KHASIAT DAN MANFAAT ASMA’ULHUSNA (3)

You may also like...

21 Responses

  1. pika says:

    Maaf pak, apakah membaca 100x, sekian ratus kali dsb, adakah atau pernahkah diajarkan oleh Rasululllah salallahu ‘alaihis wassalam? apakah ada dalil yg benar dan kuat sehingga ada amalan tersebut? ataukah hanya menurut pendapat orang lain? terima kasih.

    • Fadhil Z.A says:

      Ass wr wb

      Tuntunan yang ada Rasulullah mengajarkan untuk membaca tasbih, tahmid, takbir sesudah sholat masing masing 33 kali. Kalau berpedoman pada Qur’an surat Al Ahzab ayat 41 dan Jumuah ayat 10 berdzikirlah sebanyak banyaknya , jadi tidak terhitung banyaknya. Bilangan 100, 200, 300 atau 700 hanya sekedar batasan saja, pada dasarnya berdzikirlah dengan jumlah yang tidak terhingga sesanggupnya.

    • nur says:

      Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

      ada 2 bentuk ibadah:
      1. Bentuk-bentuk Ibadah yang mutlak/ umum penyebutannya, maka harus dilaksanakan secara umum. Tidak boleh dibatasi oleh sebab, tempat, kondisi, waktu, bilangan dll.

      contoh, anjuran dan keutamaan untuk berdoa. Maka berdoa secara mutlak boleh dilakukan kapan saja, di mana saja, berisi permohonan apa saja; dengan catatan tidak melanggar aturan syari’at. Misal (yang melanggar syariat) seperti berdoa di tempat yang najis, berdoa meminta sesuatu yang diharamkan, dll.

      2. Bentuk-bentuk ibadah yang muqoyyad/ terikat oleh sebab, tempat, kondisi, waktu, bilangan dll maka harus dilaksanakan sesuai tuntunannya.

      Contoh, sholat 5 wajib 5 waktu dikerjakan sesuai waktunya, sholat tahiyatul masjid (ketika masuk masjid) 2 raka’at (tidak lebih), membaca tasbih 33 kali setelah sholat wajib, berdoa “allohumma iftah li abwaba rahmatika” ketika masuk masjid. dan lain-lain.

      Kesimpulannya, BOLEH bagi Antum untuk berdzikir sebanyak-banyaknya, tanpa harus dibatasi bilangannya.
      Apabila dibatasi dan diamalkan secara rutin sehingga SEOLAH-OLAH berdzikir sejumlah bilangan tersebut memiliki KEUTAMAAN tersendiri, maka TIDAK BOLEH.

      Catatan :
      Asmaul Husna itu untuk berdoa, BUKAN untuk berdzikir dengan membaca ar Rohman…ar Rohman…dst atau ya Rahman….ya Rahman dst.
      Gunakan Asmaul husna untuk berdoa, seperti : Ya Rahman (wahai yang Maha Pengasih), irhamni (Kasihilah saya), ya Ghaffar (wahai Yang Maha Pengampun) ighfirli (ampunilah saya) dsb.

      wallohu a’lam.

    • wong lugu says:

      maaf mas, saya mau tanya, apakah membaca kitab hadits yang sudah dibukukan, memakai kopiah untuk sholat, memakai sarung untuk sholat, memakai baju batik untuk kondangan, memakan nasi pakai sendok, bermain komputer, internet, membaca kitab2 agama islam, memakai celana panjang, memakai hand phone dan masih banyak lagi yang lainnya,semua itu apakah pernah diajarkan oleh Rosululloh saw? atau hanya ajaran dari orang2 setelah Rosul saw wafat?

