MENEMBUS MENTAL BLOCKING

Anda tahu Gajah…? Ya, Gajah adalah seekor binatang yang dikenal karena kekuatannya. Di India Gajah digunakan untuk mengangkut gelondongan kayu yang besar dari tengah hutan. Abrahah pernah menggunakan pasukan Gajah untuk menghacurkan Ka’bah. Namun disebuah tempat sirkus anda melihat pemandangan yang lain. Dipojok sana ada seekor Gajah besar yang kakinya terikat pada sebuah rantai, ujung rantai yang satunya terpaut pada sebuah patok kayu yang ditanamkan kedalam tanah.

Dilihat sepintas sebenarnya Gajah itu bisa mencabut patok kayu itu dengan mudah, mengapa ia tidak melakukannya? Ia dengan patuh tunduk pada rantai yang mengikat kakinya, ia tidak pernah berjalan jauh dari patok kayu tersebut. Ternyata ia telah terikat pada patok kayu itu sejak masih kecil. Ketika masih kecil dahulu ia pernah beberapa kali mencoba melepaskan rantainya dari patok kayu tersebut, namun ia tidak sanggup. Dibenaknya telah tertanam keyakinan bahwa patok kayu itu sangat kuat, ia tidak mungkin mencabutnya dari tanah. Ketika ia telah dewasa keyakinan itu tetap tertanam dalam dirinya. Selama Gajah itu cukup memperoleh rumput kering, air minum dan kadang kadang kacang, maka ia sudah puas menjalani hidupnya hanya dalam radius beberapa meter dari patok kayu tersebut.

gajah

 

Ternyata kebanyakan dari kita, manusia ini juga mengalami hal serupa seperti gajah tersebut. Gerakan kita dibatasi oleh kepercayaan kepercayan atau keyakinan yang keliru. Kita membiarkan kemampuan kita dibatasi oleh rantai rantai yang sebenarnya bisa kita putuskan dengan mudah. Kita terpenjara dalam fikiran dan keyakinan yang keliru. Kita akan berkata pada diri kita sendiri: ”Saya tidak mungkin mengerjakan hal itu”… ”Saya memang ditakdirkan untuk gagal… ya sudah sabar saja”… ”Saya tidak pantas mendapat kekayaan sebesar itu”… ”Saya terlahir dari keluarga miskin… tidak mungkin mendapatkan semua itu”… ”Saya tidak pantas mendapat penghargaan ini….” dan lain sebagainya. Inilah yang disebut dengan mental blocking atau hambatan mental yang merintangi seseorang untuk maju dan sukses dalam karirnya.

Saya pernah mengalami hambatan mental blocking ini ketika baru kembali dari pendidikan di LPPU ITB Bandung tahun 1982 yang lalu. Sebagai tanda terimakasih saya kepada PLN yang telah menyekolahkan saya keBandung saya harus betul betul mengabdi, saya harus puas menerima gajih tiap tanggal satu, tidak ada jalan lain bagi saya untuk mendapat penghasilan tambahan. Didalam fikiran saya tertanam kuat bahwa saya tidak mungkin mendapatkan penghasilan lain, kecuali hanya dari gaji yang saya terima tiap bulan. Saya harus puas dengan keadaan saya itu.

Bertahun tahun saya menjalani hidup dengan sabar, hidup pas pasan bahkan sangat kekurangan. Tetangga kiri kanan sudah merehab rumah, saya tetap sabar menghuni rumah sesuai aslinya yang saya terima dari BTN. Sampai satu ketika saya membaca buku ”Petuah ilmu kerezekian” oleh Suroso Orakas. Saya menyadari kekeliruan saya, mental blocking telah memenjarakan saya pada satu keyakinan yang keliru. Saya berusaha mendobrak keyakinan yang keliru tersebut. Saya tanamkan keyakinan bahwa Allah bisa memberi saya rezeki dari mana saja yang dikehendaki-Nya, setiap hari saya bayangkan dan saya rasakan bahwa saya mempunyai uang yang cukup untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup saya (walaupun pada kenyataannya tidak demikian) . Sampai akhirnya saya berkenalan dengan seorang teman yang mengajak bekerjasama memasarkan kapasitor pada gedung dan pabrik yang terkena denda Kvarh karena faktor kerjanya buruk. Sejak itu saya terbebas dari kesulitan finansial .[Ikuti kisahnya pada tulisan saya ”Mental Picture 2” .

