PENYAKIT JANTUNG KORONER

Pertengahan tahun 2000 dikantor saya diadakan general check up bagi kesehatan para pejabat di PLN Distribusi Jaya & Tangerang. Dari situ diketahui ada kelainan pada jantung saya, dan dianjurkan agar saya berkonsultasi dengan dokter ahli jantung. Ketika itu saya tidak merasakan adanya kelainan pada diri saya, rasanya biasa saja tidak ada rasa sakit atau sesak didada yang biasa dialami oleh orang yang mengalami gangguan jantung.

Saya tidak begitu mempedulikan saran dari hasil general check up tersebut, bahkan saya sampai lupa pada saran tersebut. Hingga pada satu ketika di akhir tahun 2000 sekitar bulan november saya mengikuti acara pulang bersama ke kampung halaman di Silungkang Sumatra Barat dengan membawa mobil sendiri, saya mulai merasakan adanya kelainan didada saya. Ketika sedang antri kendaran untuk naik kekapal fery yang akan membawa kami dari pelabuhan Merak ke Bakauheni, saya merasakan dada kiri saya sakit seperti ditusuk dan ada perasaan seperti ditindih benda berat. Saya kaget dan teringat kembali pada hasil general check up yang menyarankan saya untuk berkonsuiltasi ke ahli jantung.

Rasa sakit terus bertahan agak lama , saya beritahu istri dan anak-anak bahwa dada saya sakit mungkin terkena serangan jantung. Istri saya kaget dan cemas. Saya minta putra saya yang baru bisa membawa mobil untuk menggantikan saya membawa kendaraan naik kapal. Saya katakan kalau rasa sakit bertambah parah nanti kita terpaksa pulang kembali ke Jakarta. Sampai di Bakauheni rasa tertekan didada tetap ada namun tidak sekeras waktu di Merak. Putra saya terus membawa kendaraan melanjutkan perjalanan menuju Sumatra barat . Sampai siang hari perasaan tertekan berangsur angsur hilang hingga sore hari sampai di Lahat rasa sakit sudah tidak ada. Kami menginap di Lahat untuk selanjutnya kami melanjutkan perjalanan besok pagi jam 6.30. Sore hari menjelang isya kami sampai di Silungkang , rasa sakit didada hanya muncul sewaktu waktu. Saya berniat sekembalinya ke Jakarta nanti akan terus memeriksakan diri ke dokter ahli jantung di RS Harapan Kita. Kami berada di Silungkang merayakan hari lebaran bersama di kampung halaman selama satu minggu, dan kembali ke Jakarta dengan selamat. Saya membawa mobil bergantian dengan putra saya. Rasa sakit didada hanya muncul sekali sekali dan tidak terlalu keras.

Sampai di Jakarta saya terus ke RS Harapan Kita untuk mengkonsultasikan rasa nyeri didada yang saya alami. Saya disarankan untuk melakukan test treadmill. Dari hasil pemeriksaan dengan alat treadmill dinyatakan jantung saya masih baik, namun kolesterol saya cukup tinggi dan berisiko untuk mengalami penyempitan pembuluh darah di jantung. Saya disarankan melakukan diet untuk menekan koleterol dan dianjurkan agar berkonsultasi dengan ahli gizi. Saya enggan untuk konsul ke ahli gizi , saya mencoba mengendalikan kolesterol dengan cara olah raga saja.

Dikantor saya ada fasilitas fitnes, setiap hari saya olah raga fitnes mulai dari sepeda statis, angkat beban dan senam. Setiap 3 bulan saya periksa darah untuk kontrol kolesterol. Menurut dokter kolesterol total saya masih tinggi antara 250 mg/dl sampai 300mg/dl. Tahun 2003 saya dipindahkan tugas ke kantor unit . Saya tidak bisa olah raga lagi karena dikantor unit tidak ada fasilitas untuk itu. Saya juga lupa untuk memeriksa darah mengontrol kadar kolesterol dan gula darah.

Pertengahan tahun 2004 kondisi kesehatan saya menurun, dada kiri saya sering senut senut, saya cepat lelah. Saya sering bangun malam untuk buang air kecil. Kalau berangkat kerja walau sudah buang air kecil dari rumah, sampai dikantor pasti ke toilet dulu untuk buang air kecil. Pernah satu ketika saya naik bis , terpaksa turun ditengah jalan untuk buang air kecil dulu, karena sudah tidak tahan lagi tidak tahan . Sampai pada satu ketika anak saya menanyakan pada saya : ” Pak tadi malam bapak buang air kecil di WC ya ” Saya jawab :”Ya , emangnya kenapa” . Anak saya mengatakan: ” kok di wc banyak semutnya ya pak” . Saya kaget, jangan jangan saya kena diabetes, soalnya akhir akhir ini saya sering sekali buang air kecil. Saya segera konsultasi kedokter langganan, hasilnya sungguh mengejutkan kolesterol total 370 mg/dl, Trigliserida 1600 mg/dl , Gula darah 500 mg/dl. Saya diberi obat obatan untuk mengendalikan kolesterol dan gula darah. Sementara itu rasa senut senut didada makin sering terjadi.Rupanya berhenti total dari olah raga selama hampir 2 tahun berakibat fatal bagi kesehatan saya. Gula darah dan kadar kolesterol naik tidak terkendali.