  2. pika says:

    terima kasih jawabannya. Tetapi, maaf Pak Fadhil. bukankah amalan yg tidak ada contoh dari Rasululllah itu tertolak. pasti bapak lebih paham ini.
    Apakah Rasulullah pernah menyebutkan kandungan asmaul husna misal Al-Jabbar utk menundukkan hati musuh, dsb “Dengan membiasakan mewiridkan “yaa Jabbar” seseorang akan terpelihara dari ancaman orang yang bermasuk jahat, seperti orang yang dengki, dendam, benci, atau penjahat yang berniat merampok atau menganiaya diri anda. Kalimat ” yaa Jabaar” dapat digunakan untuk menundukan hati musuh atau orang yang berniat jahat terhadap diri anda. Dalam persaingan bisnis , karir dewasa ini kadangkala seseorang tidak segan untuk mencelakakan atau membunuh pesaingnya dengan berbagai cara” dll.
    Sumbernya dari mana ya pak tentang kandungan ini???
    Bukankah syarat ibadah agar diterima adalah ikhlas mencari Ridho Allah dan cara yang benar sesuai tuntunan Rasulullah??? apalah artinya amalan akhirat utk mencari dunia saja. cenderung kita taqlidh kepada pendapat2 ulama yg sebenarnya jauh dan sudah membelok dari tuntunan RAsulullah SAW dan pemahaman para sahabat.
    Maaf jika salah. Kesempurnaan hanya milik Allah.

    • Fadhil ZA says:

      Ass wr wb

      Berdo’a dengan menggunakan asmaulhusna di perintahkan Allah dalam surat Al A’raaf 180. Asmaulhusna yang disebutkan dalam hadist ada 99. Ya Jabbar adalah salah satu asmaulhusna yang artinya ” yang maha berkehendak ” . Menyebut nama Allah sebanyak banyaknya juga diperintahkan dalam surat Al Ahzab 41 dan jumuah 10. Rasulullah memang tidak memberikan contoh secara detail bagaimana cara kita mengingat Allah , AlQur’an hanya mengatakan ingatlah atau sebutlah Allah ketika berdiri, duduk dan berbaring….bagaimana cara berdiri, duduk dan berbaringnya tidak pernah diajarkan secara detail….silahkan direnungkan sendiri…..yang penting lakukanlah dengan cara yang bisa dilaksanakan dengan mudah, yang tidak benar adalah yang tidak mau melaksanakan kegiatan berdzikir ini….mereka termasuk orang yang lalai.Cara berdzikir sangat mudah jangan dipersulit.

      Cara yang disampaikan diatas hanyalah salah satu cara berdzikir, banyak lagi cara lainnya. Kita tidak pernah tahu apa yang dilakukan Rasulullah selama 40 hari di gua Hira, beliau sering menyendiri, bertahanut, mendekatkan diri pada Allah. Dzikir sebenarnya lebih banyak kepada ibadah batin, sehingga bagaimana cara yang dilakukan Rssulullah banyak tidak diketahui secara detail. Namun ibadah yang dhohir seperti sholat malam, tahajud,dhuha, taraweh bisa disaksikan oleh para sahabat.

      Menyebut nama Allah berulang ulang akan berpengaruh kuat pada fikiran bawah sadar, sifat Allah yang terkandung dalam asmaulhusna akan tertanam kuat didalam hati dan fikiran. Jika ini diyakini secara sempurna…akan timbul efek seperti diceritakan diatas misalnya menggentarkan hati musuh, dilindungi dari berbagai bencana…..ini adalah efek dzikir….bukan tujuan.
      Dalam surat Al Baqoroh 152 Allah mengatakan ingatlah padaKu, Akupun akan ingat padaMu…..Allah memperhatikan bisikan hati orang yang selalu ingat padaNya, jika ia merasa terancam…Allah akan melindunginya….jika Ia merasa terhina …Allah akan memuliakannya…. .Jadi apa yang didapat berupa kemudahan dunia karena berdzikir merupakan efek dan bukan tujuan. Siapa yang berdzikir mengingat Allah sebanyak banyak nya selalu mengalami efek ini. Hidupnya selalu mendapat berbagai kemudahan, sebagaimana disebutkan dalam surat Thalaq ayat 2-3.