Dalam kehidupan sehari hari banyak orang yang mengalami hambatan karena adanya mental blocking yang memang sudah muncul sejak masa kanak kanak didalam dirinya. Dr Maxwell Maltz berpendapat bahwa sistem keyakinan merupakan semacam sistim hipnotis-diri. ”Tidaklah berlebihan” tulisnya ”bila dikatakan bahwa setiap manusia dalam kadar tertentu dihipnotis oleh gagasan gagasan dari orang lain yang terlanjur ditelannya mentah mentah, atau gagasannya sendiri yang ditanamkan menjadi keyakinan dalam dirinya. Membongkar dan menembus mental blocking yang menghambat karir atau pengembangan diri seseorang bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan kemauan dan usaha yang ekstra.

Berbagai cara dilakukan untuk membongkar dan menembus mental blocking yang menghambat tersebut. Diantaranya dengan hipnoterapi, mengikuti kursus untuk membangkitkan motivasi, mengikuti workshop tentang pengembangan pribadi, mengulang ulang kalimat yang membangkitkan semangat setiap hari, dan lain sebagainya. Tidak semua mental blocking bersifat negatif diantaranya ada yang bersifat positif, misalnya rasa malu jika terbuka aurat didepan umum (terutama bagi wanita), merasa berdosa jika berdusta, atau tidak menepati janji, merasa berdosa jika melakukan perbuatan korupsi atau mengambil harta yang bukan haknya, merasa bersalah jika berselingkuh terhadap suami atau istri. Mental blocking yang positip tentu tidak harus dibongkar bahkan harus dipelihara dengan sebaik baiknya. Yang harus dibongkar adalah mental blocking negatif yang menghambat karir atau merintangi pengembangan pribadi.

Mental blocking negatif dapat menghambat seseorang untuk meraih sukses misalnya, kekayaan, jabatan, karir, jodoh, prestasi olah raga, pengembangan bisnis dan lain sebagainya. Mental blocking muncul didalam diri tanpa disadari. Perlu perhatian khusus untuk meneliti apa yang menjadi mental blocking yang menghambat karir kita masing masing. Setelah ditemukan juga perlu usaha yang kuat untuk menembus dan membongkar mental blocking tersebut. Adi W Gunawan dalam artikelnya tentang mental blocking di www.adiwgunawan.com menceritakan pengalamannya menangani beberapa kliennya yang menghadapi masalah mental blocking yang menghambat masalah perjodohan dan karirnya sebagai berikut:

 

Ini dari kasus klinis yang pernah saya tangani. Ada seorang wanita, sebut saja Rosa, cantik, ramah, cerdas, pintar cari uang, dan mandiri tapi sampai saat bertemu saya, usianya saat itu 35 tahun, masih jomblo alias single, belum dapat jodoh.

Rosa juga bingung mengapa ia sulit dapat jodoh. Ada banyak pria yang suka padanya. Namun setiap kali pacaran dan jika sudah masuk ke rencana untuk menikah, selalu muncul masalah sehingga hubungan mereka akhirnya putus.

Setelah dicari akar masalahnya, saya menemukan program pikiran, di pikiran bawah sadarnya, yang sangat baik namun justru bersifat menghambat dirinya untuk bisa dapat jodoh.

Apa itu?

Ternyata ayah Rosa meninggal saat ia masih kecil, usia 7 tahun. Sejak saat itu ibunya yang bekerja keras menghidupi keluarga mereka. Bahkan pernah sampai jatuh sakit dan hampir meninggal.

Nah, pas saat ibunya sakit keras,Rosa berdoa dan mohon kesembuhan untuk ibunya. Dan dalam doanya ia berjanji bahwa ia akan membalas semua pengorbanan ibunya, setelah ia dewasa kelak, dengan selalu menyayangi dan mendampingi ibunya.

Janji ini ternyata masuk ke pikiran bawah sadarnya dan menjadi program. Benar, sejak saat itu dan hingga ia dewasa Rosa adalah anak yang begitu sayang pada ibunya. Selama ini program pikirannya telah sangat membantu Rosa dalam menjalani hidupnya. Rosa bekerja keras, menjadi anak yang sangat mencintai ibunya. Dan ibunya juga begitu bersyukur dan bahagia karena mempunyai anak yang begitu menyayanginya. Nah, program yang sangat positif ini tiba-tiba berubah menjadi program yang menghambat (baca: mental block) saat Rosa ingin berkeluarga.

