ISLAM TIDAK MENGAJARKAN TINDAKAN TERORIS

Oleh Fadhil ZA

Hari Jum’at tanggal 17 Juli 2009 pagi, Jakarta kembali diguncang ledakan Bom yang menewaskan beberapa orang dan melukai puluhan orang tidak berdosa. Hotel JW Mariot dan Ritz Carlton kembali menjadi sasaran bom yang dilakukan oleh orang yang melakukan aksi bom bunuh diri. Siapa, dan dari kelompok mana yang berani melakukan tindakan nekat seperti itu ?? Seperti kejadian yang sudah-sudah, aksi bom bunuh diri ini kembali dikaitkan dengan gerakan Islam ekstrim. Di media cetak dan elektronik kembali muncul spekulasi kemungkinan aksi ini dilakukan oleh kelompok Islam tertentu.


Benarkan Islam mengajarkan tindakan teror seperti itu dalam mengembangkan agama, atau untuk mencapai tujuan perjuanganya….?? Naudzubillah mindzalik (kami berlindung kepada Allah dari melakukan tindakan seperti itu). Al–Qur’an adalah pedoman hidup bagi umat Islam dan orang yang ber-Iman kepada Allah dan kehidupan Akhirat. Al-Qur’an tidak pernah menganjurkan atau mengajarkan melakukan tindakan teror seperti itu. Tindakan teror justru bertentangan dengan ajaran Qur’an dan ajaran Rasulullah.

Dalam keseharian Rasulullah mengajarkan kasih sayang dan ahlak mulia dalam kehidupan bertetangga dan bergaul dengan umat lain. Bahkan Rasululah mengatakan belum berimanlah seseorang jika para tetangga merasa tidak aman dengan keberadaannya dilingkungannya. Kedengkian, kebencian, kemarahan dan dendam bukanlah ahlak yang diajarkan Rasulullah kepada para pengikutnya. Rasulullah mengajarkan cinta kasih dengan sesama, walaupun dengan orang yang tidak seiman. Banyak kisah hidup Rasulullah yang mengkisahkan sifat ahlaknya yang mulia.

Rasulullah tidak pernah membalas kebencian dengan kebencian pula. Ketika ia dihina dan dilempari batu oleh penduduk Tha’if, Malaikat penjaga gunung menjadi marah dan menawarkan pada Rasulullah untuk menimpakan Gunung tersebut kepada penduduk Tha’if. Rasulullah mengatakan “jangan!, biarkanlah mereka karena mereka kaum yang tidak mengerti, mudah2an anak cucu mereka kelak akan beriman”. Ketika penaklukan kota Mekah, Rasulullah tidak membalas dendam kepada orang yang pernah menyakitinya. Bahkan Rasulullah menghormati Abu Sofyan dan Hindun yang sangat memusuhi Islam, dimana Hindun istri Abu Sofyan bahkan pernah memakan jantung Hamzah paman Rasulullah yang gugur dimedan perang. Rasulullah mengatakan kepada penduduk Mekah, siapa yang tetap tinggal dirumah, aman. Siapa yang masuk dan berlindung di Ka’bah, aman. Siapa yang masuk dan berlindung dirumah Abu Sofyan juga aman. Abu Sofyan dan istrinya akhirnya tertarik masuk Islam karena menyaksikan kemuliaan ahlak Rasulullah, yang menyebarkan ajarannya dengan cinta kasih,bukan dengan dendam atau kebencian. Rasululah tidak membalas kebencian mereka dengan dendam dan kebencian pula.

Apa yang dilakukan para teroris yang mengatas namakan islam sangat bertentangan dengan ajaran Al Qur’an. Allah memerintahkan orang beriman untuk selalu berbuat baik dan jangan sekali kali membuat kerusakan dan bencana dimuka bumi sebagaimana di sebutkan dalam surat Al Qashas ayat 77 :


” Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.(Al Qashas 77)

Apa yang dilakukan kaum teroris sama sekali tidak sesuai dengan ayat tersebut diatas. Mereka menimbulkan ketakutan dan keresahan dikalangan orang banyak, membunuh orang yang tidak mengerti apa apa bahkan tidak pernah mengenal mereka sebelumnya. Tamu hotel yang sedang menimati sarapan pagi, para karyawan hotel, orang yang sedang lalu lalang dengan berbagai keperluannya, menjadi korban tindakan mereka yang brutal. Ini jelas perbuatan dzolim yang tidak pernah dianjurkan dalam Qur’an, bahkan ini adalah tindakan menentang ayat Qur’an itu sendiri. Ini tidak pantas disebut tindakan dari orang yang ber-iman.

