Archive for June, 2009

KULTUM 009 – TANDA KEBESARAN DAN KEKUASAN ALLAH

Oleh Fadhil ZA


Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (Al Baqarah 164)


Ada satu anekdot tentang pengikut paham atheis yang tidak percaya dengan keberadaan Tuhan yang mengatur alam semesta. Ketika itu ia sedang menumpang pesawat terbang dalam perjalanan kesuatu tempat, ketika ia melihat ke jendela tiba2 ia melihat salah satu baling baling pesawat tersendat dan kemudian berhenti. Pesawat berjalan oleng tidak stabil, sebagian penumpang panik dan mulai berdo’a. Penumpang yang atheis ini terkesiap, mukanya pucat, ia berseru:” Oh my God !! “.

Nah …itulah manusia, baru ingat Tuhan kalau terjepit dan kepepet. Secara naluri dalam lubuk hati nan dalam sebenarnya semua orang mengakui adanya Tuhan yang berkuasa dialam semesta. Ego, gengsi, dan nafsu nyalah yang membutakan mata hatinya sehingga tidak percaya pada kekuasaan mutlak Tuhan yang kuasa.

Bagi orang yang mau menggunakan akal dan fikirannya sebenarnya pada pergantian siang dan malam, kapal yang berlayar dilaut, hujan yang tercurah dari langit, berbagai tumbuhan dan buah2an yang tumbuh dibumi, berbagai hewan dan binatang ternak, perkisaran awan yang beredar antara langit dan bumi, disana ada ayat tanda kebesaran dan kekuasaan Allah penguasa dan pencipta alam semesta. Read the rest of this entry »

Popularity: 19% [?]

PERKEMBANGAN TPA DI SILUNGKANG

Oleh Fadhil ZA

Tanggal 14 s/d 28 Mei 2009 yang lalu saya bersama beberapa rekan dari Lembaga Amil Zakat –Persatuan Keluarga Silungkang (LAZ-PKS) Jakarta berangkat ke Silungkang dalam rangka pembinaan dan memonitor pelaksanaan pendidikan TPA (Taman Pendidikkan Al-Qur’an ) serta menghadiri Perlombaan antar TPA di Silungkang. Dua tahun sudah kami melakukan pembinaan pada 16 buah TPA di Silungkang yang saat ini tersebar pada 14 surau dan 2 masjid dengan jumlah santri sebanyak 683 orang dan pengajar sebanyak 38 orang. Rombongan kami sebanyak 6 orang yaitu Ketua LAZ –PKS bapak H Asri Rukun, ketua bidang pendidikan LAZ –PKS bapak Ir H Hasrul Hasan, Bapak H Arman Rukun mewakili para Muzaki yang telah menitipkan Zakatnya pada LAZ –PKS, Ustadz Suyendri dan saya sendiri beserta istri.


Kegiatan kami di Silungkang sangat padat, sampai di Padang tanggal 14 Mei sore kami mengadakan pertemuan dengan pengurus Persatuan keluarga Silungkang (PKS) Padang. Dalam pertemuan itu kami menyampaikan program kegiatan kami di Silungkang dan sekaligus mengajak pengurus PKS Padang untuk ikut hadir pada kegiatan tersebut. Di Silungkang kami mengadakan pertemuan dengan para santri TPA berikut orang tua mereka. Berhubung lokasi TPA tersebar pada 16 lokasi maka pertemuan kami atur dalam beberapa kelompok yaitu kelompok Surau manggis, Surau Palo, Surau Puskesmas dan surau Tanjung Medan. Masing masing kelompok terdiri atas beberapa surau.

Pada hari sabtu tgl 16 Mei diadakan pertemuan dengan orang tua santri dari kelompok Surau Manggis yang terdiri dari Surau manggis, Lubuk lawa-lawa, Bukit Kociak, dan Lubuk Andai diadakan jam 9.00 s/d 12.00 bertempat di Surau Manggis. Sore harinya jam 14.30 s/d 15.30 diadakan pertemuan dengan para santri yang tercatat berjumlah sebanyak 182 orang dengan rincian santri Surau Manggis 46 orang, Lubuak lawa-lawa 55 orang, Bukit Kociak 53 orang dan Lubuak Andai 28 orang .