Program ini mensabotase setiap upaya Rosa untuk mendapat pasangan hidup. Saat saya berdialog dengan “bagian” (baca: program) yang tidak setuju bila Rosa menikah, saya mendapat jawaban yang jelas dan lugas. Ternyata “bagian” ini khawatir Rosa tidak bisa menepati janjinya, menyayangi dan mendampingi ibunya karena bila menikah, menurut pemikiran “bagian” ini, Rosa harus mengikuti suaminya dan meninggalkan ibunya sendiri. “Bagian” ini tidak setuju dengan hal ini.

Nah, anda jelas sekarang?

Saya beri satu contoh lagi biar lebih jelas.

Saya mendapat email dari seorang pembaca buku, sebut saja Bu Asri, yang mengeluh bahwa ia telah berusaha keras untuk menaikkan penghasilannya namun selalu gagal. Setelah membaca buku The Secret of Mindset dan mendengarkan CD Ego State Therapy ia menemukan program pikiran yang menghambat dirinya, khususnya di aspek finansial.

Ternyata dulu, saat akan menikah, ia mendapat wejangan dari ibunya, “Nak, ingat ya… nanti waktu menjadi seorang istri, cintai suamimu dengan tulus, baik di kala suka mapun duka, layani dengan sepenuh hati, tempatkan suami sebagai kepala rumah tangga, jaga perasaan dan harga diri suami, jangan melebihi suamimu…….”

Pembaca, wejangan (baca: program) ini tentu sangat baik. Namun menjadi masalah karena program ini justru menghambat upaya Bu Asri meningkatkan penghasilannya. Selidik punya selidik ternyata penghasilan Bu Asri saat ini sama dengan penghasilan suaminya. Makanya saat ia berusaha menaikkan income-nya selalu saja ada hambatan. Program ini yang menghambat dan tujuannya juga sangat “positif” yaitu agar Bu Asri bisa menjadi istri yang baik sesuai wejangan ibunya.

Bagaimana, jelas sekarang?

Suatu program, selama tidak bersifat menghambat diri kita maka jangan diotak-atik. Biarkan saja. Nggak usah bingung. Ada rekan yang, setelah membaca buku dan mengerti soal mental block, begitu giat mencari berbagai mental blocknya. Bahkan sampai mengeluh,”Pak, saya kok nggak menemukan mental block saya ya?”.

Lha, kalo memang nggak ada trus apa harus dipaksakan ada? Bukankah lebih baik bila waktu yang ada digunakan untuk belajar dan mengembangkan diri? Kekhawatiran karena tidak menemukan mental block justru bisa menjadi mental block baru.

Lalu, bagaimana sikap yang benar?

Ya, santai saja lah. Nggak usah aneh-aneh. Kita harus netral saja. Selama hidup kita happy, usaha lancar, semua berjalan seperti yang kita rencanakan dan harapkan maka nggak usah pusing soal mental block.

Mental block akan kita rasakan saat ada penolakan atau hambatan untuk mencapai suatu target yang lebih tinggi. Penolakan ini juga timbul saat kita ingin berubah.

Ini saya kutip email yang baru saya terima dari seorang pembaca buku saya:

“Saya ingin lebih memahami dan  membaca buku-buku anda. Saya beli The Secret of Mindset. Saat baca ada aja perasaan yang membuat saya malas, ngantuk dsb. Padahal saya sungguh ingin membaca buku TSOM. Bagaimana solusinya?”

Perasaan malas, mengantuk, dan berbagai perasaan lain yang menghambat upaya untuk berubah ini adalah ulah nakal dari mental block kita. Nah, ini saatnya kita perlu menemukan dan mengenali mental block ini. Setelah ditemukan… ya dibereskan. Gitu aja kok repot.

Intinya, jika anda telah menetapkan target yang lebih tinggi, dari apa yang telah anda capai saat ini, dan anda merasa ada yang tidak enak di hati anda maka ini indikasi adanya mental block.

Atau jika anda mengalami kegagalan yang beruntun atau yang mempunyai pola kegagalan yang sama, maka ini indikasi sabotase diri alias mental block.

 

Pembaca, wejangan (baca: program) ini tentu sangat baik. Namun menjadi masalah karena program ini justru menghambat upaya Bu Asri meningkatkan penghasilannya. Selidik punya selidik ternyata penghasilan Bu Asri saat ini sama dengan penghasilan suaminya. Makanya saat ia berusaha menaikkan income-nya selalu saja ada hambatan. Program ini yang menghambat dan tujuannya juga sangat “positif” yaitu agar Bu Asri bisa menjadi istri yang baik sesuai wejangan ibunya.

Bagaimana, jelas sekarang?