Januari 2005 ketika saya sedang berjalan mendaki di daerah Caringin Bogor saya rasakan dada saya sakit dan nafas saya sesak. Saya terpaksa beristirahat, saya tidak kuat jika menempuh jalan mendaki. Ketika mau sholat subuh , saya berjalan cepat dari rumah ke masjid, baru separuh jalan dada saya terasa sakit dan nafas sesak. Saya terpaksa berjalan perlahan lahan sampai di masjid. Saya merasa apa yang saya kawatirkan sejak 5 tahun yang lalu sekarang mulai terjadi. Agak nya ada kelainan di jantung saya. Pertengahan januari 2005 sepulang dari kantor saya membawa mobil ditemani anak saya ke Poliklinik RS Harapan Kita. Dokter ahli jantung yang memeriksa saya menyatakan kondisi saya sudah kritis, saya diminta untuk segera masuk ruang gawat darurat. Saya terkejut, tadinya saya masih mau pulang dulu, namun setelah mendapat penjelasan dari dokter akhirnya saya menyerah dan dibawa ke ruang gawat darurat untuk mendapat perawatan intensif.

Saya dirawat selama 5 hari, dari pemeriksaan dengan CT scan diketahui ada penyempitan dipembuluh koroner kiri sebanyak 3 lokasi dengan kondisi 90%, 80% dan 60 %. Untuk lebih memastikan saya disarankan untuk dikateter. Saya sangat takut dan cemas, saya bilang sama dokter mau fikir dulu. Saya diizinkan pulang untuk sementara. Saya berkonsultasi dengan beberapa teman yang sudah dikateter dan dipasang stent. Setelah 3 minggu saya tanya sana sini, beli buku tentang penyakit jantung koroner dan seluk beluknya, akhirnya saya putuskan untuk menerima dikateter dan pasang stent jika perlu.

Pertengahan Februari 2005 dilakukan tindakan operasi kateter dan pasang stent sebanyak 2 lokasi pada pembuluh jantung saya, yang ternyata mengalami penyempitan pada 2 lokasi dengan kondisi 90% dan 100%. Pelaksanaannya ternyata tidak seperti yang saya takuti. Selama kateter dan pemasangan stent saya bisa melihat lewat layar televisi yang tersedia. Dokter menjelaskan semua proses yang saya lihat di layar televisi. Hanya sedikit terasa tidak nyaman didada. Seluruh proses dilaksanakan kurang lebih satu jam, ada sedikit kesulitan menembus penyumbatan pembuluh yang sudah 100%.

Setelah pemasangan stent saya berusaha mengendalikan kolesterol dan gula darah dengan pengendalian makan dan olah raga teratur. Saya belangganan cattering dengan seorang ahli gizi yang mengatur seluruh menu makan saya. Selama cattering kolesterol dan gula darah saya normal. Kolesterol total, LDL dan trigliserida bisa mencapai angka yang disyaratkan semua dibawah 200 mg/dl. Triglesirida yang pernah mencapai 1600 mg/dl turun menjadi 130 , LDL 80mg’dl. kolesterol total 150 mg/dl. Saya ikut cattering dengan biaya Rp 60.000/hari, hasilnya memang menakjubkan, hanya biayanya juga cukup berat. Selama ikut cattering istri saya berusaha mempelajari masakan yang dibuat oleh perusahaan catering, setelah 3 bulan saya berhenti dari catering. Selanjutnya pola masakan dirumah diusahakan meniru apa yang didapat dari cattering.

Awal tahun 2006 istri saya yang selama ini mengendalikan makan saya menderita sakit , hingga meninggal dunia pada pertengahan tahun 2006. Sejak itu pola makan saya mulai kacau. Kolesterol dan gula darah saya mulai naik turun. Gula darah puasa normal, namun 2 jam setelah puasa bisa mencapai 250 mg/dl. Kolesterol total antara 250-300, trigliserida sekitar 300 mg/dl. Namun demikian saya tetap disiplin berolah raga dengan mesin treadmill. Saya berjalan setiap hari selama 30 menit dengan kecepatan rata rata 7km/jam. Saya sudah memasuki masa pensiun november 2006, mau catering tidak sanggup lagi.

Akhir februari 2008 ini saya terserang asam urat, kaki saya sakit, kegiatan treadmill saya hentikan sementara. Setelah sembuh pada awal maret 2008 saya mulai melakukan kegiatan treadmill lagi. Namun ketika sedang melakukan treadmill pada menit ke 20 saya rasakan dada bagian tengah saya sakit. Saya ingat rasanya mirip seperti 3 tahun yang lalu tatkala saya mengalami peyempitan pembuluh darah dijantung. Kecepatan saya kurangi menjadi 6,5 km/jam, rasa sakit didada menghilang. Besok hari ketika treadmill saya batasi hingga kecepatan 6,5 km/jam , namun pada menit ke 20 rasa sakit seperti kemarin muncul kembali, kecepatan saya kurangi menjadi 6 km/jam, rasa sakit menghilang. Demikian kemampuan saya setiap hari terus berkurang, hingga baru dirasa nyaman pada kecepatan 5 km/jam.

Hari kamis tanggal 13 maret yang lalu saya konsul ke dokter saya di RS Jantung Harapan Kita. Saya disarankan untuk dirawat dan diadakan pemeriksaan dengan CT scan. Saya mulai masuk ruang perawatan jum’at malam, hari sabtu tgl 15 maret dilakukan CT scan hasilnya baru diketahui hari senin tanggal 17 maret. Ternyata ada penyempitan baru pada pembuluh bilik kanan jantung saya. Dua buah Stent yang dipasang pada tahun 2005 di bilik kiri ternyata masih baik. Hari rabu tanggal 19 maret dilakukan operasi kateter dan pemasangan stent dan Alhamdulillah hari sabtu tanggal 22 maret ini saya sudah kembali kerumah.

