3x. apakah saya sudah murtad pada saat itu ??
2. pada saat saya kecil sampai sma, saya selalu mencuri uang dari nenek saya, dan sekarang nenek saya sudah meninggal 1tahun lalu. saya sangat menyesali perbuatan saya. bagaimana caranya menghilangkan dosa saya kepada nenek saya, sementara saya belum meminta maaf kepada nenek saya.
sangat banyaak sekali dosa yang telah saya perbuat di dunia ini, bagaimana caranya agar Allah memaafkan dosa yang kita perbuat ??
mohon pencerahannya, terimakasih.
wassalamu’alaikum wr. wb
Wa alaikum salam
1. Yang dimaksudkan hadist itu adalah orang yang sengaja meninggalkan jum’at dan dia tahu bahwa itu perbuatan yang dilarang dan dianggap murtad. Orang yang meninggalkan shalat karena tidak tahu , atau masih dalam prose belajar seperti ketika ananda masih kecil dahulu tidak terkena hadist ini.
2. Itu adalah kenakalan masa remaja , merupakan proses pembelajaran. Tutupi semua keburukan itu dengan memperbanyak istighfar dan berbuat kebaikan , karena setiap perbuatan baik akan menghapuskan perbuatan buruk. Allah maha pengampun dan maha pemaaf.
oh begitu ya ustadz, nah bagaimana dengan mati suri?
terus, kematian itu sebenarnya ada berapa macam ustadz menurut islam maupun medis?
makasih banyak ustadz
Wa alaikum salam
Orang yang mati suri , koma atau pinsan belum bisa dikatakan sudah mati. Karena ruhnya masih berada disuatu tempat (seperti ketika tidur) namun tidak bisa masuk kedalam tubuhnya karena ada gangguan pada tubuh tersebut. Komunikasi antara ruh dan jasad tidak sempurna. Jasadnya masih hidup, namun kita sulit berkomunikasi dengan jiwanya.
Seseorang baru dikatakan mati atau sudah meninggal jika ruh meninggalkan jasad secara sempurna, dan jasad pun sudah mati tidak ada kehidupan lagi, jantung , aliran darah , nafas semua sudah berhenti. badanpun sudah pucat dan kaku, dan mulai mengalami proses pembusukan.
Assalamu’alaikum, ustaz…
Selama 2 tahun sejak ayahnya meninggal, suami saya jarang menjenguk ibunya. Dalam setahun hanya sekali menengok ibunya itupun selama 7 hari saja. Sejak Ibu Mertua sakit Stroke, saya dan suami saya hidup terpisah. Suami pergi menjenguk ibunya yang sakit sekaligus mencari nafkah. Setiap 3 bulan sekali, suami saya pulang ke rumah menjenguk saya dan anak-anak, setelah itu suami saya kembali lagi pada ibunya dan mencari nafkah. Belakangan diketahui, suami saya jarang berkomunikasi dengan ibunya walaupun tinggal serumah, suami saya sangat perhitungan dan mengeluh bila ibunya meminjam uang, suami saya jarang menanyakan kondisi kesehatan ibunya, kadang jika ditegur oleh ibunya, suami saya berkata sinis. Pendek kata dia membuat ibunya sedih dan susah hati.
Hingga pada akhirnya di ujung desember, kamipun sering bertengkar lewat telepon karena suami saya jarang memberi kabar lewat telepon atau sms. Saya pun terus mendesaknya agar segera pulang saja jika tingkahnya seperti itu. Pada situasi seperti itu, penyakit ibu mertua saya kambuh dan masuk di rumah sakit, saya tetap terus mendesaknya untuk pulang bahkan mengancamnya untuk pergi jauh darinya. Saat itu pikiran saya sedang kalut karena janjinya untuk pulang selalu diulurkannya, selain itu perilakunya yang membuat ibu sedih membuat saya meminta nya untuk cepat pulang.
