Archive for May, 2008

KOREKSI AL QUR’AN TERHADAP THE SECRET (2)

Monday, May 19th, 2008

Dalam The Secret digambarkan bahwa alam semesta adalah sumber energi yang tak terbatas, ia dapat memberikan apa saja yang kita inginkan. Alam semesta selalu merespon apa yang kita fikir dan rasakan. Ia akan merespon seluruh fikiran dan perasaan kita baik itu fikiran negatif maupun positif. Jika kita fokus pada fikiran tentang kemelaratan, kesengsaraan, hidup serba kekurangan, kemiskinan, kebodohan, maka alam semesta akan merespon fikiran dan perasaan itu dan menghadirkan semua kondisi itu pada kehidupan kita. Jika kita fokus pada fikiran tentang kebahagiaan, kekayaan, hidup berlimpah dan penuh kecukupan, kemuliaan, keberhasilan, maka alam semestapun akan merespon fikiran dan perasasan itu dan menghadirkan semua kondisi itu pada kehidupan kita. Hidup ini terasa mudah, kita tinggal membayangkan apa yang kita inginkan dengan penuh perasaan dan keyakinan, maka kondisi yang kita gambarkan itu akan hadir dalam hidup kita.

Menurut The Secret ada 3 langkah yang harus kita lakukan untuk menjelmakan apa yang kita inginkan dalam hidup kita

Pertama : Meminta

Tetapkan apa yang anda inginkan, Rumah baru, Mobil, Jodoh, Pekerjaan, Kenaikan penghasilan, Jabatan yang lebih baik, Berjalan jalan ke luar negeri, Menunaikan ibadah haji dan lain sebagainya. Beri tugas pada alam semesta untuk memenuhi hasrat dan keingin anda, Biarkan semesta mengetahui keinginan anda. Semesta akan merespon semua keinginan anda . Ajukan permintaan kepada alam semesta dengan sepenuh jiwa dan perasaan

Kedua : Yakin dan Percaya

Yakin dan percaya sepenuh jiwa dan perasaan bahwa apa yang anda inginkan akan menjelma dalam kehidupan anda. Alam semesta akan menjelmakan semua keinginan anda dalam kehidupan nyata. Anda akan mendapatkan rumah baru, jodoh, pekerjaan, kenaikan penghasilan sesuai dengan keinginan anda. Jangan sekali kali mempertanyakan bagaimana semua itu mungkin terjadi Jangan ada keraguan sedikitpun didalam hati dan perasaan anda. Tidak ada yang tidak mungkin, tanamkan itu dalam keyakinan anda.

Ketiga : Menerima

Rasakan bahwa anda telah menerima apa yang anda inginkan. Rasakan bahwa anda telah memiliki rumah baru sesuai gambaran fikiran anda, rasakan kenikmatan memiliki rumah itu. Rasakan anda telah memiliki mobil, jodoh, pekerjaan dan apa saja yang anda inginkan. Rasakan nikmatnya memiliki semua yang anda inginkan. Ucapkan terima kasih bahwa anda telah mendapatkan semua yang anda inginkan. (more…)

Popularity: 17% [?]

KEKUATAN SHOLAT MALAM (1)

Monday, May 12th, 2008

Sudah banyak buku yang membahas tentang hikmah dan kekuatan sholat malam, berdasarkan dalil Qur’an, Hadist dan pendapat para ulama salaf. Pada tulisan ini saya ingin menyampaikan hikmah dan kekuatan sholat malam berdasarkan pengalaman saya mengerjakan sholat malam selama beberpa tahun kemudian berhenti selama beberapa tahun dan kembali mengerjakannya lagi .

Perintah mengerjakan sholat malam sangat banyak kita temui dalam Al Qur’an. Antara lain pada surat Al Israak ayat 78 dan 79 :

78- Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).

79- Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. ( Al Israak 78-79)

Bisa juga kita temui pada S al Muzzammil ayat 1- 9, Al Insan 25-26, Az-Zumar 9 dan lain sebagainya. Rasulullah tidak pernah meninggalkan mengerjakan sholat malam selama hidupnya. Sholat malam adalah salah satu senjata utama orang mukmin dalam menghadapi berbagai masalah didunia ini. Namun sangat disayangkan sedikit sekali umat Islam yang sanggup mengerjakan nya secara rutin setiap hari sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah.