Suatu program, selama tidak bersifat menghambat diri kita maka jangan diotak-atik. Biarkan saja. Nggak usah bingung. Ada rekan yang, setelah membaca buku dan mengerti soal mental block, begitu giat mencari berbagai mental blocknya. Bahkan sampai mengeluh,”Pak, saya kok nggak menemukan mental block saya ya?”.

Lha, kalo memang nggak ada trus apa harus dipaksakan ada? Bukankah lebih baik bila waktu yang ada digunakan untuk belajar dan mengembangkan diri? Kekhawatiran karena tidak menemukan mental block justru bisa menjadi mental block baru.

Lalu, bagaimana sikap yang benar?

Ya, santai saja lah. Nggak usah aneh-aneh. Kita harus netral saja. Selama hidup kita happy, usaha lancar, semua berjalan seperti yang kita rencanakan dan harapkan maka nggak usah pusing soal mental block.

Mental block akan kita rasakan saat ada penolakan atau hambatan untuk mencapai suatu target yang lebih tinggi. Penolakan ini juga timbul saat kita ingin berubah.

Ini saya kutip email yang baru saya terima dari seorang pembaca buku saya:

“Saya ingin lebih memahami dan  membaca buku-buku anda. Saya beli The Secret of Mindset. Saat baca ada aja perasaan yang membuat saya malas, ngantuk dsb. Padahal saya sungguh ingin membaca buku TSOM. Bagaimana solusinya?”

Perasaan malas, mengantuk, dan berbagai perasaan lain yang menghambat upaya untuk berubah ini adalah ulah nakal dari mental block kita. Nah, ini saatnya kita perlu menemukan dan mengenali mental block ini. Setelah ditemukan… ya dibereskan. Gitu aja kok repot.

Intinya, jika anda telah menetapkan target yang lebih tinggi, dari apa yang telah anda capai saat ini, dan anda merasa ada yang tidak enak di hati anda maka ini indikasi adanya mental block.

Atau jika anda mengalami kegagalan yang beruntun atau yang mempunyai pola kegagalan yang sama, maka ini indikasi sabotase diri alias mental block.

Demikian Adi W Gunawan dalam tulisannya tentang mental block yang negatif. Keberadaan mental blog didalam diri kita umumnya tidak kita sadari, kita bisa mengenalnya jika kita mengalami kegagalan secara beruntun dengan pola yang sama. Sulit mendapat jodoh, selalu gagal membuka peluang bisnis, karir tidak pernah naik, itu adalah indikasi adanya mental block yang menghalangi anda.

Bagaimana membongkar mental block yang merintangi kita ? pertama tentu kita harus menemukan dan mengenal mental block yang ada pada diri kita, setelah ketemu …..ya dilawan gitu. Ada satu cara yang cukup ampuh untuk menghancurkan mental block yang menghambat karir dan pengembangan diri yaitu dengan membaca ayat Qur’an yang dapat memotivasi diri secara berulang ulang. Contohnya sebagai berikut:

Takut gagal, merasa lemah, merasa tidak sanggup mendapatkan sesuatu

Baca surat Fathir ayat 2:

 

Fathir ayat 2

Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorang pun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Fathir 2)

Baca ayat tersebut berulang ulang, kalau belum hafal dengarkan rekaman ayat tersebut dari Qur’an Elektronik yang dibaca oleh Syek Abdurahman Sudais atau Musyaari Rasyid camkan maknanya didalam hati . Kemudian tadabburi ayat tersebut untuk menanamkan suatu keyakinan baru didalam fikiran bawah sadar kita sesuai makna ayat tersebut;

 

” Ya Allah telah Kau sampaikan kepada kami dalam Qur’anMu yang Agung, bahwa apa saja rahmat yang kau bukakan bagi kami, tidak ada seorangpun yang dapat mencegahnya. Dan apa saja yang Kau tahan dari kami tidak ada seorangpun yang dapat memberinya selain Engkau. Ya Allah bukakan bagi kami pintu rahmat dari segala penjuru yang Kau berkahi,  Engkau maha kuat untuk melaksanakan apa yang Kau kehendaki. Apa yang Kau kehendaki pasti terjadi , apa yang tidak Engkau kehendaki mustahil terjadi, perkenankanlah permohonan kami ya Allah ”

Lantunan ayat suci Al Qur’an  yang dibaca dengan tartil akan membawa fikiran memasuki gelombang alfa. Dengan memahami makna dan mentadabburinya kandungan ayat tersebut akan menghunjam kedalam hati dan fikiran bawah sadar, menghancurkan mental blocking yang negatif dan membangun sikap mental baru yang positip. Kenali mental blocking yang merintangi anda, cari ayat Qur’an yang sesuai untuk menghancurkan mental blocking dan membentuk sikap mental yang baru dan positip.