23 Desember, suami saya pulang ke rumah dengan tiba-tiba tanpa memberi khabar terlebih dahulu kepada saya. Dia pun meninggalkan rumah tanpa berpamitan kepada ibunya, hal ini atas usul kakak perempuannya sebab dikhawatirkan bila dia pamit secara langsung akan menjadi beban pikiran dan kesedihan bagi ibunya. Kurang lebih 40 hari setelah kepergiannya, ibunya meninggal dunia. Dia sangat terpukul dan sedih, dia menyalahkan saya atas kepulangannya. Saya mendesaknya untuk pulang melihat ibunya untuk terakhir kali. Dia pun menolak karena rasa sedihnya. Dia baru pergi setelah 2 hari ibunya meninggal, yang didapatinya hanyalah batu nisan saja. Dia tidak sempat memandikan atau mengantar jenazah ibunya ke rumah terakhir.
Beberapa kerabat menyatakan, ibunya bersedih sampai-sampai berkata dengan cucuran airmata “apabila keadaan terus seperti ini, lebih baik aku pulang saja (meninggal). Dari beberapa cerita kerabat yang saya dengar, saya menyimpulkan bahwa ibu sangat kesepian, dan tidak diperhatikan oleh anak-anaknya, sampai-sampai dia meminta untuk kematiannya.
Yang ingin saya tanyakan adalah:
1. Apakah saya telah berbuat durhaka kepada ibu mertua saya?
2. Apakah suami saya telah durhaka pada ibunya?
3. Bagaimana caranya kami untuk memperoleh maaf dari ibunya, sementara ibunya telah wafat? Sebab terus terang, saya sangat merasa bersalah dan berdosa… saya juga merasa kasihan melihat suami saya ustaz…
Terimakasih sebelumnya,
Wa alaikum salam
Semua itu sudah terjadi , tidak ada gunanya hanya menyesal berkepanjangan. Berusahalah untuk memperbaiki keadaan , tidak pernah ada kata terlambat untuk bertaubat dan memperbaiki diri. Tindakan menyia njiakan orang tua jelas merupakan suatu dosa dan kesalahan. Bertaubat dan mohon ampunlah pada Allah , semoga Dia mengampuni dan memaafkan. Selanjutnya perbanyak berbuat baik dan berdoa untuk ibunda yang sudah berpulang kerahmatullah.
Dosa kepada Allah dihapuskan dengan mohon ampun padaNya, dosa dengan sesama manusia dihapuskan dengan meminta maaf pada yang bersangkutan. Jika yang bersangkutan sudah meninggal dunia doakanlah dia, kemudian perbanyak berbuat kebaikan, serahkan putusannya pada Allah yang maha adil dan maha bijaksana
sy ingin bertanya pak Ustads, apabila kita mati yg mendapay balasan itu jasad kita ataukah roh kita…?
Assalamualaikum Ustadz,
Kami baru saja kehilangan putra kami yang ke-3, seorang bayi laki laki yang lahir pada hari jumat tanggal 15 Februari 2013 dan telah berpulang ke Rahmatulloh pada hari Sabtu tanggal 16 Februari 2013 yang kami beri nama “Muhammad Khalifano Assidiq”..
Saya bersama Istri dan anak-anak merasa sangat kehilangan… kebanyakan dari teman-teman yang datang melayat, menghibur kami dengan mengatakan bahwa anak kami yang baru meninggal tersebut adalah tabungan kami di hari akhir kelak…yang akan menuntun orang tuanya ketika akan meniti jembatan Sirottul Mustaqiim… Mohon dijelaskan mengenai hal ini Ustadz…
Trimakasih…
Wassalamualaikum..W,W..
Wa alaikum salam
Apa yang dikatakan teman-teman ananda betul adanya berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim . Dalam hadist yang diriwayatkan dari Anas ra, dia berkata : ”Rasulullah saw bersabda, tidaklah seorang muslim kematian tiga anaknya yang belum baligh, kecuali, Allah pasti akan memasukkannya ke dalam surga berkat kasih sayang-Nya kepada anak-anaknya tersebut, ”(HR Bukhori muslim). Namun kenikmatan itu hanya diberikan pada orang beriman yang ikhlas dan ridho dengan kematian anaknya itu. Tidak meratap dan bersedih secara berkepanjangan. Karena itu ikhlaskanlah kepergian putra ananda yang sudah dipanggil oleh sang Pencipta itu.