      Namun sayang dengan alasan tidak ada contoh detail dari Rasulullah, banyak orang yang enggan melaksanakan perintah yang sangat jelas diperintahkan dalam Ayat Qur’an seperti yang disebutkan diatas. Perintah berdzikir dalam qur’an sangat global dan tidak detail…ingatlah pada Allah sebanyak banyaknya ketika berdiri, duduk dan berbaring….sholat adalah salah satu pelaksanaan dzikir. Metode diatas hanya salah satu cara , banyak lagi cara yang dikembangkan , anda bisa berdzikir sambil berjalan, membawa mobil, sedang bekerja, duduk menunggu sesuatu ditempat umum…sambil berbaring santai disuatu tempat….sangat mudah, namun berat pelaksanaannya. Dengan berdzikir semua urusan jadi mudah….itu adalah bonus dari Allah.

  3. abu says:

    assalamu ‘alaikum,

    ya ikhwan,

    dalam melakukan pendalilan hendaklah seseorang mengetahui tatacara dan metodenya. metode istidlal (pendalilan) dan istimbath (pengambilan hukum) sudah dirumuskan oleh para ‘ulama, dan kita tinggal mengikuti saja (jika kita mempunyai ilmunya, jika tidak kita serahkan kepada para ‘ulama untuk pendalilan dan istimbath). karena tidaklah para ‘ulama ahlu sunnah itu mengeluarkan suatu metode terkecuali mereka mengambilnya dari Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam dan melihat prakteknya dari para sahabat dan orang-orang yang mengikutinya.

    sungguh ibadah adalah haq Allah Ta’al. maka bagaimana kita beribadah adalah sesuai dengan yang Allah Ta’ala maui, sesuai dengan yang Allah Ta’ala ridhoi. bukan yang sesuai dengan rasa suka kita, bukan yang sesuai dengan rasa ingin kita. semua telah Allah Ta’ala sampaikan kepada Rasulnya Sholallahu ‘alaih wa sallam, maka barang siapa yang kurang dalam syarat diterimanya amal; yakni ikhlash dan ittiba’ur Rasul, maka amalnya tertolak. dan ini adalah sekecil-kecil resiko. ditolaknya amal. resiko lainnya jika kita tidak mengikuti Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam adalah menyelisihi beliau sholallahu ‘alaihi wa sallam. dan ini adalah berma’siat kepada Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam dan dia harus berhati-hati terkena ancaman hadits berikut: berkata Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam: “seluruh umatku akan masuk surga, kecuali yang enggan. Shohabat berkata:” siapakah yang enggan ya Rasulullah”. Beliau berkata: “barang siapa yang ta’at
    kepadaku maka ia masuk surga, barang siapa bermaksiat kepadaku dialah yang enggan”. resiko lainnya adalah mengatakan bahwa Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam tidak amanah. maksudnya seperti mengatakan bahwa Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyampaikan semua yang mengantarkan ke surga dan menjauhi neraka. untuk yang terakhir ini jika ia meyakini demikian maka ancamannya adalah batal keislamannya, karena mengatakan Rasulullah tidak amanah sama dengan menghina Allah Ta’ala dan Rasulnya sholallahu ‘alaihi wa sallam.

