KEUTAMAAN DZIKIR MENGINGAT ALLAH

Oleh : Fadhil ZA


Banyak orang yang masih menganggap remeh kegiatan dzikir atau mengingat Allah. Mereka menganggap duduk diam sambil berzikir menyebut nama Allah sebagai suatu kegiatan yang sia sia dan hanya membuang waktu percuma. Ini terjadi karena sebagian besar manusia perhatiannya hanya tercurah pada kehidupan dunia. Sebagian besar manusia hanya fokus pada kehidupan jangka pendek, yaitu kehidupan dunia. Mereka merancang kehidupannya hanya sampai hari tua, seluruh perhatian dan aktifitasnya dicurahkan untuk keberhasilan dan kesuksesan hidup didunia. Mereka tidak peduli dengan kehidupan jangka panjang, bahkan mereka ragu dengan adanya kehidupan akhirat yang abadi dan pertemuan dengan Allah kelak.

Barang siapa yang mengharapkan berjumpa dengan Allah penguasa alam semesta, maka saat pertemuan itu pasti terjadi. Barang siapa yang tidak mengharap perjumpaan dengan Allah, maka di akhirat kelak dia tidak akan berjumpa dengan-Nya, kesenangan dan kegembiraan hidupnya didunia ini telah berakhir dengan datangnya kematian, diakhirat kelak ia akan dikumpulkan dilembah neraka, hidup kekal abadi selamanya disana.

Barang siapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al Ankabut 5)

Sedikit sekali orang yang paham dan mengerti bahwa saat ini mereka sedang berada dalam perjalanan panjang yang tidak memiliki ujung, perjalanan panjang yang tidak ada akhirnya. Sebagian besar manusia hanya tahu bahwa perjalanan ini akan berakhir dengan datangnya kematian. Mereka tidak menyadari bahwa dibalik kematian mereka masih harus menempuh perjalanan panjang yang tidak pernah ada ujungnya, perjalanan panjang yang tidak pernah ada akhirnya. Mereka harus melalui alam barzakh, padang mahsyar, hari berhisab, selanjutnya hidup kekal abadi dilembah neraka atau ditaman syurga. Itulah perjalan panjang yang tidak pernah ada akhirnya.

Perjalanan panjang yang kita lalui didunia maupun akhirat penuh dengan halangan dan rintangan. Halangan dan rintangan itu akan menimbulkan berbagai penderitaan dan rasa sakit yang berkepanjangan. Kita butuh kekuatan ekstra untuk mengatasi berbagai halangan dan rintangan itu. Jika kita sanggup mengatasi berbagai halangan dan rintangan yang datang menghadang kita akan mengalamai kegembiraan dan kebahagiaan yang terus menerus.

Dengan ingat kepada Allah dan selalu berlindung pada-Nya kita akan mendapat kekuatan ekstra menghadapi berbagai halangan dan rintangan yang datang menghadang baik didunia maupun diakhirat. Orang yang selalu ingat pada Allah akan mendapat kemudahan dalam mengatasi berbagai halangan dan rintangan yang datang menghadang. Hal tersebut terjadi karena Allah selalu ingat dan memperhatikan keadaan orang yang selalu ingat pada-Nya, Dia selalu siap memberi pertolongan kepada orang yang selalu ingat pada-Nya. Firman Allah dalam surat Al Baqarah 152 :

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) -Ku. (Al Baqarah 152)

Ibadah Dzikrullah

Kegiatan Dzikrullah (mengingat Allah) adalah suatu aktivitas yang dapat memberikan kekuatan ekstra kepada kita dalam menghadapi berbagai masalah yang datang menghadang dalam hidup kita. Ada beberapa kegiatan dzikrullah yang diajarkan Rasulullah kepada kita antara lain , Sholat 5 waktu maupun sholat sunah, membaca Qur’an, membaca kalimat tahlil, tahmid, tasbih, takbir, Asma’ulhusna, membaca do’a , dan lain sebagainya.

