Archive for January, 2009
KULTUM 006 – PERSIAPAN MENGHADAPI HARI BERBANGKIT
Oleh Fadhil ZA

Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (setan) memperdayakan kamu dalam (menaati) Allah. (Luqman 33)


Ada 5 pesan singkat yang disampaikan Allah dalam surat Luqman ayat 5 ini:
-
Agar selalu bertaqwa kepada Allah.
-
Takutilah suatu hari, dimana pada waktu itu seorang ayah tidak dapat menolong anaknya, dan sebaliknya seorang anakpun tidak akan dapat menolong ayahnya.
-
Apa yang dijanjikan Allah kelak pasti terjadi.
-
Waspadalah jangan sampai tertipu oleh kehidupan dunia yang penuh tipu daya.
-
Waspadalah jangan sampai tertipu oleh syetan dalam taat kepada Allah. Read the rest of this entry »
Popularity: 11% [?]
MAHKAMAH YAUMIL AKHIR
Oleh : Fadhil ZA

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. (Yasin 65)
Dihari berbangkit kelak setiap orang akan dimintai pertanggungan jawab atas semua yang telah diperbuat selama hidup didunia. Mulut dikunci, tangan dan kaki menjadi saksi atas apa yang telah diperbuat selama hidup didunia.
Sebagian besar manusia tidak yakin dan tidak takut terhadap pengadilan yaumil akhir ini, mereka lebih takut pada pengadilan dan hukum didunia. Mereka juga yakin bahwa dengan kelihaiannya mereka bisa lolos dari jeratan hukum dan pengadilan didunia. Akibatnya manusia tidak takut melanggar hukum, melakukan kecurangan, penipuan, korupsi, dan melakukan perbuatan dosa lainnya.
Gebrakan KPK di Negara tercinta ini membuat miris para pelaku korupsi. Mereka lebih takut pada KPK daripada kepada hukum Allah. Mengapa…? mungkin keyakinan mereka terhadap kehidupan akhirat masih belum mantap. Mereka menganggap enteng pengadilan yaumil akhir, padahal petugas Allah di hari Kiamat nanti tidak bisa disogok atau disuap.
Di dunia mungkin mereka bisa menyuap atau menyogok petugas pengadilan, mereka bisa membeli hukum dengan uang mereka. Namun diakhirat semua itu tidak berlaku. Mulut mereka terkunci, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas semua perbuatan mereka yang melanggar hukum.


Orang yang menganut paham materialis, yakin bahwa hidup hanyalah hidup didunia ini saja, dengan datangnya kematian maka berakhirlah semua masalah, kita hidup dan mati hanya karena proses alam, tidak adalagi kehidupan sesudah mati. Kurangnya keyakinan tentang kehidupan akhirat dan kurangnya pemahaman bahwa setiap orang kelak akan dimintai pertanggungan jawab atas semua perbuatannya selama hidup didunia, menyebabkan orang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan tujuannya. Orang yang berpaham materialis tujuan hidupnya hanya mencapai kemenangan, kejayaan, kesuksesan didunia, tidak perduli bagaimanapun caranya. Akibatnya mereka tidak segan melakukan perbuatan yang melanggar hukum untuk mendapatkan semua yang diinginkan. Mereka tidak perduli kalau kegiatannya akan merugikan dan menyengsarakan orang lain, yang penting mereka bisa mendapatkan semua yang diinginkan. Read the rest of this entry »
Popularity: 4% [?]
ISLAM DENGAN SERIBU WAJAH
Oleh : Fadhil ZA
Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.
(Ali Imran 19)
Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.
(Ali Imran 85)
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (Ali IMran 102)