    kembali kepada pendalilan maka seseorang harus mengetahui mana dalil umum (‘aam) dan khusus (khos), maka yang terhapus (mansukh) mana yang menghapus (nasakh/nasikh) dlsb. seperti yang terdapat dalam metode tadlil. maka berdalil dengan dalil umum dan menentukan kekhususannya; seperti jumlah hitungan, jenis ibadah, waktu dlsb; tanpa dalil yang mendukung hal ini adalah bid’ah. dan setiap bid’ah adalah kesesatan. maka menentukan bilangan 100X, menentukan jenis dzikir, tanpa dalil yang jelas adalah bid’ah. sedangkan dalil yang disampaikan adalah dalil umum; yang memerintahkan kita untuk berdzikir kapan saja dan dimana saja (kecuali tempat terlarang) dan berapa saja, tentu dengan dzikir yang telah diajarkan Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam. Dan tidak dapat dipakai untuk menentukan jumlah batasan, waktu, dan jenis tanpa didukung dalil yang tafshil (rinci) dari Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam. ini seperti berdalil dengan dalil wajibnya sholat di
    dalam Al-Qur’an dan menentukan sendiri jumlah bilangan sholat. Padahal Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan secara rinci mengenai sholat.

    syaikh al-utsaimin pernah menyampaikan syarat suatu amalan mencocoki sunnah Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam ialah ketika ibadah tersebut mencocoki dalam enam hal; yakni: waktu, tempat, jumlah (bilangan), jenis, sebab dan tata-cara; yang telah ditetapkan oleh Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam.

    semoga menjadi manfaat bagi kita semua. washolatu wa sallam ‘ala rasulillah. wallahu a’lam.

    wa salamu ‘alaikum.

  4. alfa says:

    tidak ada riwayat ataupun tata-cara penggunaan asmaul husna untuk tujuan pribadi (mencari harta,menjaga harta, keturunan, kekebalan, jodoh) selain untuk membantu do’a. Hal ini sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW untuk berdo’a dengan menggunakan asmaul husna.

    Asmaul husna tidak terbatas hanya 99 nama saja atau yang orang anggap bahwa asmaul husna adalah nama-nama yang tertulis pada cover Alquran cetakan Indonesia. Karena jumlah asmaul husna sendiri hanya Allah yang tahu. Sedangkan batasan 99 nama pada hadits Nabi SAW, bukanlah batasan yang mutlak, begitu pula ijtihad ulama yang menentukan 99 nama yang tertulis pada cover mushaf cetakan Indonesia.jumlah asmaul husna sendiri hanya Allah yang tahu.

    Untuk memahami makna asmaul husna satu persatu, haruslah dengan cara pemahaman para shahabat atas tiap nama Allah tersebut. Karena asmaul husna bukanlah JIMAT ataupun MANTRA yang punya KHASIAT menyembuhkan atau punya kekuatan tertentu. Asmaul husna adalah nama-nama Allah yang agung, yang untuk memahami maknanya, harus dengan pemahaman generasi salaf (shahabat dan tabiin) bukan dengan pemahaman nyeleneh pendapat si A, si B, yang ditambah-tambahi dan dikurang-kurangi yang justru bertentangan dengan aqidah Islam yang lurus.
    dan bukan berarti jika tidak ada penjelasan rinci dari Rasulullah berarti kita seenaknya sendiri mengartikan ini itu dan ditambah2 sesuai keingingan kita.

    Untuk lebih jelasnya, silahkan baca buku Al-Aqidah Wasithiyyah buah karya Ibnu Taimiyyah pada pokok pembahasan Asmaul husna juga Al-Aqidah At-Thohaawiyyah buah karya Imam Thohawy.

    Demikian, wallahu a’lam

  5. sogol says:

    bismillaahi wal hamdulillaahi…maaf ustadz, ana ikit nimbrung …Kalau nurut saya yang awam ini, kalau menyebut AsmaNya ya cek dulu visi dan niat awalnya.kalau hanya mendahulukan pamrih daripada ikhlas kayaknya kurang menyentuh nur qolbu atau nur iman,bukankah visi dzikir itu pasrah dan mahabbah?
    sebab umat sekarang ini tak bisa membedakan mana yang disebut karomah dari Alloh dan mana yang tiruan atau tipuan hasil kerja khuthuwatisy syaithon semoga kita diampuni oleh Alloh dan Dia menunjukkan jalanNya yang diridhoi amin.