Assalamu’alaikum wr…wb
Saya mau tanya pak ustadz…adakah hubunganya tempat tinggal seseorang dengan Jodoh,rezeki dan matinya…soalnya posisi rumah saya kena posisi tusuk sate???
Wa alaikum salam
Masalah jodoh, rezeki dan mati adalah sepenuh nya kewenangan Allah. Dialah yang mengatur semua itu, bukan karena posisi rumah, atau yang lainnya.
Dia yang menentukan jodoh , melapangkan dan menyempitkan rezeki serta menetukan saat kematian bagi siapa yang dikehendaki.
ustad saya mau bertanya apa saja pokok-pokok kematian dalam islam?
Wa alaikum salam
Dalam surat al anbiya ayat 35 Allah mengingatkan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian atau ajal, yaitu saat berpisah ruh dengan jasad. Pengertian hidup menurut Al Qur,an adalah ketika ruh dan jasad menjadi satu kesatuan. Dan yang disebut mati adalah saat berpisahnya ruh dengan jasad. Dalam surat Al Mukminun ayat 11 disebutkan bahwa manusia mengalami dua kali mati dan dua kali hidup.
Kematian yang pertama adalah ketika ruh belum bersatu dengan jasad (sebelum lahir kedunia). Kematian yang kedua adalah saat ruh berpisah dari jasad , ruh disimpan dialam barzakh dan jasad dikembalikan kedalam tanah (kubur) . Hidup yang pertama adalah saat ruh ditiupkan kedalam jasad ketika janin berumur 120 hari dalam kandungan ibu hingga lahir kedunia. Hidup yang kedua adalah saat kita dibangkitkan dari kubur dihari kiamat nanti, dan ruh yang ada dialam barzakh ditiupkan kedalam jasad mereka masing masing. Hidup yang kedua adalah kehidupan yang abadi karena tidak ada lagi kematian sesudah itu.
Islam mengingatkan agar kita selalu mempersiapkan diri untuk menghadapi kehidupan kedua yang abadi kelak. Hidup didunia hanyalah kehidupan sementara. Kematian adalah pemisah antara kehidupan dunia dan akhirat. Kematian adalah awal perjalanan panjang yang tiada akhir.
Orang yang tidak beriman menganggap kematian adalah akhir dari segala galanya, tidak ada kegidupan sesudah itu. Hidup hanya sekali saja didunia ini, karena itu mereka sangat memperhatikan kehidupan dunia. Orang yang beriman menganggap kematian adalah awal perjalan panjang yang tiada akhir.Mereka meyakini bahwa kehidupan dunia hanyalah kehidupan sementara , tempat mengumpulkan bekal untuk kehidupan akhirat. Mereka lebih mengutamakan kepentingan akhirat daripada dunia, mereka menjalani hidup dengan hati hati agar tidak menyusahklan mereka kelak diakhirat.
mohon kebenaran untuk mengcopy artikel ustaz.
Silahkan untuk dikopi dan sebar luaskan
assalammualaikum wr wb, pa ustadz saya sangat senang mendapati blog bapak yang bermanfaat ini..smoga bapak sll diberi kesehatan agar bisa terus berbagi ilmu dengan kami amiin,mohon maaf saya ingin sekali mendapatkan bimbingan sholat khusu…saya ingin terus belajar menjadi lebih baik..mohon bimbingannya pak ustadz,terimakasih
Asallamu’alaikum Pak ustad, saya menikah hampir 5 thn,Alhamdulillah saya punya istri sholeha tapi cobaan yang kita hadapi berulang ulang, istri saya slalu bilang itulah nikmat hidup, yang ingin saya tanyakan,1
1. pada thn 2010 istri hamil 7 bln anak saya meninggal di dalam karena darah tinggi,setelah itu pada thn 2013 istri saya meninggal dunia karena strook,pada waktu istri belum meninggal dia berpesan bawah saya dapat 1/2 hartanya, apakah saya salah setelah istri di kubur saya bilang ke saudaranya bahwa istri berpesan saya dapat 1/2 bagian hartanya saya pikir itu amanah jadi saya katakan secepatnya karena memang saya menikah istri sudah punya segalanya, tpi bukan berarti saya minta hartanya di bagi saya cuma menyampaikan amanah.