Saya terlahir dari keluarga muslim, sejak kecil saya sudah memeluk Islam. Setelah dewasa saya mulai mempelajari Islam lebih dalam lagi. Ketika saya pelajari kelompok yang berkembang di Masyarakat dan browsing di Internet untuk menambah pengetahuan tentang Islam saya jadi pusing. Islam tampil dengan seribu wajah. Ada Islam Liberal, Islam konservatif, Islam fundamentalis, Islam tradisional, Islam Abangan, Islam sekuler, Islam Sunni, Islam Syi’ah, Islam Muhammadiyah, Islam NU, Islam Persis, Islam Jama’ah….… dan banyak lagi. Anehnya diantara masing masing paham yang menyatakan dirinya sebagai Islam tersebut, ada yang menyatakan kelompoknyalah yang benar, diluar itu adalah sesat… Masya Allah… Saya jadi bingung Islam mana yang harus saya ikuti. Padahal agama yang di Ridhoi Allah hanya Islam. Read the rest of this entry »
Popularity: 3% [?]
SRIKANDI PADANG PASIR
Padang pasir tandus yang menghubungkan kota Makkah dan Madinah sungguh banyak menyimpan kisah hikmah yang dapat menjadi pelajaran bagi kita semua. Padang pasir tandus ini menjadi saksi perjalanan Hijrah Rasulullah dari Makkah ke Madinah, padang pasir tandus itu juga menjadi saksi beberapa kali peperangan antara kaum Muslimin dengan kaum kafir Quraisy di Badar, bukit Uhud dan lain lainnya. Padang pasir yang kering dan tandus itu juga menjadi saksi perjalanan Rasulullah dari Madinah ke Makkah, untuk menaklukan kota Mekkah dan membersihkan Ka’bah dari berbagai berhala yang disembah kaum Kafir Quraisy.

Dipadang pasir yang kering dan tandus antara Makkah dan Madinah itu pulalah berdiamlah sepasang suami istri Abu Amir dan Ummu Habib disebuah kemah yang sudah tua dan lusuh. Sepasang suami istri itu hidup dalam sebuah kehidupan yang lebih banyak susah daripada senangnya, lebih banyak keras daripada lembutnya. Mereka menggembalakan beberapa ekor kambing milik mereka sendiri pada sebuah padang rumput yang terletak didekat kemah tersebut. Mereka mengeluarkan kambing kambing mereka tatkala matahari sudah agak tinggi dan membawa kembali kambing mereka kekandangnya ketika malam mulai menjelang.
Mereka sudah merasa puas dengan rezeki yang mereka dapat dari hasil menggembalakan kambing tersebut. Mereka tidak punya penghasilan lain selain apa yang mereka dapat dari kambing tersebut. Mereka menjual kambing yang lahir, memerah susu dan menjual kain bulu dari kambing yang disembelih kepada kafilah yang lalu lalang antara Makkah dan Madinah. Apabila bumi disekitar mereka kering dan tidak berumput, mereka terpaksa pindah ketempat lain yang mempunyai rumput untuk menggembalakan ternaknya. Demikianlah keadaan mereka seterusnya, namun mereka selalu berusaha untuk tetap tinggal pada jalur yang biasa dilalui para kafilah agar mereka tetap selalu berhubungan dengan kafilah tersebut. Read the rest of this entry »
Popularity: 4% [?]
KITAB AL-QUR’AN YANG AJAIB
Oleh : Fadhil ZA


1- Alif Laam Miim
2- Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,
3- (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka,
4- dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.
5- Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.
Al-Qur’an adalah pedoman hidup bagi umat Islam, tidak ada keraguan padanya dan merupakan petunjuk bagi orang yang bertakwa. Namun sayang sekali dalam kenyataan sehari hari sedikit sekali umat Islam yang rajin membaca, mempelajari dan berusaha memahami Al-Qur’an secara rutin setiap hari. Sebagian umat Islam lebih mengutamakan pemikiran dan pendapat Ulama, atau ahli fikir yang mereka kagumi. Ketika para Ulama dan ahli pikir yang mereka kagumi mengeluarkan pendapat yang saling betentangan, terjadilah perpecahan dikalangan pengagum dan pengikutnya.
Membaca dan mempelajari Al-Qur’an adalah kewajiban dan hak setiap umat Islam, yang sudah baligh dan berakal. Zaman dahulu ketika ilmu masih banyak tersembunyi, yang mempelajari dan menguasai Al-Qur’an hanya sekelompok orang tertentu yang disebut kiyai, ulama atau ajengan. Orang awam seolah olah tabu membaca, mengkaji dan berpendapat tentang ayat Qur’an. Orang awam hanya sekedar mengikuti pendapat, guru,kiyai atau ajengan, yang kadang kadang berbeda pendapat satu dengan lainnya. Perbedaan pendapat diantara para guru, kiyai dan ajengan menimbulkan pertentangan diantara para pengikutnya masing masing, yang kadangkala diakhiri dengan pertumpahan darah. Read the rest of this entry »
Popularity: 7% [?]