Berbeda dengan operasi pemasangan stent tahun 2005, operasi dilakukan melalui pembuluh arteri paha kanan. Pada operasi yang kedua operasi dilakukan melalui pembuluh arteri tangan kanan. Dari pengalaman saya ternyata pemasangan stent melalui pembuluh paha lebih nyaman daripada melalui pembuluh tangan. Pada waktu operasi tahun 2005 yang lalu saya bisa santai dan ngobrol dengan dokter pada waktu pelaksanan operasi. Tidak ada rasa sakit yang berarti. Hanya pemulihan sesudah operasi cukup lama , jarum untuk memasukan alat kateter dipaha saya baru bisa dicabut setelah 30 jam karena keenceran darah saya masih tinggi. Pada waktu operasi melalui pembuluh darah tangan kanan kemarin ini saya merasa sakit didada sehingga ketika ditanya sesuatu oleh dokter saya hampir tidak bisa menjawab, saya lebih banyak memejamkan mata menahan rasa sakit. Suster yang merawat saya mengatakan tentu saja lebih sakit karena pembuluh arteri tangan lebih kecil dibandingkan pembuluh arteri paha kaki. Kelebihannya waktu pemulihannya lebih cepat, 6 jam setelah operasi perban pada luka bekas operasi sudah bisa dibuka.

Selama dirawat di RS Harapan Kita saya sering ketemu pasien kambuhan seperti saya. Ada yang dipasang stent tahun 1999 sebanyak 2 buah, pada tahun 2006 kembali mengalami penyempitan ditempat lain dan kembali dipasang stent satu lagi. Bahkan ada yang sudah di bypass tahun 1997 tahun 2006 kumat lagi dan dipasang stent sebanyak 4 buah. Tahun 2008 ini dadanya terasa sakit lagi. Dokter yang merawat saya menjelaskan bahwa orang yang berpenyakit diabetes dan kolesterol tinggi punya risiko tinggi untuk berulang mengalami penyempitan pembuluh koroner.

Mudah2an istri saya yang baru saya nikahi pada november 2007 yang lalu bisa mengendalikan makan saya agar kadar gula dan kolesterol saya terkendali. Memang berat mengatur makan sendiri kalau tidak ada yang mengendalikan. Hampir satu tahun sejak istri saya sakit sampai meninggal makan saya tidak teratur, hingga kadar gula dan kolesterol saya juga turun naik tak terkontrol. Mudah mudahan pengalaman saya ini bisa jadi masukan dan pertimbangan bagi saudara dan teman yang mengalami gangguan jantung seperti saya. Bagi yang belum, hati2lah dengan pola makan. Usia orang yang terkena gangguan jantung semakin lama semakin muda. Tahun 90 han yang terkena PJK umumnya diatas usia 40 tahun namun sekarang banyak yang berusia 25-30 tahun. Waspadalah….mengingat biayanya puluhan juta rupiah. Jika tidak ditangani berisiko meninggal secara tiba tiba. Ketika saya sedang dirawat kamaren, saya menerima SMS dari teman saya bahwa salah seorang teman saya meninggal mendadak ketika sedang mengajar.

Jangan segan untuk periksa darah secara rutin, 3 bulanan juga cukup. Usahakan kadar gula darah dan kolesterol sesuai dengan yang disyaratkan. Olah raga jalan cepat secara rutin dapat segera mengetahui jika ada gejala penyempitan. Hati hati dengan perasaan lelah, cepat cape, dada sakit, sesak nafas jangan anggap ringan segera periksa kedokter. Mungkin itu gejala awal penyakit jantung koroner. Hati hatilah akhir akhir ini sering kita dengar orang yang mengalami kematian mendadak tanpa gejala awal. Ada yang sedang menonton TV, membawa mobil, sedang berpidato, berkutbah, mengajar, melatih senam menerbangkan pesawat komersil, bermain bola, main badminton dan lain sebagainya.

33 Responses to “PENYAKIT JANTUNG KORONER”

  • dhana:

    Assalamu’alaikum..
    Sejak awal 2007 saya sakit ‘gak jelas’ Pak. Mudah lelah, merasa ‘melayang’, gak kuat dingin, nafas pendek-pendek, merasa sering masuk angin. Udah beberapa kali keluar masuk RS, tapi diagnosis dokter beda2 terus. Dulu awalnya dibilang typhus, dkasih obat thypus, gak sembuh. Abis itu dibilang maag. Lalu pengapuran, dll. Sampe akhirnya saya bosan dan ‘menahankan’ saja. Saya belum pernah ke Dokter Jantung, tapi udah pernah dulu (awal 2007) EKG dan hasilnya ok.
    Berdasarkan pengalaman Bapak, adakah kemungkinan saya terkena gejala penyakit jantung? Selanjutnya mohon saran..
    Makasih ya Pak

  • Ass wr wb

    Gejalanya memang mirip dengan jantung koroner, sebaiknya konsul ke dokter ahli jantung. Jika tinggal di Jakarta sebaiknya langsung ke Spesialis Jantung di RS Harapan Kita. Jika dari pemeriksaan tidak ditemukan kelainan, kemungkinan dari psykhosomatis . Cobalah berfikir dan merasa positif setiap hari. Jangan biarkan perasaan cemas, takut menguasai diri anda. Rasakan bahwa anda berada dalam keadaan sehat, dan selalu merasa bahagia dan gembira setiap hari. Ucapkan terima kasih atas nikmat mata, pendengaran , badan sehat yang telah anda terima , jangan fokus pada rasa sakit yang anda derita , fokuslah pada perasaan sehat dan berbagai nikmat yang anda terima dari Allah. Rasakan bahwa anda berada dalam keadaan sehat selalu , kemudianh sujud dan berterima kasihlah kepada sang pencipta yang maha Kuasa, Fikiran dan perasaan sangat besar pengaruhnya pada kesehatan. Fikiran cenderung menjelma kealam nyata, jika anda berfikir sakit anda akan sakit , jika anda berfikir sehat insya Allah anda juga akan sehat.

