Archive for August, 2009

KEMATIAN MENURUT AL-QUR’AN

Oleh Fadhil ZA


10- Sesungguhnya orang-orang yang kafir diserukan kepada mereka (pada hari kiamat): “Sesungguhnya kebencian Allah (kepadamu) lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri karena kamu diseru untuk beriman lalu kamu kafir”

11- Mereka menjawab: “Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?”


Ketika manusia dikumpulkan dipadang Mahsyar pada hari berbangkit kelak dan orang kafir telah melihat dengan jelas akibat perbuatan mereka menentang ayat ayat Allah selama ini, mereka mengeluh : ” Ya Allah Engkau telah mematikan kami dua kali, dan menghidupkan kami dua kali pula, lalu kami mengakui dosa kami, adakah jalan keluar bagi kami dari kesulitan yang dahsyat pada hari ini (neraka jahanam) “. Dialog antara orang kafir dengan Allah ini diabadikan dalam surat Al Mukmin ayat 10 -11, sebagaimana kami kutipkan diawal artikel ini.

Selama hidup didunia ini kita hanya mengerti bahwa mati dan hidup itu hanya sekali saja, namun setelah diakhirat kelak kita baru, mengerti bahwa kita hidup dan mati sebanyak dua kali. Memperhatikan dialog diatas kita jadi bertanya, apakah yang dimaksud dengan kematian itu? Dalam Al Qur’an dikatakan bahwa kita mati dan hidup sebanyak dua kali, padahal yang kita ketahui selama ini kita hidup dan mati hanya satu kali. Read the rest of this entry »

Popularity: 52% [?]

PESONA DUNIA YANG MEMBINASAKAN

Dikisahkan pada suatu ketika nabi Isa mengembara dibumi dengan ditemani oleh seorang Yahudi . Ia membawa dua potong roti sedang nabi Isa hanya membawa sepotong roti. Nabi Isa bertanya pada orang Yahudi itu:”Apakah engkau akan mengajakku makan bersama?”. Orang Yahudi itu menjawab:”Tentu”. Namun ketika ia mengetahui bahwa nabi Isa hanya membawa sepotong roti, ia menyesal. Ketika nabi Isa pergi untuk menunaikan shalat, orang Yahudi itu segera memakan sepotong roti yang ada padanya. Setelah nabi Isa selesai mengerjakan shalat, mereka berdua mengeluarkan makanannya. Nabi Isa bertanya:” Mana roti yang sepotong lagi?”. Orang Yahudi itu menjawab: “Aku hanya membawa sepotong roti”. Lalu nabi Isa makan satu roti dan orang Yahudi itu satu roti pula. Setelah itu mereka berdua melanjutkan perjalanannya.


Setelah lama berjalan, pada suatu sore merekapun sampai pada sebuah pohon yang rindang. Nabi Isa mengajak Yahudi itu untuk beristirahat dan bermalam dibawah pohon itu. Mereka bermalam dibawah pohon itu hingga datang pagi hari. Setelah itu mereka meninggalkan tempat itu melanjutkan perjalalanan hingga bertemu dengan seorang yang buta. Nabi Isa bertanya pada orang buta itu: “Jika aku mengobatimu hingga Allah mengembalikan penglihatanmu, apakah engkau akan bersyukur pada-Nya?”. Orang buta itu menjawab: “Tentu saja”. Lalu nabi Isa mengusap mata orang buta itu seraya berdo’a kepada Allah,seketika itu juga ia dapat melihat kembali. Kemudian nabi Isa bertanya pada orang Yahudi yang bersamanya: “Demi Allah yang membuat engkau melihat orang buta dapat melihat kembali, dimanakah roti yang sepotong lagi?”. Yahudi itu menjawab:” Demi Allah aku hanya membawa sepotong roti”. Nabi Isa hanya diam mendengar jawaban Yahudi itu. Read the rest of this entry »

Popularity: 3% [?]

MERAWAT DAN MEMPERBAIKI JIWA YANG RAPUH

Oleh Fadhil ZA

Pemilu legislatif mulai menuai korban, beberapa hari setelah pelaksanaan pemilu 9 April 2009 yang lalu, beberapa caleg yang perolehan suaranya minim mulai menunjukan gejala aneh. Ada yang bicara sendirian, ada yang mengurung diri, ada yang marah marah tidak menentu, bahkan ada yang melakukan aksi bunuh diri. Jumlah pasien rumah sakit jiwa dibeberapa daerah meningkat drastis. Masya Allah… mengapa jadi begini ? Itulah gambaran jiwa yang rapuh dan lemah.



