Archive for April, 2009
DZIKIR PERNAPASAN ASMA’ULHUSNA (1)
Oleh : Fadhil ZA


41- Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.
42- Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. (Al-Ahzab 41-42)
Dalam surat Al Ahzab ayat 41-42 Allah memerintahkan pada kita agar ingat kepada Allah dengan sebanyak banyaknya. Salah satu cara berdzikir mengingat Allah adalah dengan menyebut atau membaca kalimat asma’ulhusna dengan sebanyak banyaknya. Dalam Al Qur’an banyak ayat yang menganjurkan kita untuk berzikir mengingat-Nya dengan membaca atau menyebut Al-Asma’ulhusna, antara lain :

Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaulhusna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam salatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu” (Al-Israak 110)

Hanya milik Allah asmaulhusna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaulhusna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (Al A’raaf 180)

Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dia mempunyai asmaulhusna (nama-nama yang baik). ( Thaha 8 )
Banyak cara dilakukan orang untuk melaksanakan zikir dengan membaca Asma’ulhusna. Ada yang membaca 99 Asma’ulhusna secara berjema’ah dengan irama bacaan yang syahdu dan menggetarkan hati. Ada yang membaca seorang diri dengan suara yang lembut dan hati tunduk. Ada yang membaca Asma’ulhusna seorang diri dengan berbisik, dan hanya memilih kalimat Asma’ulhusna yang ada hubungan dengan masalah yang sedang dihadapinya. Ada pula yang membacanya didalam hati sambil berjalan , duduk atau berbaring dimanapun ia berada. Read the rest of this entry »
DZIKIR DENGAN ASMA’ULHUSNA
Oleh : Fadhil ZA

Al-Asma’ul husna biasa juga digunakan sebagai kalimat dzikir untuk mendekatkan diri pada Allah dengan menambahkan huruf nida’ (Yaa) pada masing masing Asma’. Misalnya Yaa..Rahman, Yaa..Rohiim, Yaa…Malik… dst. Perbanyaklah mengucapkan kalimat Dzikir dengan menyebut nama-Nya setiap- selesai sholat, waktu pagi dan petang hari atau pada waktu malam hari.
Firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 152 menyatakan bahwa ia akan selalu ingat pada orang yang selalu ingat pada-Nya.

Mengingat Allah dengan menyebut-nyebut nama-Nya adalah suatu kegiatan yang sangat dianjurkan dalam Al Qur’an. Namun sedikit sekali orang yang mau dan memiliki kesempatan untuk melakukannya. Kebanyakan orang menganggap duduk berdiam diri sambil berzikir menyebut nama Allah sebagai suatu kegiatan yang sia-sia dan membuang waktu percuma. Betulkah demikian ..??? Read the rest of this entry »
MENGENAL ASMA’ULHUSNA
Oleh Fadhil.ZA

Hanya milik Allah asmaulhusna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaulhusna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (Al A’raaf 180)
Dalam surat al-A’raaf ayat 180 Allah memerintahkan agar kita memohon kepada-Nya dengan menyebut Asma’ulhusna. Disamping sebutan ” ALLAH ” Dia memiliki 99 nama lain yang dengan nama itu kita bisa menyampaikan segala hajat dan permohonan kita.
Dalam Hadist yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Ibnu Hibban, Al-Hakim dan Baihaqy 99 nama Allah itu disebutkan sebagai berikut : ” Sesungguhnya Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Agung memiliki 99 Nama. Barang siapa yang menghafalnya dia masuk syurga, Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia…”
KEUTAMAAN DZIKIR MENGINGAT ALLAH
Oleh : Fadhil ZA

Banyak orang yang masih menganggap remeh kegiatan dzikir atau mengingat Allah. Mereka menganggap duduk diam sambil berzikir menyebut nama Allah sebagai suatu kegiatan yang sia sia dan hanya membuang waktu percuma. Ini terjadi karena sebagian besar manusia perhatiannya hanya tercurah pada kehidupan dunia. Sebagian besar manusia hanya fokus pada kehidupan jangka pendek, yaitu kehidupan dunia. Mereka merancang kehidupannya hanya sampai hari tua, seluruh perhatian dan aktifitasnya dicurahkan untuk keberhasilan dan kesuksesan hidup didunia. Mereka tidak peduli dengan kehidupan jangka panjang, bahkan mereka ragu dengan adanya kehidupan akhirat yang abadi dan pertemuan dengan Allah kelak.
Barang siapa yang mengharapkan berjumpa dengan Allah penguasa alam semesta, maka saat pertemuan itu pasti terjadi. Barang siapa yang tidak mengharap perjumpaan dengan Allah, maka di akhirat kelak dia tidak akan berjumpa dengan-Nya, kesenangan dan kegembiraan hidupnya didunia ini telah berakhir dengan datangnya kematian, diakhirat kelak ia akan dikumpulkan dilembah neraka, hidup kekal abadi selamanya disana.
Read the rest of this entry »