  6. Fadhil ZA says:

    Ass wr wb

    Berdo’a dengan membaca asmaulhusna memang diperintahkan dalam surat Al-A’raaf 180 : “walillahil asmaulhusna fad uuhubiha…..kepunyaan Allahlah asmaulhusna maka memohonlah kalian dengan m,enyebut namaNya itu” .emperhatikan ayat tersebut diatas maka sebaiknya wirid atau penyebutan asmaulhusna selalu diiringi dengan do’a yang sesuai dengan asmaulhusna tersebut. Misalnya ya Rahman diiringin dengan do’a mohon kasih sayangnya. Ya jabbar atau ya aziz diiringi dengan do’a mohon perlindungan-Nya. Ya Rozak , atau ya Mughni diiringi dengan doa mohon dibukakan pintu rezeki…dst.

    Tentu saja kalau sudah berdo’a kita harus yakin dan selalu berharap agar do’a itu dikabulkan sebagaimana diingatkan Allah dalam surat Ad Dhuha ….kepada Tuhanmu berharaplah. Sangat tidak wajar jika kita berdoa namun bersikap cuek …dan acuh ,tidak berharap untuk dikabul, terserah mau diberi atau tidak. Berharap pada Allah termasuk ibadah …dan pertanda bahwa kita mengakui kebesaran dan kekuasaan Allah.

    Allah bahkan tidak menyukai orang yang tidak mau berdo’a atau memohon pada-Nya. Allah menganggap orang yang tidak mau berdo’a padaNya sebagai orang yang sombong. Rasulullah mengatakan ” Ad du’a mughul ibadah….doa adalah intinya ibadah”

  7. tito says:

    terimakasih atas kebaikan bapak
    sangat bermanfaat dan menambah wawasan untuk saya,
    mohon minta ijin untuk mengamalkan Asma’ulkhusna dari tulisan bapak.
    makasih dan hormay saya, Tito

  8. Abuhurairoh says:

    Assalamu’alaikum WR.WB
    Diantara kita memang sering ada pertentangan dalam hal ini. Zaman modern seperti ini banyak orang yang menyatakan dirinya berpegang kepada As Sunah dan Al-Qur’an secara tekstual saja. Mereka tidak sadar kalo sampainya ajaran islam itu karena adanya upaya perjuangan para ulama yang terdahulu. Ulama-ulama terdahulu para Habaib, Kyai dan Orang-orang Sholihin yang Allah SWT tutupi kewaliannya. Mereka para Ulama diberikan ilmu yang lebih karena mereka berdakwah penuh keikhlasan,sehingga dapat menjabarkan masing-masing keutamaan/fadhillah mengenai Asmaul Husna. Beda dengan ulama modern sekarang yang umumnya bergelar keduniawian DR, Prof, Spd dll mencerna ilmu hadis dan Al-qur’an dengan akal. Mereka menerbitkan buku-buku saingan kitab-kitab kuning untuk menyesatkan generasi baru. Mereka terbitkan buku “Tentang Bid’ah”, cara sholat nabi dll. Padahal kalo boleh terus terang merekalah Ahlul Bid’ah/WAHABI yang memperbaharui (padahal merusak) agama Islam yang merupakan perjuangan Ulama-ulama mukhlisin.
    Mohon maaf kalo perkataan saya kurang arif
    Wassalmu’alaikum WR WB

  9. Sadiah Jantan says:

    Assalamualaikum,

    Bagaimana boleh saya access khasiat asmaul husna keseluruhannya.

    T kasih.