Minggu tanggal 17 Mei 2009 jam 9.00 s/d 13.00 pertemuan pertama dengan para guru TPA yang tergabung dalam Forum Komunikasi Guru TPA (FKG) bertempat di Surau Palo Al Munawarah . Pertemuan dihadiri oleh kurang lebih 30 orang guru TPA yang mengajar pada TPA di Silungkang. Ustadz Suyendri yang juga seorang hafidz Qur’an memberikan pembinaan kepada para Guru TPA tentang metode pengajaran di TPA. Pembinaan oleh Ustadz Suyendri direncanakan selama 2 hari yaitu Hari Minggu tanggal 17 Mei dan hari Kamis tanggal 21 Mei.

Senin tanggal 18 Mei 2009 pertemuan dengan orang tua santri kelompok Surau Palo Al Munawarah yang terdiri atas Surau Palo , Masjid Raya, Bukit Kuniang, dan Nurus sa’adah Sungkiang diadakan jam 9.00 s/d 12.00 bertempat di Surau Palo. Pertemuan dengan para santri diadakan jam 14.30 s/d 15.30 . Jumlah santri terdaftar pada kelompok ini sebanyak 140 orang dengan rincian Surau Palo Al Munawarah 50 orang, Masjid raya 31 orang, Bukit kuniang 8 orang dan Surau Sungkiang 51 0rang. Read the rest of this entry »

Popularity: 5% [?]

MENYONGSONG SILUNGKANG EMAS

Oleh Fadhil ZA

Dua tahun yang lalu diawal tahun 2007 saya pulang ke Silungkang (sebuah kecamatan di Kota Sawahlunto, Sumatra Barat) bersama bapak Ir H. Hasrul Hasan dari LAZ – Persatuan Keluarga Silungkang (PKS), kami sama sama pensiunan BUMN. Bapak Ir H Hasrul Hasan pensiunan Pertamina sedang saya sendiri pensiunan PLN. Kami sama-sama dilahirkan di Silungkang, setelah puluhan tahun merantau dan berkiprah di negeri orang, kami terpanggil untuk pulang kampung dan berusaha menyumbangkan ilmu kami untuk pembangunan negeri.

Saya sangat prihatin melihat keadaan Silungkang, dibandingkan 52 tahun yang lalu ketika saya masih kanak-kanak sampai sekarang tidak ada kemajuan yang berarti. Bahkan saya merasakan adanya suatu kemunduran. Ketika saya berdiri di tempat kelahiran saya di Lokuang, saya merasa aneh. Dahulu ketika masih kanak kanak tempat saya berdiri itu ramai, merupakan tempat saya bercengkerama dengan teman sebaya. Setiap rumah dipenuhi oleh penghuninya antara 4 s/d 10 orang. Sekarang…? Sekitar jam 11 siang saya tidak menemui seorangpun, sementara disekeliling saya banyak rumah yang tidak berpenghuni alias kosong. Bukankah ini suatu kemunduran…?


Saya berjalan keluar masuk kampung dimana-mana sepi, banyak rumah yang telah kosong ditinggalkan penghuninya. Suasana pasar Silungkang pada hari biasapun lengang. Pasar tersebut hanya ramai pada hari Minggu dan sedikit agak ramai pada hari jum’at, diluar hari itu sepi dan lengang. Saya amati negeri Silungkang hanya dihuni oleh anak-anak dan orang tua (nenek dan kakek). Orang pada usia produktif enggan menetap di Silungkang, karena tidak ada lapangan kerja atau mata pencaharian. Anak-anak sampai tingkat SMA masih ada yang bermukim di Silungkang, namun untuk melanjutkan pendidikannya mereka terpaksa keluar dari Silungkang. Setelah meraih gelar sarjana mereka tidak mungkin pulang kampung, karena tidak ada lowongan pekerjaan bagi mereka. Praktis orang yang sudah mengenyam perguruan tinggi akan keluar dari Silungkang dan mungkin baru kembali setelah tua nanti…… kayanya ya seperti saya inilah. Read the rest of this entry »

Popularity: 3% [?]

MASUK PENJARA KARENA E-MAIL

Pagi ini saya menyaksikan berita yang membuat saya jadi penasaran di SCTV, seorang ibu masuk penjara gara gara Emailnya yang tersebar luas diinternet. Saya penasaran untuk menyaksikan beritanya. Setelah saya saksikan beritanya saya tambah penasaran untuk menelusurinya melalui internet. Saya betul betul miris membaca berita dan kisahnya, bagaimana seorang ibu yang masih menanggung dua anaknya yang masih balita, bahkan salah satunya masih menyusu, ditahan dan dipenjarakan diseret kemeja hijau oleh sebuah Rumah sakit yang terkesan arogan dan sewenang wenang dengan tuduhan mencemarkan nama baik.