2. kini umur saya 39 th saya dosa apa tidak ya pak ustad klo saya tidak akan menikah lg samapi ajal menjemput saya, padahal istri berpesan klo dia meninggal saya diminta beristri lagi dan punya anak jadi bisa mendoakan saya di saat nanti saya meninggal pula,
3. krana saya tidak punya anak doa suami kepada istri apa sama pahalanya seperti doa anak sholeh kepada orang tuannya.
4. Apkah klo kita mencintai istri lbh dari pada Alloh cobaanya berulang-ulang kata teman saya, padahal saya rasa saya dan istri selama ini lbh mencintai Alloh dari segalanya karena kita berusaha menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya.
Wa alaikum salam
Ujian dan cobaan yang datang menimpa kita selama hidup adalah konsekwensi dari pernyataan keimanan seseorang. Dalam surat al Ankabut ayat 2-3 Allah mengingatkan bahwa ia tidak akan membiarkan seseorang begitu saja mengatakan bahwa ia telah beriman , sebelum Ia mengujinya hingga jelas bagiNya siapa yang benar Imannya dan siapa yang dusta. Allah akan menguji kita dengan kejadian baik dan buruk.
Orang beriman jika diuji dengan keburukan ia bersabar, jika diuji dengan kebaikan ia bersyurkur
1. Pembagian harta waris menurut Al Qur’an surat An Nisa ayat 12 memang demikian jika seorang istri meninggal dan tidak punya anak maka sisuami mendapat separuh dari hartanya itu.
2. Seorang yang kematian istri dianjurkan untuk segera mencari pengantinya. Orang yang hidup membujang lebih dekat pada godaaan syetan . Istri dibutuhkan untuk merawat kita dihari tua.
3. Suami bisa mendoakan istri yang sudah meninggal. Bedanya kalau anak yang soleh walaupun ia tidak berdoa amal soleh anak itu akan mengalir terus pada orang tuanya dialam barzakh.
4. Kita tidak boleh mencintai sesuatu lebih dari pada Allah dan RasuluNya seperti disebutkan dalam surat At Taubah ayat 24.
Assalamualaikum pak Ustad,
Sy baru saja kehilangan ibu saya tgl 14 Maret kemarin, karena sakit.
Sy sangat merasa bersalah ustad karena sy mengira sakitnya beliau ini kambuh seperti biasanya yang bila dirawat dirumah dan istirahat akan sembuh esok harinya tapi ternyata tidak, Allah berkehendak lain.Dan yang paling saya sesali adalah saya tidak berada disampingnya saat beliau sakaratul maut.Saya sedang menidurkan si kecil pagi itu..
Sungguh ustad sampai saat ini saya masih merasa bersalah tidak bisa menuntun beliau untuk mengucapkan syahadat, saya ingin minta maaf atas kesalahan saya Ustad,apa yang harus saya lakukan…
1. Saya adalah anak tiri yang dirawat beliau dari bayi, bisakah doa sy sampai Ustad?
2. Benarkah doa anak perempuan ke orang tua itu sampainya setelah 40 hari?
3. Bisakah doa seorang menantu seperti doa anaknya sendiri ?
4. Kadang sy berpikir untuk menemui seorang kyai , untuk menanyakan kondisi ibu saya apakah beliau sudah tenang, adakah wasiat yang belum tersampaikan dan sy jg ingin meminta maaf kpd beliau.Tapi suami saya tidak suka hal seprti itu. apa yang harus saya lakukan ustad.Mohon pencerahannya..
Wa alaikum salam
Allah mengingatkan dalam Al Qur’an bahwa setiap yang berjiwa pasti akan menemui ajalnya. Jika datang ketetapan ajal seseorang maka tidak bisa diundurkan maupun dimajukan. Ketetapan ajal seseorang sepenuhnya ditangan Allah. Ibu ananda meninggal bukan karena kelalaian siapapun, semua itu terjadi karena memang sudah sampai ajal yang ditetapkan Allah. Ikhlas dan ridholah menerima ketetapan Allah itu. Tidak ada yang perlu disesali.