    Insya Allah demikian .

  • Assalamualaikum Wr. Wb.

    pak sabtu ini direncanakan ibunda saya akan dioperasi jantung atau pasang kateter, sedih rasa nya melihat kondisi bunda yang kian hari kian melemah. apakah operasi ini bisa menyembuhkan? apakah ini memang jalan satu-satu nya? berapa persen operasi ini akan berhasil?berapa sebenarnya biaya nya? maaf pak bila pertanyaan saya terlampau banyak…saya sungguh khawatir dan bingung dengan kondisi ibunda tercinta saya…

  • Ass wr wb

    Sepengetahuan saya dari sering bulak balik ke RS Harapan kita , pengalaman sendiri dan melihat pasien lain , penyakit jantung itu banyak macamnya, antara lain penyempitan pembuluh koroner, klep bocor, pembengkakan jantung, denyut tidak stabil dan lain sebagainya yang hanya bisa diketahui dengan berbagai teknologi canggih antara lain seperti EKG, CT scan, pemeriksaan Ekho, pemeriksaan dengan kateter dll. Ibu anda terkena gangguan yang mana? Kalau Penyempitan koroner biasanya diperiksa dengan CT Scan dan kateter untuk mengetahui lokasi dan persentase penyempitannya. Jika kondisi pembuluh koroner memungkinkan, penyempitan bisa diatasi dengan teknik kateter dan pasang stent. Biayanya lumayan juga , harga satu stent berfariasi dari 10 s/d 36 juta perbuah belum termasuk ongkos pasang dan perawatan. Kalau lokasi penyempitannya lebih dari 2 lokasi ya lumayan juga. Jika tidak bisa dipasang stent karena penyempitannya banyak lokasi biasanya dokter menyarankan operasi bypass. Kalau pasang stent hanya dibius lokal dan bisa dilaksanakan dengan santai sambil ngobrol dengan waktu antara 30 s/d 60 menit. Operasi bypass dilakukan dengan bius total dan butuh waktu sampai 5 sd 6 jam. Saya perhatikan angka keberhasilan kedua tehnik ini di RS Harapan kita cukup tinggi. Namun tidak ada jaminan bahwa setelah operasi kita akan bebas dari penyakit itu, kemungkinan kambuh di pembuluh yang lain tetap ada. Setelah operasi kita menjadi orang yang tergantung obat seumur hidup, harus menjaga makan pola makan,kontrol tekanan darah dan kadar gula darah. demikian penjelasan saya mudah mudahan membantu

  • Ass wr wb.,
    Saya (56) tahun, sejak Mei 2006 dinyatakan dokter sebagai penderita PJK. Dari pemeriksaan dan hasil kateter oleh Dr ahli jantung di RS Harapan Kita, dinyatakan harus di bypass. Tetapi saya memilih untuk terapi dengan obat saja. Saya tertarik dengan pola dietnya pak. Apakah resep menu dietnya dapat dikirimkan ke saya? terimakasih

  • Ass wr wb
    Pola diet yang saya rasakan efektif adalah ketika saya catering pada seorang ahli gizi RS Harapan kita bapak Yudi Hp 085691836321. Kolesterol saya 350. Trigliseride 1600, gula 2 jam sesudah puasa 320 dalam tempo 3 bulan jadi normal. Cuma biayanya cukup lumayan. Saya hanya mencoba meniru pola makan yang dicontohkan pada saat catering. Sebagian besar direbus, kalau pakai santan sangat encer. Tumis juga pakai margarine kalau nggak salah merek Meadowlea (banyak di mall). Saya nggak pernah dikasih masakan yang digoreng.
    Diet untuk pengendalian kolesterol dan gula ini memang terasa berat. Makan nggak boleh sampe kenyang. hindari santan yang kental. kalau terpaksa makan gorengan minyaknya yang awal dan hanya sekali pakai. Hindari daging yg berlemak, dan jeroan. Olah raga secukupnya jangan berlebihan. Kalau resep menunya saya nggak punya , pola masakannya ya seperti tersebut diatas. Kalau mau Resep menu buat yang diet sih banyak ditoko buku gramedia , mungkin ada yang cocok seleranya. Teman saya ada juga yang terapi dengan minum minyak Zaitun satu sendok makan tiap hari, hasilnya sih lumayan.

  • yusuf:

    Membaca pengalaman bapak setelah discan ada 3 penyempitan , 80 % , 90% dan 60 % . tetapi bapak ahirnta hanya pasanga stent 2 buah saja . Apakah yang 60% penyempitannya tidak dipasang Ring pak ? . Saya didiagnosa ada penyempitan 55% dan masih terapi obat . Dokter bilang ring dipasang jika penyempitan lebih dari 70%. apakah betul begitu pak ? Saya juga disarankan untuk pasang ring jika dada terus terasa sakit tetapi saya maih belum siap.mohon berbagi pengalaman nya Pak.
    Terima kasih.

  • Ass wr wb
    Saya juga tidak paham kenapa demikian, yang jelas tiga tahun kemudian saya mengalami penyempitan kembali ditempat yang lain, sehingga perlu dipasang stent satu lagi sehingga sekarang yang terpasang dijantung saya ada 3 stent.

    Apakah ini yang dulu diduga ada penyempitan 60 % itu? saya juga kurang jelas. Dokter hanya mengatakan penyempitan itu terjadi karena kadar gula saya masih tinggi . Orang yang kadar gulanya tinggi pembuluh daranya gerindilan, tidak rata cenderung sewaktu waktu untuk menyempit.