Allah telah menjadikan manusia dari unsur Ruh (jiwa) dan jasad (jasmani). Ilmu kedokteran telah berkembang sedemikian pesatnya, banyak penyakit jasmani yang sudah dikenal dan ditemukan obatnya oleh dunia kedokteran dewasa ini. Namun sedikit sekali yang diketahui manusia tentang penyakit dan obat bagi gangguan atau penyakit jiwa (Ruh). Jika sakit jasmani bisa diobati dengan memberikan obat kimia, herbal atau tindakan operasi. Sakit atau gangguan kejiwaan tidak bisa diobati dengan cara tersebut. Jiwa tidak bisa diraba atau disentuh secara fisik. Mengobati penyakit atau gangguan kejiwaan jauh lebih rumit dibandingkan mengobati penyakit atau gangguan jasmani. Allah memberi pengetahuan pada manusia tentang jiwa atau ruh ini sangat sedikit dibandingkan ilmu tentang jasmani. Kesulitan utama adalah dikarenakan jiwa atau Ruh tidak bisa dilihat atau diraba secara fisik, sehingga tidak ada alat yang bisa menyentuh atau mengdiagnosa tentang kondisi jiwa atau ruh seseorang. Dalam surat Al Israak ayat 85 Allah menegaskan hal ini :


Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”. (Al Israak 85)

Kondisi kesehatan dan ketangguhan jiwa seseorang sangat berpengaruh bagi kwalitas hidup dan ketangguhan seseorang dalam menghadapi berbagai masalah atau problem hidup yang dihadapinya. Orang yang jiwanya sehat dan kuat dapat menghadapi berbagai masalah kehidupan dengan mudah, sementara orang yang jiwanya rapuh, lemah dan dirongrong berbagai penyakit sangat rapuh terhapap berbagai masalah kehidupan. Read the rest of this entry »

Popularity: 8% [?]

JALAN MENDEKATKAN DIRI PADA ALLAH

Oleh Fadhil ZA


Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. (Al Maidah 35)


Dalam surat Al Maidah ayat 35 diatas Allah memerintahkan kepada orang yang beriman agar bertakwa pada-Nya dan mencari jalan untuk mendekatkan diri pada-Nya. Menjadi kekasih Allah dan mendapat tempat yang mulia dan terhormat disisi-Nya adalah cita cita setiap orang yang ber-Iman. Betapa tidak… setiap orang didunia ini selalu berlomba lomba untuk merebut simpati dan tempat terhormat disisi pemimpin tertingginya masing masing, apakah itu bapak Direktur, Manager, Kepala divisi, Gubernur, Menteri, Presiden dan lain sebagainya. Mereka berlomba-lomba merebut simpati dan kedudukan dekat pimpinannya masing masing dengan harapan akan mendapat berbagai fasilitas dan kehormatan dari pimpinannya tersebut.

Jika kebanyakan manusia berebut dan berlomba-lomba untuk mendapatkan simpati dan tempat yang mulia disisi pemimpinnya masing masing, maka orang yang ber-Iman berlomba-lomba untuk merebut simpati dan tempat yang mulia disisi Allah penguasa tertinggi dialam semesta ini. Allah telah menetapkan prosedur dan cara tertentu untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Kegiatan sholat, dzikir, mengerjakan amal sholeh, menjauhi larangan-Nya, mencegah diri dan orang lain dari perbuatan maksiat adalah cara yang diridhoi Allah untuk mendapat posisi terhormat disisi-Nya. Orang yang telah mendapat pengakuan dari Allah dan mendapat tempat terhormat disisi-Nya akan mendapat fasilitas dan berbagai kemudahan dari Allah dalam segala hal. Read the rest of this entry »

Popularity: 10% [?]

Fashion Stores
Translate This Page
Pondok Tadabbur
Infak, Sodaqoh Anda untuk Pondok Tadabbur bisa disampaikan melalui :

Rek Bank Mandiri
123.0097166435
a/n Fadhil Zainal Abidin.
0811151412 - fadhil_za@yahoo.co.id
PELATIHAN
facebook page

Jadwal Pelatihan Shalat Khusuk dan Tadabbur Qur'an wilayah Jabodetabek dan Sekitarnya.

Klik disini untuk keterangan lebih lanjut

HP : 0811151412

Sejak 20 Feb 2008