1. Tidak ada halangan doa seseorang bagi teman, karib kerabat, ibu , dan bapaknya untuk diterima Allah. Berdoalah untuk ibu tiri ananda , Allah akan menerimanya. Doa yang ditolak hanya doa yang disampaikan pada orang musyrik yang mempersekutukan Allah. Allah tidak menerima bahkan melarang kita mendoakan orang musyrik yang sudah meninggal walaupun dia itu ayah atau ibu kandung sendiri.
2. Doa orang yang ikhlas sampai pada Allah dalam seketika , tidak ada hijab antara Allah dengan orang yang berdoa dengan ikhlas , sungguh sungguh pada Allah.
3. Allah memerintakan kita untuk saling mendoakan satu sama lainnya dengan sesama Muslim, doa menantu pada mertuanya sama saja seperti doa anak sendiri. Bedanya hanya masalah amal soleh. Amal kebaikan yang dilakukan anak kandung langsung sampai pada orang tuanya walaupun tidak diminta. Seorang ibu atau ayah tercengang ketika dipasangkan mahkota dikepalanya, ia heran karena merasa tidak ada keistimewaan apapun. Kemudian disampaikan padanya ini karena anaknya setiap hari membaca Al Qur’an. Pahal membaca Qur’an itu sampai pada orang tuanya walaupu ia tidak memintanya.
4. Doakan saja beliau setiap selesai shalat. Insya Allah bisa meringankan bebannya dialam barzakh. Jangan sibuk dengan menyesali meninggalnya beliau. Bagaimana kondisinya dialam barzakh hanya Allah yang tau , namun doa yang ananda sampaikan dapat meringankan beliau. Mohon lah agar dosanya diampuni Allah dan beliau dilindungi dari azab kubur.
Assalammualaiku…
saya mau tanya, dikampung saya ada seorang wanita yang sedang mengandung 5 bulan tetapi karena sakit ia kemudian meninggal dunia.nah yang menjadi pertanyaan saya apakah si ibu itu termasuk dalam golongan orang yang mati syahid atau bagimana..
Wa alaikum salam
Syahid atau tidaknya tergantung amalan dan niat orang yang bersangkutan. Jika dia seorang beriman dan bersabar dengan sakitnya serta selalu bertawakkal dan mendekatkan diri pada Allah , insya Allah dia termasuk syahid. Jika dia tidak beriman atau dalam keadaan lalai jauh dari taat dan patuh pada Allah, tidak sabar dengan sakit yang diderita , tentu saja tidak termasuk orang yang syahid.
Assalamualaikum pak Ustad, Saya mempunyai 3 orang anak tapi udah meninggal semua yang satu paling besar meniggal tahun 2006 pada humur 10 bulan trus yang ke 2 dan ke barusan 2 minggu yang lewat pada umur 7 tahun dan 5 tahun karna tengelam di kolam galian perumahan .Jadi saya mau nanya apakah ke tiga anaku lansung masuk sorgakah? dan berkumpul di taman sorga dan apa betul dia akan mencari ke dua orang Ibu Bapakya.Maaf mohon pencerahanya Pak ustad terima kasih Wasalammualaikum (masmar edison)Batam KEPRI.
Wa alaikum salam
Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci. Dosa dan kesalahan baru dicatat setelah mereka baligh. Anak yang balum balig jika meniggal insya Allah menjadi hiasan syurga. Orang yang saleh dan taat pada Allah insya Allah akan berkumpul disyurga sebagaimna disebutkan dalam surat Ar Ra’d 23:
23. (yaitu) syurga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (Ar Ra’d 23)
Hal ini tidak berlaku bagai orang yang kafir, dan tidak taat pada Allah. Apakah ananda akan bertemu kelak dengan putra ananda yang telah mendahului ditaman syurga kelak tergantung amal ibadah dan ketaatan ananda pada Allah.