Tindakan balas dendam, menyebar kebencian dan kemarahan bukanlah tindakan yang dianjurkan dan diajarkan Qur’an, itu adalah tidakan yang justru bertentangan dengan Al-Qur’an. Allah mengajarkan untuk membalas kejahatan orang lain dengan kebaikan bukan dengan kemarahan dan kebencian, sebagaiamana disebutkan dalam beberapa ayat Qur’an dibawah ini:

34- Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. (Fushilat 34)

54- Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka, mereka nafkahkan.(Qoshos 54)

22- Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridaan Tuhannya, mendirikan salat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (Ar Ra’d 22)

Kenyataannya pelaku teroris yang sudah tertangkap dan diadili selama ini adalah orang yang mengaku beragama islam, mereka selalu meneriakan kalimat Allahu Akbar dalam persidangan. Mereka menganggap tindakan yang mereka lakukan adalah jihad fi sabilillah. Amrozy cs pelaku bom Bali yang telah dieksekusi mati, tidak pernah gentar menghadapi hukuman mati. Mereka tersenyum menghadapi para juru tembak, mereka yakin syurga telah menanti sebagai balasan tindakan mereka yang telah membunuh sekian banyak orang yang mereka anggap kafir.

Banyak orang yang mengutuk tindakan Amrozy yang menebar bencana itu. Sebagian besar umat Islam mengutuk tindakan Amrozy cs yang tidak terpuji itu, namun ada juga diantara umat Islam yang mendukungnya. Mereka menganggap Amrozy sebagai pahlawan yang berani menentang kejahatan Amerika…… yang jelas Al-Qur’an dan Rasulullah tidak pernah mengajarkan cara seperti yang dilakukan Amrozy dalam mencapai sesuatu yang diinginkan apalagi dalam menegakan kebenaran Islam. Lantas darimana paham seperti ini bisa muncul??

Didunia ini banyak aliran atau kelompok yang mengaku Islam, namun tindakan dan perbuatannya tidak sesuai dengan ajaran Qur’an dan sunah Rasulullah. Beberapa ketua atau pimpinan kelompok ini telah memelintir ayat-ayat Qur’an untuk kepentingan mereka. Surat Al-Fajr ayat 27 -30 yang sejuk dan menentramkan hati dipelintir menjadi ayat yang memecah belah dan menimbulkan kebencian:


27- Hai jiwa yang tenang. 28- Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridai-Nya. 29- Maka masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku, 30- dan masuklah ke dalam surga-Ku. (Al Fajr 27-30)

Kelompok Imam Samudra dan Amrozy memahami bahwa yang dimaksud oleh surat Al Fajr pada ayat 29 dengan kalimat : “Maka masuklah kedalam jemaah hamba-hambaKU” , adalah perintah untuk masuk kelompok “Jemaah Islamiyah” . Orang diluar kelompok mereka “Jemaah Islamiyah” adalah kelompok “Jemaah Kafiriyah“, dan darahnya halal dan syah saja untuk diberangus dari muka bumi. Mereka mengganggap orang Indonesia yang tidak masuk kelompok mereka “Jamaah Islamiyah” adalah kelompok “Jemaah Kafiriyah” ………… waduh ??? ( sumber : blogjamaahislamiyah.blogspot.com)

Mereka menganggap sebagian besar orang indonesia ini termasuk “jemaah Kafiriyah” , Islamnya palsu dan hanya pura-pura, karena itu mereka tidak segan segan meledakan bom ditengah keramaian mall, tempat hiburan, hotel dimana saja di Indonesia, apalagi di Bali yang mereka anggap penduduknya kafir. Betul-betul suatu pemahaman yang jauh sekali dari ajaran Al-Qur’an dan Rasulullah. Mereka memelintir ayat Qur’an sedemikian rupa untuk kepentingan gerakan mereka. Mereka merasa bahwa mereka adalah kelompok yang paling benar dan mereka merasa sebagai polisi dan tentara Allah yang agung yang menegakan kalimat tauhid, kalau mati langsung masuk syurga.