 

Hidup serba kekurangan, miskin dan merasa tidak mampu meraih kehidupan yg lebih baik

Disamping membaca surat Fathir ayat 2 diatas baca pula surat Al Israak ayat 30

Al Israak ayat 30

 

Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. ( Al Israak 30)

 
Baca ayat tersebut berulang ulang, kalau belum hafal dengarkan rekaman ayat tersebut dari Qur’an Elektronik yang dibaca oleh Syek Abdurahman Sudais atau Musyaari Rasyid camkan maknanya didalam hati . Kemudian tadabburi ayat tersebut untuk menanamkan suatu keyakinan baru didalam fikiran bawah sadar kita sesuai makna ayat tersebut;

“ Ya Allah telah Kau sampaikan kepada kami dalam Qur’anMu yang agung, bahwa Engkaulah yang melapangkan dan menyempitkan rezeki bagi siapa yang Engkau kehendaki. Engkau maha mengetahui dan maha memperhatikan keadaan hamba hambaMu. Ya allah bukakan bagi kami pintu rezeki dari langit dan bumiMu, bukakan bagi kami pintu rezeki dari segala penjuru yang Engkau berkati. Jangan Kau sempitkan hidup kami ya Allah, lapangkan hidup kami selapang lapangnya. Engkau maha mengetahui dan memperhatikan keadaan kami. Tolong kami ya Allah. Kau maha kuat melaksanakan apa yang Kau kehendaki. “

 

Lantunan ayat tersebut yang dibaca dengan berulang ulang diharapkan dapat menghancurkan mental blocking dan menciptakan suatu keyakinan baru yang positip. Ayat tersebut dapat juga dibaca dalam shalat yang dilakukan dengan benar dan khusuk.

Pada dasarnya ayat Qur’an yang anda baca dengan khusuk dan meresap kedalam jiwa akan membebaskan anda dari berbagai mental blocking yang anda sadari maupun tidak ada sadari. Al Qur’an mengajak anda untuk berserah diri kepada Allah yang mempunyai kekuatan tak terbatas. Bersama Allah bagi anda tidak ada hal yang tidak mungkin. Doa sapujagat dalam duduk iftirosh jika dibaca dengan khusuk dan sunguh sunguh, juga akan membebaskan anda dari mental blocking : Robighfirli, warhamni, wajburni, warfa’ni, warzuqni, wahdini, wa’afini, wa’fuanni… wahai Tuhan ku.. ampunilah aku… rahmati aku… tutupi keburukanku… angkat derajatku… berilah aku rezeki… berilah aku petunjuk… sehatkanlah aku… maafkan aku… Itu adalah do’a yang dahsyat dibaca minimal 17 kali dalam sehari semalam. Jika Allah kabulkan anda akan terbebas dari berbagai kesulitan dan tekanan hidup.

 

 

 

 

Popularity: 3% [?]

29 Responses to “MENEMBUS MENTAL BLOCKING”

  • assalamu alaikum ustad,

    mohon ma’af ustadz – ustadz lupa/belum mengartikan “WA ‘AFINI” yaitu sehatkanlah (afiat) daku…

  • Ass wr wb
    Terimakasih atas koreksinya…. anda benar, kekeliruan sudah kami perbaiki.

  • ardy:

    Ass wrwb

    Terima kasih ustad,semoga artikel ini dapat menginspirasi saya untuk menghilangkan mental blok saya untuk Sukses

  • joko mudeng:

    kok jadinya mirip seperti orang yang mengulang-ngulang baca mantra?
    apakah ada bedanya atau sapa aja yah?!
    bi’dah ga ya???

  • Ass wr wb
    Metode pengulangan dalam membaca do’a atau ayat Qur’an adalah metode yang diterapkan oleh Qur’an sendiri, perhatikan dalam surat Ar Rahman betapa kalimat ” Fabiayyi ala irobbika tukadziban ” diulang sampai beberapa kali. Mungkin justru orang yang membaca mantera yang meniru metode Al Qur’an. Jadi tidak ada unsur bid’ah dalam mengulang-ulang membaca kalimat do’a.

  • Asslm wr wb
    Salut dan terimakasih atas tulisan yang bagus dan menginspirasi ini.