Assalamualaikum wr wb.artikel pak ustad sngat bermaafat bagi hidup saya alhamdulillah,pak ustad saya mau bertanya teman saya( taiwan ) divonis kanker hati stadium 3 disertai pembengkakan perut dan dokter bilang tidak bisa dikemo tepatnya angkat tangan ,tgl 20/3 dia menghembuskan nafas terakir.dia tidak percaya adanya tuhan,mayatnyapun dibakar ,dia beraklaq baik dan sblum ajal menjemput sering mengucapkan alloh,gimana menurut pandangan islam ? Terima kasih wa jazza kalloh khair
Wa alaikum salam
Orang yang dalam hidupnya tidak percaya pada Allah seluruh amal nya akan hapus sia sia berapapun banyak kebaikan yang dibuat. Ia hanya mendapatkan balasan kebaikan didunia atas semua amal baiknya, diakhirat ia tidak mendapatkan apa apa karena ia memang tidak percaya pada kehidupan akhirat itu.
Dia mengucapkan Allah apakah pada saat sakratul mau atau jauh sebelum itu, kita tidak tahu apakah ia sebenarnya mengakui Allah sebagai Tuhannya atau tidak . Kalau ia baru taubat ketika sakratul maut , maka tobatnya itu tidak diterima seperti halnya Firaun yang baru menyadari kekeliruannya dan bertaubat tatkala dalam proses sakratul maut ketika tenggelam dilaut Merah.
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Pak Ustadz saya baru kehilangan (meninggal dunia) adik saya seminggu yang lalu diumur 11tahun7bulan. Adik saya sudah sejak umur 6 tahun sakit yang menurut dokter mengalami pengecilan otak sehingga badan adik saya lemah tidak bisa berjalan,dll. Saya mau tanyakan apakah adik saya yang masih usia 11th tersebut masih tergolong anak-anak/belum akil baligh? apakah adik saya masuk surga karena masih kecil dan meninggal karena sakit yang sudah lama tersebut? apakah meninggal karena penyakit menahun ini juga termasuk syahid? sekian pertanyaan saya Pak, terima kasih.
Wa alaikum salam
Insya Allah jika dia belum baligh semua amal perbuatannya belum dicatat dan dihisab, ia masih termasuk anak anak. Batasan balig bagi anak perempuan jika sudah datang haid dan bagi anak laki laki jika sudah bermimpi . Mudah mudahan ia termasuk ahli syurga.
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Pak Ustadz mohon penjelasan, berikut sumber hukum Qur’an ataupun Hadist shaheh yang membicarakan tentang alam kubur/ alam barzah, dimana alam ini juga sangat panjang,mungkin beratus bahkan beribu generasi dibumi. Bila kita mengharafkan doa anak soleh berarti hanya satu generasi, lalu penantian yg sangat panjang ini tak ada lagi tambahan yg dapat diharapkan.
Kenapa keadaan alam barzah yg penting ini tidak dibicarakan detail dalam Al Qur’an yang akan menjadi pelajaran kita yg masih hidup. Mohon maaf Pak Ustadz ,terima kasih atas penjelasannya
Wa alaikum salam
Penjelasan Al Qur’an tentang alam barzakh amat minim sekali. Al Qur’an lebih banyak bercerita tentang kehidupan dunia dan peristiwa sesudah hari kebangkitan (kiamat). Kalau kita sudah masuk alam barzakh maka tidak ada lagi yang bisa kita perbuat untuk kehidupan dihari berbangkit nanti. Karena itu Allah memerintahkan kita agar mengumpulkan perbekalan sebanyak banyaknya untuk kehidupan akhirat kita , ketika kita masih hidup didunia ini.
Bapak saya mau bertanya mengenai tanda2 kematian yang sering saya baca d internet yaitu dari 100 hari tumbuh bergetar, 40 harii dan seterusnya dan saya merasa tersugesti sehingga merasakan hal yang ada disana.. Apakah itu benar adanya? sebab saya merasa ketakutan sekali. Mohon bantuanny
Wa alaikum salam
Itu hanya dugaan dan prasangka yang tidak ada dasarnya di Qur’an maupun hadist. Tidak perlu dipercayai. Keputusan saat ajal itu ada ditangan Allah. Berserah diri dan bertawakkallah padaNya.