Saya mulai tertarik untuk mengerjakan sholat malam ini ketika masih duduk dikelas 2 STM tahun 1969. Tekanan hidup dan kesulitan ekonomi membawa saya untuk menekuni sholat malam, saya berharap Allah akan menolong saya mengatasi berbagai masalah yang saya hadapi. Saya mulai sholat malam dalam keadaan masih buta huruf Al Qur’an alias belum bisa baca qur’an. Hafalan saya hanya Al Fatihah dan 3 surat pendek Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nass. Saya lakukan sholat malam seperti melakukan sholat taraweh, yaitu 2 rakaat kali empat ditambah 3 Raka’at sholat witir.

Keadaan saya ketika itu sangat sulit, uang sekolah tidak pernah saya bayar tepat waktu. Saya selalu menunggak uang sekolah sampai 2 atau 3 bulan. Uang transport dan jajan yang diberikan ayah juga pas pasan bahkan kadangkala kurang dari cukup. Pernah satu ketika saya kehabisan ongkos hingga terpaksa pulang jalan kaki dari sekolah saya di Kampung Bali Tanah Abang kerumah saya di kampung Pecandran, kira kira dibelakang Wisma Mandala jalan Gatot Subroto sekarang.

Untuk menghemat biaya trasport saya menumpang dirumah teman sekelas saya Aliyusmardi di daerah Jatibunder sehingga bisa kesekolah dikampung Bali dengan jalan kaki. Disamping rumah teman saya ada sebuah Musholah. Orang tua teman saya bapak Murad memang sebagai pengurus Musholah itu. Tiap hari saya bangun sekitar jam 3.30 mengerjakan sholat malam, kemudian memompa air untuk keperluan musholah dan memasang tikar dimusholah untuk sholat subuh.

Saya sering menangis malam hari mengadukan keadaan saya pada Allah , saya cemas akan masa depan saya. Apalagi setamat STM pertengahan tahun 1970 saya tidak bisa langsung bekerja, Ijazah saya ditahan sekolah karena saya belum melunasi uang sekolah selama 6 bulan. Orang tua saya tidak mampu membayar uang sekolah sekaligus 6 bulan. Saya bingung, saya hanya mengadukan semua ini pada Allah dimalam hari.

Selama belum bekerja saya tetap tinggal dirumah teman saya, dan saya mulai belajar membaca Al Qur’an secara autodidak serta tanya sana sini dengan teman yang lebih pandai. Alhamdulilah dalam tempo 3 bulan saya sudah bisa membaca Al Qur’an. Disamping mengerjakan sholat malam saya sering mengerjakan puasa senin–kamis kadang kadang saya juga puasa nabi Daud, sehari puasa dan sehari berbuka. Sedihnya ketika mau berbuka saya tidak punya uang untuk membeli makanan, sehingga saya hanya minum air putih dan terus lapar sampai besok hari. Saya terus melakukan sholat malam dan mohon agar Allah memberi saya pekerjan yang sesuai. Ditengah kebuntuan dan rasa putus asa saya berdo’a: ”Ya Allah, jika Engkau betul betul Tuhan penguasa alam semesta yang menjadikan langit dan bumi yang Maha Kuat dan maha kaya, beri hamba pekerjaan yang sesuai sebagai sumber penghidupan bagi hamba”. (more…)

Popularity: 38% [?]

DAPAT TEMPAT DUDUK DI KERETA BERKAT TASBIH

Friday, May 2nd, 2008

Lebaran tahun 1980 ketika saya masih tugas belajar di Lembaga Polyteknik PU-ITB Bandung saya berlibur ke Jakarta beserta istri dan anak saya yang baru berumur 1 tahun. Perjalanan dari Bandung tidak ada masalah, saya berangkat sehari sebelum lebaran. Tempat duduk banyak yang kosong. Masalah timbul ketika saya mau kembali ke Bandung seminggu setelah Lebaran. Saya beli ticket kereta api dari Jakarta ke Bandung tanpa tempat duduk alias berdiri. Pada ticket yang saya beli tertulis kalimat ”Berdiri”. Saya cukup bingung, saya membayangkan alangkah capeknya dari Jakarta ke Bandung selama 4 jam berdiri sambil menggendong anak saya yang ketika itu baru berumur satu tahun.

Ketika berangkat dari rumah abang saya dibilangan Tanah Abang menuju Stasiun Gambir saya terus membaca kalimat tasbih “Subhanallah” didalam hati, sambil berharap mudah2an dikereta saya dapat tempat duduk. Distasiun Gambir saya berdiri dijalur 1, menunggu kereta yang akan ke Bandung muncul dari arah Kota. Ketika kereta muncul dari arah Kota saya terus bertasbih sambil berdo’a mudah2an Allah menyediakan tempat duduk bagi kami sekeluarga. Ketika kereta sudah masuk kejalur 1, saya tetap berdiri ditepi rel dan berdo’a mudah2an gerbong yang berisi tempat duduk kosong bagi kami berhenti pas didepan kami.