    SADIAH

  10. titha says:

    assalamu”alaikum wr. wb
    saya mo minta pendapat ustadz tentang 2 hal…
    pertama, saya sudah berumah tangga hampir 2 thn.
    bbrp bln yg lalu saya dipertemukan lagi dengan teman dekat saya, cowok.
    dulu kami saling menyukai tapi karena tidak berani berkomitmen karena takut berzina.
    dulu kami dekat saat ibadah kami lebih baik. dan kami ketemu lagi saat kami jg merasa dekat denganNya. kami ga tau knapa kami masih memiliki perasaan sama..
    kami sudah brusaha mohon petunujuk padaNya, namun perasaan yang ada pada diri kami tidak berubah, malah semakin besar, walau kami tidak menyatakannya.
    Kedua, suami saya kadang beberapa kali bilang pada saya (entah karena emosi atau tidak) yang intinya “mempersilahkan saya tuk menikah lagi/dia mo menyerahkan saya pada orang yang menyukai saya”. apakah itu termasuk talak?
    mohon pendapat ustadz.. terimakasih…

    • Fadhil ZA says:

      Wa alaikum salam

      Allah mengingatkan hati hatilah terhadap kehidupan dunia. Karena didunia ini penuh dengan kepalsuan dan tipuan. Sesuatu yang indah dan asyik belum tentu baik disisi Allah, dan sesuatu yang pahit belum tentu buruk dirisi Allah. Syetan berusaha menipu dan menyesatkan manusia dengan cara yang halus, seolah olah mau menolong kita padahal ujung ujungnya dia menyesatkan dan menghancurkan kehidupan kita.

      Kalau sudah berumah tangga jagalah pandangan dan pendengaran, berusahalah sekuat tenaga menjaga keutuhan rumah tangga. Berlindung pada Allah dari berbagai ragam godaan yang dapat menghancurkan rumah tangga. Kesenangan dan kenikmatan yang dirasakan ketika bertemu dengan lawan jenis diluar suami hanyalah kesenangan fatamorgana (tipuan) . Jika diikutinpada akhirnya akan membawa kita pada kebinasaan.

  11. khyas says:

    bismillahirahmanirahiim…
    Ass wr wb
    maaf ikut nimbrung…
    alangkah indahnya bila kita bijak dlm melihat,memaknai dan memahami NILAI dan PESAN yg disampaikan pd tulisan diatas..dan meurut pandangan sy yg awam ini,PESAN yg disampaikan tulisan tsb adalah utk memotivasi kita dlm berdoa dengan media/perantara asmaul husna.yg sebagaimana dlm firman ALLAH:…..kepunyaan Allahlah asmaulhusna maka memohonlah kalian dengan m,enyebut namaNya itu.
    soal hitungan dlm jumlah tertentum,mungkin itu adalah merupakan pengalaman2 bathin dari penulis dsb.dimana semakin banyak jumlahnya maka semakin kuat pengaruh energi dari Asma2 ALLAH tsb. krn sama halnya dg ayat2 al qu’an,setiap asma ALLAH mengandung energi2 tertentu(sdh banyak pembuktian2 ilmiah ttg hal itu,dan tidak cukup utk disampaikan disini).
    adapun mengenai permasalahan apakah hal tsb di aplikasikan oleh Nabi saw.atau tidak, menurut sy itu adalah pertanyaan2 klasik yg sebenarnya tidak penting untuk diperdebatkan lagi. apalagi yg sy perhatikan dr tulisan2 diatas tdk mencantumkan hal2 yg secara PRINSIP bertentangan dg ajaran ISLAM.
    ILMU ALLAH itu LUAS dan sanga BANYAK yg apabila semuanya ditulis secara detail dlm dlm sebuah kitab tentunya kita bisa bayangkan bagaimana tebalnya halaman kitab tsb. :)
    AL QUR’AN dan Hadist lebih banyak memiliki makna,nilai dan hikmah yg yang tersirat daripada yg tersurat. dan itu mendorong umat agar bisa “berfikir” dan memaknai setiap ayat sepanjang itu tdk “melanggar” hal2 prinsipil yg sdh ditetapkan.