Kelompok seperti ini lah yang menimbulkan citra negatif bagi umat Islam. Orang non muslim menganggap Islam sebagai agama teroris, yang menyebar ketakutan dan ancaman dimana mana. Padahal kelompok ini juga menjadi ancaman bagi umat Islam lainnya, karena mereka menganggap umat Islam yang tidak masuk kelompok mereka juga sebagai musuh. Kelompok ini muncul dari ambisi segelintir orang yang memelintir ayat ayat Qur’an untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Pelaku bom bunuh diri yang telah dicekoki otaknya dengan kalimat jihad, mati syahid dan masuk syurga tidak menyadari kalau dirinya sudah tertipu. Mereka merasa berada dalam kebenaraan. Mereka menganggap umat Islam diluar kelompok mereka adalah orang bodoh dan murtad.

Sungguh prihatin sejak kemerdekaan sampai sekarang kelompok seperti ini masih banyak diIndonesia. Kalau pemerintah bertindak tegas terhadap mereka, mereka akan menuding pemerintah Indonesia sebagai anti Islam. Jika pemerintah berlaku lunak dan toleransi, mereka mulai menyebar teror dan ketakutan dimana mana seperti yang terjadi sekarang. Masyarakat jadi takut dan was was berada ditempat ramai seperti mall, tempat hiburan, hotel dan restoran. Kalau kita datang kepusat keramaian selalu diperiksa oleh security dengan ketat, kuatir ada bom……. dimana mana orang ketakutan dan cemas.

Sebagian besar penduduk Indonesia adalah orang yang beragama Islam, Indonesia termasuk negara dengan penduduk terbesar no 4 didunia sesudah Amerika. Apakah sebagian besar masyarakat Indonesia yang beragama Islam bisa menerima kehadiran kelompok Islam yang ekstrim ini,yang menkafirkan umat Islam lainnya yang tidak ikut kelompok mereka? Kehadiran kelompok ini di Indonesia masih menimbulkan pro dan kontra, kenyataannya walaupun banyak umat Islam yang mengutuk perbuatan Amrozy cs tapi banyak juga kelompok yang mendukungnya. Adakah keberanian dan kemauan para ulama dan cerdik pandai Muslim serta pemerintah Indonesia untuk bertindak tegas membersihkan paham yang sempit dan picik ini dari Indonesia??


Popularity: 2% [?]

2 Responses to “ISLAM TIDAK MENGAJARKAN TINDAKAN TERORIS”

  • LL:

    Bung…Islam tidak mengajarkan teroris tapi mengajarkan membunuh mereka yang bukan Islam atau biasa disebut kafir dan mereka yang murtad. Saya pernah menanyakan hal ini pada teman saya dan katanya memang ayat tentang ini ada di Quran!!! Saya memeriksa lebih mendalam dan akhirnya menemukan situs yang memebeberkan kebobrokan Islam. Coba Anda cari dan buktikan sendiri!! Klo tidak salah nama situsnya faithfreedom.org!!!

  • Mr.Nunusaku:

    Ini selalu dalam proganda islam mereka mengatakan islam tidak mengajarkan kekerasan, tetapi banyak terbukti kekerasan teroris selalu dilakukan oleh islam..? Allah mengatakan kepada Nabi Mulia dan berfirman; Ó NABI BERJUANGLAH DENGAN KERAS MENENTANG ORANG-ORANG YANG TIDAK PERCAYA PADA ISLAM QURAN DAN NABINYA…HARUS DIBUNUH….KARENA TEMPAT MEREKA DINERAKA…?

    Ini teroris nabi cabul Muhammad telah memberikan contoh agar islam agama teroris tetap dilakukan didunia ini…?mengapa fakta membuktikan sebahagian teroris adalah umat islam….?

    Quran ciptaan Muhammad membentuk umatnya menjadi teroris dijalan Allah swt…karena jika membunuh manusian tak berdosa, dapat menyenangkan hati Allah swt dan rasulnya…?anda mau membantah saya tentang hal ini…selidiki Al Quran anda tentang kebencian dan kekerasan…karena jika islam dikembangkan, kemanusiaan harus dimusnakan.

Leave a Reply

*

Fashion Stores
Translate This Page
Pondok Tadabbur
Infak, Sodaqoh Anda untuk Pondok Tadabbur bisa disampaikan melalui :

Rek Bank Mandiri
123.0097166435
a/n Fadhil Zainal Abidin.
0811151412 - fadhil_za@yahoo.co.id
PELATIHAN
facebook page

Jadwal Pelatihan Shalat Khusuk dan Tadabbur Qur'an wilayah Jabodetabek dan Sekitarnya.

Klik disini untuk keterangan lebih lanjut

HP : 0811151412

Archives
Sejak 20 Feb 2008