  • Ass, waktu dibacanya kapan aja ustadz? trmksh

  • Baiknya sih dibaca dalam sholat malam, kalau belum sanggup ya dibaca saja waktu pagi sehabis subuh, habis magrib atau menjelang tidur

  • Insya Allah ustadz saya amalkan, terimakasih..
    Doakan saya bisa lebih memperbaiki hidup

  • RASYIDI AMIEN:

    ALLOHUMMA SHOLLI WASALIM WABARIK ALA KAKANG KAWA NANANG HARIADI (GUS HAR)
    ALLOHUMMA SHOLLI WASALIM WABARIK ADIK ARI-ARI NANANG HARIADI (GUS HAR)
    ALLOHUMMA SHOLLI WASALIM WABARIK ALA GETIH LAN PUSER NANANG HARIADI (GUS HAR)
    ALLOHUMMA SHOLLI WASALIM WABARIK BADAN ROHANI LAN JASMANI NANANG HARIADI (GUS HAR)
    JAKARTA 18 JULI 2009
    TERTANTDA
    YAYASAN PERGURUAN ISLAM PROF.DR.KH.NANANG HARIADI
    KH RASYIDY AMIEN
    KETUA

  • firdaus:

    sukron katsir ustad atas artikel panjennengngan,akan saya amalkan Insyaalah…Saya orang madura ustadz

  • abbas:

    Artikelnya sih bagus bagus cuma sayang background nya pakai warna putih jadi melelahkan mata.

  • Oki:

    Mantap..!! saya mo coba jalanin
    Terima kasih

  • suka dgn artikel ini

  • ark:

    InsyaAllah artikel ini bermanfaat untuk saya ustad,
    Saya terinspirasi dengan analogi gajahnya, juga ayat untuk memotivasi
    Terima kasih

  • mobile:

    Alhamdulillah…

  • terima kasih atas tulisanya mas… karena saya mau menghilangkan mental block saya…

  • abu azzam:

    salam, ust..mental block kan macam2 n ga smua orang faham ayat yg tepat untk melawan mental block dimaksud.ahsan nya ustad memperbanyak referrensi mental block dan ayat penghancurnya.atau kalau sudah ada tolong sy minta refernsinya.syukron

  • As Wr Wb :
    Yth : USTAD FADHILZA
    DI TEMPAT
    saya mau bertanya.saya adalah sebagai Hipnoter,atau biasa di sebut hypnoterapist,yg mau saya sampaikan yaitu: pada saat saya melakukan Stage Hipnotis dan hypnoterapi klien saya wanita bukan mukrim,sedang kan teknik yg saya berikan yaitu dengan shock induksi dan handdrop induksi dengan memegang tangan klien tsb,apa itu termasuk zinah tangan tidak pak ustad, karna caranya berjabat tangan…sedangkan psien tersebut wanita…bagai mana menurut pak ustad fadhilza…mohon jawaban dan pencerahan nya…balas ke Email saya juga boleh pak: suryadisofyan@yahoo.com

    wassalam:
    suryadi sofyan

    • Wa alaikum salam

      Sebagai seorang mukmin jauhilah hal yang subhat, meragukan dan diharamkan Allah. Menyentuh wanita yang bukan muhrim secara langsung (bersentuhan kulit) memang dilarang dalam Islam. Syetan akan ikut dalam proses tersebut. Jelas bagi laki laki menyentuh seorang wanita yang berkulit mulus tidak akan sama rasanya dengan menyentuh tembok atau patung kayu.

      Dalam teknik Rukyah adakalanya ustadz yang merukyah juga harus menyentuh wanita yang sedang dalam proses pengobatan, untuk menghindari fitnah biasanya perukyah menggunakan sarung tangan dan wanita dengan baju yang tertutup , adakalanya pakai mukena sholat.

      Syetan sangat lihai dalam cara menyesatkan manusia, dengan alasan untuk kebaikan dan lain sebagianya tanpa disadari kita sudah terseret oleh pengaruhnya. Kalau tidak lihai mustahillah Nabi Adam bisa ditipu hingga memakan buah laranga di taman syurga. Dengan berbagai alasan untuk kebaikan yang bisa diterima oleh akal fikiran nabi Adam akhirnya iblis berhasil mempedaya nabi Adam hingga melanggar larangan Allah. Demikian pula kita dengan berbagai alasan yang masuk akal dan atas nama kebaikan dengan mudah syetan bisa mempedaya kita. waspadalah terhadap tipu daya syetan tersebut.