Sholat dilakukan pada waktu dan cara yang telah ditetapkan, membaca Qur’an juga dianjurkan dilakukan dengan tartil dan berusaha memahami semua bacaannya pada waktu malam hari. Membaca tahlil, tahmid, tasbih, takbir dan berdo’a dianjurkan dilakukan setelah selesai mengerjakan sholat. Mengingat Allah dengan menyebut Asma’ulhusna dianjurkan dibaca setelah sholat atau pada waktu berdiri, duduk dan berbaring. Usahakan hati dan fikiran tidak pernah kosong dan sepi dari menyebut nama Allah, hadirkan Allah didalam hati dan fikiran setiap saat dimanapun berada. Selama hati dan fikiran selalu ingat dan menyebut nama-Nya, demikian pula Allah akan selalu ingat dan memperhatikan keadaan orang itu. Dalam hadist Qudsi yang diriwayatkan oleh Syaikhani dan Turmidzi dari Abu Huraira r.a Allah mengatakan :

” Aku sesuai dengan dugaan hamba-Ku kepada-Ku. Jika ia ingat kepadaKu didalam hatinya, Akupun ingat pula kepadanya didalam hatiKu. Dan jika ia ingat kepadaKu dilingkungan khalayak ramai, niscaya Akupun ingat kepadanya didalam lingkungan khalayak ramai yang lebih baik. Dan jika ia mendekat padaKu sejengkal,Akupun mendekat pula padanya sehasta. Jika ia mendekat padaKu sehasta, niscaya Aku mendekat padanya sedepa. Dan jika dia datang padaKu dengan berjalan, maka Aku mendatanginya sambil berlari ”

Dalam surat Al Ahzab ayat 41-43 Allah mengingatkan orang yang beriman agar ingat kepada Allah dengan sebanyak banyaknya, dan bertasbih pada-Nya pada waktu pagi dan petang hari.

41- Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.

42- Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.

43- Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. (AL Ahzab 41-43)

Manfaat nyata dari Dzikrullah:

Selalu ingat dan menyebut nama Allah setiap saat dan sepanjang waktu dikala berdiri, duduk dan berbaring merupakan gambaran nyata dari keimanan ,ketakwaan dan rasa tawakkal seseorang. Allah akan memperlihatkan menfaat dan efek nyata dari amalan dzikrullah seseorang dalam kehidupannya sehari hari hari antara lain:

  1. Mendapat ketenangan hati dan bebas dari perasaan jengkel,kecewa, sedih, duka, dendam dan stress berkepanjangan ( Ar Raad 28)
  2. Dikeluarkan Allah dari kegelapan (hidup yang penuh kesukaran, kesempitan,kepanikan, kekalutan ,kehinaaan dan serba kekurangan ) kepada cahaya yang terang benderang ( hidup bahagia,nyaman, aman, mulia, sejahtera dan berkecukupan). (Al Ahzab 43)
  3. Terpelihara dan terhindar dari melakukan perbuatan keji dan mungkar (Al Ankabut 45)
  4. Terpelihara dari kelicikan dari tipu daya syetan yang menyesatkan (An Nahl 99)
  5. Selalu mendapat jalan keluar dari berbagai kesulitan yang datang menghadang dan mendapat rezeki dari tempat yang tidak pernah diduga, serta selalu dicukupkan semua kebutuhan hidupnya ( At Thalaq 2-3)
  6. Dibukakan baginya pintu kemenangan, diampuni dosanya yang lalu dan yang akan datang, ditambahkan baginya berbagai kenikmatan hidup, ditunjuki jalan yang lurus , dan diberi pertolongan dengan kekuatan yang dahsyat. ( Al Fath 1-3)
  7. Selalu mendapat perhatian istimewa dari Allah dimanapun ia berada , selama ia ingat pada-Nya (Al Baqarah 152)
  8. Terhindar dari beban hidup yang berat dan tidak sanggup dipikul serta terhindar dari siksa dan azab yang melampaui batas ( Al Baqarah 286)
  9. Diampuni segala dosanya, dihapuskan segala kesalahannya dan diwafatkan bersama orang yang berbuat kebaikan ( husnul khotimah) (Ali Imran 193)
  10. Mendapat kehidupan yang baik sampai datang ajal yang telah ditetapkan (Hud 3, An-Nahl 97)
  11. Dibalasi dan dilipat gandakan amal kebaikannya dengan yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan ( An Nahl 96-97)
  12. Selalu disertai Allah dimanapun mereka berada (Al Baqarah 153, Al Hadit 4)
  13. Mendapat pertolongan dari ribuan tentara malaikat dalam menghadapi berbagai hal dan masalah didunia maupun akhirat ( Ali imran 124-125, Fushilat 30-31)
  14. Dimudahkan semua urusannya dan diberi bimbingan menempuh jalan yang mudah (Al Lail 7, Al A’la 8 )
  15. Dibukakan baginya keberkahan dan pintu rahmat dari langit dan bumi (Al A’raaf 96)
  16. Diwafatkan dalam keadaan baik dan disambut oleh para malaikat dengan salam penghormatan ( An Nahl 32, Ar Raad 23-24, Al Ahzab 44 )
  17. Mendapat kehidupan yang baik selama masa menanti dialam barzakh ( Ali Imran 169)
  18. Memiliki wajah yang putih berseri dihari berbangkit ( Ali Imran 106-107)
  19. Memiliki wajah dan tubuh yang bercahaya terang dihari berbangkit ( Al Hadit 12-13 dan At Tahrim 8 )
  20. Menerima buku catatan amal dari sebelah kanan dan dimudahkan saat dihisab dan ditimbang semua amalnya (Al Haqqah 19-21 )
  21. Memiliki timbangan kebaikan yang lebih banyak dan berat (Al Qori’ah 6-7,Al A’raaf 8 )
  22. Diselamatkan Allah dari ganas dan panasnya api neraka (Maryam 72-73, Al Lail 17)
  23. Dimasukan kedalam taman syurga dan hidup kekal selamanya disana (Az zumar 73)