    Kalau masih 55% mungkin terapi obat bisa dilakukan, hanya kadar kolesterol dan gula harus diperhatikan. Kalau terus tinggi kemungkinan menyempitnya sangat besar.

  • Aditya:

    Dok,dada saya kadang2 yang sebelah kiri maupun kanan terasa agak nyeri,punggung juga,apa ini tanda sakit jantung?apa yang sebaiknya saya lakukan?
    Kalau periksa jantung kira2 brapa biayanya?
    Saya masih muda makanya saya tidak mau hal2 buruk terjadi.

  • Maaf mas Aditya , saya bukan dokter tapi pasien juga. Saya mengetahui sekitar penyakit jantung koroner ya dari pengalaman sebagai pasien. Gejala awal jantung koroner biasanya terasa senut senut didada kiri seperti ditusuk.Kadang kadang dada seperti dihimpit benda keras. Kalau sudah agak berat jika berjalan cepat jarak 200 meter , dada terasa sakit mulai dari bagian tengah terus menyebar keseluruh dada dan nafas terasa sesak.

    Gejala awal juga bisa diketahui dari hasil EKG, kalau periksa di RS Harapan Kita ke poly umum penyakit jantung biayanya sekitar Rp 65.000 . Waktunya sore mulai jam 14.00 s/d 16.00. Hari Senin s/d kamis.

  • Budi:

    Ass wr wb
    saya budi (26), pertama2 saya mau cerita dulu ne pak
    malam tkbiran ‘07 abis nganterin temen pke speda, pas pulang n pngen tidur tiba2 dada saya jadi bdbar2, mual2 hebat, bdan merinding, dan disusul nyeri dada yg makin kerasa jika sy bergerak, n ky mo pingsan,
    wktu itu sy kalut pak n ga tau sy tu knpa, coz ktidak tahuan sy, gjala itu brlanjut hingga pagi, pginya sy pun hanya berobat ke klinik 24 jam coz sy dl brfikir hari raya RS libur, sy pun dikasih propanolol
    prnah ke dokter jantung n treadmil, wkt itu c ktna ga da koroner n ga da jantungan
    Smnjak kjadian itu smpe skrang, dada sy ky “berubah”, sering bdebar2, denyut ga teratur, gmpang cape, ngomong banyak dah tersengal2, sering ky mo pingsan, dada kadang terasa hangat n kaya pegal2 smpe kadang ga bisa tidur
    Kalo liat dr pengalaman bpk, apa ne yg namanya serangan jantung dan efek sesudahnya?
    Smnjak konsul trkhir itu, saya lom prnah k dokter lg, sy ingin sekali bisa ke RSJHK, biaya untuk berobat di RSJHK untuk konsultasi pertama kali berapa? Coz sy smpai saat ne masih menganggur dan ayah hanya seorang pensiunan pegawai!
    Smnjak konsul trakhir itu hingga sekarang sy selalu mencari tahu via internet, saya ingin tahu apa yang terjadi ma saya, makanya
    saya ingin sekali kesana, jika pun nanti saya memang ktahuan menjadi penderita, saya akan ikhlas menerimanya, yang penting saya tahu sebenarnya sy kena penyakit jantung yang mana!
    Saya mohon reply nya brdasarkn dari pnglaman bapak (utk itulah site ne sy bookmark)
    Terima kasih

  • Ass wr wb untuk mendapat kepastian sebaiknya sdr Budi konsultasi ke RS Harapan Kita. Waktu konsultasi dan biaya seperti yang sudah saya sebutkan diatas. Bagi yang punya kartu Askes bisa datang pagi hari mulai jam 8.00.

    Kebanyakan kasus kematian mendadak karena yang bersangkutan tidak sadar bahwa ia punya kelainan pada jantungnya. Pada pembuluh koroner yang sudah mulai ada penyempitan , gejalanya tidak terasa pada waktu melakukan aktifitas normal. Gejala baru terasa pada saat melakukan aktifitas berat, seperti berjalan cepat , menaiki tangga yang tinggi atau jalan mendaki pada daerah perbukitan.

    Gejala penyempitan pembuluh darah timbul akibat plag yang muncul, karena penggumpalan darah yg sering dialami penderita diabetes atau kolesterol tinggi. Untuk mencegah plag biasa nya dokter memberi obat untuk mengendalikan kolesterol dan diabetes serta memberi obat anti penggumpalan darah seperti cardio aspirin,Ascardia atau Plavix.

    Kadang-kadang plag yang muncul didalam pembuluh darah karena sesuatu hal terlepas dan hanjut, kemudian menutupi pembuluh darah yang mulai menyempit, inilah yang sering menimbulkan kematian mendadak. Ada yang lagi bawa mobil, lagi tertawa , ada juga pilot yang lagi bawa pesawat , atau ustadz yang lagi ceramah terkena serangan seperti ini.

    Gangguan jantung bukan hanya penyempitan pembuluh darah saja, ada juga gangguan klep, gangguan sistim kelistrikan yang menyebabkan denyut jantung jadi kacau dan lain lain. Untuk mengetahui jenis gangguan yang dialami sebaiknya konsultasi kedokter ahlinya di RSJHK.

  • Maryani:

    AWW

    Moga bp selalu dalam lindungan Allah SWT.
    Seneng bisa ketemu web bp.
    Suami saya 71 th, sdh dipasang stant di 3 tempat (dipsang di Jkt), 2 tahun ini cek ke Sin, tp sekarang kepengen berobat di Jkt aja (repot waktu juga keuangan). Oh y, suami saya juga pengidap diabet (sdh suntik insulin 14 unit).
    Apakah bp bisa kasih rekomen ke sy, ke dr siapa kiranya saya bisa berobat lanjutan di Jkt ini (baik utk jantung dan diabetnya, oh y kalo ada juga dr syarafnya, karena suami saya juga pernah kena penyumbatan pembuluh darah ke otak yang menyebabkan beliau kena strook ringan)
    O y saya juga tertarik dengan catering yang pernah bp ikuti, kira2 cakupan pengantaran ke semua wilayah DKI, atau hanya lingkup terbatas saja.