  • aristyo:

    assalaamu’alaikum.

    pak ustadz, gimana caranya membuat ayat suci alqur’an tersebut meresap ke dalam jiwa kita? sebab meskipun saya berkali2 membaca ayatnya dan membaca terjemahan, padahal saya sudah mencoba meresapi ayat2 tersebut, tetapi saya seperti tidak mendapatkan apa2..
    tolong tips2nya pak ustadz…
    terima kasih

    • Bacalah Al-Qur’an sambil mentadabburinya . Silahkan baca dan pelajari artikel tentang tadabbur Qur’an diblog ini. Dengan metode tadabbur Qur’an ayat yang dibaca akan menghunjam kuat kedalam hati. Baca artikel pada kategori Tadabbur Qur’an di blog ini. Jika ada kesempatan silahkan datang bersilaturahmi pada Hari Minggu tgl 30 okt ketempat kami di Taman Firdaus Bogor sesuai undangan terbuka bagi pembaca di blog ini. Insya Allah kami bisa memberi bimbingan cara mentadabburi Qur’an agar meresap kedalam hati.

  • titik haryati:

    As Wr Wb,

    Setelah membaca artikel di atas saya sangat tergugah untuk terus belajar tentang mental blok.
    Pengalaman saya adalah ketika anak saya sudah menikah tahun 2010 dan tinggal dengan istrinya yang jarak dengan rumah saya kurang lebih 1 km. Setelah menikah anak saya laki-laki tidak pernah datang ke tempat saya dan juga telepon mennyakan kondisi saya atau adiknya yang selalu diasuh dari kecil karena ayahnya meninggal.
    Sampainsekarang saya sering berfikir kehilangan anak, dan kenapa kok bisa melupakan saya juga adiknya ( perempuan ).
    Pernah pas lebaran tahun lalu saya diundang makan bersama dengan istri dan keluarga istri. Keadaan sangat kaku dan sya tidak senang dengan sikap istrinya yang seolah – olah telah merebut anak saya. Apalagi dengan adiknya sama sekali tidak menyapa atau basa – basi ini itu. Sampai sekaramng saya berfikir hidup ini tidak adil. saya memebsarkjan kemudian setelah selesai kuliah dan bekerja lupa dengan keluarga. Materi tidak pernah memberi bantuan kepada saya sebagai ibu yang hidup sendiri.

    Doa apa yang harus saya kerjakan agar anak saya kembali seperti waktu masih bersama – sama setiap saat menanyakan keadaan saya atau adiknya. menanyakan dimana kalau saya terlambat pulang dst dst.

    mental blog yang saya alami adalah rasa menyesal punya menantu dan menyesal kenapa keluarga menantu saya menguasai anak saya laki – laki.

    terima kasih bapak. dapat di email ke alamat saya ya pak untuk balasannya.

    Ws wr wb .

    titik haryati

  • Wa alikum salam

    Cobalah ibu lawan perasaan negatif yang bersarang dalam fikiran dan hati ibu. Ciptakan dalam gambaran mental dan hati ibu suasana yang berbeda dengan kenyataan yang ada. Bayangkan dalam fikiran dan rasakan dengan hati yang tulus bahwa sikap anak ibu dan istrinya sudah berubah. Bayangkan bahwa mereka sangat sayang pada ibu dan anak perempuan ibu, bayangkan sikap mereka yang ramah, hormat dan sopan, berbeda dengan kenyataan yang ada. Jangan terpengaruh dengan fakta dan kenyataan.

    Penggambaran mental sangat baik jika dilakukan sehabis shalat wajib atau lakukan shalat khusus untuk itu, misalnya shalat malam atau shalat dhuha.Panjatkan doa pada Allah agar apa yang ibu inginkan dikabuylkanNya, lakukan sujud sukur dan ucapkan teriuma kasih poada Allah yang telah mengabulkan semua harapan ibu. Rasakan seolah olah semua itu sudah terjadi rasakan kenyamanan dan ketentramannya. Walaupun pada kenyataannya semua itu belum terjadi. Insya Allah jika ibu tetap istiqomah Dia akan menmenuhi semua harapan ibu.