Betapa banyak manfaat yang didapat dari mengingat Allah sebagai mana disebutkan diatas , namun sayang…. sedikit sekali orang yang mau dan tertarik untuk melakukan kegiatan tersebut. Mudah mudahan setelah membaca berbagai keterangan diatas anda akan tertarik untuk melaksanakan ibadah dzikir mengingat Allah sepanjang waktu dikala berdiri, duduk dan berbaring. Mulailah berusaha menyisihkan waktu untuk duduk diam setelah sholat lima waktu atau pada waktu pagi dan malam hari , berzikir dengan menyebut Asma’ulhusna sebanyak banyaknya. Insya Allah anda akan merasakan berbagai manfaat sebagaimana disebutkan diatas, itu adalah janji Allah dalam Al Qur’an Dia tidak pernah mengingkari janji. Allah maha kuat dan pasti memenuhi semua janji-Nya. Janji Allah tidak pernah meleset.

205- Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.

206- Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya lah mereka bersujud. (Al-A’raaf 205-206)

Popularity: 3% [?]

21 Responses to “KEUTAMAAN DZIKIR MENGINGAT ALLAH”

  • salman:

    minta izin buat copy..! untuk syiar kita..!

  • salman:

    semoga rahmat Allah bersama anda Bpk.Fadhil ZA yang telah memberikan pengetahuan pada sesama muslim..!

  • abdulRahman:

    Terima kasih atas dakwah anda…..
    dalam penyucian hati perlukan Murobbi…
    harap kesejahteraan Qalbu dapat menemui-NYA…

  • Assalamu’alaikum Wr Wb.
    Pak Ustadz Fadhil ZA Yth, ada beberapa hal yang ingin saya tanayakan
    1. Dzikir atau mengingat adalah tauatan pikiran terhaap apa yang pernah di temuinya. Dzikrulah atau mengingat Allah apakah bisa dilakukan… sementara belum bertemu dengan Allah

    2. Bagi Rosullullah pekerjaan mengingat Allah adalah hal yang mudah karena beliau sudah pernah berjumpa dg Allah di dunia sa’at mi’raj……. bahkan ilmu tentang berjumpa Allah juga diajarkan kepada sahabatnya seperti sahabat Ali Karomalloh, para Waliyullah…. makanya beliau ketika mendapat perintah Allah “solatlah untuk mengingatku” Aqimisolata lidzikrii…tentu dengan mudah solatnya bisa ingat/mengingat kepada Allah…….
    Terus bagaimana dengan kita kita yang belum bertemu Allah… bisakah mengingat Allah… dan solatnya apakah bisa khusu…
    “Dapatkah kita juga mencontoh Nabi bagaimana kaifiahnya sa’at berjumpa Allah( Mi’raj)”
    Terimakasih atas
    Wassalam’alaikum wr.wb.

    Roni alhaqir
    0815 85 77 44 30

  • Ass wr wb
    Allah sangat dekat dengan kita lebih dekat dari urat leher, dan Dia selalu bersama kita dimanapun kita berada. Kita tidak mungkin melihat-Nya dengan mata jasmani , karena kemampuan mata dan telinga jasmani sangat terbatas. Kita hanya bisa melihatnya dengan mata batin (hati). Hanya orang yang hatinya bersih yang mampu melihat Allah dengan segala kebesaran-Nya. Orang yang buta mata hatinya tidak akan mampu melihat Allah dengan segala kebesaran-Nya, sebagaimana disebutkan dalam surat Al A’raaf ayat 179 :
    ” Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”.