    Terima kasih atas respon bp

  • Ass wr wb
    Untuk perawatan dan konsultasi jantung di Jakarta ini sih sebaiknya ke rumah sakit Harapan kita saja , yang memang khusus menangani berbagai masalah penyakit jantung. Kalau mau konsultasi di RSJK Harapan kita juga ada kelas Exekutif yang buka setiap hari mulai jam 14.00 dan ditangani oleh para dokter pilihan dari RSJK Harapan Kita.
    Untuk Catering pak Yudi melayani daerah Jakarta dan Jabodetabek silahkan hubungi telp rumah beliau 021.8882084 atau Hp 021.91474782

  • Budi:

    Alo bpk, ne saya budi lagi
    Sekarang ne bgmana keadaan bpk? Sudah lebih baik kah?
    Btw pak, sampai hari ini, saya juga belum memeriksakan diri dikarenakan masalah finansial.
    saya pengin tanya pak, apa bisa ya kalo memeriksakan ke puskesmas (mungkin untuk sekedar ekg dan rontgen)? Cos Sekarang ne saya jalan bentaran aja da sesak, pusing. Bahkan utk jalan +/-10m aja da kaya orang lari, jantung da kaya lari kuda gedebak-gedebuk, yang paling saya ngeri ini jika dokter memvonis saya dengan gagal jantung (scra ga langsung da jadi kartu mati wat saya), bagaimana pendapat bpk?
    Oiya pak, akhir2 ne jika sy membaca artikel mengenai kesehatan (jantung khususnya) selalu ada yg reply mengenai terapi plaque (klo ga salah infus lechitin gt), tu sebenernya apaan sih? Mungkin bpk tahu?

  • Ass wr wb
    Kalau mau lebih jelas tentang masalah yang dialami jantung mas Budi sebaiknya memang di konsultasikan ke RS Harapan Kita, kalau tidak kita kan hanya menduga duga saja yang belum tentu kebenarannya. Jangan sampe kita jadi berfikir negatif secara berlebihan , atau malah jadi cuek dengan penyakit yang kita alami. Setiap penyakit butuh penanganan yang tepat, kalau salah jadi sia sia atau malah tambah parah. kalau terapi plaque saya juga baru dengar istilah itu.

  • Stania wiadiputri:

    Assalamu’alaikum. Saya ibu 1org putri, umur 31th. Setahun yg lalu, saat krja saya merasa sesak dada, dibwa ke ugd, dinebulizer, istirahat, dan sembuh. Dalam setahun, 2x opname, diagnosa pertama asma, kedua asma bronkhitis. Meskipun saya tdk ada riwayat asma. Hasil tes alergi negatif, rontgen paru bagus, bronkoskopi paru jg bagus. Tp keluhan saya msh tetap ada. Dada spt tertekan, sesak, bicara tersengal, suara serak. Klo sdh sakit, dada kiri sakit smpe punggung belakang, gemetar, lemes, tangan kaki dingin. Klo sdh spt itu, saya cuma bisa baringan. Dipake jalan, jg sesak. Jangankan jalan, bicara aja jg sesak.. Saya pengen sembuh.. Tp saya takut ke dokter. Jangan2 saya hanya berlebihan saja.. Tolong pencerahannya. Terima kasih.

  • I was justified reading a point on how to persuade your down comforter all unimportant again and on the brink of all the answers said that you can put some tennis balls in the dryer to estimate that happen. how to production footballSo how does that chef-d’oeuvre exactly? Why does this happen? Can you throw away something else quite than tennis balls? Gratefulness you!
    how to develop table tennis

  • dany:

    Ass Pak,
    Semoga bpk selalu dalam kond sehat.
    Membaca penjelasan bpk di atas, sy ada bbrp pertanyaan :
    1. Stent itu bentuknys spt apa? sebesar apa ? Kalo lewat pembuluh darah paha, bgmn stent bs bergerak ke arah jantung?
    2. Kateter itu apa?
    3. Apa yg membedakan stent hrg 10jt s/d 36jt ? apakah dari kekuatan stent ? Brp tahun biasanya stent dalam tubuh bertahan? apakah setelah itu stent lama dibuang dan hrs ganti stent br lagi?
    4. Brp biaya operasi di luar hrg stent? maksud perawatan itu perawatan jalan?
    5. Terakhir, dgn dr siapa yg mengoperasi bpk?

    Terimakasih,

  • Ass wr wb
    Buat ibu Stania , untuk menghilangkan rasa was was sebaiknya ibu juga konsultasi kedokter ahli jantung. Kalau dari pemeriksaan kesehatan tidak ada kelainan, mungkin saja psikosomatis

    Buat Dany pertanyaannya njelimet juga ya, tapi saya akan coba jawab semampu saya, dari pengalaman saya sebagai pasien tentunya, bukan sebagai dokter yang lebih mengerti.
    1. Terus terang saya juga belum pernah lihat stent itu kaya apa , saya tahunya waktu operasi dibius lokal dipangkal paha. Tahu -tahu stentnya saya lihat di layar monitor sudah sampai dijantung.
    2. Kateter dilakukan untuk memeriksa kondisi pembuluh koroner jantung dengan memasukan alat super canggih kedalam jantung melalui pembuluh darah dipaha ,sehingga kondisi pembuluh darah jantung bisa dilihat dari layar monitor
    3. yang membedakan harga stent adalah dari mutu bahan logam mulia pembuat stentnya, ada yg dari platina, emas dan logam canggih lainnya, karena stent dirancang untuk ditanam selamanya dan tidak bisa dikeluarkan lagi.
    4. Berapa biaya operasi sekarang saya kurang ngerti, hanya tahun 2008 yang lalu saya pasang stent satu buah lagi biayanya sekitar 45 jt di RS Harapan Kita.
    5. Pemasangan stent pertama tahun 2005 oleh dr Nurharyono yang keduanya th 2008 saya lupa lagi.