Ibu Prita Mulyasari tidak pernah menduga kalau curhatnya melalui email kepada beberapa orang temannya tentang pelayanan salah satu Rumah sakit di Tangerang yang akhirnya beredar luas di internet, akan ditanggapi oleh rumah sakit tersebut dengan arogan dan balik menuntutnya sebagai mencemarkan nama baik rumah sakit tersebut. Kisahnya yang saya kutip dari berbagai sumber di internet dapat anda ikuti sebagai berikut dibawah ini. Mudah-mudahan hati anda akan tergugah untuk bersimpati terhadap kesulitan ibu Prita Mulyasari ini.

Banner untuk Mendukung Ibu Prita Mulyasari

Ibu dari dua balita itu dipenjara sejak Rabu 13 Mei lalu, terpisah dari si bungsu berusia setahun tiga bulan yang masih memerlukan ASI dan si sulung yang baru tiga tahun. Dia menjadi tersangka pencemaran nama baik. Hanya karena e-mail berisi keluhan tentang pelayanan rumah sakit.

Dalam batas kemampuannya, seorang ibu menyuarakan keluhannya dengan berbagi pengalaman melalui sarana yang dia pahami dan kuasai. Dia kirimkan e-mail kepada beberapa temannya. Sebuah bentuk komunikasi yang lazim di antara warga masyarakat modern. Kemudian e-mail itu menyebar.

Persoalan tak akan meluas jika pihak yang disebut dalam keluhan itu menyelesaikan persoalan secara bijak, dengan pendekatan yang manusiawi, kemudian mengumumkan bahwa persoalan telah diselesaikan bersama.

Akan tetapi yang terjadi adalah kriminalisasi. Ibu dari dua anak balita itu, namanya Prita Mulyasari, oleh pihak yang dia keluhkan, yakni Rumah Sakit Omni International, Alam Sutera, Tangerang, dihadapi melalui gugatan perdata dan sekaligus pidana. Selama proses persidangan, ibu itu dikurung dalam bui di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang, terpisah dari keluarganya, dari anak-anaknya.

Seorang ibu, yang juga konsumen, dihadapi sebuah korporat dengan segala kelebihan yang dimilikinya melalui pendekatan kekuasaan. Padahal dalam praktik bisnis yang sehat lagi santun, keluhan seperti itu seyogyanya diselesaikan melalui komunikasi. Ada penjelasan, ada proses saling mendengar, ada upaya untuk mendudukkan persoalan melalui pengertian bersama.

Cerita selengkapnya silakan Anda lihat dalam tautan. Persoalan kita sekarang ini adalah menghadapi kesewenang-wenangan sehingga secara bersama kita harus memperjuangkan kebebasan berpendapat.

Kita ketuk nurani para penegak hukum. Kita ingatkan bahwa rasa keadilan melekat pada semua hamba hukum yang bernurani. Lebih baik membebaskan orang yang (belum tentu) bersalah daripada menghukum orang yang tak bersalah.

Kita ingatkan RS Omni International, bahwa upaya penyelesaian seperti ini akan lebih layak jika ditempuh sebagai upaya terakhir setelah serangkaian komunikasi yang penuh pendekatan kemanusiaan telah buntu. Namun yang terjadi, seperti kita tahu, adalah gelar kuasa dalam posisi yang tak imbang.

Kita tularkan dukungan dan perjuangan ini kepada seluruh pengguna internet melalui pemasangan banner dan penyiaran pesan.

Hari ini Ibu Prita. Jika dibiarkan, esok adalah Anda. Padahal sebagai konsumen untuk produk dan layanan apa pun, Anda berhak bersuara.


Read the rest of this entry »

Popularity: 3% [?]

Fashion Stores
Translate This Page
Pondok Tadabbur
Infak, Sodaqoh Anda untuk Pondok Tadabbur bisa disampaikan melalui :

Rek Bank Mandiri
123.0097166435
a/n Fadhil Zainal Abidin.
0811151412 - fadhil_za@yahoo.co.id
PELATIHAN
facebook page

Jadwal Pelatihan Shalat Khusuk dan Tadabbur Qur'an wilayah Jabodetabek dan Sekitarnya.

Klik disini untuk keterangan lebih lanjut

HP : 0811151412

Sejak 20 Feb 2008