Assalammualaikum Pak Ustadz, mau tanya nih..
Pertanyaan pertama :
Saya ikut pengajian, di pengajian tersebut Guru nya memberikan ceramah tentang wali-wali Allah, Guru tersebut bercerita pada saat ziarah ke makam wali songo, beliau cerita kalau di setiap makam wali tersebut beliau melihat para wali, berbincang dan para wali itu bertanya kepada beliau “kalau mau berdoa, berdoa lah” dan guru tersebut berdoa kepada Allah.
Guru tersebut berkeyakinan bahwa ruh para wali itu ada di alam dunia, dan kita bisa melihat, bertemu jika hati kita bersih.
pada saat pengajian juga Guru tersebut bilang kalau ada seorang wali yang sedang berada disitu..
anehnya lagi setiap pengajian pasti pake dupa wangi, padahal menurut keyakinan saya, tidak ada dalil nya dalam islam pengajian tapi menggunakan dupa.
Saya meminta penjelasannya Ustadz mengenai hal ini.
Mengenai Wali Allah, bukannya wali Allah itu adalah orang-orang yang bertakwa ustadz?(mohon penjelasannya juga Pak Ustadz)
Pertanyaan kedua :
Pertanyaan ke 2 ini mengenai mimpi ustadz, beberapa bulan yang lalu saya pernah bermimpi sekilas banget, bertemu Rasulullah. cerita nya saya di dalam ruangan, dan ada seseorang membuka pintu dan berkata “itu Rasulullah (sambil menunjuk ke arah Beliau) dan saya pun bergerak mendatangi nya. hanya segitu saja saya bermimpi Ustadz.
yang mau saya tanyakan, berdasarkan hadits riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa melihatku dalam mimpi, maka dia benar-benar telah melihatku. Sesungguhnya setan tidak dapat menjelma sepertiku. (Shahih Muslim No.4206)
Apakah yang saya lihat adalah Benar-benar Rasulullah?
Terima Kasih
assalamu’alaikum wr wb
1. pak ustad saya punya adik angkat waktu ibu saya meninggal berwasiat agar adik saya di kembalikan ke keluarganya karena adik saya (usia 13 th)ini susah di bilangi, tapi ayah saya mempertahankannya (melarang), pada urusan warisan keluarga ayah saya membagi haknya kepada kami 1 rumah kost 4 kamar buat saya, 1 rumah induk buat kakak saya, dan 1 pekarangan buat adik angkat saya, kl saya gak masalah untuk itu tp kakak saya menolak, alasannya adik saya bukan saudara kandung ( dan saya yakin saudara dr ibu saya pasti menolak, karena sebagian harta warisan itu adalah hak ibu saya dari orang tuanya atau dibelikan nenek saya), bagaimana hukumnya pak ustad
2. pak ustad kalo pengajian untuk mengingat 3 tahun orang tua saya itu baik apa enggak? trus apakah nabi juga melaksanakan itu?
3. ayah saya sulit sekali kalo di ingatkan tentang sholat karena sholatnya tidak bisa penuh 5 rakaat, saya ingin kedua ortu saya masuk syurga pak ustad
demikian pak ustad mohon pencerahan
wasalamu’alaikum wr wb
Assalamulaikum
Ustadz Fadhil, yang di diberi nikmat dan disiksa di dalam kubur itu, apakah jasad atau ruh.
Syukron
Wassalamu’alaikum
Assalamuaikum
Ustadz Fadhil, menurut uraian Ustadz diatas bahwa mati suri bukanlah suatu kematian yang sempurna. pertanyaan saya:
Ketika seseorang mengalami mati suri apakah orang tersebut sudah bisa melihat alam ghaib seperti malaikat dan alam barzakh karena menurut penuturan orang2 yang pernah mengalami mati suri sudah bisa melihat malaikat dan alam ghoib.
Syukron
Wassalamualaikum