    Gunakan akal fikiran dan hati untuk melihat Allah dan segala kebesaran-Nya. Dialam semesta ini banyak sekali indikator yang dapat digunakan untuk melihat kebesaran Allah.

    Arus listrik tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, seorang ahli teknik hanya melihat alat volt meter dan amper meter atau tester untuk mengetahui apakah sebuah penghantar (kabel) mengandung arus listrik atau tidak. Jika volt meter atau ampere meter menunjuk angka tertentu akal dan fikirannya telah yakin bahwa hantaran tersebut bertegangan.

    Bintang, matahari, bulan, gunung, awan, angin, tumbuh2an, binatang , manusia semua itu adalah indikator untuk melihat Allah dengan segala kebesarannya, namun orang yang buta mata hatinya tidak akan mampu melihat Allah melalui indikator tersebut. Orang yang telah terbuka mata hatinya untuk melihat Allah dengan segala kebesarannya tidak mengalami kesulitan untuk berzikir dan mencapai sholat khusuk. Bersihkanlah mata hati dengan banyak istighfar, membaca qur’an, memikirkan kebesaran Allah dialam semesta ini, insya Allah anda akan mampu melihat Allah dengan segala kebesaran-Nya. Amin..!

  • rizki:

    assalamualaikum pak

    kl mau konsultasi via email bersedia pak?ada yg ingin saya tanyakan pak,mohon kiranya bapak bersedia, saya tunggu reply bapak..

    suwun,

    wsslmkm

  • sungguh banyak pengetahuan yang dapat saya ambil dari sini.Terima kasih Kyai semoga Allah merahmati dan mengganjar Anda dengan pahala yang berlipat ganda amin ya Rabbal alamin

  • alvin:

    sungguh maha besar allah../.

  • IMAM SUTOYO:

    Ass wr wb
    Saya telah membaca apa yang telah dijelaskan oleh Ustadz, tetapi masing-masing orang mempunyai problem yangberbeda cth, saya pribadi yang hidup miskin, punya banyak tanggungan, pekerjaan tidak menentu, sehingga hampir-hampir saya tidak mempercayailagi kebesaran tuhan karena tuntutan hidup yang semakin menjepit, apa lagi anak-anak kami yang harus setiap hari memerlukan makan. sehingga timbul perasaan tuhan tidak adil… tolong Ustadz mohon petunjuk dan araha yang bisa jadi pegangan buat menghadapi masalah ini .
    terima kasih atas jawabannya.

    ass wr wb

  • Ass wr wb

    Apa yang kita alami adalah penjelmaan dari fikiran dan perasaan kita. Dalam hadist Qudsi Allah berfirman:”Inni inda dzonni abdi….aku menurut persangkaan hamKu”seseorang Jika ia berprasangka buruk ia akan mengalami itu , jika ia berprasangka baik iapun akan mengalami hal serupa . Dalam qur’an Allah juga menyebutkan bahwa ia tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu berusaha merubahnya sendiri.

    Langkah pertama mengubah nasib buruk yang dialami adalah mengubah mindset (pola fikir) . Umumnya nasib buruk yang dialami seseorang adalah penjelmaan dari fikiran dan perasaannya yang selalu negatif, ia selalu berkeluh kesah, menyalahkan berbagai pihak,ia merasa sebagai orang yang paling menderita, bernasib malang, selalu kekurangan. Rubah semua perasaan tersebut menjadi positip, selalu bersyukur dengan apa yang diberikan Allah (nikmat melihat, mendengar, sehat, anggota tubuh lengkap dll), selalu optimis penuh harapan akan karunia Allah,

    Usahakan hati dan fikiran selalu bahagia ,gembira, optimis, penuh harapan tidak pernah berkeluh kesah, walaupun pada kenyataannya hidup penuh kesulitan. Hadapi berbagai masalah yang datang penuh kegembiraan, dan rasa optimis bahwa Allah pasti memberi jalan keluar dari berbagai masalah yang dihadapi. Jangan biarkan fikiran dan perasaan larut dalam perasaan sedih, kecewa, tertekan, sempit, dan selalu berkeluh kesah. Berbagai perasaan negatif itulah yang mendatangkan kesulitan dalam hidup kita.