Sementara calon penumpang yang lain berlarian mengejar gerbong yang mulai melambat itu saya tetap berdiri ditempat saya. Alhamdulillah ketika gerbong kereta mulai berhenti ternyata pintu salah satu gerbong pas berada dimuka kami, sambil menggendong anak saya menarik tangan istri saya masuk gerbong tersebut. Saya lihat ada beberapa bangku yang masih kosong, saya langsung mengajak istri saya duduk disalah satu bangku yang masih kosong tersebut. Saya terus bertasbih dan berdo’a dalam hati mohon agar bangku itu disediakan bagi kami dan tidak ada orang yang megklaimnya.

Kereta mulai bergerak menuju stasiun Jatinegara, saya terus bertasbih dan berharap tidak ada orang yang mengklaim bangku yang kami tempati. Sampai di Jatinegara kereta berhenti sebentar menaikan penumpang, gerbong mulai dipadati penumpang yang berdiri, jantung saya terus berdebar, saya kuatir kalau ada orang yang mengklaim bangku yang kami tempati ini. Kalau ada orang yang mengklaim jelas kami harus mengalah karena pada ticket kami tertulis kalimat ”Berdiri” dan tidak ada nomor tempat duduknya. (more…)

Popularity: 16% [?]

BALASAN KEBAIKAN ADALAH KEBAIKAN PULA

Friday, May 2nd, 2008

Kisah ini terjadi setahun yang lalu ,ketika itu saya baru saja pulang kantor. Saya pulang sudah larut sore. Selesai sholat magrib dan isa saya duduk membaca koran diruang tamu. Tiba tiba saya mendengar suara motor berhenti didepan rumah dan terdengar ucapan seseorang memberi salam.

“ Wah ada tamu rupanya “. Saya segera menjawab salam tersebut dan membuka pintu.

“ Wah pak Suripto kiranya, silahkan masuk pak “. Jawab saya.

Wajah pak Ripto tampak agak suram, mungkin dia letih baru pulang kerja seperti saya juga. Setelah bicara kesana sini berbasa basi kutanyakan maksud kedatangan beliau. Pak Ripto menjelaskan bahwa tadi pagi ia baru mendapat SMS dari putranya yang kuliah di Semarang bahwa putranya butuh uang Rp 200.000 untuk menyelesaikan skripsinya. Uang tersebut minta dikirimkan segera besok karena ia sangat membutuhkannya.

Kebetulan saat ini ia juga sedang kesulitan uang, tadi siang ia sudah berusaha meminjam temannya dikantor. Tapi keadaannya ya sama juga. Mereka tidak ada yang bisa membantu. Selesai sholat magrib ia berfikir keras mau pinjam kemana ya?. “ Selesai sholat isa tadi tiba tiba terlintas wajah bapak dalam fikiran saya, karena itu saya kemari mungkin bapak bisa membantu memberi pinjaman kepada saya untuk mengatasai kebutuhan putra saya ini “ katanya menjelaskan.

Saya termenung dan merasa prihatin dengan kesulitan teman saya ini. Saya pikir kalau saya kasih pinjam tentu masalah pak Ripto tidak sampai disitu saja, tentu dia masih akan dibebani fikiran bagaimana mengembalikan uang itu kelak, saya ingin membantu teman ini secara tuntas.” Pak Ripto saya ingin betul betul membantu pak Ripto, kalu uang sebesar itu saya pinjamkan kepada pak Ripto tentu pak Ripto masih terbebani fikiran bagaimana mengembalikannya kelak, karena itu saya ingin membantu pak Ripto dengan memberikan uang sebesar itu dan pak Ripto tidak perlu memikirkan untuk mengembalikannya lagi kelak” kataku. Pak Ripto tampak terkejut dan air matanya berlinang sambil mengucapkan terima kasih kepada saya.

Selanjutnya pak Ripto melanjutkan “ Pak saya mengucapkan terima kasih kepada bapak, saya sungguh takjub inilah kekuasaan Allah yang Maha besar. Saya teringat kejadian seminggu yang lalu mungkin ini balasan dari apa yang saya lakukan minggu lalu” (more…)

Popularity: 19% [?]