  • dany:

    Ass pak,
    Trims ats penjelasannya.tp sy msh ingin tanya :
    1. Jd yg dibelah di bag paha? Bkn di bag tubuh dadanya?
    2.bhn stent merepresentasikan kekuatan atau hanya sekedar bhn nya saja yg terbuat dr emas yg bikin mh?atau sm kuatnya biarpun pake stent yg mrh?
    3.kalo stent dipake seumur hdp, berarti stent tdk rusak2?
    4.sy msh blm jelas mengenai biaya pak, biaya jasa operasinya saja di luar biaya stent brp saat itu? Atau biaya bpk dl udh termasuk jasa dan stent?

    Maaf pak kebanyakan, sy sk blog bpk, sy sampe baca artikelnya berjam2
    Wass

  • Ass wr wb
    1. Alat stent dimasukan dari pembuluh darah balik di paha, yang dilubangi sebesar lubang sedotan aqua gelas. Dari lubang dipembuluh darah itu alat stent didorong sampai kejantung.Prosesnya nggak ngerti deh….saya cuma lihat stentnya sudah sampai jantung dari layar monitor.
    2. bahan stent harus bermutu tinggi tidak karatan karena berada didalam pembuluh darah selamanya, kalau logam biasa mungkin akan karatan, bisa berabe
    3. makanya bahan logamnya jadi mahal, karena harus tahan lama
    4. Biaya pasang stent biasanya sudah berikut jasanya.
    5. Terima kasih sudah betah membaca blog ini , mudah2an ilmunya membawa berkah dan rahmat bagi kita semua.

  • rohan:

    dear all,

    jika ingin mengerti sedikit mengenai stent dan gejala penyakit yang memerlukan pemasangan stent, silahkan masuk ke dalam situs:
    http://www.usu.ac.id/id/files/pidato/ppgb/2007/ppgb_2007_harris_hasan.pdf
    di sana di jabarkan mengenai stent hingga perlengkapannya termasuk obat yang digunakan…
    stent biasanya berukuran diameter 2,25 hingga 4mm dan panjang berkisar 8-28mm…

    bentuk stent seperti “per” yang terdapat dalam ballpoint yang berukuran 3cm, digunakan untuk menyangga pembuluh darah dan bersifat elastis.

    bahan stent terdiri dari stainless steel atau chromium cobalt. saat ini, untuk stent yang memiliki harga mahal ditujukan kepada stent yang dilapisi oleh bahan obat. obat ini ditujukan agar mengurangi kemungkinan pemasangan stent kembali. beberapa informasi yang saya baca, bahan obat tersebut juga ditujukan sebagai anti-inflamasi/peradangan. bahan obat yang digunakan bermacam-macam, sehingga harganya cukup bervariasi (> Rp. 10 juta).

    catheter berbentuk seperti selang panjang yang berukuran sangat kecil (lebih kecil dari pembuluh darah) namun terdiri dari bahan yang kuat, sehingga dapat digunakan/didorong hingga ke jantung dari paha atau tampat lainnya.

    bagi sanak saudara yang kurang mampu, sebaiknya membuat kartu gakin atau askeskin karena biaya operasi dapat menjadi lebih murah. sebagai informasi, pemerintah mulai peduli dengan pasien penderita kelainan jantung dengan menyumbangkan stent gratis kepada pusat-pusat bedah jantung di Indonesia, sehingga biaya operasi dapat berkurang. tidak kurang dari 1000 stent telah di sebarkan ke seluruh pusat jantung di Indonesia.

    demikian informasi ine, semoga dapat membantu.

    mari jaga kesehatan demi menjaga keluarga yang kita sayangi.

  • Ass wr wb

    Terima kasih atas informasinya mudah2an bermanfaat bagi pembaca yang lainnya

  • O ya , PJK kn termasuk penyakit degeneratif, byk yg mempengaruhinya trmasuk gaya hidup. ada buku yg menarik judulnya the mioracle of enzyme karya prof. Hiromi Shinya, mengulas ttg diet yg sehat bdsrkn penelitian beliau bertahun2 sbg seorang ahli bedah endoskopi :) sbnrnya ingin bisa mpraktekkan spt yg beliau tulis, tp spt yg pak ustadz fadhil tulis di perdarahan lambung akibat obat skrg byk sekali makanan/bahan makanan yg tdk lg alami, sdh tercemar pestisida, bahan pengawet, zat tambahan makanan dll..apa plg ke kampung aja ya nanam sendiri, hehe..

  • indri:

    ass.pak…..syukur alhamdulillah saya dapat menemukan dan membaca blog bpk!
    Bapak saya mengalami kelainan jantung koroner,2bln yg lalu kambuh dan dirawat di RS slama 10 hr yg dirasakan dada terasa panas sampai tembus ke bagian belakang dan di sarankan oleh dokter untuk memasang ring.Saya ingin sekali dpt memasangkan ring ke beliau tetapi kondisi keuangan keluarga kami tidak mencukupi apalagi setelah saya membaca operasi bpk yg terakhir menghabiskan biaya 45jt, kami sekeluarga mengira apabila operasi dilakukan di RS.Harapan Kita biayanya akan murah. Yg ingin saya tanyakan apakah bapak mengetahui bagaimana cara untuk mendapatkan biaya operasi dengan cara murah atau setidaknya bagaimana kami mendapatkan sedikit kemudahan sehingga orang tua saya bisa sehat kembali? skian pertanyaan dari saya smoga bapak dapat membantu!