    Doa ya g paling kuat adalah doa dari seorang ibu atau ayah bagi anaknya. Coba juga baca tadabbur surat Al Fatihah yang telah saya kirim melalui email dengan khusuk dan sungguh sungguh , terutama pada kalimat bismillah dan arohmanirohi ( ayat 1 dan 3 ) mohon agar dijadikan kasih sayang diantara ibu dan anak ibu . Mohon agar dihilangka semua kebencian dan salah paham

  • TONI:

    asslm ustd.. wlaupun artikelx sdh lama tp luar biasa..! bagus sekali.. berikut dgn contoh2 srta interaktif antra ustd dgn penanya… membuat saya terpancing unt reply…
    (padahal selama ini saya agak kurang minat comment-serasa spt gk ada gunanya..)#mungkin ini jg trmasuk mental block sy ustd..?
    saya sedang mencari mental block dlm diri saya.. saya merasakan ada kemandekan dlm hal2 yg ingin saya capai.. stelah sy pikir2, kekurangan diri yg mnjadi pnghambat diri saYA ADalah ketidakmampuan saya dalam menjalin hubungan dengan org lain, hubungan antar personal. Saya tidak mampu berkomunikasi baik dgn org lain,.. stelah saya pikir pikir lagi, penyebabnya adalah krn sy tidak mampu memahami org lain, saya tidak peka thp org lain…
    inilah ustd.. stiap apapaun yg ingin sy lakukan, stlh sy rencanakan, rasax selalu terhalang di sini… saya seperti tdiak mampu ‘merasakan’ org lain…
    apakah itu mental block sy ustd? bgmn cara mengatasix… mhon masukan dan nasihatx ustd…
    jazakllahu ustd..

    • mahdi:

      pak Ustat sya ingin bertanya dalam keseharian saya ada kadang kandang mengikuti acara seminar dan sebaganya . ada yang ingin saya tanyakan pada acara tersebut . langsung saya tidak berani , apalagi di minta tampil di depan orang ramai di salah satu acara yang demiakian , inti nya saya didak berani tampil di depan . bagai mana caranya biar saya jadi berani tampil di depan mohon bimbingannya?

  • TONI:

    Setiap kali saya bertemu dan coba berkomunikasi dgn org lain terasa selalu kaku, tdk lancar, tdk dua arah, dll yg saya rasa sangat tdiak efektif.. ketidakmampuan saya dlm berkomunikasi dgn org lain (yg saya butuhkan dlm proses pencapaian rencana dan target2 saya)telah menjadi semacam kegelisahan dan tekanan dlm diri saya, lantas saya jadi tdk pede… kalau sdh merasa seperti itu, biasax semangat kerja saya yg awalx bagus dlm mncapai target2 jadi kendur.. lalu saya jadi sibuk dgn diri saya sendiri terkait kegagalan sy dlm hubungan tersebut… saya seperti menghabiskan waktu dan energi saya dlm ‘menghadapi’ kegagalan tersebut,.. sehingga target2 saya dr awal jd gagal total krn tdk diperhatikan lagi..
    mhon bantuanx ustd..

  • Assalamualaikum Ustadz, saya boleh copy artikel ini untuk referensi tulisan mengenai mental block di blog saya. Sumber akan saya cantumkan.

  • budi wiyono:

    Assalamu’alaikum pak Ustadz

    Saya selalu berdo’a dan berprasangka baik kepada Allah.swt..dan saya mendapat pencerahan bahwa syarat terkabulnya doa adalah menahan Nafs dan Fokus ( Jadikanlah SABAR & SHALAT sebagai penolongmu..dan Surat Almukminun/al ghafir 40:60)Allah pasti mengabulkan do’a 100%=40+60…
    Saya seringkali sudah merasa bahwa do’a sudah dikabulkan…tapi kenyataannya justru belum pak ustadz…saya terus mencari apa kesalahan diri saya,tetapi belum juga ketemu..hal ini sudah berlangsung lebih dari satu tahun..saya terus istigfar jika ada kesalahan yg luput dalam ingatan…tetapi tetap saja keyakinan saya ( bahkan terbawa dalam mimpi ) bahwa do’a saya sudah dikabulkan namun kenyataan masih belum terkabul pak ustadz…Apa kira2 permasalahannya…terimakasih

Leave a Reply

*

Fashion Stores
Translate This Page
Pondok Tadabbur
Infak, Sodaqoh Anda untuk Pondok Tadabbur bisa disampaikan melalui :

Rek Bank Mandiri
123.0097166435
a/n Fadhil Zainal Abidin.
0811151412 - fadhil_za@yahoo.co.id
PELATIHAN
facebook page

Jadwal Pelatihan Shalat Khusuk dan Tadabbur Qur'an wilayah Jabodetabek dan Sekitarnya.

Klik disini untuk keterangan lebih lanjut

HP : 0811151412

Archives
Sejak 20 Feb 2008