    Jika anda bisa berfikir dan merasa selalu positip, secara ajaib anda akan mengalami perubahan dalam hidup anda. Anda akan menemui berbagai faktor yang tidak pernah diduga, yang membawa keberuntungan bagi diri anda. Secara ajaib dan menakjubkan anda akan terlepas dari berbagai kesulitan yang menghimpit selama ini. Alhamdulillah saya sudah menpraktekan metode ini sejak puluhan tahun yang silam, sehingga saya bisa keluar dari berbagai himpitan hidup dimasa muda dulu.

    Dalam surat at tholaq 2-3 Allah mengingtakan :”Siapa yang bertakwa, maka Allah akan memberi jalan keluar dari kesulitan yang dihadapi , dan memberi rezeki dari tempat yang tidak terduga. Dzikir mengingat Allah adalah salah satu cara untuk membersihkan hati dan fikiran dari hal yang negatif.

  • priyo:

    ass wr wb

    salam buat bapak , saya mohon alamat email bapak karena saya ingin belajar agama untuk tanya jawab plus ingin tau apakah bapak membuka majelis dzikir atau pengajian kalo ada saya ingin ikut terimakasih.

  • andre villa:

    thanks for those exquisite writing above

    i hope we can be entirely real muslem….

  • assalammualaikum ustad.saya ingin bertanya kalau kita berzikir dengan niat tertentu,misalnya saya zikir dengan menyebut “ALLA”ALLAH”ALLAH secara perlahan di dalam hati dng niat ya allah dengan aku berzikir ini bukakanlah mata bathin fikiran dan mata ghaib ku semata mta karena engkau ya allah.apakah ini boleh ya ustad.

  • satu lagi ustad,selesai sholat saya terus bertasbih tahtim tahlil trus doa selesainya saya berzikir subhanallah walhamdulillah walaillahailallah allahuakbar 100x disambung shalawat nabi 100x trus zikir harian 100x trus zikir allah 100x di tutup dng surat al ikhlas al falaq dan an nas masing masing 3x.apa manfaatnya dan faedahnya buat saya kelak ustad…?

    • Wa alaikum salam

      Orang yang selalu berdzikir mengingat Allah ketika berdiri, duduk dan berbaring didalam hati maupun secara lisan dimanapun dia berada , akan mendapat manfaat yang banyak tidak dapat diduga dan tidak terhingga. Dalam surat sajdah ayat 17 Allah mengingatkan bahwa tidak seorangpun yang tahu nikmat yang disediakan Allah baginya dimasa yang akan datang sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan dan amalkan.

      Dalam salah satu hadist Qudsi disebutkan bahwa Allah sangat menyukai seseorang yang mendekatkan diri padaNya dengan mengerjakan amalan sunah. Jika Allah telah mencintainya niscaya ia akan melihat dengan penglihatan Allah, mendengar dengan pendengaran Allah , melangkah dengan langkah Allah, jika orang memusuhinya maka Allah memaklumkan pernag pada orang tersebut.

      Yang utamanya adalah kerjakan semua amalan itu dengan sungguh sungguh dan istiqomah, banyak godaan, cobaan dan halangan agar kita berhenti dari amalan tersebut, namun jika kita lulus insya Allah akan mendapatkan keberuntungan yang besar dan banyak.

      Perbanyaklah berdoa sebagai selingan dzikir, insya Allah Dia akan mengabulkan semua doa tersebut. Allah enggan menolak doa orang yang sungguh sungguh mendekat padaNya.

  • Arief Pambudi:

    Alhamdullilahirobbilalamin ya Allah….Alhamdullilahirobbilalamin….subhanallah….melalui Bpk. Fadhil ZA, saya menjadi lebih tau manfaat dan pahala dzikir….terimakasih.

    Assalamualaikum, Wr. Wb.

  • wawan:

    Alhamdullilahirobilalamin bertambahlah ilmu mudah-mudahan kami bisa melaksanakannya dengan sebenar-benarbya amin

  • ahmad hidayat:

    assalam…
    ijin ngelike :)

Leave a Reply

*

Translate This Page
PELATIHAN
facebook page

Jadwal Pelatihan Shalat Khusuk dan Tadabbur Qur'an wilayah Jabodetabek dan Sekitarnya.

Klik disini untuk keterangan lebih lanjut

HP : 0811151412

Archives