  12. yuar says:

    aslm maaf pak fadhil saya seorang istri.kemarin suami saya bertemu dg orang yg asing lalu orang itu sempat bicara panjang lebar lalu sampai tiba 2 orang tsb bicara ttng kehidupan rumah tangga kami bnyak sekali yg “ia ” ktkan lebih jelasny seperti membaca kehidupan rmh tangga kami yg akan datang ya tebakan 2 yg ia katakan .sama persis dg yg kami jalani hanya saja satu yg selalu menjadi began hidup sy yaitu ttng “bahwa suami sy bisa dikemudian yg akan datang mempunyai istri 2.Bahkan yg lebih sakit lagi ia mengatakan istri yg baru lebih dewasa Dan lebih baik “ya Allah sy tdk sanggup untk menghadapinya..sejak saat itu sy selalu gelisah padahal sebelumny rumah tangga kami harmonis sedangkan suami sy tidak bicara ap 2 hanya mengatakan kalo suami sy tdk tahu ap yg akan terjadi dg tanpa berjanji untuk sebisa mungkin itu jgn sampai terjadi.yang mau sy tanyakan ap yg harus sy lakukan selain jg selalu berdoa kpd Allah.waslm

    • Fadhil ZA says:

      Wa alaikum salam

      Dalam Al Qur’an Allah menegaskan tidak seorangpun yang tahu apa yang akan terjadi besok dan pada masa yang akan datang. Semua itu adalah rahasia Allah. Karena itu kita diperintahkan jika akan mengerjakan sesuatu pada esok hari agar didahului dengan ucapan insya Allah (jika Allah menghendaki) .

      Apa yang dilakukan orang itu hanyalah menduga duga, jika ananda percaya itu bisa merusak akidah ananda. Jangan hiraukan ramalan atau ucapan orang itu, itu adalah bisikan dari syetan yang menimbulkan wa was dihati ananda. Bertawakkal dan percayalah hanya pada Allah. Tidak akan terjadi sesuatu dengan ananda tanpa seizin Allah.

      Untuk menghilangkan was was dari hati ananda mintalah pertolongan pada Allah dengan mengerjakan shalat dhuha sebanyak dua rakaat atau lebih, setelah itu baca tadabbur alfatihah untuk kerukunan rumah tanga sebagaimana yang saya sampaikan pada lampiran email ananda. Perbanyak membaca asmaulhusan ya rahman….ya rahim didalam hati dimanapun ananda berada untuk menimbulkan rasa kasih sayang didalam keluarga dan lingkungan ananda.

      Kerjakan semua itu denga tekun dan istiqomah sampai hilang rasa was was dan kecemasan dihati ananda.

  13. wesben says:

    asmaul husna adalah amalan istimewa disisi Allah disamping amalan dzikir yang lainnya. Sudah barang tentu banyak muslim yang takwa ingin berlomba-lomba meraih kefadlolan dan keistimewaanya dari asmaul husna . Bahkan yang hafal 99 nama allah yaitu asmaul husnah dijamin masuk surga .Jadi wirid dengan asmaul husna dengan niat untuk mencari ridho dan kefadholan Allah tidak lah bid’ah. Bisa jadi yang menegor dengan tulisan yang mengundang ketidak sepahaman amal dan menulis dengan citra kurang arif dan menciptakan tulisan berbau benci adalah belum luas dan belum dalam wawasan keimanan dan keislamannya. Jadilah ulama yang diidolakan dengan kata kata bijak. saya mohon Maaf sekiranya belum arif dan bijak.

  14. Herman says:

    Assalamualaykum Pak Ustad…, Subkhanallah…, setelah sy ikuti keterangan Yg Pak Ustad muat dikronologis dengan para pembaca, saya merasa pro banget dengan apa yg Pak Ustad paparkan.

    keep sharing terus ilmunya Pak Ustad….., semoga Allah memberi kekuatan dlm melaksanakan sebahagian da’wah nya, amiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>