  • Ass wr wb
    Saya ikut prihatin dengan keadaan orang tua sdr. Sebenarnya harga satu buah ring di RS Harapan kita sangat berpariasi dari yang murah sekitar 6 jt s/d yang mahal s/d 36 juta (kondisi waktu saya dioperasi th 2005). Jika biaya terbatas mungkin bisa dipilih yg lebih murah.

    Bagi pegawai negeri, peserta askes, asuransi atau yang dijamin perusahaan , masalah biaya mungkin tidak begitu problem. Namun bagi swasta, wiraswasta yang harus menangung biaya pengobatan sendiri, memang terasa sangat berat. Sebaiknya coba konsultasi ke RS Harapan Kita mungkin ada jalan keluarnya. Sampai saat ini biaya di RS Harapan Kita masih jauh lebih murah dibandingkan RS Swasta atau RS lainnya.

  • eddy:

    Assalamu’alaikum…. pak
    belakangan ini dada sebelah kiri saya terasa sakit seperti di tusuk2…dan di bahu kiri saya juga kadang2 terasa nyeri… apa ini penyakit jantung…?
    trima kasih.

    • Ass wr wb

      Untuk menghilangkan was-was sebaiknya anda konsultasi ke dr ahli jantung, kelainan pada jantung bisa dideteksi secara dini. Mudah2an dari hasil pemeriksaan tidak ada kelainan, sehingga anda tidak was-was atau menduga duga lagi.

  • adam:

    Ass wrr wb

    Pak saya baru saja dipasang stent satu buah, saya ingin menanyakan pengalaman bapak beberapa hal berikut ini:

    1.sampai berapa lama dari pemasangan stent bapak kembali bekerja secara normal ?

    2. Apakah ada aktifitas - aktifitas yang harus dihindari karena kondisi telah di pasang stent

    3. Saya saat ini diharuskan minum obat pengencer darah (Aspilet da Plavix), apakah obat-obatn tersebut harus diminum seumur hidup ?

    Sekian pertanyaan dari saya dan terimakasih sebelumnya atas bantuannya

    • Ass wr wb

      Jika sudah dipasang stent itu merupakan indikasi bahwa pembuluh darah jantung kita sudah buruk, banyak kerutan dan dibeberapa tempat mungkin saja timbul penyempitan baru. Penyempitan bisa berulang ditempat lain akibat kolesterol tinggi, diabetes dan pola makan yang buruk. Karena itu disarankan agar menjaga pola makan dan tetap mengkonsumsi pengencer darah seumur hidup.

      1. Biasanya selama satu tahun diberi dua macam pengencer darah aspilet dan plavix, setelah lebih satu tahun cukup satu macam saja , aspilet atau plavix saja. Namun jika ada penyakit magh biasanya lambung tidak tahan terhadap aspilet. Kapan mulai bisa beraktifitas normal sebaiknya tetapm konsultasi kepada dokter.

      2 Hindari kegiatan yang memacau jantung seperti berlari,mendaki pada anak tangga yang tinggi, senam high impact dll

      3. Obat pengencer darah memang harus diminum seumur hidup.Jikia kolesterol tetap tingi, ada penyakit diabetes dan pola makan buruk maka setelah beberapa tahun bisa saja timbul penyempitan pada tempat lainnya sehingga terpaksa dipasang stent lagi.

      Demikian saran saya mudah mudahan bermanfaat

  • purwa:

    Ass… pak fadhil…
    Menarik sekali membaca penglaman bapak, banyak ilmu yang didapat.. dan mudah2an bapak selalu sehat walafiat.. Saya ingin menanyakan pak saya sudah sebulan ini mengkonsumsi kacang dan jarang berolahraga tiba2 jantung saya berdebar tidak teratur.. Saya jarang mengkonsumsi daging sapi.. Saya sudah periksa awal di rumah sakit dan disarankan untuk bertemu dokter Jantung.. Saya rasakan pegal2 seperti otot punggung salah tidur.. Apakah ini gejala penyakit jantung? Terus hal2 detail apa yang harus saya tanyakan kepada dokter jantung untuk memberi kepastian saya terkena penyakit jantung atau tidak..

    terima kasih

    • Ass wr wb

      Untuk menghilangkan was-was dan prasangka buruk yang tidak perlu sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter ahli jantung. Prasangka buruk yang terus menerus menghantui fikiran pada akhirnya bisa menimbulkan penyakit sungguhan walaupun pada mulanya anda tidak sakit. Hati-hati fikiran atau prasangka buruk bisa menjelma jadi keadaan sebenarnya, yang semula tidak sakit akhir nya bisa menjadi sakit hanya karena rasa was-was atau prasangka buruk.

      Kalau kedokter anda cukup mengemukakan keluhan anda dan minta kejelasan apakah jantung anda normal dan sehat atau tidak. Dokter sudah punya SOP sendiri untuk mengetahui kesehatan jantung anda.

Leave a Reply

Translate This Page
Pondok Tadabbur
Infak, Sodaqoh Anda untuk Pondok Tadabbur bisa disampaikan melalui :

Rek Bank Mandiri
123.0097166435
a/n Fadhil Zainal Abidin.
Sejak 20 Feb 2008
ShoutBox

ShoutMix chat widget
Live Feed